Showing posts with label Jenis Penyakit. Show all posts
Showing posts with label Jenis Penyakit. Show all posts

Tuesday, February 22, 2011

Penyakit Amnesia


Amnesia merupakan suatu kondisi memori yang terganggu atau hilangnya memori. Penyebabnya bisa bersifat organik atau bersifat fungsional. Penyebab-penyebab Organik mencakup kerusakan pada otak, karena trauma atau penyakit, atau penggunaan obat-obatan tertentu (biasanya obat penenang). Penyebab fungsional adalah faktor psikologis, seperti pada saat terjadi mekanisme pertahanan ego.

Amnesia juga dapat terjadi secara spontan, seperti pada kasus transient global amnesia. Amnesia jenis ini lebih sering terjadi pada orang-orang setengah baya dan orang tua, khususnya laki-laki, dan biasanya berlangsung kurang dari 24 jam.

Efek lain dari amnesia adalah ketidakmampuan membayangkan masa depan. Sebuah studi baru-baru ini yang dipublikasikan secara online dalam Proceedings of the National Academy of Sciences menunjukkan bahwa amnesia dengan kerusakan hippocampus tidak dapat membayangkan masa depan. Hal ini karena ketika manusia normal membayangkan masa depan, mereka menggunakan pengalaman masa lalu untuk membangun skenario yang mungkin. Sebagai contoh, seseorang yang akan mencoba untuk membayangkan apa yang akan terjadi di sebuah pesta yang akan terjadi dalam waktu dekat akan menggunakan pengalaman mereka di pesta-pesta untuk membantu menyusun acara,

Bentuk Amnesia

Berdasarkan pola gejalanya (bukan untuk menunjukan penyebab tertentu atau etiologi) Amnesia dapat dikategorikan:

Anterograde amnesia: suatu bentuk amnesia dimana peristiwa atau kejadian baru yang ada dalam ingatan jangka pendek tidak ditransfer ke ingatan jangka panjang yang permanen.
Retrograde amnesia adalah suatu bentuk amnesia dimana seseorang tidak dapat mengingat peristiwa-peristiwa yang terjadi sebelum menderita amnesia, lebih dari peristiwa lupa biasa.
Kedua kategori amnesia tersebut dapat terjadi secara bersama pada pasien yang sama, dan biasanya adalah sebagai akibat dari pengaruh obat atau kerusakan pada daerah otak yang paling dekat hubungannya dengan episodik / deklaratif memori: medial lobus temporal, khususnya hipocampus.

Satu contoh terjadinya retrograde amnesia dan anterograde amnesia secara bersamaan adalah seperti pada pengendara sepeda motor yang tidak mampu mengingat kejadian ketika dia sedang mengendarai sepeda motornya karena cedera pada kepalanya (retrograde amnesia), dia juga tidak ingat tentang kejadian di rumah sakit dua hari setelahnya (anterograde amnesia).

Efek amnesia dapat berlangsung lama meskipun kondisi amnesia tersebut telah berlalu. Banyak penderita amnesia menyatakan bahwa amnesia berubah dari kondisi neurologist ke kondisi psikologis, di mana pasien kehilangan kepercayaan diri dan keyakinan pada kenangan/memori mereka sendiri dan hal dari peristiwa masa lalunya.

Gejala Amnesia

Penderita amnesia mudah dikenali. Ia tidak mampu mempelajari hal-hal baru atau mengingat hal-hal sebelumnya. Tanda yang lain, penderita mengalami hambatan pada fungsi sosial dan pekerjaan. Meski demikian pemeriksaan medis lebih akurat untuk mengetahui penderita mengalami amnesia atau gangguan otak lain.

Perawatan

Penanganan pada penderita amnesia dapat dilakukan dengan pendekatan suportif. Pendekatan berupa mendekatkan hal-hal yang berkaitan baik waktu dan tempat yang pernah atau sedang dialami penderita.

Penyakit Hemofilia

Hemofilia adalah penyakit genetik/turunan, merupakan suatu bentuk kelainan perdarahan yang diturunkan dari orang tua kepada anaknya dimana protein yang diperlukan untuk pembekuan darah tidak ada atau jumlahnya sangat sedikit. Penyakit ini ditandai dengan sulitnya darah untuk membeku secara normal. Apabila penyakit ini tidak ditanggulangi dengan baik maka akan menyebabkan kelumpuhan, kerusakan pada persendian hingga cacat dan kematian dini akibat perdarahan yang berlebihan. Penyakit ini ditandai dengan perdarahan spontan yang berat dan kelainan sendi yang nyeri dan menahun

Hemofilia termasuk penyakit yang tidak populer dan tidak mudah didiagnosis. Karena itulah para penderita hemofilia diharapkan mengenakan gelang atau kalung penanda hemofilia dan selalu membawa keterangan medis dirinya. Hal ini terkait dengan penanganan medis, jika penderita hemofilia terpaksa harus menjalani perawatan di rumah sakit atau mengalami kecelakaan. Yang paling penting, penderita hemofilia tidak boleh mendapat suntikan kedalam otot karena bisa menimbulkan luka atau pendarahan, Hemofilia memiliki dua tipe, yakni tipe A dan B. Hemofilia A terjadi akibat kekurangan faktor antihemofilia atau faktor VIII. Sedangkan hemofilia B muncul karena kekurangan faktor IX.
Penyakit ini diturunkan orang tua kepada seorang anak melalui kromosom X yang tidak muncul. Saat wanita membawa gen hemofilia, mereka tidak terkena penyakit itu. Jika ayah menderita hemofilia tetapi sang ibu tidak punya gen itu, maka anak laki-laki mereka tidak akan menderita hemofilia, tetapi anak perempuan akan memiliki gen itu. Jika seorang ibu adalah pembawa dan sang ayah tidak, maka anak laki-laki akan berisiko terkena hemofilia sebesar 50 persen, dan anak perempuan berpeluang jadi pembawa gen sebesar 50 persen

Gejala dan Pengobatan Hemofilia

Gejala yang mudah dikenali adalah bila terjadi luka yang menyebabkan sobeknya kulit permukaan tubuh, maka darah akan terus mengalir dan memerlukan waktu berhari-hari untuk membeku. Bila luka terjadi di bawah kulit karena terbentur, maka akan timbul memar/ lebam kebiruan disertai rasa nyeri yang hebat pada bagian tersebut. Perdarahan yang berulang-ulang pada persendian akan menyebabkan kerusakan pada sendi sehingga pergerakan jadi terbatas (kaku), selain itu terjadi pula kelemahan pada otot di sekitar sendi tersebut.

Gejala akut yang dialami penderita Hemofilia adalah sulit menghentikan perdarahan, kaku sendi, tubuh membengkak, muncul rasa panas dan nyeri pascaperdarahan, Sedangkan pada gejala kronis, penderita mengalami kerusakan jaringan persendian permanen akibat peradangan parah, perubahan bentuk sendi dan pergeseran sendi, penyusutan otot sekitar sendi hingga penurunan kemampuan motorik penderita dan gejala lainnya. Hemofilia dapat membahayakan jiwa penderitanya jika perdarahan terjadi pada bagian organ tubuh yang vital seperti perdarahan pada otak.
* Apabila terjadi benturan pada tubuh akan mengakibatkan kebiru-biruan (pendarahan dibawah kulit)
* Apabila terjadi pendarahan di kulit luar maka pendarahan tidak dapat berhenti.
* Pendarahan dalam kulit sering terjadi pada persendian seperti siku tangan, lutut kaki sehingga mengakibatkan rasa nyeri yang hebat.

Bagi mereka yang memiliki gejala-gejala tersebut, disarankan segera melakukan tes darah untuk mendapat kepastian penyakit dan pengobatannya. Pemberian transfusi rutin berupa kriopresipitat-AHF atau Recombinant Factor VIII untuk penderita Hemofilia A dan plasma beku segar untuk penderita hemofilia B. Terapi lainnya adalah pemberian obat melalui injeksi. Baik obat maupun transfusi harus diberikan pada penderita secara rutin setiap 7-10 hari. Tanpa pengobatan yang baik, hanya sedikit penderita yang mampu bertahan hingga usia dewasa. Karena itulah kebanyakan penderita hemofilia meninggal dunia pada usia dini.

Bila terjadi pendarahan/ luka pada penderita Hemofilia pengobatan definitif yang bisa dilakukan adalah dengan metode RICE, singkatan dari Rest, Ice, Compression, dan Elevation.
- Rest. Penderita harus senantiasa beristirahat, jangan banyak melakukan kegiatan yang sifatnya kontak fisik.
- Ice. Jika terjadi luka segera perdarahan itu dibekukan dengan mengkompresnya dengan es.
- Compression. Dalam hal ini, luka itu juga harus dibebat atau dibalut dengan perban.
- Elevation. Berbaring dan meninggikan luka tersebut lebih tinggi dari posisi jantung.

Ada dua cara pengobatan Hemofilia, Pertama, terapi on demand yaitu terapi saat terjadi perdarahan menggunakan infus produk untuk menggantikan faktor pembekuan. Sedangkan yang kedua profilaksis adalah infus faktor ke delapan secara rutin untuk mempertahankan kadar minimum faktor VIII/IX dengan kadar konsentrasi untuk mencegah sebagian besar perdarahan

Perawatan bagi penderita Hemofilia
Penderita hemofilia juga harus rajin melakukan perawatan dan pemeriksaan kesehatan gigi dan gusi secara rutin. Untuk pemeriksaan gigi dan gusi, dilakukan minimal 6 bulan sekali, karena kalau giginya bermasalah misal harus dicabut, tentunya dapat menimbulkan perdarahan. Selain itu penderita Hemofilia sedapat mungkin menghindari penggunaan aspirin karena dapat meningkatkan perdarahan dan jangan sembarang mengonsumsi obat-obatan. Untuk pelaksanaan operasi ringan hingga berat bagi penderita hemofila harus melalui konsultasi dokter.

Mengonsumsi makanan atau minuman yang sehat dan menjaga berat tubuh agar tidak berlebihan. Karena berat badan berlebih dapat mengakibatkan perdarahan pada sendi-sendi di bagian kaki (terutama pada kasus hemofilia berat). Olahraga secara teratur untuk menjaga otot dan sendi tetap kuat dan untuk kesehatan tubuh. Kondisi fisik yang baik dapat mengurangi jumlah masa perdarahan.

Penyakit Komplikasi Hipertensi



Meningkatnya taraf hidup masyarakat dan tuntuntan hidup secara cepat berpengaruh terhadap pola makan. saat ini masyarakat lebih memilih makan siap saji yang umumnya rendah serat, tinggi lemak, tinggi gula dan mengandung banyak garam. Pola makan yang kurang kurang sehat akan memicu penyakit seperti hipertensi , jantung, diabetes melitus, dan obesitas.

Perlu diketahui bahwa saat ini Hipertensi menjadi The Silent Disease masyarakat modern. Hasil survey kesehatan yang dilakukan pada tahun 2001 oleh Departemen kesehatan, menunjukan perbandingan orang yang menderita penyakit hipertensi cukup tinggi, yaitu 56 orang dari 100 orang disurvey, mengidap penyakit Hipertensi. Padahal jika gaya hidup anda teratur, Anda bisa terhindar dari penyakit ini.

Hipertensi atau yang lebih dikenal dengan penyakit darah tinggi adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal yang mengakibatkan peningkatan angka kesakitan (morbiditas) dan angka kematian(mortalitas). Seseorang dapat disebut menderita Hipertensi jika memiliki tekanan lebih dari 140/90 mmHg. Klasifikasi tekanan darah tinggi menurut World Health Organization(WHO), Organisasi kesehatan dunia di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) adalah sebagai berikut:

tekanan darah normal, jika sistolik kurang atau sama dengan 120 mmHg dan diastolik kurang atau sama dengan 80mmHg. Tekanan darah perbatasan, dimana sistolik 121-129 mmHg dan diastolik 81-84mmHg. Tekanan darah tinggi atau hipertensi yaitu sistolik lebih besar atau sama dengan 140 mmHg dan diastolik lebih besar atau sama dengan 90 mmHg yang juga di pengaruhi oleh bertambahnya usia.

Berikut ini adalah penyakit yang ditimbulkan akibat hipertensi atau tekanan darah tinggi

1. Penyakit jantung Hipertensi

Peningkatan tekanan darah secara sistematik meningkatkan resistensi terhadap pemompaan darah dari ventrikel kiri, sehingga beban jantung bertambah. sebagai akibatnya terjadi hipertrofi ventrikel kiri untuk meningkatkan kontraksi. hipertrofi ini ditandai dengan ketebalan dinding yang bertambah, fungsi ruang yang memburuk dan dilatasi ruang jantung. akan tetapi kemampuan ventrikel untuk mempertahankan curah jantung dengan hipertrofi konpensasi akhirnya dilampui dan terjadi dilatasi dan payah jantung. jantung semakin terancam seiring parahnya aterosklerosis koroner.

2. Penyakit Arteri koronaria

Hipertensi umumnya diakui sebagai faktor penyebab utama penyakit Arteri Koronaria. plaque atau penggumpalan terbentuk pada percabangan arteri yang ke arah arteri koronaria kiri serta kanan dan agak jarang pada arteri sirromflex. aliran darah ke distal dapat mengalami obstruksi secara permanen maupun sementara yang disebabkan oleh akumulasi plaque. sirkulasi kolateral berkembang disekitar obstruksi arteromasus yang menghambat pertukaran gas dan nutrisi ke miokardium. kegagalan sirkulasi kolateral untuk menyediakan suplai oksigen yang adekuat ke sel yang berakibat terjadinya penyakit arteri koronaria.

3. Aorta Disekans

Pembuluh darah terdiri dari beberapa lapisan, tetapi ada yang terpisah sehingga memungkinkan darah masuk. pelebaran pembuluh darah bisa timbul karena dindidng pembuluh darah aorta terpisah atau disebut aorta disekans. kejadian ini dapat menimbulkan penyakit aneurisma diamana gejalanya adalah sakit kepala yang hebat, sakit di perut sampai ke pinggang belakang dan di ginjal. aneurisme pada perut dan dada penyebab utamanya pengerasan dinding pembuluh darah karena proses penuaan ( aterosklerosis ) dan tekanan darah tinggi memicu timbulnya aneurisme.

4. Gagal Ginjal

Gagal ginjal merupakan suatu keadaan klinis kerusakan ginjal yang progresif dan irreversible dari berbagai penyebab, salah satunya bagian yang menuju ke kardiovaskular. mekanisme terjadinya hipertensi pada gagal ginjal kronik oleh karena penimbunan garam dan air atau sistem renin angiostensin aldesteron ( RAA ).

Sindroma Neoplasia Endokrin Multipel

DEFINISI

Sindroma Neoplasia Endokrin Multipel adalah suatu penyakit keturunan yang jarang terjadi, dimana tumor jika maupun tumor ganas tumbuh di beberapa kelenjar endokrin. Tumor pada penyakit ini bisa timbul pada masa bayi maupun pada usia 70 tahun.

Kelainan akibat neoplasia endokrin multipel terutama terjadi karena pembentukan hormon yang berlebihan oleh tumor. Terdapat 3 macam pola penyakit neoplasia endokrin multipel, yaitu tipe I, IIA dan IIB.


GEJALA
PENYAKIT TIPE I
Pada penyakit tipe I tumor tumbuh pada:

  • Kelenjar paratiroid (kelenjar kecil yang terletak di dekat kelenjar tiroid)
  • Pankreas
  • Kelenjar hipofisa
Atau pada ketiga kelenjar tersebut.

Hampir semua penderita memiliki tumor pada kelenjar paratiroid; tumor ini menyebabkan pembentukan hormon paratiroid yang berlebihan (hiperparatiroidisme). Tingginya kadar hormon paratiroid biasanya akan meningkatkan kadar kalsium dalam darah, kadang menyebabkan pembentukan batu ginjal.

Sebagian besar penderita penyakit tipe I juga memiliki tumor pada sel-sel pulau pankreas. Sekitar 40% dari tumor ini menghasilkan sejumlah besar insulin dan akibatnya kadar gula darah menjadi rendah (hipoglikemia), terutama jika penderita belum makan.

Lebih dari separuh sel pulau pankreas menghasilkan gastrin dalam jumlah besar, yang mengirimkan sinyal ke lambung untuk menghasilkan sejumlah besar asam. Penderita biasanya mengalami ulkus peptikum yang seringkali mengalami perdarahan, terjadi perforasi dan isi lambung dimuntahkan ke dalam perut atau menyumbat lambung. Sering terjadi diarea dan tinja berlemak yang berbau busuk (stetore).

Sel pulau pankreas lainnya bisa menghasilkan hormon lainnya, seperti polipeptida intestinal vasoaktif, yang bisa menyebabkan diare berat dan dehidrasi. Pada sekitar sepertiga kasus, tumor sel pankreas bersifat ganas dan kadang menyebar ke bagian tubuh lainnya. Tetapi kanker ini tumbuh lebih lambat diabandingkan kanker pankreas lainnya.

Sekitar duapertiga penderita memiliki tumor kelenjar hipofisa. Dua puluh lima persen dari tumor ini menghasilkan hormon prolaktin, yang menyebabkan kelainan menstruasi pada wanita dan impotensi pada pria, 25% lainnya menghasilkan hormon pertumbuhan dan menyebabkan akromegali. Sejumlah kecil tumor hipofisa menghasilkan kortikotropin, yang menyebabkan tingginya kadar hormon kortikosteroid dan menyebabkan sindroma Cushing.

Hampir 25% tumor yang tampaknya sama sekali tidak menghasilkan hormon. Beberapa tumor hipofisa menyebabkan sakit kepala, gangguan penglihatan dan penurunan fungsi kelenjar hipofisa. Beberapa penderita penyakit I memiliki tumor kelenjar tiroid dan kelenjar adrenal. Sejumlah kecil penderta memiliki tumor karsinoid. Penderita lainnya juga memiliki pertumbuhan berlemak yang bersifat jinak di bawah kulitnya (lipoma).


PENYAKIT TIPE IIA
Neoplasia endokrin multipel IIA bisa meliputi:
  • Sejenis kanker tiroid yang jarang terjadi (karsinoma meduler)
  • Feokromositoma (tumor kelenjar adrenal yang biasanya bersifat jinak)
  • Kelenjar paratiroid yang terlalu aktif.
Hampir semua penderita penyakit tipe IIA memiliki kanker tiroid meduler. Sekitar 50% memiliki feokromositoma, yang biasanya menyebabkan peningkatan tekanan darah karena menghasilkan epinefrin dan zat lainnya. Tekanan darah tinggi ini sifatnya bisa hilang-timbul atau menetap dan seringkali sangat berat.

Sekitar 25% penderita memiliki kelenjar paratiroid yang terlalu aktif dan menunjukkan gejala-gejala dari peningkatan kadar kalsium darah, yang bisa menyebabkan pembentukan batu ginjal dan terkadang gagal ginjal. Pada 25% lainnya, kelenjar paratiroid membesar tanpa disertai pembentukan sejumlah besar hormon paratiroid, sehingga tidak timbul gejal yang berhubungan dengan kadar kalsium yang tinggi.


PENYAKIT TIPE IIB
Neoplasia endokrin multipel tipe IIB bisa terdiri dari:
  • Kanker tiroid meduler
  • Feokromositoma
  • Neuroma (pertumbuhan pada saraf).
Beberapa penderita tidak memiliki riwayat keluarga dengan penyakit ini. Kanker tiroid meduler cenderung terjadi pada usia dini dan telah dilaporkan terjadi pada bayi berusia 3 bulan. Kanker tiroid ini juga tumbuh dan menyebar lebih cepat dibandingkan dengan kanker tiroid pada penyakti tipe IIA.

Hampir semua penderita memiliki neuroma pada selaput lendirnya. Neuroma tampak sebagai benjolan yang mengkilat di sekitar bibir, lidah, dan lapisan mulut. Neuroma juga bisa ditemukan di kelopak mata dan permukaan mata yang mengkilat, termasuk konjungtiva dankornea. Bisa terjadi penebalan pada kelopak mata dan bibir.

Kelainan pada saluran pencernaan bisa menyebabkan sembelit dan diare. Kadang usus besar menjadi lebih besar (megakolon). Kelainan ini mungkin merupakan akibat dari pertumbuhan neuroma pada saraf-saraf pencernaan.

Seringkali terjadi kelainan tulang belakang, terutama pada lengkung tulang belakang dan kelainan pada tulang kaki dan tulang paha. Banyak penderita yang memiliki tulang anggota gerak yang panjang dan persendian yang longgar (sikap tubuh marfanoid, karena keadaan ini menyerupai sindroma Marfan).


PENGOBATAN
Belum ada pengobatan untuk semua jenis neoplasia endorkin. Setiap tumor diobati secara individual, baik melalui pengangkatan maupun melalui perbaikan keseimbangan hormon. Jika tidak diobati, kanker tiroid meduler bisa berakibat fatal. Karena itu hampir selalu dianjurkan untuk mengangkat kelenjar tiroid pada penderita penyakit tipe IIA yang memiliki feokromositoma atau hiperparatiroidisme.

Pada penyakit tipe IIB, kanker tiroid meduler sangat agresif sehingga setelah diagnosis ditegakkan, kelenjar tiroid segera diangkat. Kanker ini tidak dapat diobati dengan yodium radioaktif.

Wednesday, February 16, 2011

JENIS PENYAKIT HATI-HEPATITIS-LEVER


A. HEPATITIS , PENYAKIT HATI KARENA INFEKSI
Hepatitis adalah peradangan pada sel-sel hati. Infeksi virus merupakan penyebab hepatitis yang paling sering terjadi, jenisnya antara lain hepatitis A,B,C,D,E,dan G. Proses penularannya beragam antara lain melalui makanan, cairan tubuh, jarum suntik atau transfusi darah.

1. HEPATITIS A
Pada orang dewasa gejala yang umum terjadi mirip dengan flu, rasa lelah, demam, diare,mual,nyeri perut, mata dan kuku kuning serta hilangnya nafsu makan. Hepatitis A merupakan jenis hepatitis yang paling mudah disembuhkan dan tidak bersifat kronis.
Penularan lebih sering terjadi melalui makanan seperti mengonsumsi makanan mentah yang tidak dicuci bersih, makanan setengah matang atau es batu yang berasal dari air yang telah tercemar

2. HEPATITIS B
Bagi sebagian penderita hepatitis B dapat sembuh sempurna dan mempunyai kekebalan seumur hidup, namun sebagian lagi gagal memperoleh kekebalan dan akan membawa virus hepatitis B tersebut seumur hidupnya. Gejala yang mudah dikenali antara lain lemah, lesu, sakit otot, demam, mata dan kulit kuning, serta air seni berwarna gelap / coklat.
Cara penularan dapat terjadi melalui pemakaian jarum suntik bersama-sama transfusi darah yang telah terkontaminasi, pisau, alat cukur, serta hubungan seks bebas.

3. HEPATITIS C
Hepatitis C adalah penyakit infeksi yang bisa tak terdeteksi selama beberapa tahun, tanpa gejala yang khusus. Oleh karena itu banyak yang mengira hanya sekedar terserang flu dan demam disertai sakit kepala, muntah dan hilangnya nafsu makan. Namun perlahan dan pasti penyakit ini akan merusak organ hati memicu terjadinya hepatitis kronis, sirosis hati (pengerasan hati) dan kanker hati. Virus hepatitis C akan merusak sel-sel hati, jaringan akan mengeras dan dapat menyebabkan kematian
Cara penularan hampir sama dengan hepatitis B.

B. PENYAKIT HATI KARENA RACUN
Selain karena penyebab diatas, hati juga dapat rusak akibat konsumsi alcohol berlebihan, konsumsi obat kimiawi secara terus menerus, kegemukan atau obesitas serta konsumsi lemak berlebih juga dapat menyebabkan perlemakan hati.

Tuesday, February 15, 2011

Akromegali Atau Pertumbuhan Berlebihan

DEFINISI

Akromegali adalah pertumbuhan berlebihan akibat pelepasan hormon pertumbuhan yang berlebihan.


PENYEBAB
Pelepasan hormon pertumbuhan berlebihan hampir selalu disebabkan oleh tumor hipofisa jinak (adenoma).


GEJALA
Pada sebagian besar kasus, pelepasan hormon pertumbuhan yang berlebihan mulai terjadi pada usia 30-50 tahun, lama setelah ujung piringan tulang menutup. Karena itu tulang mengalami kelainan bentuk, bukan memanjang. Gambaran tulang wajah menjadi kasar, tangan dan kakinya membengkak. Penderita memerlukan cincin, sarung tangan, sepatu dan topi yang lebih besar. Perubahan ini terjadi secara perlahan, sehingga biasanya selama bertahun-tahun tidak disadari oleh penderitanya.

Rambut badan semakin kasar sejalan dengan menebal dan bertambah gelapnya kulit.
Kelenjar sebasea dan kelenjar keringat di dalam kulit membesar, menyebabkan keringat berlebihan dan bau badan yang menyengat.

Pertumbuhan berlebih pada tulang rahang (mandibula) bisa menyebabkan rahang menonjol (prognatisme). Tulang rawan pada pita suara bisa menebal sehingga suara menjadi dalam dan serak. Lidah membesar dan lebih berkerut-kerut. Tulang rusuk menebal menyebabkan dada berbentuk seperti tong.

Sering ditemukan nyeri sendi; setelah beberapa tahun bisa terjadi artritis degeneratif yang melumpuhkan. Jantung biasanya membesar dan fungsinya sangat terganggu sehingga terjadigagal jantung.

Kadang penderita merasakan gangguan dan kelemahan di tungkai dn lengannya karena jaringan yang membesar menekan persarafan. Saraf yang membawa sinyal dari mata ke otak juga bisa tertekan, sehingga terjadi gangguan penglihatan, terutama pada lapang pandang sebelah luar.

Tumor hipofisa juga bisa menyebabkan sakit kepala hebat. Hampir semua penderita wanita memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur. Beberapa penderita wanita bahkan menghasilkan air susu meskipun tidak sedang dalam masa menyusui (galaktore) karena terlalu banyaknya hormon pertumbuhan maupun hormon prolaktin. Sepertiga penderita pria menjadi impoten.

Kadang pelepasan hormon pertumbuhan yang berlebihan terjadi pada masa kanak-kanak, sebelum ujung piringan tulang panjang menutup. Karena tulang terus tumbuh sampai ujung piringannya menutup, maka hal ini akan menyebabkan pertumbuhan tulang yang berlebihan dan tinggi badan yang abnormal (gigantisme hipofisa). Meskipun tulangnya tumbuh lebih cepat, tetapi tidak terjadi kelainan bentuk. Jaringan lunak di sekitar tulang membengkak dan beberapa saraf bisa membesar. Masa pubertasnya tertunda dan alat kelaminnya tidak tumbuh sempurna.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya dan diperkuat oleh tingginya kadar hormon pertumbuhan atau IGF-I (insulin-like growth factor I) dalam darah. Jika hasil pemeriksaan darah berada di daerah perbatasan, maka kepada penderita diberikan sejumlah gula untuk melihat apakah kadar hormon pertumbuhannya turun. Pada bukan penderita akromegali, kadar hormon pertumbuhan akan turun setelah pemberian sejumlah gula. Pada penderita akromegali, kadar gula darah dan hormon pertumbuhan tetap tinggi.

Rontgen tulang tengkorak bisa menunjukkan penebalan tulang, pembesaran sinus hidung dan pembesaran atau pengikisan sella tursika (struktur bertulang yang mengelilingi hipofisa). Rontgen tangan menunjukkan penebalan tulang dibawah ujung jari tangan dan pembengkakan jaringan di sekitar tulang. Banyak penderita yang memilki kadar gula darah yang tinggi.


PENGOBATAN
Untuk menghentikan atau mengurangi produksi hormon pertumbuhan yang berlebihan, maka tumor diangkat atau dihancurkan melalui pembedahan atau terapi penyinaran. Terapi penyinaran menggunakan penyinaran berkekuatan tinggi; terapi ini tidak terlalu menimbulkan trauma dan biasanya tidak mempengaruhi pembentukan hormon hipofisa lainnya.

Suntikan okreotid bisa membantu menghalangi pembentukan hormon pertumbuhan. Obat lainnya yang juga membantu adalah bromokriptin.

Tuesday, February 8, 2011

Penyakit Endokarditis

Endokarditis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme pada endokard atau katub jantung. Infeksi endokarditid biasanya terjadi pada jantung yang telah mengalami kerusakan. Penyakit ini didahului dengan endokarditis, biasanya berupa penyakit jantung bawaan, maupun penyakit jantung yang didapat. Dahulu Infeksi pada endokard banyak disebabkan oleh bakteri sehingga disebut endokariditis bakterial. Sekarang infeksi bukan disebabkan oleh bakteri saja, tetapi bisa disebabkan oleh mikroorganisme lain, seperti jamur, virus, dan lain-lain.

Endokarditis tidak hanya terjadi pada endokard dan katub yang telah mengalami kerusakan, tetapi juga pada endokar dan katub yang sehat, misalnya penyalahgunaan narkotik perintravena atau penyakit kronik. Perjalanan penyakit ini bisa; akut, sub akut, dan kronik, tergantung pada virulensi mikroorganisme dan daya tahan penderita. Infeksi subakut hampir selalu berakibat fatal, sedangkan hiperakut/akut secara klinis tidak pernah ada, karena penderita meninggal terlebih dahulu yang disebabkan karena sepsis. Endokarditis kronik hampir tidak dapat dibuat diagnosanya, karena gejalanya tidak khas.

Etiologi
Endokarditis paling banyak disebabkan oleh streptokokus viridans yaitu mikroorganisme yang hidup dalam saluran napas bagian atas. Sebelum ditemuklan antibiotik, maka 90 - 95 % endokarditis infeksi disebabkan oleh strptokokus viridans, tetapi sejak adanya antibiotik streptokokus viridans 50 % penyebab infeksi endokarditis yang merupakan 1/3 dari sumber infeksi. Penyebab lain dari infeksi endokarditis yang lebih patogen yaitu stapilokokus aureus yang menyebabkan infeksi endokarditis subakut. Penyebab lainnya adalah stertokokus fekalis, stapilokokus, bakteri gram negatif aerob/anaerob, jamur, virus, ragi, dan kandida.

Tanda Dan Gejala
Sering penderita tidak mengetahui dengan jelas. Sejak kapan penyakitnya mulai timbul , misalnya sesudah cabut gigi, mulai kapan demam, letih-lesu, keringat malam banyak, nafsu makan berkurang, berat badan menurun, sakit sendi, sakit dada, sakit perut, hematuria, buta mendadak, sakit pada ekstremitas (jari tangan dan kaki), dan sakit pada kulit.
  1. Gejala umum
    Demam dapat berlangsung terus-menerus retermiten / intermiten atau tidak teratur sama sekali. Suhu 38 - 40 C terjadi pada sore dan malam hari, kadang disertai menggigil dan keringat banyak. Anemia ditemukan bila infeksi telah berlangsung lama. pada sebagian penderita ditemukan pembesaran hati dan limpha.
  2. Gejala Emboli dan Vaskuler
    Ptekia timbul pada mukosa tenggorok, muka dan kulit (bagian dada). umumya sukar dibedakan dengan angioma. Ptekia di kulit akan berubah menjadi kecoklatan dan kemudian hilang, ada juga yang berlanjut sampai pada masa penyembuhan. Emboli yang timbul di bawah kuku jari tangan (splinter hemorrhagic).
  3. Gejala Jantung
    Tanda-tanda kelainan jantung penting sekali untuk menentukan adanya kelainan katub atau kelainan bawaan seperti stenosis mitral, insufficiency aorta, patent ductus arteriosus (PDA), ventricular septal defect (VCD), sub-aortic stenosis, prolap katub mitral. Sebagian besar endocarditis didahului oleh penyakit jantung, tanda-tanda yang ditemukan ialah sesak napas, takikardi, palpasi, sianosis, atau jari tabuh (clubbing of the finger). Perubahan murmur menolong sekali untuk menegakkan diagnosis, penyakit yang sudah berjalan menahun, perubahan murmur dapat disebabkan karena anemia . Gagal jantung terjadi pada stadium akhir endokarditis infeksi, dan lebih sering terjadi pada insufisiensi aorta dan insufisiensi mitral, jarang pada kelainan katub pulmonal dan trikuspid serta penyakit jantung bawaan non valvular. - (Sumber Media Keperawatan)

Monday, January 10, 2011

Pedihnya Nyeri Sakit Maag


Pasti pernah diantara kita yang merasakan pedihnya sakit maag, benar-benar mengganggu aktifitas kita, jadi tidak nafsu makan, perut terasa pedih sepanjang hari, dll. Pokoknya sangat menyiksa dech...
Tulisan kali ini saya mencoba berbagi tentang seputar penyakit maag, bagaimana mengenali gejala-gejala yang muncul, dan pengobatan seperti apa yang sangat manjur agar bisa membuat penyakit ini cepat-cepat pergi dari kehidupan kita.

Sakit maag atau yang dikenal gastritis, sakit ulu hati adalah peradangan yang terjadi pada dinding lambung terutama pada selaput lendir lambung. Keadaan ini dapat diakibatkan dari makanan yang mengiritasi mukosa lambung, dan penyebab lainnya yaitu adanya iritasi atau penipisan selaput lambung akibat konsumsi minuman beralkohol.

Penyakit ini sering dijumpai timbul secara mendadak yang biasanya ditandai dengan rasa mual dan muntah, nyeri, perdarahan, rasa lemah, nafsu makan menurun dan sakit kepala. Ini dapat disebabkan karena kebiasaan mengonsumsi sesuatu jenis makanan yang sensitif bagi penderita, makan terlalu cepat atau makan dengan gangguan emosional.

Penyakit Maag dibagi dalam dua jenis yaitu Maag Akut dan Kronis
1. Maag Akut (Gastritis Akut)
Adalah inflamasi akut dari lambung, biasanya terbatas pada mukosa lambung. Maag akut juga dibagi menjadi dua bentuk yaitu Gastritis eksogen yang disebabkan oleh faktor-faktor dari luar seperti bahan kimia, termis, iritasi bakterial dan Gastritis endogen yaitu gastritis yang disebabkan oleh kelainan tubuh.
2. Maag Kronis (Gastritis Kronis)
Maag kronis yaitu lambung yang mengalami inflamasi kronis dari tipe tertentu sehingga menimbulkan gastritis dari tipe yang lebih spesifik. Infeksi kuman helicobacter pylori juga merupakan penyebab gastritis yang kronis.

Penyebab Dan Gejala
Penyebab penyakit maag secara umum ada dua yaitu penyebab zat internal (pengeluaran asam lambung yang berlebihan dan tidak teratur) dan zat eksternal (zat dari luar tubuh yang menyebabkan korosif atau iritasi lambung.
Penyebab zat internal meliputi :
- Kebiasaan makan yang tidak teratur
- Sering makan makanan asam, pedas termasuk lada
- Kondisi stres mental atau frustrasi

Penyebab zat eksternal meliputi :
- Obat-obatan
- Alkohol
- Bahan korosif
- Infeksi bakteri
- Keracunan

Pengobatan
Cara terbaik untuk mengatasi penyakit ini adalah dengan melakukan pencegahan. Pencegahan dilakukan yaitu dengan memperhatikan pola makan dan zat-zat makanan yang dikonsumsi. Penyakit maag adalah penyakit yang berhubungan dengan masalah pencernaan, sehingga pengaturan terhadap zat makanan yang masuk merupakan faktor utama untuk menghindarinya.
Obat-obatan untuk sakit maag umumnya dimakan dua jam sebelum makan dan dua jam sesudah makan. Adapun tujuan obat diminum dua jam sebelum makan yaitu untuk menetralisir asam lambung, karena pada saat tersebut penumpukkan asam lambung sudah sangat banyak dan orang yang terkena sakit ini, didalam lambungnya pasti telah terjadi luka-luka kecil yang apabila terkena asam akan terasa perih. Kemudian obat yang diminum dua jam sesudah makan bertujuan untuk melindungi dinding lambung dari asam yang terus diproduksi. selama dua jam sesudah makan asam yang dilambung akan terpakai untuk mencerna makanan sehingga sudah ternetralisir dan tidak akan melukai dinding lambung.

Obat Sakit Maag
1. Antasida
Menetralisir asam lambung dan menghilangkan rasa nyeri
2. Proton pump inhibitor
Menghentikan produksi asam lambung dan menghambat infeksi bakteri helicobacter pylori.
3. Cytoprotective Agent
Melindungi jaringan mukosa lambung dan usus halus
4. Obat anti sekretorik
Mampu menekan sekresi asam
5. Pankreatin
Membantu pencernaan lemak, karbohidrat, protein dan mengatasi gangguan sakit pencernaan (perut kembung, mual, sering mengeluarkan gas)
6. Ranitidin
Mengobati tukak lambung
7. Simetidin
Mengobati tukak lambung, dispepsia

Obat tradisional
Cocor bebek (Kalanchoe pinnata) : daun cocor bebek 5 lembar + 5 gram garam, kemudian ditumbuk dan diaduk rata kemudian diperas dan disaring. Gunakan untuk sekali minum dalam waktu satu hari. Lakukan selama tiga hari.

Semoga bermanfaat.

Sunday, January 9, 2011

Kenali Tumor, Kista, dan Mioma Sejak Dini



Dalam ilmu kedokteran, yang dimaksud dengan tumor adalah segala penumbuhan jaringan berlebihan yang membentuk massa tertentu di bagian tubuh. Sedangkan kista adalah tumor berupa kantong yang berisi cairan. Organ reproduksi yang dapat mengalami kelainan berupa kista adalah ovarium atau indung telur. Kista dapat bersifat jinak, dapat pula ganas.

Kista ovarium juga beragam jenisnya, tergantung dari jaringan yang membentuknya dan jenis cairan yang ada di dalamnya. Misalnya, kista endometriosis yang cairannya berupa darah haid dan kista dermoid yang terdiri dari jaringan gigi, rambut, dan lemak.

Sedangkan mioma uteri adalah tumor jinak di jaringan otot rahim (miometrium). Jadi, tumor ini mengenai organ rahim. Mioma uteri kebanyakan terjadi pada masa reproduksi dan pembesarannya berkaitan dengan hormon estrogen.

Kista dan mioma termasuk jenis tumor yang angka kejadiannya cukup tinggi pada alat reproduksi. Kista ovarium dan mioma uteri dapat mengganggu proses reproduksi untuk terjadinya kehamilan.

Bila terjadi kehamilan, kedua tumor ini dapat mengganggu kehamilan. Contohnya, kehamilan dengan mioma uteri dapat mengakibatkan keguguran, sedangkan kehamilan dengan kista ovarium yang cukup besar dapat mengalami kista terpuntir yang merupakan kondisi akut, dan mungkin akan menghalangi bayi untuk lahir normal.

Mioma pada rahim dapat mengganggu kehamilan, yaitu menyebabkan kelainan letak janin (posisi janin melintang). Pada wanita yang tidak hamil, mioma pun dapat menyebabkan kelainan, yaitu gangguan haid (haid menjadi tidak teratur atau bertambah banyak). Hal ini sangat tergantung dari ukuran dan letak mioma.

Lantas, apakah semua kista atau mioma harus dioperasi untuk diangkat? Jawabannya tergantung dari jenis tumor, sifat, ukuran, letak, dan usia penderitanya.

vivanews.com

Tanda Dan Gejala Penyakit Sindrom Koroner Akut

Infarksi Miokardial (Myocardial infarction - MI) akut, termasuk ST-segment elevation MI (STEMI) dan non segment elevation MI (NSTEMI), dan angina tidak stabil kini dikenal sebagai bagian dari kelompok penyakit klinis yang disebut sindrom koroner akut (Acute coronary syndrome-ACS), Ruptur (robekan) atau erosi plak-substansi tidak stabil dan kaya lipid, memulai hampir semua sindrom ini.
Ruptur menyebabkan adesi keping darah, pembentukan gumpalan fibrin dan pengaktifan trombin. Jika hal ini terlambat ditangani, maka tingkat mortalitasnya bisa tinggi, dan hampir setengah dari kematian mendadak disebabkan oleh MI yang terjadi sebelum penderita dirawat inap atau dalam waktu satu jam setelah gejala menyerang. Prognosisnya akan meningkat jika penderita segera ditangani dengan baik.

Penyebab :
- Aterosklerosis
- Embolus

Faktor-faktor Resiko :
- Diabetes
- Kenaikan kadar homosistein, protein C-reaktif dan fibrinogen
- Konsumsi alkohol yang berlebihan
- Riwayat adanya penyakit jantung dalam keluarga
- Makanan berlemak tinggi dan berkabohidrat tinggi
- Hiperlipoproteinemia
- Hipertensi
- Obesitas
- Status postmenopausal
- Banyak duduk dan tidak bergerak
- Rokok
- Stres

Tanda Dan Gejala :
1. Angina
Tanda dan gejalanya meliputi :
- Rasa terbakar, teremas dan sesak yang menyakitkan di dada substernal atau prekordial yang bisa memancar kelengan kiri atau tulang belikat, leher dan rahang.
- Rasa nyeri setelah mengerahkan usaha fisik, meluapkan kegembiraan emosional, terpapar dingin atau makan dalam jumlah besar.

2. MI (myocardial infarction)
Tanda dan gejalanya meliputi :
- Rasa tertekan, teremas, terbakar yang tidak nyaman, nyeri atau rasa penuh yang sangat terasa dan menetap ditengah dada dan berlangsung selama beberapa menit (biasanya lebih dari 15 menit)
- Nyeri yang memancar sampai ke bahu, leher, lengan atau rahang atau nyeri di punggung diantara tulang belikat
- Pening dan kemudian pingsan
- Berkeringat
- Mual
- Sesak napas
- Keresahan atau firasat terhadap malapetaka yang akan datang.

Uji Diagnostik :
- Elektrokardiografi (EKG) membantu menentukan area jantung dan arteri koroner mana yang terlibat
- Rangkaian kadar enzim kardiak dan protein bisa menunjukkan kenaikan khas pada CK-MB, protein troponin T dan I, dan mioglobin
- Pengujian laboratoris bisa memperlihatkan jumlah sel darah putih yang meningkat dan tingkat sedimentasi eritrosit berubah dalam tingkat elektrolit yang naik
- Ekokardiografi bisa menunjukkan keabnormalan pergerakan dinding ventrikular dan bisa mendeteksi ruptur otot papiler atau septal
- Ekokardiografi transesofageal bisa memperlihatkan area berkurangnya pergerakan dinding otot jantung yang mengindikasikan iskemia
- Sinar X dada bisa menunjukkan gagal jantung sisi kiri, kardiomegali atau penyebab non kardiak lain terhadap dispnea dan nyeri di dada
- Scan (pemindaian) citra nuklir yang menggunakan thallium 201 atau technetium 99m bisa digunakan untuk mengidentifikasi area infarksi dan area sel otot yang aktif.
- Kateterisasi kardiak bisa digunakan untuk mengetahui arteri koroner yang terlibat, serta memberikan informasi mengenai fungsi ventrikular dan tekanan dan volume didalam jantung.

Penanganan :
- Oksigen suplemental digunakan untuk meningkatkan suplai oksigen ke jantung
- Nitrogliserin diberikan untuk meringankan nyeri di dada
- Morfin diberikan untuk meringankan nyeri
- Aspirin digunakan untuk menghambat agregasi keping darah
- Makanan rendah kolesterol, rendah natrium, rendah lemak, dan berserat tinggi harus diberikan

Bagi penderita angina tidak stabil dan NSTEMI, penangananya meliputi :
- Perintang Beta-adrenergik untuk mengurangi beban jantung yang berlebihan dan kebutuhan oksigen
- Heparin dan inhibitor glikoprotein IIb/IIIa untuk meminimalkan agregasi keping darah dan bahaya oklusi koroner pada pasien beresiko tinggi
- Nitrogliserin I.V untuk mendilasi arteri koroner dan meringankan nyeri dada
- Bedah angioplasti koroner transluminal perkutaneus untuk lesi obstruktif
- Antilipemik untuk menurunkan kenaikan tingkat kolesterol serum atau trigliserida

Bagi penderita STEMI, penangananya meliputi :
- Terapi trombolitik (kecuali jika ada kontra indikasi) dalam waktu 12 jam setelah serangan gejala untuk mengembalikan kepatenan dan meminimalkan nekrosis
- Heparin I.V.untuk meningkatkan kepatenan di arteri koroner yang diserang
- Inhibitor glikoprotein IIb/IIIa untuk meminimalkan agregasi keping darah
- Inhibitor enzim pengkonversi-angiotensin untuk menurunkan afterload dan preload dan mencegah pembentukan kembali (dimulai 6 jam setelah adanya admisi atau jika kondisi pasien stabil)
- PTCA, penempatan stent atau bedah CABG untuk membuka arteri yang mengalami rintangan atau menyempit.

Mengenal Penyakit Akromegali Dan Gigantisme

Akromegali dan gigantisme merupakan penyakit kronis dan progresif yang ditandai dengan disfungsi hormonal dan pertumbuhan skeletal yang mengejutkan. Akromegali terjadi setelah penutupan epifiseal, sehingga menyebabkan penebalan tulang, pertumbuhan dan viseromegali melintang.
Gigantisme mulai terjadi sebelum penutupan epifiseal dan menyebabkan pertumbuhan proporsional berlebihan disemua jaringan tubuh. Perbedaan akromegali dan gigantisme yaitu jika akromegali berkembangnya perlahan-lahan, sebaliknya dengan gigantisme yang berkembang secara tiba-tiba dan sangat cepat.

Penyebab :
- Lesi pituitari ekstrapiramidal atau tumor lain yang menyebabkan sekresi hormon pertumbuhan manusia (human growth hormone-hGh) yang berlebihan.
- Sekresi hGh yang berlebihan yang membuat seluruh bagian tubuh berubah sehingga menyebabkan akromegali. Jika sekresi yang berlebihan ini terjadi sebelum masa pubertas, penderita mengalami gigantisme.
- Kemungkinan juga ada pengaruh genetik (keturunan)
- Adenoma somatotropik

Tanda Dan Gejala :
1. Akromegali
Tanda dan gejalanya meliputi :
- Artopati
- Sindrom terowongan karpal (carpal tunnel syndrome)
- Otot proksimal lemah
- Letih
- Acanthosis nigricans (tumbuhnya kutil halus yang jinak dan hiperpigmentasi yang muncul dikulit aksila (ketiak), leher dan daerah anogenital).
- Skin tag
- Kulit berminyak
- Pertumbuhan kartilago dan jaringan ikat yang berlebihan
- Daerah supraorbital membesar, telingan dan hidung menebal
- Tonjolan rahang yang jelas terlihat yang bisa mengganggu proses mengunyah
- Suara terdengar dalam dan bergaung
- Jari-jari tangan menebal
- Penyakit arteri koroner
- Kardiomiopati yang disertai aritmia, hipertrofi ventrikular kiri, dan fungsi diastolik menurun
- Hipertensi
- Obstruksi jalan napas atas yang disertai sleep apnea
- Viseromegali yang merata, meliputi kardiomegali, makroglosia dan pembesaran kelenjar tiroid
- Dada seperti tong (barrel) dan kifosis
- Terjadi tanda-tanda diabetes mellitus dan intoleransi glukosa.

2. Gigantisme
Tanda dan gejalanya meliputi :
- Keabnormalan skeletal dan tanda-tanda intoleransi glukosa seperti yang terlihat pada penderita akromegali
- Pembesaran tumor pituitari (yang menyebabkan hilangnya hormon trofik lain, misal hormon yang menstimulasi tiroid, hormon yang menstimulasi folikel dan kortikotropin).

Uji Diagnostik
- Kadar serum hGh yang diukur dengan radioimmunoassay biasanya naik
- Uji supresi glukosa tidak bisa menekan kadar hormon sampai dibawah jumlah normal yang dapat diterima, yaitu 2 ng/ml
- Sinar X tengkorak, computed tromography (CT) Scan, arteriografi, dan magnetic resonance imaging menentukan keberadaan dan perluasan lesi pituitari
- Sinar X tulang menunjukkan penebalan kranium (terutama tulang frontal, oksipital dan parietal) dan penebalan tulang panjang, serta osteoartritis ditulang belakang.

Penanganan
- Hipofisektomi kranial atau transfenoidal atau terapi radiasi pituitari dilakukan untuk membuang tumor yang mendasar
- Penggantian hormon tiroid dan gonadal dan kortison dilakukan sesudah pembedahan
- Bromocriptine (parlodel) dan octreotide (sandostatin) digunakan untuk menghambat hGh.

Saturday, December 25, 2010

Apa Yang perlu kita ketahui Tentang Penyakit Lupus

Sekedar sharing dan sekedar berbagi bahwa penyakit ini ada, dengan penderita yang sudah terdaftar di seluruh dunia sekitar 5 juta orang.

Banyak orang yang tidak mengetahui apa penyakit Lupus atau Systemic Lupus Erythematosus (SLE) sehingga cukup banyak juga yang beranggapan Lupus merupakan penyakit langka dan jumlah pasiennya sedikit. Kenyataannya pasien penyakit ini cukup banyak dan semakin meningkat. Tentunya orang akan bertanya : Berbahayakah penyakit ini? Atau apa saja yang dapat menyebabkan terkenanya penyakit dan siapa saja yang bisa terkena penyakit ini? Dan lain sebagainya.

Jika tidak diketahui sejak dini, lupus sama bahayanya dengan kanker, jantung, maupun AIDS dan bisa mengancam jiwa juga meanyebabkan kematian.

Apakah Lupus itu?
 Lupus merupakan penyakit kronik/menahun dan dikenal sebagai penyakit autoimun. Manusia membentuk antibody yang gunanya melindungi tubuh dari berbagai serangan virus, kuman, bakteri. Pada lupus, produksi antibody yang seharusnya normal menjadi berlebihan. Dan antibody ini tidak lagi berfungsi untuk menyerang virus, kuman, bakteri yang ada di tubuh, tetapi justru menyerang sel dan jaringan tubuhnya sendiri.
 Lupus dikatakan great imitator alias peniru ulung, atau juga disebut penyakit seribu wajah karena menyerupai penyakit lain (mimikri).
 Lupus Menyerang seluruh organ tubuh.
 Hampir separuh pasien lupus terserang organ vitalnya ( ginjal, syaraf, jantung, paru,sendi, darah)
 Gejala lupus mulai ringan sampai berat.

Apa penyebab Lupus?
 Faktor penyebab dan pengobatannya hingga kini belum diketahui dengan pasti ( dengan kata lain belum ada obatnya)
 Lupus bukan penyakit yang disebabkan kuman, virus atau bakteri
 Lupus bukan penyakit menular dan menurun
 Keterlibatan genetik, hormon dan lingkungan diduga sebagai faktor penyebab lupus.

Bagaimana Mengenai Lupus?
Pengenalan dini sangat sulit.
Tidak ada gejala khusus pada orang-oranga yang terkena lupus ( sesuai dengan organ tubuh yangterkena danpemeriksaan laboratorium penunjang)

Gejala yang Bisa Terjadi
Gejala awal yang dialami saat lupus mulai bersemayam pada tubuh:
• Sakit pada sendi/tulang
• Demam berkepanjangan/panas tinggi bukan karena infeksi
• Sering merasa cepat lelah, kelemahan berkepanjangan(fatigue)
• Ruam pada kulita
• Anemia( kurang darah)
• Gangguan ginjal(kebocoran ginjal, protein banyak terbuang melalui urin)
• Sakit didada bila menghirup nafas dalam
• Bercak merah pada wajah yang tebentuk seperti kupu-kupu (butterfly rash)
• Sensitif terhadap sinar matahari
• Rambut rontok
• Ujung jari berwarna kebiruan/pucat
• Stroke
• Penurunan berat badan
• Sakit kepala
• Kejang
• Sariawan yang hilang timbul
• Keguguran berulang

Apabila 4 gejala tersebut ada, maka periksalah segera, Anda mungkin menderita penyakit lupus. Lupus menyerang organ organ tubuh vital seseorang dengan sangat dashyat. Lupus dapat dengan mudah menyerang: Ginjal;jantung;hati;paru;darah;syaraf;mata ;sendi;kulit.

Satu hal yang perlu dikenali adalah sifat penyakit Lupus yang dapat menyerupai penyakit lain sehingga seringkali pasien datang pada dokter umum atau ahli yang beragam. Umumnya diagnostik ditemukan setelah dokter secara bertahap mempelajari riwayat kesehatan pasien dan menggabungkan berbagai keluhan itu. Setelah menganalisa dari hasil pemeriksaaan laboratorium dan beberapa kali berhubungan dengan status kekebalannya. Sampai saat ini belum ada pemeriksaan tunggal yang bisa digunakan untuk menentukan sesorang menderita lupus atau tidak.

Siapa saja yang tekena Lupus? Lupus bisa menyerang siapa saja dari berbagai usai dan kalangan. Terutama wanita di usia subur 16-45 tahun. Oleh karena itu Lupus juga dikenal sebagai penyakit perempuan dengan perbandingan antara pria dan wanita 1:100.000.

Kemana harus berobat? Bila menemui gejala gejala tersebut diatas dapat mendatangi dokter pemerhati lupus, dokter spesialis penyakit dalam konsultasi Hematology, Rheumatology, Ginjal, Hopertensi, Alergi Imunology. Orang yang terkena Lupus biasanya dikenal sebagai Odapus =Orang Hidup dengan Lupus. Jika lupus dapat tertanggulangi, berobat dengan teratur, minum obat teratur yang diberikan oleh dokter( yang biasanya diminum seumur hidup),penderita akan dapat hidup layaknya orang normal.

Menggunakan Mouse yang salah Bisa Menyebabkan Karpal Syndrom !!!

Bagi semua yang selalu bekerja ataupun bermain game dan sebagainya dengan menggunakan KOMPUTER

Kesalahan dalam penggunaan
MOUSE sehari-hari

Akan berakibat
VATAL pada TANGAN dan menimbulkan penyakit yang di sebut KARPAL SINDROM!

GUNAKAN MOUSE dengan BAIK dan BENAR!

Neh Gan Gw kaseh Pembedahannya Biar lu tau semua apa itu kapral sindrom
Pembedahan Pasien dengan
KARPAL SINDROM...!!


HATI HATI GAMBAR DIBAWAH INI SANGAT MENJIJIKAN, JANGAN DIPAKSAKAN BILA TIDAK INGIN MELIHAT

Spoiler:


TIPS SEHAT UNTUK MENCEGAH KARPAL SINDROM





Ciri-Ciri Dan Efeck Darri Karpal Sindrom


Sindrom carpal-tunnel umumnya menyebabkan nyeri, rasa geli, mati rasa atau beberapa kombinasinya pada bagian palmar ibu jari, jari telunjuk, jari tengah dan setengah radial dari jari manis. Para pasien kadang dilaporkan hanya dari pertanyaan dimana dijelaskan tidak adanya efek pada jari V. Sebuah diagram gejala-gejala ditangan bisa membantu pasien untuk melokalisasi gejala. Diagram gejala-gejala mendasari secara klasik atau memungkinkan sindrom carpal-tunnel sesuai standar dengan sensitifitas 61% dan spesifisitas 71% untuk mendiagnosis sindrom carpal-tunnel berbasis bukti-bukti klinis. Sensitifitas adalah rendah dan spesifisitas yang tinggi saat diagram digunakan untuk menyaring sindrom carpal-tunnel pada para pekerja. Keluhan gejala-gejala pada malam hari memiliki sensitifitas yang moderat (51-77%) dan spesifisitas (27-68%). Terkadang pasien-pasien melaporkan adanya keluhan tangan yang gemetar atau gejala-gejala pada tangan yang semakin memburuk. Respon sesaat ini, baik sensitifitas dan spesifisitas melebihi 90% pada suatu studi, tetapi belum dapat dievaluasi lebih lanjut.


Gmn GanTentang penyakit ini Apakah nada takut seperti kejadian ini maka dari itu sebelum terlambat Mari kita cegah dengan senam tangan sehari 2x