Showing posts with label Ibu dan Anak. Show all posts
Showing posts with label Ibu dan Anak. Show all posts

Tuesday, February 22, 2011

Manfaat Musik bagi Bayi yang Masih dalam Kandungan


Manfaat Musik Untuk Bayi Bayi Untuk Anda yang tengah hamil, ayo ajak janin di dalam kandungan untuk mendengarkan musik. Kenapa? Musik ternyata memiliki banyak manfaat untuk perkembangan fisik dan otak bayi. Simak empat manfaat musik untuk bayi berikut ini.

Menurut penulis buku Learning Before Birth: Every Child Deserves Giftedness, Dr Brent Logan, mengajak bayi atau janin mendengarkan musik bisa membuat bayi mengenali dentuman dan pola musik di otak mereka. Musik juga membantu perkembangan detak jantung dan fisik bayi.

Berikut ini empat manfaat musik untuk bayi seperti dilansir She Knows:


1. Membantu Bayi Belajar Sejak Dini
Dr Logan menjelaskan irama dan nada yang diperdengarkan pada anak sejak sebelum dilahirkan dapat membuat bayi mengenal prinsip persepsi dan penalaran dasar seperti perbandingan, pengulangan dan pergantian. "Sebelum lahir, suara adalah format yang dominan untuk menstimulasi janin sedangkan setelah lahir, pola suara tersebut dilengkapi dari indra lainnya," jelasnya.

2. Membuat Bayi Menikmati Lagu dan Melodi
Saat berada di dalam rahim, bayi terbiasa mendengarkan (melodi) detak jantung ibu mereka. "Stimulasi itu adalah hal yang paling mendasar. Bayi yang belum dilahirkan bisa tidur tanpa terganggu, meskipun otaknya secara konstan mendengar bunyi yang berulang," ujar Dr Logan.

Dr Logan menambahkan karena terbiasa mendengarkan detak jantung bayi, begitu lahir, bayi akan tertarik meskipun hanya mendengarkan melodi yang sederhana. Lagu bayi klasik juga bisa mereka nikmati karena not-not dan irama di lagu tersebut sebenarnya adalah versi yang lebih lengkap dari suara detak jantung ibu.

3. Mengajarkan Bayi Berkomunikasi
"Sebelum lahir, suara yang terdengar menjadi dasar untuk meningkatkan informasi," ujar Dr Logan. Kalimat tersebut berarti musik bisa membantu perkembangan otak bayi untuk menerima informasi yang dapat mempengaruhi kemampuan komunikasi. Sebuah penelitian yang dirilis National Academy of Science mengungkapkan prinsip musik dasar dipelajari di kandungan berguna untuk bayi saat mempelajari ucapan orang yang mengurus mereka dan bayi belajar bagaimana meresponnya.

4. Mendorong Bayi Untuk Bergerak
"Irama musik mirip dengan detak jantung ibu," ujar Dr Logan. Setelah lahir bayi pun akan senang bergerak setelah mendengarkan musik. Respon ini membantu perkembangan bayi dalam hal kekuatan, kordinasinya dan kontrol motoriknya.

Info Seputar Demam Pada Anak


Gejala sakit pada anak yang sering kita jumpai adalah demam. Sebenarnya apakah demam itu dan bagaimana kita menyikapinya, khususnya bila demam terjadi pada anak-anak kita? Insya Allah, dalam tulisan ini akan dibahas tentang demam pada anak.

Apa itu Demam dan Bagaimana Terjadinya?


Demam adalah gejala berupa naiknya suhu tubuh sebagai respon normal tubuh terhadap suatu gangguan. Suhu tubuh diukur dengan termometer, dikatakan demam bila:

- Suhu rektal (di dalam dubur): lebih dari 38ºC
- Suhu oral (di dalam mulut): lebih dari 37.5ºC
- Suhu ketiak: lebih dari 37.2ºC
- Termometer bentuk dot bayi digital: lebih dari 37.8ºC
- Suhu telinga: mode rektal: lebih dari 38ºC; mode oral: lebih dari 37.5ºC
- Suhu tubuh dikendalikan oleh suatu bagian dari otak yang disebut hipotalamus. Hipotalamus berusaha agar suhu tubuh tetap hangat (36,5-37,5 ºC ) meskipun lingkungan luar tubuh berubah-ubah. Hipotalamus mengatur suhu dengan cara menyeimbangkan antara produksi panas pada otot dan hati dan pengeluaran panas pada kulit dan paru-paru. Ketika ada infeksi, sistem kekebalan tubuh meresponnya dengan melepaskan zat kimia dalam aliran darah. Zat kimia tersebut akan merangsang hipotalamus untuk menaikkan suhu tubuh dan akhirnya akan menambah jumlah sel darah putih yang berguna dalam melawan kuman.


Apa saja penyebab demam?


Infeksi merupakan penyebab terbanyak demam pada anak-anak. Infeksi adalah keadaan tubuh yang dimasuki kuman penyebab penyakit, bisa virus, parasit, atau bakteri. Contoh penyakit infeksi dengan gejala demam adalah flu, radang saluran pencernaan, infeksi telinga, croup, dan bronkhiolitis. Beberapa imunisasi anak-anak juga dapat menyebabkan demam. Kapan demam akan timbul tergantung dari vaksinasi yang diberikan (biasanya imunisasi DTP, HiB, dan MMR). Sedangkan anak yang sedang tumbuh gigi, menurut suatu penelitian, tidak menyebabkan demam.

Bagaimana cara mengukur suhu tubuh anak?


Cara paling akurat adalah dengan suhu rektal. Namun, mengukur suhu oral bisa akurat bila dilakukan pada anak di atas 4-5 tahun, atau suhu telinga pada anak di atas 6 bulan. Mengukur suhu ketiak adalah yang paling kurang akurat, namun dapat berguna saat dilakukan pada anak kurang dari 3 bulan. Bila suhu ketiak lebih dari 37.2ºC, maka suhu rektal harus diukur. Di sisi lain, tidaklah akurat bila mengukur suhu tubuh dengan merasakan kulit anak. Hal ini disebut suhu taktil (sentuhan) karena bersifat subyektif, yaitu pengukuran sangat dipengaruhi oleh suhu orang yang merasakan kulit si anak. Berikut cara mengukur suhu anak:

Suhu rektal: anak dibaringkan di pangkuan pemeriksa dengan perut sebagai dasarnya, sebelumnya oleskan sedikit krim atau jely pelumas (misal: Vaseline) pada ujung termometer, masukkan termometer dengan hati-hati ke dubur anak sampai ujung perak termometer tidak terlihat (0,5-1,25 cm di dalam dubur), tahan termometer pada tempatnya. Tahan selama 2 menit untuk termometer raksa atau kurang dari 1 menit untuk digital.

Suhu oral: yang perlu diperhatikan adalah jangan mengukur suhu pada mulut anak bila anak makan atau minum yang panas atau dingin dalam 30 menit terakhir. Sebelumnya bersihkan termometer dengan air dingin dan sabun kemudian bilas dengan air sampai bersih. Tempatkan ujung termometer di bawah lidah ke arah belakang. Minta anak untuk menahan termometer dengan bibirnya. Upayakan bibirnya menahan termometer selama kira-kira 3 menit untuk termometer raksa atau kurang dari 1 menit untuk digital.

Suhu ketiak: tempatkan ujung termometer di ketiak anak yang kering kemudian Tahan termometer dengan mengempitnya antara siku dengan dada selama 4-5 menit.
Suhu telinga: perlu diperhatikan bahwa termometer telinga tidak digunakan untuk anak di bawah 6 bulan. Bila anak baru dari luar rumah di mana cuaca sedang dingin, tunggu 15 menit sebelum mengukur suhu telinga. Infeksi telinga tidak mempengaruhi akurasi suhu telinga. Caranya, ibu harus menarik telinga ke arah luar-belakang sebelum memasukkan termometer kemudian tahan alat di telinga anak selama kira-kira 2 detik.
Bagus mana? Termometer digital atau raksa?


Termometer digital murah, mudah didapat, dan cara paling akurat untuk mengukur suhu. Sedangkan termometer raksa mengandung merkuri yang berbahaya saat terpapar ke tubuh, bila termometer pecah. Bila yang ada hanya termometer raksa, pastikan untuk hati-hati saat menggoyang-goyang termometer gelas sebelum digunakan.

Bagaimana sikap kita saat anak demam?


Sangatlah penting bagi orang tua untuk tahu kapan anak demam harus diperiksakan ke dokter atau dirawat sendiri.Di bawah ini adalah kondisi anak demam yang harus diperiksakan ke dokter atau tempat pelayanan kesehatan:

  • Anak di bawah 3 bulan dengan suhu 38ºC atau lebih, tanpa melihat penampakan anak (meskipun anak tampak baik).
  • Anak di atas 3 bulan dengan suhu 38ºC atau lebih selama lebih dari 3 hari atau tampak sakit (rewel dan menolak minum).
  • Anak 3-36 bulan dengan suhu 38.9ºC atau lebih.
  • Anak segala usia dengan suhu 40ºC atau lebih.
  • Anak segala usia yang mengalami kejang demam (step). Kejang demam adalah kejang yang terjadi pada anak berumur 6 bulan – 5 tahun dengan suhu 38º C atau lebih.
  • Anak segala usia yang mengalami demam berulang.
  • Anak segala usia yang demam dengan penyakit kronis, seperti penyakit jantung, kanker, lupus, atau anemia bulan sabit.
  • Anak demam yang disertai munculnya ruam-ruam di kulit.

Anak dapat dirawat sendiri oleh orang tua bila anak berumur lebih dari 3 bulan dengan suhu kurang dari 38.9ºC, dan anak tampak sehat serta berperilaku normal.

Langkah-langkah yang bisa kita lakukan saat anak demam antara lain:

Obat untuk Demam pada Anak


Perawatan paling efektif untuk demam adalah menggunakan obat penurun panas seperti Parasetamol (contoh: Pamol, Sanmol, Tempral) atau Ibuprofen (contoh: Proris). Terdapat berbagai macam sediaan di pasaran seperti: tablet, drops, sirup, dan suppositoria. Pengobatan ini dapat mengurangi ketidaknyamanan anak dan menurunkan suhu 1 sampai 1,5 ºC. Sedangkan Aspirin tidak direkomendasikan untuk anak di bawah 18 tahun karena dapat menyebabkan efek samping penyakit serius yang disebut sindrom Reye, meskipun angka kejadian penyakit ini jarang.

Parasetamol dapat diberikan setiap 4 sampai 6 jam sesuai kebutuhan. Bila suhu tetap tinggi meskipun parasetamol telah diberikan dan anak berumur lebih dari 6 bulan, Parasetamol diganti dengan Ibuprofen yang dapat diberikan setiap 6-8 jam. Dosis parasetamol atau ibuprofen harus diperhitungkan berdasarkan berat badan (bukan umur), yaitu: parasetamol: 10-15 mg/kilogram berat badan anak setiap kali pemberian, maksimal 60 mg/kilogram berat badan/hari. Sedangkan Ibuprofen: 5-10 mg/kilogram berat badan anak setiap kali pemberian, maksimal 40 mg/kilogram berat badan/hari. Contoh: bila anak dengan berat 12 kg, diberikan sirup Parasetamol 12 x (10 sampai 15) mg = 120 mg sampai 180 mg sekali minum. Apabila orang tua kesulitan dalam menghitung dosis hendaknya berkonsultasi dengan apoteker atau farmasis. Jangan asal-asal dalam menentukan dosis obat pada anak. Adapun obat yang telah diresepkan oleh dokter maka patuhilah aturan pemakaian obat dari dokter. Apabila orang tua merasa ragu jangan segan-segan meminta informasi kepada dokter yang meresepkan.

Sekilas tentang Kompres

Mengompres dilakukan dengan handuk atau washcloth (washlap atau lap khusus badan) yang dibasahi dengan dibasahi air hangat (30ºC) kemudian dilapkan seluruh badan. Penurunan suhu tubuh terjadi saat air menguap dari permukaan kulit. Oleh karena itu, anak jangan “dibungkus” dengan lap atau handuk basah atau didiamkan dalam air karena penguapan akan terhambat. Tambah kehangatan airnya bila demamnya semakin tinggi. Dengan demikian, perbedaan antara air kompres dengan suhu tubuh tidak terlalu berbeda. Jika air kompres terlalu dingin akan mengerutkan pembuluh darah anak. Akibatnya, panas tubuh tidak mau keluar. Anak jadi semakin menggigil untuk mempertahankan keseimbangan suhu tubuhnya.

Mengompres dapat pula dilakukan dengan meletakkan anak di bak mandi yang sudah diisi air hangat. Lalu basuh badan, lengan, dan kaki anak dengan air hangat tersebut. Sebenarmya mengompres kurang efektif dibandingkan obat penurun demam. Bila ibu memakai metode kompres, hendaknya digabungkan dengan pemberian obat penurun demam, kecuali anak alergi terhadap obat tersebut.

Ingat! Jangan mengompres dengan alkohol karena uap alkohol dapat terserap ke kulit atau paru-paru anak. Membedong anak di bawah umur 3 bulan dengan banyak pakaian atau selimut dapat sedikit menaikkan suhu tubuh. Menurut penelitian, suhu rektal 38.5ºC atau lebih tidak dihubungkan dengan membedong dengan kain tebal tadi. Oleh karena itu, dianjurkan bila anak demam, cukup memakai baju atau selimut tipis saja sehingga aliran udara berjalan baik.

Menaikkan Asupan Cairan Anak

Demam pada anak dapat meningkatkan risiko terkena dehidrasi (kekurangan cairan). Tanda dehidrasi paling mudah adalah berkurangnya kencing dan air kencing berwarna lebih gelap daripada biasanya. Maka dari itu, orang tua sebaiknya mendorong anak untuk minum cairan dalam jumlah yang memadai. Anak dengan demam dapat merasa tidak lapar dan sebaiknya tidak memaksa anak untuk makan. Cairan seperti susu (ASI atau sapi atau formula) dan air harus tetap diberikan atau bahkan lebih sering. Anak yang lebih tua dapat diberikan sup atau buah-buahan yang banyak mengandung air. Bila anak tidak mampu atau tidak mau minum dalam beberapa jam, orang tua sebaiknya diperiksakan ke dokter.

Istirahatkan Anak Saat Demam


Demam menyebabkan anak lemah dan tidak nyaman. Orang tua sebaiknya mendorong anaknya untuk cukup istirahat. Sebaiknya tidak memaksa anak untuk tidur atau istirahat atau tidur bila anak sudah merasa baikan dan anak dapat kembali ke sekolah atau aktivitas lainnya ketika suhu sudah normal dalam 24 jam.

Selama anak demam, orang tua hendaknya tetap memperhatikan gejala-gejala lain yang muncul. Tanyakan pada anak, adakah keluhan lain yang dirasakan, semisal: pusing, sakit kepala, nyeri saat kencing, kesulitan bernafas, dan lain-lain. Karena demam bisa jadi merupakan tanda bahwa ada gangguan pada kesehatan anak atau gejala dari penyakit tertentu. Oleh karena itu, para orang tua hendaknya bijaksana dalam menghadapinya. Orang tua hendaknya tahu kapan anak dengan demam dapat dirawat sendiri di rumah atau diperiksakan ke tempat pelayanan kesehatan.

Tuesday, February 15, 2011

Pinjamkan Rahim untuk Anaknya, Nenek 61 Tahun Lahirkan Cucunya

img

Chicago, Karena ingin membantu anaknya memiliki anak, seorang ibu yang sudah tua rela meminjamkan rahimnya menjadi ibu pengganti yang mengandung cucunya. Jadilah sang cucu keluar dari rahim yang sama dengan ibunya.

Kristine Casey yang berusia 61 tahun bertindak sebagai ibu pengganti (surrogate mother) untuk melahirkan cucunya melalui operasi caesar.

Apa yang dilakukan Casey mungkin terbilang cukup unik karena melahirkan di usia 60-an tahun. Saat itu rahimnya yang sudah menua dipompa oleh beberapa hormon sehingga mampu bertindak seperti rahim muda kembali.

Dalam hal ini Casey dengan sukarela bertindak sebagai ibu pengganti untuk putrinya Sara Connel dan suaminya Bill Connel yang telah mencoba selama bertahun-tahun untuk hamil. Sel telur dari Sara dan sperma dari Bill dimasukkan ke dalam rahim Casey hingga lahirlah putri kecil bernama Finnean Lee Connell.

Sebenarnya Sara Connell telah mulai mencoba untuk hamil sejak tahun 2004. Ia pernah melakukan penggobatan dan perawatan kesuburan, saat itu ia berhasil hamil anak kembar tapi sayang keduanya meninggal. Setelah itu ia mencoba kembali dan berhasil untuk hamil namun mengalami keguguran.

Kemudian pada tahun 2009, Casey menghadiri sebuah seminar yang dipimpin oleh putrinya sendiri dan ia mendengar cerita seorang perempuan yang sudah menopause berhasil melahirkan seorang anak. Cerita inilah yang memicu Casey untuk menjadi ibu pengganti bagi kehamilan anaknya.

"Saya pikir ini adalah tiga hari paling bahagia dalam hidup saya karena berhasil melahirkan, dan saya pikir saya telah melakukan sesuatu untuk seseorang yang saya cintai," ujar Casey, seperti dikutip dari Healthland.Time.com, Rabu (16/2/2011).

Kehamilan pada usia tua sangat memiliki risiko, karenanya beberapa klinik kesuburan sangat membatasi usia perempuan pengganti. Di Universitas Chicago Medical Center misalnya membatasi usia ibu pengganti (surrogate mother) sampai 55 tahun.

Casey sendiri telah mengalami menopause sejak 10 tahun lalu. Dengan bantuan suplemen hormon ia berhasil hamil setelah menjalani dua kali proses fertilisasi in vitro. Ia berhasil melalui proses kehamilan yang penuh dan melahirkan cucunya melalui operasi caesar di Prentice Women's Hospital, Chicago.

Dengan melakukan terapi hormon dan juga penggunaan sel telur dari donor akan memungkinkan terjadinya kehamilan pada perempuan yang telah mengalami menopause. Namun faktor usia tetap menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan untuk keselamatan hidupnya.

"Setelah menopause, seseorang harus menyediakan hormon-hormon dalam bentuk pil, suntikan atau krim vagina. Dalam kasus ibu pengganti, maka hormon diberikan dalam bentuk sintetis dan diberikan sebelum proses fertilisasi in vitro yang kemungkinan akan berlanjut sampai trimester pertama. Setelah itu akan diambil alih oleh plasenta," ujar Dr David Cohen, seorang dokter kandungan dari University of Chicago.

Dr Cohen menuturkan pada setiap kasus ibu pengganti yang menggunakan perempuan berusia tua harus dilakukan evaluasi secara lengkap mengenai risiko tekanan darah tinggi, diabetes akibat kehamilan dan risiko keguguran.

"Masalah terbesar adalah pada volume vaskuler, umumnya jumlah cairan di sekitar pembuluh darah akan meningkat drastis. Namun usia tidak selalu menjadi indikator utama karena dokter harus melihat kondisi kesehatan seseorang secara menyeluruh agar proses ini bisa berjalan dengan baik," ujarnya.

Friday, February 4, 2011

7 Kunci kesuburan pada wanita


mungkin Anda dan pasangan masih menunda kehamilan karena belum siap mental dan material. Namun saat Anda siap menjadi Moms, sebaiknya persiapkan segalanya dengan baik.
Mulai dari berhenti merokok hingga tahu cara mengatasi stres dan menjaga tubuh tetap subur. Berikut informasi lengkap mengenai langkah wanita tetap subur, seperti dilansir Cosmopolitan.

Pastikan tubuh tidak terjangkit penyakit infeksi kelamin

Kecuali jika Anda mengetahui pasangan Anda bebas penyakit, penggunaan kondom merupakan pencegahan penularan terbaik terhadap penyakit yang mengancam kesuburan, seperti Chlamydia dan Gonorrhea. Infeksi bakteri tersebut dapat masuk ke dalam rahim dan saluran telur, yang akhirnya menggiring ke penyakit lebih serius seperti Pelvic Inflammatory Disease (PID) atau penyakit radang panggul. Menakutkannya, 1 dari 5 wanita yang mengidap penyakit radang panggul akan berakhir mandul.

Belajar atasi stres lebih baik

Stres dapat merusak siklus haid. Itulah mengapa saat Anda stres dapat mengalami haid lebih lama atau bahkan dua kali dalam sebulan. Sangat penting bagi Anda untuk mengatasi stres lebih baik dengan pandai-pandai mengatur waktu yang tepat agar tubuh dapat beristirahat.

Berhenti merokok

Dampak nikotin pada perokok adiktif maupun mereka yang merokok hanya sekali-kali sama buruknya. Pasalnya, racun dalam rokok mampu merasuk ke dalam saluran telur dan merusak kromosom telur, lalu melemahkan kemampuan tubuh untuk menghasilkan estrogen, yang diteruskan tubuh ke rahim agar dapat hamil.

Menambah berat tubuh

Ketika tubuh wanita terlalu kurus, kemungkinan proses ovulasi Anda akan berhenti. Itulah sebabnya Anda membutuhkan sedikit lemak agar dapat hamil. Pastikan Body Mass Index (BMI) Anda berkisar antara 20 hingga 25.

Kurangi konsumsi seafood

Beberapa menu laut mengandung tingkat mercuri tinggi yang berhubungan juga dengan kemandulan, keguguran, dan kehamilan cacat. Tapi jangan meninggalkan menu ikan sama sekali, karena ikan kaya protein, dan nutrisi penting lainnya. Pastikan Anda memilih menu udang, ikan salmon, dan tuna.

Pil kontrasepsi tidak menyebabkan kemandulan

Mitos ini perlu diperbaiki. “Pil kontrasepsi tidak menyebabkan dampak buruk pada kesuburan,” ungkap Dr Ringler, dokter spesialis kesuburan di Los Angeles, Amerika Serikat.

Waspadai kemandulan terutama saat Anda berusia lebih dari 35 tahun

Jangan menunda kehamilan terlalu lama. Sekalipun sehat, tapi waktu biologis tubuh Anda terus berjalan. Wanita terlahir dengan 1 juta telur, tapi lambat laun seiring dengan usia, misalnya saat Anda berusia di pertengahan 30 tahun, telur akan berkurang menjadi 30.000. Itu belum termasuk risiko keguguran dan penyakit genetik. Bagi wanita berusia di bawah 30 tahun, kemungkinan hamil pada masa satu siklus adalah 25 persen. Ketika mencapai usia 40 tahun, kemungkinan itu merosot ke angka 5 persen.

Thursday, January 27, 2011

Awas, Hati-hati Vitamin Bisa Bikin Si Kecil Jadi Kurus


Siapa bilang vitamin bisa menambah nafsu makan? Justru vitamin bisa bikin si kecil makin kurus kalau kelebihan.

Hati-hati, pemberian vitamin secara berlebih dapat menimbun vitamin tersebut dalam tubuh si kecil hingga timbul efek samping, terutama golongan vitamin yang tidak larut dalam air, seperti vitamin A, D, E, dan K.

"Kelebihan vitamin A bisa mengakibatkan kepala jadi pusing-pusing," kata Dr Najib Advani, SpAK, MMed, Paed dari bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Bahkan, vitamin yang larut dalam air pun, semisal vitamin C, juga tidak boleh diberikan dalam dosis tinggi. "Kelebihan vitamin C menimbulkan batu pada ginjal, di samping mengakibatkan iritasi lambung hingga lambung terasa perih. Apalagi, jika pemberiannya dalam jangka waktu lama, anak jadi memiliki ketergantungan pada vitamin C. Istilah kedokterannya, rebound," katanya.

Itulah mengapa, dokter sangat "pelit" kala dimintai resep vitamin sekalipun vitamin si kecil yang dulu ia resepkan sudah habis. Soalnya, pemberian vitamin untuk bayi dan anak memang tidak dianjurkan buat seumur hidup.

Tidak menambah nafsu makan

Umumnya, orangtua memberikan vitamin bagi bayi untuk tujuan menambah berat badan karena vitamin dipercaya bisa menambah nafsu makan. Bahkan, saking vitamin dianggap mujarab mengatasi anak sulit makan, sering terjadi orangtua setengah memaksa dokter agar memberikan vitamin sekalipun pola makan anaknya sudah bagus dan badannya juga gemuk.

Padahal, tidak ada satu pun vitamin yang berkhasiat menambah nafsu makan secara langsung sekalipun saat si kecil tidak mau makan lantaran sakit dan dokter memberinya vitamin. Selain itu, juga bukan karena vitamin tersebut bisa menambah nafsu makan, melainkan agar asupan gizi si kecil tidak kurang. "Kecuali jika bayi kekurangan vitamin B kompleks karena dampaknya memang bikin orang jadi kurang nafsu makan," katanya.

Jadi, jangan percaya omong kosong yang mengatakan vitamin dapat menambah nafsu makan. Jangan pula menganggap, semakin gemuk bayi berarti semakin bagus. Justru bila si kecil yang sudah kurus kerap dikasih vitamin, sementara tubuhnya enggak kekurangan vitamin, barulah kita boleh merasa malu.

Jangan lupa, kelebihan vitamin bisa menyebabkan iritasi lambung. Akibatnya, si kecil malah jadi tidak mau makan. Bila sudah begitu, bukan berat badan bertambah, melainkan tubuh menjadi semakin kurus. "Nah, ini, kan, sama saja kita merawatnya dengan tidak baik. Bukan begitu," katanya.

Konsultasi dokter

Lagi pula, sebagai orang awam, agak sulit buat kita mendeteksi si kecil kekurangan vitamin atau tidak, apalagi pada kasus yang tidak terlalu berat (marjinal). Selain itu, ciri kekurangan vitamin harus pula dilihat kasus per kasus. Kekurangan vitamin A, misalnya, "biasanya di bagian putih mata akan terlihat keruh. Bila didiamkan, lama-lama akan timbul bercak," kata Najib.

Kekurangan vitamin A juga bisa membuat si kecil sering mengalami infeksi, semisal radang tenggorokan. "Bukan berarti bila si kecil mengalami radang tenggorokan, ia kekurangan vitamin A, lho. Jadi, jangan dibalik, ya, Bu, Pak," katanya.

Soal berat badan juga bukan ukuran mutlak anak kekurangan vitamin. "Memang, sering berat badan anak yang kurang vitamin juga kurang. Namun, enggak bisa dibalik bahwa anak yang kurus berarti kurang vitamin," katanya. Metabolisme tubuh anak-anak yang kekurangan vitamin, kata Najib, juga kurang baik hingga berat badannya berkurang.

Jadi, yang terbaik tentulah berkonsultasi lebih dulu dengan dokter, apakah si kecil memang perlu vitamin. "Biasanya dokter akan melihat dulu pola makannya. Jika sudah bagus, ya, enggak perlu vitamin," katanya. Misalnya, bayi yang mengonsumsi ASI. "Bila gizi ibu cukup dan asupan vitaminnya pun baik, berarti bayinya tak mutlak perlu vitamin tambahan. Diharapkan, dari ASI kebutuhan bayi sudah terpenuhi," ucapnya.

Begitu pula bayi yang mengonsumsi susu formula, "bila susu formulanya sudah mengandung vitamin dengan kadar yang cukup berdasarkan recommended daily allowances atau kebutuhan tiap hari bayi, bayi tidak perlu tambahan vitamin," katanya. "Namun, dengan catatan, pola menyusunya juga baik,lho," katanya lagi.

Jikapun si kecil kurus dan sulit makan, dokter juga tidak akan langsung memberi vitamin, tetapi melihat kasusnya dulu. Si kecil yang tidak suka makan sayur dan buah, misalnya, berarti ia butuh vitamin C. Nah, vitamin C inilah yang diberikan.

Empat kondisi

Umumnya, dokter memberikan vitamin kepada bayi bila mengalami salah satu atau lebih dari empat kondisi berikut:

1. Pola makannya tidak bagus.

Kadang bayi mau makan atau minum susu, tapi kadang tidak. Misalnya, bayi usia empat bulan tak menyusu dengan baik, padahal di usia ini ia belum memperoleh makanan tambahan. Jelas ia butuh vitamin. Namun, vitamin apa yang dibutuhkannya, dokterlah yang lebih tahu.

2. Saat sakit atau baru sembuh dari sakit.

Dalam kondisi ini, bayi perlu vitamin. Biasanya bayi yang baru sakit kurang nafsu makan dan kebutuhan vitaminnya pun meningkat. Jadi, agar asupan gizinya cukup, ia boleh menerima vitamin. Setelah sehat kembali, pemberian vitamin dihentikan.

3. Berat badan rendah.

Bayi dengan berat badan rendah atau kurang dari 2,5 kilogram juga perlu tambahan vitamin. Berat badan rendah bisa disebabkan bayi lahir prematur (belum cukup bulan). Biasanya bayi prematur kekurangan zat besi hingga yang dibutuhkan adalah suplemen zat besi. Di pasaran sebenarnya ada formula khusus untuk bayi prematur. Ini bisa diberikan hingga vitamin tidak mutlak perlu.

Lain hal pada bayi lahir cukup bulan tapi kecil. Bayi ini jelas perlu tambahan vitamin. Biasanya bayi kecil yang lahir cukup bulan tapi kecil ini disebabkan ada masalah di plasenta ketika bayi masih di kandungan, hingga suplai makanan dari ibu ke janin kurang bagus. Maka, ia lahir dengan berat badan rendah.

4. Tak terkena sinar matahari.

Bayi yang tak terkena sinar matahari butuh vitamin, khususnya suplemen vitamin D. Namun, kasus ini biasanya terjadi di negara empat musim. Ketika musim dingin tiba, bayi tidak bisa dibawa keluar karena bisa kedinginan dan matahari pun jarang ada.

Di dalam kulit, kata Najib, ada bahan untuk membuat vitamin D. Namun, untuk memproduksi vitamin D, kulit perlu terkena sinar matahari dulu. "Jadi, bila tak ada sinar matahari, proses tersebut tak bisa berlangsung," katanya.

Di negeri kita tentulah jarang sekali terjadi bayi kekurangan vitamin D. Bukankah negeri kita kaya akan sinar matahari? Terlebih lagi, ibu-ibu Indonesia biasanya kerap menjemur bayinya di waktu pagi kala mentari baru menampakkan dirinya.

Kebutuhan mineral

Selain vitamin, pemberian mineral pun tak boleh berlebihan. Bila gigi si kecil tak jua erupsi, misalnya, jangan buru-buru memberinya suplemen kalsium karena belum tentu ia membutuhkannya. Lagi pula, usia normal erupsi gigi antara 6 dan 12 bulan. Toh, ini pun bukan patokan pasti karena ada juga bayi yang sudah erupsi di usia lebih awal semisal empat bulan. Pasalnya, kata Najib, erupsi gigi juga dipengaruhi faktor bawaan anak.

Jadi, bila si kecil menyusunya bagus dan makannya pun baik tetapi ia belum juga mengalami erupsi gigi, berarti ia tak butuh tambahan kalsium. Bukankah kebutuhannya akan kalsium sudah dipenuhi dari susu? Jangan lupa, susu kaya akan kalsium. Sebaliknya, bila si kecil sudah erupsi gigi tetapi minum susunya kurang, ia jelas butuh suplemen kalsium.

Tentu bukan hnay kalsium. Mineral lain seperti fosfor dan fluor pun tak boleh berlebihan. Fluor, misalnya, penting untuk kekuatan gigi. Asupan fluor didapat dari air minum. Bila kadar air minum kurang dari 0,3 PPm (part per million), dibutuhkan suplementasi fluor, bisa dalam bentuk tablet atau multivitamin. Namun, bila kadarnya sudah 0,3 PPm atau lebih, "tambahan fluor jelas tak diperlukan lagi," katanya. [KOMPAS.com

Wednesday, January 26, 2011

iTernyata Anak Laki-Laki Paling Tidak Siap Menghadapi Perceraian Orangtua


Perceraian yang dilakukan oleh orangtua pasti akan berdampak pada anak-anaknya. Tapi studi terbaru menunjukkan efek perceraian akan lebih mempengaruhi anak laki-laki dibanding perempuan.

Anak laki-laki yang belum berumur 18 tahun biasanya lebih terpukul menghadapi perceraian orangtua dan lebih besar berpikir untuk melakukan hal-hal negatif.

Studi yang dilaporkan dalam jurnal Psychiatric Researchmencatat anak laki-laki yang kurang 18 tahun berpikiran ingin bunuh diri 3 kali lipat ketika orangtuanya bercerai. Sedangkan perempuan hanya 2 kali lipat yang berpikiran seperti itu.

Selama ini diketahui bahwa perceraian kemungkinan memiliki dampak yang lebih besar pada anak perempuan dibanding laki-laki karena perempuan cenderung lebih rentan terhadap pikiran depresi dan bunuh diri. Namun hasil studi justru menunjukkan hal sebaliknya.

Dr Esme Fuller-Thompson dari University of Toronto menuturkan dalam kebanyakan kasus perceraian, seorang ibu memperoleh hak asuh terhadap anak-anaknya dan kurang melakukan kontak teratur dengan ayahnya. Kondisi ini akan mempengaruhi emosional dan juga perkembangan anak terutama bagi anak laki-laki.

"Hilangnya peran laki-laki untuk anak akan mempengaruhi kesejahteraannya. Figur ayah yang positif sangat penting bagi anak laki-laki dalam hal mengembangkan identitas gender, belajar cara mengatur emosi dan meningkatkan kesehatan mentalnya," ungkapnya, seperti dikutip dari NYTimes, Rabu (26/1/2011).

Dr Fuller-Thompson menambahkan umumnya anak laki-laki lebih banyak bungkam dan menyimpan sendiri kesedihannya, sedangkan anak perempuan lebih mungkin untuk mengungkapkannya.

Selain itu laki-laki cenderung enggan untuk meminta bantuan sehingga ia lebih rentan terhadap penyalahgunaan narkoba atau pikiran bunuh diri.

"Laki-laki selalu disosialisasikan untuk menjadi kuat dan bukan untuk menunjukkan kelemahan atau perasaannya, karenanya ia lebih banyak diam," ujar Dana Alonzo, asisten profesor dari Columbia University School of Social Work.

Efek dari perceraian yang dilakukan oleh orangtua bisa berpengaruh terhadap anak-anak, seperti menimbulkan stres, kesehatan fisik dan mental yang memburuk, kesulitan di sekolah dan berpengaruh pada penurunan potensi penghasilannya saat dewasa. Selain itu anak-anak dari perceraian cenderung memiliki tingkat kepercayaan yang rendah terhadap pernikahan.

detikhealth

Tuesday, January 11, 2011

Jadi Perokok Pasif, Anak Bisa Hipertensi


Anak-anak yang hidup dengan orangtua yang perokok berisiko lebih besar menderita hipertensi atau tekanan darah tinggi meski mereka masih kecil. Padahal, hipertensi pada anak bisa berlanjut hingga mereka beranjak dewasa.

Dalam situs Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) disebutkan, hipertensi pada anak adalah suatu keadaan tekanan darah sistolik dan atau diastolik rata-rata berada pada persentil besar sama dengan 95 menurut umur dan jenis kelamin, yang dilakukan paling sedikit tiga kali pengukuran.


Hipertensi pada anak dibagi dua kategori, yaitu hipertensi primer bila penyebab hipertensi tidak dapat dijelaskan. Hipertensi ini biasanya berhubungan dengan faktor keturunan, masukan garam, stres, dan kegemukan. Sedangkan hipertensi sekunder terjadi akibat adanya penyakit lain yang mendasarinya, misalnya penyakit ginjal.

Dalam riset terbaru yang dipimpin Dr Giacomo D Simonetti dari Children's Hospital Universitas Bern, Swiss, disebutkan bahwa menjadi perokok pasif merupakan salah satu faktor risiko terjadinya hipertensi pada anak.

Dalam penelitiannya, Simonetti dan timnya menguji data pada 4.236 anak laki-laki dan perempuan berusia 5-6 tahun yang tinggal di bagian barat daya Jerman. Sekitar 29 persen ayah anak-anak tersebut dan 21 persen ibu mereka adalah perokok. Sebanyak 12 persen anak juga memiliki kedua orangtua yang merokok.

Setelah menghitung faktor penyakit jantung lain, seperti berat badan saat lahir, kelahiran prematur atau orangtua yang hipertensi, para peneliti menemukan bahwa orangtua yang merokok merupakan faktor independen terhadap kejadian hipertensi pada anak-anak tersebut.

Penelitian juga menemukan anak yang ibunya merokok memiliki dampak yang lebih buruk pada tekanan darahnya dibanding jika terpapar dari asap rokok ayahnya.

"Pencegahan penyakit kardiovaskular pada usia dewasa bisa dimulai sejak usia anak-anak dengan menghindari faktor risikonya, termasuk menghindari paparan asap rokok. Konsekuensinya bisa berlangsung jangka panjang," kata Simonetti.

source

Monday, January 10, 2011

Saat si Putri Anda Dapat Menstruasi Pertama


Jakarta, Pubertas pada remaja putri ditandai dengan datangnya menstruasi pertama. Meski merupakan proses yang alamiah, pengalaman yang baru pertama kalinya terjadi seumur hidup sering membuat panik sehingga perlu dipersiapkan dengan baik.

Kebanyakan remaja mendapatkan menstruasi pertamanya pada usia 12-14 tahun, meski perbedaan kondisi hormonal bisa menyebabkan beberapa remaja mendapatkannya lebih awal atau bahkan lebih lambat. Peristiwa ini sekaligus menandai mulai berfungsinya organ-organ reproduksi.

Dikutip dari Livestrong, Senin (10/1/2011), berikut ini beberapa hal yang bisa dipersiapkan oleh remaja putri menjelang datang bulan untuk pertama kalinya.

1. Amati tanda-tandanya
Mengenali gejala-gejala pubertas sedikit banyak akan membantu mengantisipasi datangnya menstruasi pertama. Mulailah membawa pembalut dan sejenisnya jika rambut-rambut halus mulai tumbuh di kemaluan, buah dada mulai tumbuh dan ada perubahan-perubahan lain pada bentuk tubuh.


Masa pubertas juga menjadi masa yang tepat untuk mempelajari kesehatan reproduksi, sebab pada masa itulah organ-organ kewanitaan mulai berfungsi dengan baik. Bekal pengetahuan dapat membantu mencegah berbagai masalah yang berhubungan dengan kebersihan organ kewanitaan maupun masalah yang lebih berat termasuk kehamilan yang tidak diinginkan dan penularan penyakit.

2. Siapkan kebutuhan
Beberapa remaja putri mendapatkan menstruasi pertamanya di sekolah, sehingga remaja dianjurkan menyimpan pembalut atau sejenisnya di tas untuk mengantisipasi saat-saat yang tidak terduga. Tidak ada salahnya juga membawa lebih lebih dari 1, siapa tahu ada teman sekelas yang mendapatkan menstruasi petamanya pada saat yang bersamaan.

3. Kenali gejala pramenstruasi
Beberapa perempuan tidka merasakan gejala apapun sebelum datang bulan, namun sebagian besar mengalami sindrom pramenstruasi. Karena itu jangan panik jika sesaat menjelang menstruasi perut terasa nyeri atau kram, kepala pening dan emosi tidak stabil. Ambil sebutir tablet pereda nyeri jika memang gejala itu sudah tak tertahankan.

4. Siapkan pakaian ganti
Apabila pembalut tidak sanggup menampung darah yang dikeluarkan, flek atau bercak merah akan muncul rok atau celana. Pakaian ganti perlu dipersiapkan sebagai rencana candangan jika ternyata volume darah tidak sesuai perkiraan. Untuk menghadapi menstruasi pada siklus berikutnya, pilih pembalut yang paling sesuai dengan kebutuhan.

5. Bentuk satu kelompok dengan teman sebaya
Menstruasi pertama pada setiap individu bisa terjadi pada usia yang berbeda-beda, namun pada teman sebaya ada kecenderungan lebih besar untuk mengalaminya dalam waktu berdekatan. Bentuk satu kelompok dengan tujuan yang sama, yakni saling mendukung dan berbagi pengalaman soal menstruasi pertama yang mungkin masih terasa canggung untuk diceritakan pada orang yang lebih dewasa


source

Manfaat Makan Ikan Untuk Ibu Yang Lagi Hamil

Wanita yang mengonsumsi ikan semasa hamil berpotensi lebih tinggi melahirkan anak cerdas. Tapi ingat, perhatikan porsinya dan pilih ikan yang rendah merkuri. Makanan merupakan salah satu aspek esensial menuju kehamilan yang sehat. Pasalnya, makanan yang dikonsumsi sebelum dan selama hamil akan berperan mempersiapkan tubuh dalam menunjang pertumbuhan janin. "Makanan yang baik merupakan awal bagi pertumbuhan janin yang sehat," ujar spesialis kebidanan dan kandungan dari FKUI/RSCM Jakarta, Dr dr Dwiana Ocviyanti SpOG(K).

Janin ataupun bayi yang sehat tak hanya diindikasikan dari peningkatan berat dan kelengkapan organ fisiknya. Tak kalah penting adalah aspek kecerdasan mental dan otaknya. Salah satu nutrisi yang dianggap sebagai makanan sehat bagi otak adalah asam lemak omega 3 yang banyak terkandung dalam ikan. Itulah sebabnya, ibu hamil (bumil) disarankan memasukkan ikan dalam daftar menu makanannya untuk mengoptimalkan potensi otak janin dalam kandungannya. Di sisi lain, ikan tak sepenuhnya aman karena bisa jadi di dalam tubuhnya terkandung zat beracun seperti merkuri yang dapat membahayakan tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah berlebih. Itulah sebabnya, para ahli kesehatan masih memperdebatkan, sampai seberapa level aman konsumsi ikan bagi bumil, tanpa menyebabkan janinnya "keracunan" merkuri.

Badan Administrasi Pangan dan Obat-obatan Amerika (US Food and Drug Administration /FDA) menyarankan bumil mengonsumsi tidak lebih dari 12 ons ikan per minggu. Akan tetapi, sebuah koalisi ilmuwan gizi medik bersikeras bahwa jumlah tersebut masih terlalu sedikit. "Data terbaru menunjukkan bahwa wanita masih belum mengonsumsi ikan dalam jumlah cukup, dan ini sangat mengkhawatirkan," ujar Judy Meehan, Direktur Eksekutif National Healthy Mothers, Healthy Babies Coalition, sebuah organisasi yang berfokus pada kesehatan ibu hamil dan anak. "Sederhana saja, tak ada jalan lain untuk mendapatkan asupan omega 3 yang baik bagi perkembangan otak sebaik yang Anda dapatkan dari ikan," katanya.

Ikan memang mengandung asam lemak omega 3, sejenis lemak menguntungkan yang penting bagi perkembangan saraf otak. Asupan ikan yang kurang dari rekomendasi pemerintah faktanya dapat menyebabkan perkembangan mental anak "terganggu". Itulah hasil kajian sejumlah peneliti di Amerika dan Inggris yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet pada 2007 silam. Sebagai tambahan, penelitian ini juga menyimpulkan bahwa anak-anak yang terlahir dari ibu yang mengonsumsi sekurangnya tiga porsi ikan per minggu semasa hamil, memiliki hasil tes fungsi mental yang lebih bagus dibandingkan rekan sebayanya.

Dr Emily Oken, seorang asisten profesor dari Department of Ambulatory Care and Prevention di Harvard Medical School dan Harvard Pilgrim Health Care di Boston, Amerika, juga melakukan penelitian yang menilai manfaat gizi versus risiko terkontaminasi "racun" dari konsumsi ikan selama kehamilan. Untuk keperluan tersebut, Oken dan timnya mewawancarai 341 wanita perihal konsumsi ikan selama trimester kedua kehamilan, juga mengetes kadar merkuri dalam darah mereka.

Saat anak yang terlahir sudah berusia 3 tahun, peneliti melakukan tes keterampilan motorik dan intelektual terhadap anak-anak ini. Hasilnya, skor tes lebih tinggi didapati pada anak-anak yang ibunya makan lebih dari dua porsi ikan per minggu dan memiliki kadar merkuri rendah. "Artinya, manfaat optimal didapat wanita yang mengonsumsi ikan rendah merkuri," kata Oken seraya menambahkan bahwa skor tinggi tetap didapat pada bumil yang mengonsumsi tuna kalengan lebih dari dua porsi seminggu.

Penelitian lainnya yang berkala lebih besar berupaya mengumpulkan data lebih dari 25.000 anak yang terlahir dari ibu berkebangsaan Denmark. Diketahui bahwa anak-anak yang ibunya mengonsumsi lebih banyak ikan semasa hamil memiliki keterampilan motorik dan kognitif lebih baik dibanding anak-anak yang ibunya makan ikan dalam jumlah sedikit.

"Dibanding wanita yang makan ikan paling sedikit, wanita yang makan ikan terbanyak (sekitar 14 ons per minggu) memiliki anak dengan perkembangan 30 persen lebih bagus. Manfaat ini sama dengan anak yang usianya sebulan lebih tua atau anak yang disusui ASI eksklusif selama setahun," katanya. The National Healthy Mothers, Healthy Babies Coalition bekerja sama dengan the Maternal Nutrition Group, sebuah komunitas independen para dokter, peneliti dan ahli gizi, pada 2007 menyarankan para wanita hamil mengonsumsi ikan sebagai bagian dari diet sehatnya. Namun, banyak wanita yang menginterpretasikan panduan yang diberikan FDA sebagai larangan atau batasan konsumsi ikan.

Pada 2004, FDA menyarankan bumil, termasuk ibu yang baru melahirkan dan balita, untuk menghindari jenis ikan tertentu yang disinyalir berkadar merkuri tinggi, yang kemungkinan dapat "meracuni" perkembangan sistem saraf bayi dan anak. Jenisnya meliputi hiu, todak (swordfish), king mackarel, dan tilefish.

FDA menyarankan untuk memilih jenis ikan rendah merkuri dan mengonsumsi tidak lebih dari 12 ons, yakni cukup dua porsi ikan atau seafood per minggu. Namun, banyak orang Amerika, termasuk bumil, tidak mencukupi asupan yang direkomendasikan tersebut. "Pesan kami, mengurangi konsumsi ikan bukanlah hal yang bagus karena ikan itu penting untuk perkembangan otak bayi!" sebut Meehan.

Selain ikan, santapan lainnya yang harus ada dalam daftar menu bumil adalah buah dan sayur. Selain tinggi vitamin dan mineral, dua kategori pangan tersebut juga kaya serat dan asam folat. Karena itu, bumil diharapkan mengonsumsi sayur dan buah setidaknya lima porsi per hari.

Sunday, January 9, 2011

Kebiasaan Yang Harus Dihindari Anak

Kebiasaan Yang Harus Dihindari Anak

1.Minum minuman bersoda

Minuman bersoda memang sangat nikmat dan menyegarkan. Anak-anak tentu akan menyukai minuman jenis ini. Namun ternyata minuman jenis ini sangat berbahaya bagi anak-anak. Mungkin beberapa dari kita sudah tahu bila minuman berkafein sangat berbahaya bila dikonsumsi oleh anak-anak. Nah… Minuman bersoda ini biasanya mengandung kafein. Dan bila anak-anak mengonsumsi dalam jumlah yang tinggi maka akan menyebabkan gangguan pada tidur, anak menjadi cenderung hiper aktif, dan tentu saja sangat mengganggu kegiatan belajar anak. Dan efek selanjutnya adalah penurunan prestasi belajar anak. Zat lain yang ada di dalam minuman bersoda adalah Natrium. Natrium dipercaya bisa meningkatkan tekanan darah. Mungkin pada masa kecil, seorang anak yang banyak mengonsumsi Natrium tidak tampak efek sampingnya. Efek samping dari minuman ber-Natrium akan tampak setelah anak menginjak dewasa. Biasanya mereka akan mengalami penyakit tekanan darah tinggi. Tidak heran bila pada zaman sekarang banyak orang-orang muda yang sudah terserang “stroke”. Maka hindarkan anak-anak dari minuman yang mengandung kafein dan Natrium, kita bisa berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi anak dalam hal ini.

2. Minum air dingin

Air dingin ternyata juga tidak baik untuk anak-anak. Air dingin bisa menyebabkan kegemukan yang tidak sehat pada anak-anak. Mengapa? Karena air dingin mencegah proses pelarutan lemak dalam tubuh, sehigga menyebabkan penumpukan lemak dalam tubuh secara berlebihan. Jadi bila buah hati kita gemuk, jangan senang dulu. Karena gemuk tidak selamanya sehat. Selain itu air dingin juga bisa menyebakan penyakit flu dan batuk. Air dingin juga bisa menyebabkan rangsangan yang sangat kuat pada saluran pencernaan. Hal ini bisa menyebakan penyakit diare dan sakit perut. Maka minuman yang hangat atau yang bersuhu biasa sangat dianjurkan bagi anak-anak.

3. Makan permen

Gigi anak-anak masih sangat rentan. Mengonsumsi makanan yang terlalu manis seperti permen sangat berbahaya bagi kesehatan gigi anak. Untuk mengatasi hal ini, bila buah hati kita memang “kebelet” ingin makan permen, mintalah buah hati kita untuk makan permen di rumah, supaya kita pun bisa memintanya untuk cepat-cepat menyikat gigi mereka. Supaya buah hati kita selalu ingat kapan mereka harus menyikat gigi, maka ajarkanlah buah hati kita lagu GIGI SEHAT (klik judul lagunya buat dengerin lagunya…. Sangat sederhana, Lucu dan menarik).

4. Nonton Televisi Terlalu Dekat

Kebiasaan anak menonton TV terlalu dekat juga bisa memberikan efek negatif pada anak, terutama pada bagian mata. Anak bisa mengalami kelainan mata yang bernama rabun jauh.

5. Membaca Sambil Tiduran

Aktivitas membaca sangat disukai anak-anak, walaupun mungkin mereka hanya melihat gambar-gambarnya saja. Namun bila aktivitas ini dilakukan dengan posisi yang tidak baik, seperti dengan posisi tidur, sangat tidak baik buat kesehatan mata buah hati kita. Agar membaca tidak merusak mata, maka jarak antara buku dan mata adalah 30 cm. Coba kita perhatikan bila buah hati kita membaca buku sambil tidur. Secara sadar atau tidak, maka posisi buku akan semakin dekat dengan mata karena tangan menjadi kelelahan dalam menopang atau memegang buku. Padahal membaca buku dengan jarak buku dan mata kurang dari 30 cm bisa menyebabkan kerusakan mata.

6. Membaca di mobil

Membaca di mobil juga tidak baik buat buah hati kita, karena mobil tidak pernah berjalan dengan posisi diam. Mobil pasti akan bergoyang dan bergetar. Hal ini menyebabkan mata sulit fokus dan cepat lelah, dan bisa menyebakan kerusakan mata.

7. Membaca Terlalu Lama

Membaca itu baik, namun tidak akan menjadi baik bila membaca terlalu lama. Usahakan untuk meminta buah hati anda mengistirahatkanmatanya setiap 30 menit sekali. Supaya mata tidak cepat lelah. Dan usahakan untuk menyegarkan mata dengan memandang tumbuhan hijau setelah membaca terlalu lama.

8. Memainkan mainan yang terlalu kecil

Mainan yang terlalu kecil harus dihindari oleh anak-anak untuk mencegah tertelannya mainan.

9. Kebiasaan Memasukkan tangan ke mulut

Kebiasaan ini tidak baik, karena tangan si kecil tidak selalu bersih. Bila tangan si kecil kotor maka bisa menyebabkan masuknya bibit penyakit ke dalam tubuh si kecil.

10. Terlalu membiarkan anak yang aktif

Kita tentu akan merasa sangat senang melihat buah hati kita aktif bergerak. Namun sebaiknya jangan terlalu membiarkan kebiasaan ini, karena tidak selamanya yang dilakukan buah hatii kita ini adalah hal yang baik. Agar buah hati kita tidak bergerak secara “liar” dan tidak tahu aturan, sebaiknya kita menyediakan mainan yang mendidik. Supaya keaktifan buah hati kita bisa terarah dengan baik, dan tidak membahayakan keselamatan sang anak.

11. Menyanyikan Lagu Dewasa

Bila kita tidak ingin buah hati kita menjadi “dewasa” lebih cepat, jangan biarkan buah hati kita menyanyikan lagu dewasa. Sedini mungkin, kenalkan lagu-lagu anak bagi buah hati kita. Agar buah hati kita lebih berselera pada lagu-lagu anak. Anda bisa menemukan banyak lagu-lagu anak yang mendidik dan inspiratif di lagu2anak.blogspot.com.

Suplemen yang Cocok Untuk Anak

Bila Anda bertanya, apakah anak-anak memang dianjurkan untuk mengonsumsi suplemen, maka para ahli gizi akan menjawab, "Ya!"

Bagaimana cara memilih suplemen yang tepat untuk anak?

· Pastikan suplemen apa yang dibutuhkan oleh anak Anda.

· Pilih suplemen yang memang khusus diformulasikan untuk anak, bukan suplemen yang untuk semua usia. Baiknya suplemen itu memiliki rasa yang enak dan mudah untuk dikonsumsi.

· Pilihlah suplemen yang berdosis kecil. Vitamin larut lemak dalam suplemen tertentu dapat tertimbun di jaringan bila diberikan dalam dosis besar.

· Komposisi suplemen harus sesuai dengan standar. Perhatikan pula label manfaat, dosis, cara penyimpanan, dan peringatan pemakaian produk tersebut. Pastikan kalau suplemen tersebut sudah terdaftar di badan POM. Bila ada yang kurang jelas, usah ragu bertanya pada konsultan medis Anda.






· Bila anak sedang mengidap suatu penyakit tertentu, pastikan kalau suplemen tersebut tidak akan menyebabkan kontraindikasi dengan penyakit si anak. Diskusikan hal ini dengan konsultan medis Anda.

Anak-anak cenderung susah untuk diberi makan dan itu akan mengganggu pertumbuhannya, baik fisik maupun kecerdasannya. Itulah sebabnya suplemen memang dianjurkan bagi anak-anak. Suplemen yang tepat akan mampu melengkapi kekurangan zat gizi, menjaga vitalitas tubuh anak, dan menghindari risiko gangguan pertumbuhan. Tetapi orangtua perlu memahami kalau suplemen bukanlah pengganti makanan, melainkan tambahan pelengkap bagi asupan nutrisi anak.