Showing posts with label Pengobatan. Show all posts
Showing posts with label Pengobatan. Show all posts

Tuesday, February 15, 2011

Kesalahan Minum Obat yang Harus Dihindari




Saat penyakit datang menghampiri, hal pertama yang kita lakukan adalah mencari cara untuk mengurangi rasa sakit tersebut. Ini adalah salah satu bentuk pertahanan yang dilakukan manusia.

Tetapi tak sedikit juga di antara kita yang tidak peduli dengan cara mengonsumsi obat yang benar. Yang terpikirkan hanyalah, selama gejala penyakitnya berkurang maka artinya kita tak perlu menuntaskan pengobatan. Persepsi ini bisa jadi membuat penyakit yang kita rasakan semakin parah. Coba kenali 4 kesalahan mengonsumsi obat berikut ini, agar kita tidak lagi sering melakukannya.

1. Konsumsi obat yang dijual bebas tanpa membaca labelnya terlebih dahulu
Dunia farmasi menyebut obat yang dijual bebas sebagai over the counter atau OTC. Karena dijual bebas, kita sering kali mengabaikan aturan pakai yang tertera pada label kemasan. Sebenarnya bukan hanya aturan pakai saja yang harus kita ketahui, kontraindikasi dan efek samping yang ditimbulkan pun perlu kita ketahui. Tujuannya agar obat ringan ini tidak berlawanan dengan obat lain yang kita konsumsi, sehingga benar-benar dapat menghilangkan rasa sakit yang kita alami.

2. Mengonsumsi aspirin setiap hari tanpa berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter
Beberapa penelitian membuktikan, konsumsi aspirin setiap hari dapat menyebabkan pendarahan pada perut. Di samping itu, dokter biasanya merekomendasikan aspirin kepada pasien yang berisiko mengalami serangan jantung dan stroke. Aspirin memang dapat mencegah penggumpalan darah.

Tetapi penelitian juga mengungkapkan, kerja aspirin lebih baik pada pria dibanding pada wanita. Bahkan beberapa di antara kita memiliki kemungkinan untuk resisten terhadap aspirin. Inilah yang kemudian membuat aspirin justru bekerja sebaliknya, yaitu mengencerkan darah. Oleh karena itu, kita perlu mencari tahu apakah kita resisten terhadap insulin atau tidak dengan cara berkonsultasi ke dokter.

3. Minum suplemen kalsium dalam keadaan perut kosong
Sebagian besar suplemen kalsium, diikat dengan karbonat menjadi kalsium karbonat. Sedangkan sistem pencernaan kita membutuhkan asam hidroklorik untuk memecah kalsium karbonat, dan makanan akan membuat perut kita memproduksi asam. Itu mengapa kita harus mengonsumsi makanan sebelum minum suplemen kalsium agar proses penyerapannya optimal.

4. Menggunakan sisa antiobotik lama untuk mengobati infeksi baru
Pertama, kita harus benar-benar menghabiskan antibiotik untuk menyembuhkan infeksi. Artinya, seharusnya tidak ada antibiotik yang tersisa. Kedua, setiap antibiotik biasanya diracik khusus untuk infeksi tertentu. Jadi kita tak boleh sembarangan mengonsumsi antibiotik.

Penggunaan antibiotik secara sembarangan justru membuat kita berisiko mengalami resisten terhadap bakteri tertentu. Inilah yang biasanya akan membuat pengobatan berjalan lama ketika kita terinfeksi bakteri tersebut. Maka konsultasi ke dokter menjadi sangat penting setiap kali kita mengalami infeksi atau peradangan.

Hindari kesalahannya untuk membuat obat yang kita konsumsi mempercepat proses pemulihan tubuh dari berbagai penyakit.

Thursday, February 10, 2011

Obat HIV-AIDS Alternatif, Minum Jus Nanas Teratur

Hingga kini belum ada obat untuk mengatasi HIV/AIDS, namun berbagai herbal alami diklaim bisa mengatasi keluhan yang menyertai penyakit tersebut. Sebuah penelitian kembali mengungkap manfaat sari buah nanas untuk memperbaiki daya tahan tubuh pengidap HIV. Nanas (Ananas comosus) merupakan tanaman tropis yang bisa dijumpai di berbagai wilayah Indonesia meski diyakini berasal dari Brazil dan daerah sekitarnya. Buahnya bukan merupakan buah sejati, melainkan buah majemuk yang mengumpul jadi satu.

Obat Alternatif Bagi Penderita HIV-AIDS sari buah nanas

Obat Alternatif Bagi Penderita HIV-AIDS sari buah nanas

Salah satu kandungan yang sangat dominan dalam buah ini adalah bromelain, enzim penghancur protein yang sering dimanfaatan untuk melunakkan daging saat memasak. Rupanya selain untuk memasak, enzim ini juga bisa memecah protein dalam selubung virus penyebab AIDS yakni Human Immunnodeficiency Virus (HIV).

Khasiat ini dibuktikan dalam penelitian sederhana yang dilakukan oleh Dr.rer.nat Maruli Pandjaitan dan rekan-rekannya dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Swiss-German Unversity, BSD Tangerang. Dalam penelitian awal ini, Maruli melibatkan 3 pasien HIV positif sebagai obyek uji. Setelah diberi jus nanas secara rutin selama 4 minggu, ketiga pasien menunjukkan perkembangan positif terkait kadar CD4 (cluster of differentiation 4) yang merupakan indikator daya tahan tubuh. Peningkatan kadar CD4 cukup signifikan, dari sekitar 150 cell/ul menjadi 650-720 sel/ul (normal 410-1.100 sel/ul).

“Jus nanas memang tidak untuk menggantikan obat-obat anti retrovirus (ARV), tapi bagi yang tidak bisa mengakses ARV tentu sangat bermanfaat. Salah satu pasien dalam penelitian ini tidak memakai ARV,” ungkap Maruli saat menjadi pembicara dalam seminar ‘Pencegahan dan Pengobatan Penyakit AIDS’ di Aula Puskesmas Penjaringan, Rabu (15/12/2010).

Dengan hanya 3 pasien yang mengikuti uji coba, hasil penelitian ini tentunya masih bisa dipertanyakan. Karena itu Maruli berniat menjalin kerjasama dengan sejumlah Puskesmas, untuk menjaring 50 pasien HIV yang bersedia dilibatkan dalam penelitian berikutnya sekitar awal tahun 2011 (Sumber)

Tuesday, February 1, 2011

Tips Pengobatan Penyakit Kanker Secara Non Medis

Sebagai penyakit yang mematikan, sebenarnya Penyakit Kanker dapat dicegah dan dikendalikan dengan menghindari faktor-faktor penyebabnya. Kemudian Penderita Kanker juga harus mematuhi pengobatan yang telah dilakukan secara Medis atas petunjuk dokter. Selain itu yang tidak kalah pentingnya adalah proses pengobatan yang dilakukan secara Non Medis, Karena Pengobatan dengan menggunakan upaya Non Medis inilah yang sesungguhnya dapat mengobati dan mencegah faktor-faktor pemicu terjadinyaPenyakit Kanker.

Berikut Tips-Tips sederhana Pengobatan Kanker secara Non Medis :

1. Perbanyaklah Berdoa.
Tahukah anda bahwa kekuatan sebuah doa jika dilakukan dengan sungguh-sungguh pengaruhnya begitu luar biasa. Efek dari berdoa dapat menimbulkan perasaan tenang, tentram, berpikir positip dan yang terpenting adalah dengan berdoa ternyata daya tahan tubuh kita jauh lebih kuat dan lebih kebal terhadap penyebaran penyakit apapun.
Dengan berdoa anda juga percaya dan yakin bahwa Tuhan memberi cobaan penyakit ini pasti ada efek positip atau hikmah yang manfaat pasti luar biasa buat kehidupan anda.

2. Menjaga jiwa, sikap, perilaku supaya anda tetap tenang, tidak bingung dan sedih. Karena jiwa dan pikiran yang sedih ternyata bisa menghasilkan zat-zat beracun, membuat sel-sel tubuh bersifat asam, dan tentunya dengan kondisi seperti ini maka hanya akan memperparah dan menyuburkan tumbuh kembangnya sel-sel kanker semakin banyak.

3. Tetap melakukan aktifitas sehari-hari seperti biasanya, anggaplah bahwa anda sedang dalam keadaan sehat dan bahagia.

4. Cukup dalam melakukan istirahat dan menjaga pola makan yang baik.

5. Menghindari polusi, asap rokok, dan sinar matahari yang berlebihan. Sinar matahari memang sangat penting, tapi cukuplah 20 menit dalam sehari khususnya pada waktu pagi hari.

6. Sering melakukan aktifitas olahraga, dan berusaha untuk bisa tinggal ditempat yang kaya akan oksigen dan pepohonan. Olahraga akan meningkatkan kadar oksigen dalam sel tubuh, sedangkan sel kanker sangat benci dengan keberadaan kadar oksigen ini, karena kadar oksigen yang cukup ternyata dapat mampu melemahkan hingga membunuh sel kanker.

7. Terus melakukan upaya untuk meningkatkan daya tahan dan kekebalan tubuh, dan bila perlu sering-seringlah mengonsumsi jamu, suplemen dan antioksidan lain dengan mempertimbangkan manfaat, efek negatif dan bagaimana interaksinya dengan obat-obat yang anda konsumsi lainnya.

8. Tetap menjaga semangat jangan sampai kendur dan padam, walaupun pengobatan ini memakan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

Jika semua upaya Non Medis itu bisa dilakukan bersama-sama denganPengobatan Medis, maka bisa dipastikan hasilnya juga akan lebih optimal dan tingkat persentase kesembuhan juga akan lebih tinggi. (Dikutip dari www.untuksehat.co.cc dengan beberapa perubahan penjabaran)

Semoga dapat membantu dan menambah wawasan informasi anda.

Sunday, January 16, 2011

Teknik ABC Bisa Selamatkan Pasien Gawat Darurat

img
(Foto:thinkstock)
Tengerang, Penanganan gawat darurat merupakan hal yang sangat penting karena menentukan keselamatan pasien itu sendiri. Karenanya dalam penanganan gawat darurat diterapkan prinsip ABC.

"Semua penyebabkematian berujung pada masalah ABC, karenanya bisa ditolong pula dengan tindakan ABC. Jika cepat dikerjakan dengan tepat, besar kemungkinan korban dapat terhindar dari kematian," ujar dr Yudi Cahyono, SpBS dalam acara seminar Up Date Emergency Respon di Eka Hospital BSD, Tangerang, Sabtu (15/1/2011).

dr Yudi menuturkan prinsip penanganan gawat darurat dengan ABC ini adalah:
A untuk airway (jalur napas)
Sangan penting untuk melihat apakah pasien mengalami gangguan dengan jalur napasnya atau tidak (misalnya napas terengah-engah), jika ada gangguan maka harus segera dibebaskan. Hal yang harus diperhatikan adalah tulang leher harus tetap lurus agar tidak mengganggu jalur napas. Jika pasien datang dengan luka parah di wajahnya maka harus segera ditangani karena biasanya gumpalan darah atau muntah bisa menghalangi jalur napas.

B untuk breath (pernapasan)
Periksa pernapasannya apakah mengalami gangguan atau tidak, jika pasien sulit bernapas segera berikan napas bantuan. Karena pernapasan yang terganggu akan membuat oksigen tidak bisa masuk ke dalam darah.

C untuk circulation (sirkulasi)
Jika seseorang mengalami luka perdarahan yang parah harus segera dihentikan agar tidak mengganggu sirkulasi darah di tubuh. Kalau darah banyak yang keluar akan membuat transportasi oksigen terhambat yang bisa membuat kerja jantung semakin berat atau capek.

Sel saraf otak membutuhkan sirkulasi darah yang baik untuk membawa oksigen. Jika sirkulasi darah terganggu atau berhenti selama 3-4 menit maka sel saraf otak akan mengalami kerusakan meskipun bisa diperbaiki. Namun jika kekurangan oksigen (tidak dilakukan tindakan apapun) selama 6-9 menit bisa menyebabkan kerusakan otak yang permanen atau irreversible.

"Hal ini karena orang tidak bisa bertahan kalau tidak napas selama 3 menit dan prinsip ABC ini paling banyak dilakukan untuk pasien trauma," ujar dr Budi M Silitonga, SpBS dari Eka Hospital.

dr Yudi menuturkan jika ada pasien datang dengan perdarahan di otak dan satu lagi perdarahan parah di wajah, maka yang harus menjadi prioritas terlebih dahulu adalah pasien dengan luka parah di wajah karena biasanya mengalami gangguan pada jalur napasnya. Kecuali jika tenaga medisnya mencukupi untuk menangani semuanya sekaligus.

"Selain ABC, pasien gawat darurat juga diperiksa disability-nya apakah terlihat adanya tanda-tanda defisit yang menurun atau tidak lalu dilanjutkan dengan memeriksa kondisi pasien secara menyeluruh mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki dan setiap lubang yang ada," ungkapnya.

Karenanya untuk pertolongan pertama jangan dilihat dari seberapa parah luka yang dialami, tapi lihatlah apakah ada gangguan pada jalur napas, pernapasan dan juga sirkulasinya. Jika ada gangguan pada salah satu bagian tersebut segeralah berikan pertolongan untuk menghindari kematian.

Monday, January 10, 2011

Mengatasi Dan Mengobati Radang Sinusitis


Pada daerah hidung dan sekitarnya terdapat 8 rongga yang disebut sebagai sinus. Menurut istilah kedokteran sinusitis adalah radang pada daerah sinus. Daerah yang paling sering terkena radang sinus adalah rongga pipi, kemudian daerah tulang hidung, rongga dahi dan rongga pelipis. Biasanya radang sinusitis ini didahului oleh infeksi saluran pernapasan atas yang berupa pilek dan batuk.

Penyebab adanya radang sinusitis meliputi :
- Virus
- Jamur
- Bakteri
- Infeksi kerongkongan
- Infeksi amandel
- Infeksi gigi bagian belakang
- Kelainan anatomis hidung
- Tumor
- Polip
- Polusi lingkungan
- Udara dingin
- Asap rokok

Gejala klinis yang ditimbulkan dapat dibagi menjadi 2 yaitu gejala subyektif (dirasakan) dan gejala obyektif (dilihat), Gejala subyektif antara lain yaitu :
- Hidung menjadi tersumbat
- Pilek yang berbau dengan ingus yang kental
- Nyeri pada pipi atau bagian wajah yang lain
- Gangguan indra pembauan, dll.

Sedang gejala obyektif akan ditemukan pembengkakkan pada daerah bawah orbita (mata) dan lama kelamaan akan bertambah lebar sampai ke pipi.

Kategori penyakit radang sinusitis yaitu :
1. Sinusitis Akut
Sinusitis yang terjadi karena infeksi yang timbul selama beberapa hari sampai minggu.
2. Sinusitis Sub-Akut
Infeksi yang timbul selama beberapa minggu sampai beberapa bulan. Pada infeksi sub-akut gejalanya yaitu hidung tersumbat, tidak enak pada wajah, pengeluaran cairan nasal yang disertai dengan nanah yang berakhir lebih dari 3 minggu setelah infeksi akut telah berakhir.
3. Sinusitis Kronik
Sinusitis disebut kronik jika infeksi yang timbul sampai berbulan-bulan (umumnya lebih dari 3 bulan hingga bertahun-tahun). Sinusitis kronis gejalanya relatif sama dengan sinus akut, yang membedakan kalau sinus kronis selalu mengeluarkan cairan dari hidung secara terus menerus dan disertai dengan nanah. Jika tidak mendapatkan penanganan yang baik, setelah berlangsung 3 bulan, penyakit ini akan menjadi kronis. Disebut kronis apabila telah timbul jaringan atau polip pada sinus (rongga hidung). Dengan adanya polip maka hidung menjadi tersumbat dan akan muncul gangguan drainase, akibatnya pilek tidak kunjung sembuh karena cairan terhambat oleh polip, sehingga akhirnya cairan akan berbalik dan keluar melalui tenggorokan dengan warna seperti susu. Tidak heran jika kemudian akan menimbulkan seringnya keluar dahak.

Pengobatan Herbal
1). 10 gram jahe dan gula merah secukupnya direbus dengan 400 cc air bersih hingga tersisa 150 cc, kemudian saring airnya, dan kemudian air saringan tersebut digunakan untuk memblender 150 gram nanas yang telah dikupas kulitnya. Tambahkan cuka secukupnya, aduk hingga rata kemudian diminum sampai habis. Lakukan secara rutin setiap hari hingga benar-benar sembuh.
2). Daun lidah buaya (Aloe vera) secukupnya dikupas kulitnya kemudian dibikin jus. Kemudian teteskan jus lidah buaya kedalam lubang hidung sebanyak 2 tetes. Lakukan 2-3 kali sehari secara teratur.
3). 10 gram sambiloto Andrographis paniculata kering + 20 gram kunyit + 20 gram jahe + 90 gram daun lidah buaya (dikupas kulitnya), lalu direbus dengan 600 cc air bersih hingga tersisa 200 cc, kemudian disaring dan diminum. Lakukan rutin setiap hari hingga benar-benar merasa sembuh.

Semoga bermanfaat.

Sunday, January 9, 2011

Dua Tahun Lagi Ada Obat Batuk Dari Cokelat


Obat batuk berbahan baku kakao, yang juga bahan pembuat cokelat, diharapkan sudah beredar dua tahun lagi. Saat ini, ilmuwan telah mencapai tahap terakhir uji coba penggunaan.

Obat yang mengandung theobromine dari kakao dan disebut BC1036 ini dikembangkan perusahaan swasta Inggris SEEK. CEO Kesehatan Konsumen di SEEK Manfred Scheske mengatakan, “Saya sangat gembira mengumumkan perkembangan tahap terakhir BC1036, yang berpotensi memberi dampak besar pada perawatan penyakit batuk dan dapat meningkatkan kualitas penderita batuk."

Penggunaan theobromine merupakan upaya mengganti bahan obat batuk codeine, yang selama ini seringkali masih digunakan. Codeine atau 3-methylmorphine merupakan alkaloid atau senyawa kimia yang ditemukan dalam opium. Karena pertimbangan keselamatan konsumen, berbagap penelitian mengupayakan mencari pengganti codeine.

Biji kakao adalah bahan dasar pembuatan cokelat. Tapi, theobromine yang ada dalam kakao tidak memiliki rasa sehingga obat itu tetap dapat dikonsumsi orang yang tidak menyukai cokelat. Namun, belum ada kepastian dosis konsumsi cokelat untuk mengobati batuk.

Pohon kakao, Theobroma cacao, memiliki tinggi antara empat hingga delapan meter. Ada dua pendapat tentang awal persebaran kakao. Pendapat pertama menyebutkan pohon kakao berasal dari Meksiko dan kemudian menyebar ke daerah Amazon. Pendapat kedua menyatakan kakao awalnya ada di daerah Amazon dan kemudian menyebar ke Amerika Tengah dan dunia.

Indonesia adalah salah satu produsen kakao terbesar di dunia. Menurut data tahun 2008 dari Badan Pangan dan Agrikultur PBB (Food and Agriculture Organization/FAO), Indonesia merupakan produsen kakao terbesar kedua di dunia, setelah Pantai Gading. Namun, ketidakstabilan politik yang hingga kini masih terjadi di Pantai Gading membuat sejumlah pihak khawatir dengan pasokan kakao ke negara-negara konsumen, terutama negara-negara Eropa.

Telur Omega3 Berkhasiat Cegah Penyakit dan mencerdaskan otak Anak

Telur Omega3 berkhasiat cegah penyakit dan mencerdaskan otak anak. Jika anak Anda pengidap penyakit jangtung koroner atau ingin terhindar dari gejala penyakit tersebut, perbanyaklah mengkonsumsi telur yang satu ini. Telur yang ditemukan oleh peneliti institut pertanian Bogor, Jawa Barat ini bukan sembarang telur. Namanya telur Omega3 yang kaya akan decosahexaenoic acid atau DHA, suatu asam lemak yang sangat diperlukan oleh tubuh, diantaranya untuk meningkatkan kecerdasan otak anak, mencegah penyakit jantung koroner serta meningkatkan daya tahan tubuh.

Menurut penemunya, Iman Rahayu Hidayati, telur berkhasiat tinggi ini dihasilkan dari ayam petelur yang sebelumnya diberikan makan dengan suplemen omega tiga selama tiga minggu berturut-turut. Suplemen omega tiga dibuat melalui proses pengemulsian dan dispersi dari bahan limbah perebusan ikan sarden. Ikan sarden diketahui mengandung banyak omega tiga, enam dan sembilan, serta memiliki kualitas yang bagus dibanding sumber omega tiga dari tanaman dengan ampas tahu sebagai filler.

Hasilnya sungguh luar biasa, dengan konsentrasi tersebut jumlah asam lemak
omega tiga dalam telur meningkat sebanyak sepuluh kali lipat dari telur biasa tanpa suplemen omega tiga. Sebagai perbandingan, kandungan eicosa pantoneoic acid atau EPA dan decosahexaenoic acid atau DHA dari setiap 100 gram telur yang dihasilkan dari ayam petelur yang diberi makan mengandung omega tiga sebesar 404 miligram dan 2816 miligram. Sedangkan kandungan yang sama yang dihasilkan dari ayam petelur yang tidak diberi suplemen omega tiga, jauh lebih rendah hanya 166 miligram dan 239 miligram. Begitu juga kandungan kolesterolnya, setiap 100 gram telur yang dihasilkan dari ayam yang diberi suplemen omega tiga, 50 persen lebih rendah, yakni sebesar 147 miligram, sedang telur non omega tiga sebesar 295 miligram.

Perbedaan lainnya secara fisik dibanding telur biasa, telur kaya Omega3 jika dipecah warna kuning telurnya lebih merah, dan banyak disukai konsumen untuk pemilihan jenis makanan tertentu. Begitu juga jika dipisahkan dari putihnya dan diangkat, kuning telur kaya omega tiga jika ujung permukaannya diangkat menggunakan dua jari dapat bertahan selama sepuluh hingga lima belas menit, karena memiliki selaput luar dan kuning telur lebih tebal, berbeda dengan telur biasa yang tidak dapat bertahan lama, segera jatuh dan pecah.
Telur kaya Omega3 yang diteliti oleh peneliti Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor sejak tahun 1955 ini, hingga saat ini masih belum diberi nama oleh penemunya.

Informasi “bikin cerdas” ini tidak sepenuhnya salah karena kandungan omega dalam telur Omega3 memang 15 kali lipat lebih tinggi dibanding telur biasa. Mengapa demikian? Tak lain karena untuk menghasilkan produk telur yang kaya akan kandungan asam lemak Omega3, makanan ayam petelurnya pun khusus. Asam lemak Omega3 memang sangat penting untuk kecerdasan. Itulah sebabnya, telur Omega3 sangat baik dikonsumsi anak balita. Namun, harus diingat, kecerdasan seorang anak tidak hanya dipengaruhi faktor nutrisi, tapi juga ditentukan oleh faktor genetik dan sejauh mana stimulasi yang diberikan lingkungannya. Ketiga faktor ini saling menguatkan satu sama lain.

Selain itu, telur jenis ini juga memiliki kandungan kolesterol yang rendah. Ini karena kandungan telur Omega3 antara lain lemak tak jenuh yang mampu menurunkan kadar kolesterol. Perlu diketahui, kadar kolesterol yang tinggi berpotensi menimbulkan sumbatan pada pembuluh darah. Sumbatan inilah yang akan menyebabkan terjadinya serangan jantung maupun stroke. Hingga tidak berlebihan bila dikatakan telur Omega3 merupakan pilihan makanan yang sangat cocok untuk mencegah penyakit jantung. Kandungan Omega3-nya pun mampu memperkuat otot-otot jantung.

Saturday, January 8, 2011

Jenis suplemen efektif untuk kesehatan tubuh

Pelajari suplemen A sampai Z yang dapat membantu Anda untuk membentuk massa otot ketika Anda tidur.

Jika tujuan Anda setiap hari ke tempat fitnes adalah membentuk otot, maka sudah pasti Anda mengetahui harus mendapat asupan protein yang cukup dan sering. Anda juga pasti sudah mengetahui harus mendapatkan tidur yang cukup, sekitar 7 – 9 jam setiap harinya agar otot dapat berkembang dengan baik. Karena pada saat tidur, kadar hormon pertumbuhan Anda atau yang disebut dengan growth hormone (GH) memuncak. Tetapi pada saat Anda tidur, ada jeda yang cukup lama ketika tubuh tidak mendapat asupan protein yang cukup. Apakah Anda bisa tidak makan 7 – 9 jam di pagi hari setelah latihan berat? Tentu tidak kecuali Anda ingin badan terlihat seperti pelari maraton daripada binaragawan.





Ketika tubuh tidak mendapatkan makanan apapun selama Anda tidur, tubuh akan memasuki fase kelaparan. Oleh karena itu, tubuh menjadi terpacu untuk mengambil asam amino dari protein otot Anda untuk diubah menjadi glukosa yang akan digunakan sebagai sumber energi organ-organ penting lainnya. Walaupun ada atlit yang makan di tengah malam untuk mencegah hal ini. Ada cara yang lebih mudah untuk mengatasinya hal ini. Konsumsilah beberapa suplemen di bawah ini untuk mencegah penyusutan otot dan memacu pertumbuhan otot ketika Anda tidur.

* · Protein Kasein
* · Flaxseed Oil
* · Arginine
* · Glutamine
* · ZMA

Thursday, September 30, 2010

AGAR LUKA CEPAT SEMBUH, GUNAKAN CHITOSAN CANGKANG KEPITING


Cangkang kepiting dan udang yang diproses menjadi chitosan, dapat dimanfaatkan untuk mempercepat penyembuhan luka secara efektif, kata peneliti dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Aditiya Pramudya. "Cangkang tersebut melalui proses deprotenisasi diolah menjadi kitin hingga akhirnya menjadi chitosan, yang ternyata efektif mempercepat proses epitelisasi, kolagenisasi, menghentikan perdarahan, dan mencegah infeksi," katanya, di Yogyakarta, Jumat.


Menurut dia, salep yang mengandung chitosan mampu menyembuhkan luka dengan waktu lebih cepat dibandingkan dengan salep tanpa chitosan. Salep chitosan juga menghasilkan penyembuhan yang kuat karena mampu menebalkan kolagen, sehingga kulit tidak mudah iritasi kembali. "Penggunaan salep chitosan menghasilkan jumlah fibroblas paling sedikit. Hal itu menunjukkan chitosan telah menghasilkan penyembuhan sempurna karena semakin sempurna penyembuhan suatu luka, semakin sedikit jumlah fibroblasnya, sehingga luka tidak berbekas," katanya.


Ia mengatakan, dipilihnya chitosan karena Indonesia sebagai negara maritim memiliki hasil laut, termasuk kepiting dan udang yang melimpah. Saat ini banyak warga yang hanya memanfaatkan daging kepiting dan udang, tetapi membuang cangkangnya. Akibatnya, menurut dia, cangkang hanya menjadi limbah dan tidak terpakai. Limbah itu dapat dimanfaatkan untuk membuat salep dari chitosan. "Sebagai salep, chitosan juga tidak berbahaya ketika tertelan atau tercampur dalam makanan. Salep itu juga tidak berbau amis karena telah melalui proses demineralisasi," katanya.


Ia mengatakan, prevalensi masyarakat untuk menderita luka terbuka sangat tinggi. Namun, dalam pengobatannya sebagian besar dari mereka menggunakan antiseptik yang membutuhkan waktu lama dan belum sempurna. "Untuk itu, penelitian tersebut berupaya mengembangkan salep yang mampu menyembuhkan luka dengan waktu lebih cepat dan efektif," katanya.


Menurut dia, penyembuhan luka merupakan proses usaha untuk memperbaiki kerusakan jaringan. Orang berharap mencapai penyembuhan luka secara cepat, berfungsi optimal, dan hasil bagus. "Luka yang diderita orang pada umumnya disebabkan adanya trauma benda tumpul atau tajam, sengatan listrik, ledakan, dan gigitan hewan," katanya.


Monday, August 30, 2010

OMEGA- 3 TIDAK BANYAK MEMBANTU PASIEN JANTUNG

Memakan lebih banyak makanan kesehatan jantung Omega-3 tidak memberikan manfaat tambahan terhadap korban serangan jantung yang sudah mendapatkan perawatan yang baik.

Para peneliti di Belanda melaporkan, setelah hampir 3 1/2 tahun, tidak ada perbedaan dalam kematian, serangan jantung dan masalah jantung lainnya, antara mereka yang memakan mentega dengan menambahkan asam Omega-3 dibandingkan mereka yang tidak memakannya.

Hasil penelitian ini tidak berarti bahwa mendapatkan lebih banyak nutrisi esensial tidak memiliki nilai plus. Beberapa studi telah menawarkan bukti bahwa sebagian besar dari minyak ikan bisa mengurangi penyakit jantung.

Tapi bagi pasien jantung yang dirawat dengan hati-hati "menambahkan sedikit asam Omega-3 tampaknya tidak membuat perbedaan," kata Alice Lichtenstein, profesor nutrisi dari Tufts University, yang tidak terlibat dalam penelitian.

Omega-3 diperkirakan membantu mengurangi risiko denyut jantung yang abnormal, memperlambat pertumbuhan plak yang dapat menyumbat pembuluh darah, dan lemak berbahaya yang lebih rendah disebut trigliserida.

Dalam beberapa tahun terakhir, Omega-3 telah ditambahkan ke beberapa makanan seperti mentega dan telur, atau label makanan khusus mengandung Omega-3 seperti ikan tuna. "Sekarang mereka muncul di tempat yang tak terduga," kata Lichtenstein.

Dua jenis Omega-3 berasal dari ikan liar berminyak seperti salmon, makarel dan tuna. Jenis ketiga berasal dari tanaman; termasuk kenari, biji rami, kedelai, dan minyak canola.

"Ini merekomendasikan orang makan satu atau dua porsi ikan per minggu," kata pemimpin studi tersebut, Daan Kromhout dari Wageningen University di Belanda.

"Hasil percobaan ini tidak mengubah itu," katanya yang mencatat bahwa tidak ada efek samping berbahaya. "Ini masih merupakan hal yang baik untuk makan ikan sekali atau dua kali seminggu."

Peserta penelitian itu adalah orang-orang yang mengambil obat terbaik untuk mencegah gangguan jantung di masa depan, dan bisa menambahkan dosis-rendah dari Omega-3 yang tidak menawarkan perlindungan ekstra, kata para peneliti.

Para relawan juga lebih tua dan memasuki tahun studi setelah serangan jantung mereka. Berbeda dengan pasien jantung dalam penelitian sebelumnya yang melakukan manfaat dengan mengambil pil minyak ikan.

Temuan itu disajikan di pertemuan Masyarakat Kardiologi Eropa di Stockholm dan diterbitkan secara online oleh New England Journal of Medicine.

Untuk penelitian ini, Kromhout dan rekan-rekannya merekrut 4.837 korban serangan jantung di Belanda yang berusia antara 6-80 tahun. Mereka secara acak memakan salah satu dari empat jenis mentega-mentega biasa atau yang dengan tambahan Omega-3 yang berasal dari ikan, tanaman, atau keduanya.

Kromhout mengatakan mereka menggunakan mentega karena lebih mudah daripada minyak ikan suplemen untuk membuat semua versi tampilan dan rasa identik. "Rata-rata, pasien menyantap sekitar empat sendok teh (18,8 gram) mentega tiap hari, yang diletakkan pada roti saat makan," kata Kromhout.

Selama 3 1/2 tahun mereka diobservasi, 671 pasien atau 14% memiliki masalah jantunng. Tidak ada perbedaan antara sejumlah kelompok yang tidak peduli dengan mentega yang mereka makan.

Dr Stephen Kopecky, seorang ahli jantung di Mayo Clinic di Rochester, Minn, mengatakan mungkin masalah terlalu sedikit, terlalu terlambat, dosis kecil dan pasien terdaftar bertahun-tahun setelah serangan jantung awal mereka rata-rata empat tahun.

"Jika Anda menunggu terlalu lama, kadang-kadang Anda kehilangan hal yang menguntungkan mereka," katanya. Ia mengatakan pasien jantungnya mengambil 1.000 miligram minyak ikan setiap hari. "Manfaat yang berpotensi sangat besar, bahwa kita cenderung menempatkan pasien di atasnya cukup sering," katanya.

Sejak hasil penelitian terhadap para korban serangan jantung di Belanda, Lichtenstein mengatakan, masih tidak diketahui apakah Omega-3 dapat melindungi pasien terhadap serangan jantung pertama atau membantu pasien yang tidak mendapatkan perawatan yang baik.

Penelitian ini didanai oleh Yayasan Jantung Belanda dan Lembaga Kesehatan Amerika Serikat. Unilever menyediakan mentega yang diperkaya omega-3

Friday, August 6, 2010

MENCEGAH KUTIL KELAMIN DENGAN VAKSIN HPV


Vaksin human papillomavirus (HPV) ternyata tidak hanya mencegah infeksi penyakit menular seksual seperti kanker serviks, tapi juga mencegah timbulnya kutil kelamin dan gangguan pertumbuhan serviks.

Ada lebih dari 100 tipe HPV, tetapi hanya belasan yang menimbulkan kanker. Sisanya merupakan HPV yang kurang berbahaya penyebab kutil di alat kelamin serta papillomatos atau tumor di saluran pernapasan.

Setiap tahunnya virus HPV menyebabkan 500.000 kasus kanker serviks pada wanita di seluruh dunia. Sementara itu kutil di area vagina dan pertumbuhan serviks skala rendah setiap tahunnya diderita oleh lebih dari 30 juta orang secara global.

Studi terkini mengenai vaksin HPV dilakukan secara acak terhadap 17.622 perempuan di 24 negara. Para partisipan yang berusia 16-26 tahun itu mendapatkan vaksin atau plasebo selama enam bulan.

Joakim Dillner, peneliti dari Swedia dan timnya menemukan bahwa vaksin HPV juga memberi perlindungan yang signifikan terhadap munculnya kutil dan tumor. "Vaksin ini memberi perlindungan yang berkelanjutan hingga empat tahun melawan berbagai tipe kutil," katanya.

Sebelumnya berbagai penelitian telah menunjukkan vaksin HPV aman dan bisa ditoleransi tubuh. Vaksin HPV saat ini baru ditujukan untuk wanita dan telah terbukti mampu mengurangi penyebab kematian terbesar pada perempuan.


kompas.com

Tuesday, June 29, 2010

TERAPI UNTUK ANAK PENYANDANG AUTIS


Dalam perkembangannya, terapi autisme kian maju dan inovatif. Sebut saja terapi akustik, dolphin Theraphy atau terapi lain. Namun, yang terpenting, perhatian dan bantuan untuk mengarahkan anak autistik menjadi obat paling mujarab hingga saat ini.

Dokter spesialis anak, Hardiono D Pusponegoro berpendapat tidak semua anak yang telah menjalani terapi dapat langsung terjun ke kehidupan normal. "Ada juga anak autis yang setelah terapi dapat langsung di sekolah negeri. Tetapi, ada juga yang membutuhkan sekolah berkebutuhan khusus, sekolah peralihan, dan sekolah inklusi," ujarnya saat berbicara dalam sebuah acara di Jakarta.

Namun, dia menuturkan, gabungan antara terapi dan edukasi yang tepat membuat anak berkebutuhan khusus mampu tumbuh dan belajar sesuai dengan kemampuan dan keadaan mereka. "Makin lama saya bekerja dengan pasien autisma, makin yakin bahwa sebagian besar pasien tidak memerlukan obat melainkan terapi dan edukasi yang tepat," imbuhnya.

Ia menyayangkan posisi sekolah berkebutuhan khusus tak lebih sebagai rumah penitipan anak bukan mengutamakan pendidikan yang tepat bagi anak-anak autisma. Sistem pendidikan khusus seharusnya dibentuk bagi anak berkebutuhan khusus yang lengkap dengan terapi, medis, dan edukasi memberikan perubahan terhadap perkembangan mereka.

"Masalahnya, di Indonesia sendiri, sekolah insklusi untuk gangguan prilaku seperti halnya autisma masih sulit untuk ditemukan,l kata dia.

Sementara itu, pakar Pendidikan asal Singapura, Prof. Eric Lim berpendapat intervensi sejak dini terhadap anak berkebutuhan khusus mutlak diperlukan. Intervensi tersebut diberikan dalam bentuk terapi dan pendidikan yang efektif seperti membangun kognisi, latihan, bahasa, sentuhan, dan pijat hingga terapi musik dan instrumen sesuai dengan tingkatan usia dan kemampuan.


"Program pendidikan benar-benar mengakomodasi anak dengan kebutuhan khusus yang tidak bisa mengikuti kehidupan normalnya. Disamping itu, pendidikan juga memiliki evaluasi dalam waktu tertentu untuk melihat kemajuan anak," kata dia.

Sekolah Khusus

Minimnya pendidikan yang mengakomodasi anak-anak berkebutuhan khusus mengilhami Klinik 'Anakku dan lembaga pendidikan khusus 'kits4kids' mengembangkan terapi-edukasi bagi anak-anak berkebutuhan spesial itu.

Di sekolah yang diberinama 'Anakku Kits4kits", anak diberikan terapi dan pendidikan yang efektif seperti membangun komunikasi, kognisi, latihan, bahasa, sentuhan dan pijat sesuai dengan tingkatan usia dan kemampuan.

Adapaun program yang ditawarkan antara lain, 'Early Intervention program for Infant and Childreen (EIPIC)', sebuah program khusus anak berusia 2-6 tahun dan program junior, untuk anak usia 7-12 tahun serta program care, untuk anak usia 10-18 tahun.

Rencananya, sekolah segera dibuka awal Juli 2010 di Cibubur, Depok dan Pulo Mas, Jakarta Timur yang mampu menampung 40 dan 100 anak berkebutuhan khusus.


REPUBLIKA.CO.id

Monday, June 28, 2010

MENGUSIR BATU GINJAL DENGAN 7 BAHAN ALAMI


PEMBENTUKAN batu dalam ginjal atau saluran kencing merupakan gangguan yang umum terjadi. Batu ini terbentuk dari zat kimia yang terdapat dalam air seni, seperti asam urat, fosfor, kalsium dan asam oksalat. Batu terbentuk dan membesar karena konsentrasi substansi tertentu dalam air seni sudah melebihi daya larutnya.

Sekitar 90 persen batu mengandung kalsium sebagai komponen utama. Lebih 50 persen dari jumlah ini merupakan campuran kalsium, amonium dan magneisum, fosfat dan karbonat.

Gejala
Rasa sakit parah batu ginjal biasanya disebabkan batu bergerak melewati saluran kencing ke kandung kemih. Rasa sakit pertama-tama akan terasa di bagian sisi, dan selanjutnya di dalam selangkangan dan paha.

Gejala lain batu ginjal adalah sering-sering ingin buang air seni, sakit saat kencing, jumlah air seni hanya sedikit, mual, muntah, berkeringat dan panas dingin. Selain itu, pasien juga bisa mengeluarkan darah saat buang air seni.

Cara mengatasi
Kidney bean (seperti kacang merah)
Kacang ini dinyatakan sangat efektif dalam mengatasi gangguan ginjal, termasuk batu ginjal. Caranya, lepaskan kacang dari kulit, kemudian iris kulit kacang hingga sekitar 60 gram. Selanjutnya, masukkan ke dalam empat liter air panas, rebuslah dengan api kecil selama enam jam. Cairan ini sebaiknya disaring dengan kain kasa halus dan didinginkan selama delapan jam.

Selanjutnya, cairan kembali disaring dengan kain kasa halus tanpa menggoyang kain. Setelah disaring, minumlah satu gelas cairan tersebut setiap dua jam sekali sepanjang hari. Teruskan selama beberapa kali seminggu. Cairan ini tidak berfungsi jika sudah lebih dari 24 jam.

Kemangi
Kemangi mempunyai efek menguatkan ginjal. Dalam kasus batu ginjal, cobalah mengonsumsi satu sendok teh jus kemangi dan satu sendok teh madu. Konsumsi setiap hari selama enam bulan. Cara ini dinyatakan bisa mengeluarkan batu dari saluran kencing.

Apel
Apel juga berperan dalam mengatasi batu ginjal. Di negara-negara yang menggunakan sari apel alami tanpa pemanis sebagai minuman sehari-hari, kasus batu ginjal hampir tidak ada. Akan tetapi, buah apel segar dinyatakan lebih bermanfaat.

Anggur
Anggur bermanfaat sebagai diuretik karena kaya air dan garam kalium. Selain itu, buah satu ini juga mempunyai kandungan albumin dan sodium klorida rendah, sehingga cocok untuk mengatasi batu ginjal.

Buah delima
Biji buah delima dinyatakan bagus untuk mengatasi batu ginjal. Cobalah mengonsumsi satu sendok makan biji buah delima setelah dihaluskan hingga menjadi bentuk pasta.

Semangka
Semangka merupakan buah paling kaya air dibandingkan dengan buah lainnya. Selain itu, buah ini juga kaya garam kalsium. Buah ini merupakan salah satu diuretik teraman dan paling baik yang bisa digunakan untuk mengatasi batu ginjal.

Vitamin B6
Penelitian, seperti dikutip situs home-remedies-for-you.com, menunjukkan kesuksesan vitamin B6 dalam mengatasi batu ginjal. Cobalah mengonsumsi 100 hingga 150 mg vitamin B6 per hari. Ada baiknya dipadukan dengan vitamin B kompleks lainnya. Konsumsi selama beberapa bulan untuk mendaatkan hasil permanen. Akan tetapi, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan dosis yang paling tepat untuk Anda. (IK/OL-08)


mediaindonesia.com

Wednesday, June 16, 2010

Obat Darah Tinggi Diduga Dapat Tingkatkan Risiko Kanker

Satu jenis obat tekanan darah tinggi yang digunakan secara luas mungkin sedikit meningkatkan resiko kanker, kata beberapa peneliti Amerika Serikat (AS), yang menyeru pembuat kebijakan negeri itu agar memberi perhatian lebih besar.

Mereka mengatakan, analisis terhadap data yang tersedia mengenai obat-obatan di kelas tersebut, yang dikenal sebagai angiotensin-receptor blockers, memperlihatkan pasien menghadapi kemungkinan 1,2 persen lebih besar untuk didiagnosis terserang kanker baru selama empat tahun dibandingkan dengan orang lain yang tak menggunakan obat itu.

Kebanyakan pasien dalam uji-coba tersebut --86 persen-- menggunakan telmisartan yang dijual dengan nama Micardis, buatan pabrik Boehringer Ingelheim. Penjualan tahnan obat itu menghasilkan lebih dari 1,5 miliar dolar AS, kata wartawan Reuters, Julie Steenhuysen.

"Peningkatan resiko kemunculan kanker baru tidak besar, tapi penting," tulis Dr. Ilke Sipahi dan rekannya dari Case Western Reserve University di Cleveland di jurnal Lancet Oncology, yang dibahas Reuters-Health.

Tidak terdapat cukup data dalam berbagai studi untuk menyatakan apakah obat individual di kelas itu menaikkan risiko atau apakah itu adalah apa yang disebut dampak kelas yang dimiliki oleh semua obat semacam itu.

Sekalipun begitu, Dr. Steven Nissen, ahli kardiologi di Cleveland Clinic, mengatakan dalam satu komentar bahwa temuan tersebut "mengganggu dan provokatif, karena mencuatkan pertanyaan mengenai keamanan obat penting bagi praktisi dan masyarakat pembuat peraturan".

Ia mengatakan, pembuat peraturan perlu lebih meneliti risiko kanker dalam penggunaan ARB dan para dokter mesti lebih berhati-hati dalam memberi resep buat ARB, dan terutama Micardis.

Sementara itu, perusahaan Boehringer Ingerlheim membela keselamatan obatnya, dan mengatakan dalam satu pernyataan "analisis data keselamatan internalnya sendiri mengenai data awal bertolak-belakang dengan kesimpulan" tentang peningkatan risiko kanker tersebut.

Nissen melakukan analisis serupa yang meningkatkan kekhawatiran mengenai resiko sakit jantung dari obat diabetes GlaxoSmithKline, Avandia.

Saat ini, tak ada keprihatinan keselamatan besar yang berkaitan dengan penggunaan antiotensin-receptor blockers atau ARB, yang bekerja dengan menghalangi reseptor angiotensin II, hormon yang meningkatkan tekanan darah tinggi.

Namun satu studi 2003 pada pasien yang menderita gagal jantung memang menemukan bahwa obat Atacand, atau candesartan, yang dibuat oleh perusahaan Inggris-Swedia AstraZaneca, secara mencolok meningkatkan risiko kanker fatal dibandingkan dengan pil imitasi.

Data tersedia

Sipahi dan rekannya melakukan apa yang disebut meta-analisis, yaitu mengumpulkan semua data yang tersedia secara terbuka dari percobaan acak mengenai ARB yang disiarkan sebelum November 2009.

Obat lain di dalam kelas itu meliputi Cozaar keluaran Merck & Co`s, yang dijual secara generik dengan nama losartan; Diovan atau Valsartan buatan perusahaan obat Swiss, Novartis; irbesartan, yang dipasarkan secara bersama oleh Sanofi-Aventi dan Bristol-Myers Squibb dengan nama Avapro; Benicar atau olmesartan buatan Daiichi Sankyo; dan Teveten atau eprosartan produksi Solvay Pharmaceuticals.

Secara keseluruhan, mereka mendapati bahwa pasien yang menggunakan obat tersebut memiliki resiko 7,2 persen didiagnosis terserang kanker baru, dibandingkan dengan resiko 6 persen pada pasien di kelompok pemantau.

Ketika mereka meneliti beberapa jenis kanker, hanya kanker paru-paru yang mencolok, dan 0,9 persen pasien yang menggunakan obat tekanan darah tinggi mengembangkan kanker baru paru-paru dibandingkan dengan 0,7 persen pada pasien di kelompok pemantau.

Obat itu kelihatannya tak meningkatkan resiko kematian akibat kanker, tapi tim tersebut mengatakan kanker dapat berkembang secara lamban dan kematian akibat kanker mungkin tak terlihat dalam studi yang relatif singkat.

Hanya tiga dari tujuh obat yang disetujui FDA --telmisartan, losartan, dan candesartan-- dikaji, dan tidak jelas pengaruh apa yang mungkin dimiliki obat lain di kelas tersebut pada kanker.

Namun, mereka mengatakan bahwa mengingat betapa luas obat itu digunakan, penelitian lebih lanjut patut dilakukan mengenai resikonya.

Boehringer Ingelheim menyatakan analisisnya sendiri mengenai data dari tiga percobaan besar tak memperlihatkan peningkatan resiko kanker yang berkaitan dengan Micardis.

Tetapi, pada satu studi, yang disebut ONTARGET, ada sedikit peningkatan risiko dalam satu kelompok pengobatan ketika obat tersebut dilakukan bersama dengan obat tekanan darah tinggi yang umum digunakan dan dikenal dengan nama ACE-inhibitors, seperti ramipril.

Perusahaan itu menyatakan merek produk tersebut tak menyarankan obat itu digunakan dengan dicampur dengan ACE-inhibitors.

Nissen mengatakn studi tersebut dibatasi oleh kenyataan bahwa percobaan itu tak dirancang untuk menelitik risiko kanker.

Namun ia mengatakan obat tersebut seringkali diresepkan karena pemasarannya yang agresif, dan pasien mungkin mengeluarkan biaya yang sama dengan menggunakan ACE-inhibitors, yang berharga murah.

Beberapa ahli lain menegaskan pasien perlu terus menggunakan obat tekanan darah tinggi mereka.

"Pada saat ini, tak ada cukup bukti untuk membuat kesimpulan tegas mengenai bagaimana obat tekanan darah tinggi mungkin mempengaruhi resiko kanker dan ini akan memerlukan penelitian lebih lanjut," kata Martin Ledwick, pemimpin perawat penerangan di Cancer Research UK, dalam satu pernyataan.

Sunday, June 13, 2010

PAGI HARI WAKTU TERBAIK UNTUK PEMERIKSAAN KOLONOSKOPI

Pagi hari sebelum beraktivitas merupakan waktu yang paling ideal untuk melakukan pemeriksaan kolonoskopi atau pemeriksaan untuk mendeteksi bahaya kanker usus besar.

Menurut studi terbaru, 20 persen polip atau tumor terdeteksi dengan baik saat kolonoskopi dilakukan di pagi hari, dibandingkan dengan di siang atau sore hari. "Makin siang, makin sedikit polip yang ditemukan," kata Dr.Brennan M.R.Spiegel, asisten profesor kedokteran dari University of California.

Dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal Clinical Gastroenterology and Hepatology ini, Spiegel menilai hasil kolonoskopi 477 pasien di West Los Angeles Veterans Medical Center pada tahun 2006 dan 2007. Prosedur kolonoskopi dilakukan pada jam 7.45 dan 1.00 siang.

Hasilnya, 29,3 persen prosedur yang dilakukan di pagi hari mampu mendeteksi minimal satu polip, bandingkan dengan 25,3 persen yang dilakukan di sore hari. "Memang dampaknya kecil, tapi sangat terukur dan penting," katanya.

Dengan menggunakan alat kolonoskop, seorang dokter ahli dapat memeriksa seluruh seluruh dinding usus besar dengan teliti untuk mendeteksi adanya tumor ataupun polip yang bila dibiarkan dengan berjalannya waktu bisa berubah menjadi tumor ganas (kanker). Di negara maju, pemeriksaan ini dianjurkan untuk pasien berusia di atas 40 tahun.


Sumber : Kompas

Wednesday, June 2, 2010

YANG HARUS DILAKUKAN APABILA TERKENA CACAR AIR


1. Gak usah panik. Yang harus di hindari adalah jangan berada di luar / outdoor karena bisa memperbanyak / menyebar bintil – bintilnya akibat pengaruh angin. Hindari air, apalagi mandi. Cukup di lap saja kalaupun merasa risih belum mandi, karena bisa memperbanyak / menyebar bintil – bintilnya.


2. Jangan digaruk apabila terasa gatal. Selain perih apabila pecah, bekas nya akan menghitam dan membekas selamanya, kecuali operasi plastik.

3. Untuk pengobatan luar, pakai salep Acyclovir. Salep ini mencegah virus menyebar. Oleskan disetiap bintil – bintil nya. kalau nggak salah sih 5x sehari. Acyclovir salep bisa dengan mudah didapatkan di apotek – apotek terdekat kesayangan anda.

4. Untuk pengobatan dari dalam, minum Acyclovir yang tablet. Ada 2 jenis dosis yang dijual di apotek. Yaitu yang dosis 400mg dan 200mg. kalau anda mengalami cacar air yang pertama kali, gunaan yang dosis 200mg, sekitar 3-4x minum sehari. Acyclovir tablet bisa dengan mudah didapatkan di apotek – apotek terdekat kesayangan anda. Sekalian beli Paracetamol untuk mengatasi demam / menggigilnya badan, yang biasanya terjadi petang menjelag petang.

5. Makan makanan yang bergizi yang banyak, air putih dan istirahat yang cukup.


Semoga berguna.

Monday, May 24, 2010

PENGOBATAN TERBARU TERHADAP JANTUNG KORONER

Benar-benar informasi pengobatan jantung koroner terbaru dan terkini. Selama ini orang hanya tahu pengobatan untuk jantung koroner adalah dengan cara operasi by-pass, menggunakan stent (cincin kawat) dan balon. Tapi kini ada alternatif lain yaitu dengan melakukan balon yang di dalamnya ada obat (drug eluted baloon/DEB).

Pada intinya semua pengobatan yang ada untuk jantung koroner berfungsi untuk memperlebar jalur arteri (pembuluh darah) sehingga aliran darah bisa kembali lancar. Dengan metode DEB, maka pembuluh darah bisa melebar kembali dengan bantuan balon dan obat (paclitaxel) yang terkandung di dalamnya, obat ini akan terserap dengan cepat dan mencegah timbulnya kerak baru.

"Angka kekambuhan jika menggunakan balon saja sebesar 30 sampai 50 persen, dengan menggunakan stent sebesar 15 sampai 20 persen sedangkan jika menggunakan DEB maka angka kekambuhannya hanya 1 digit sekitar 5 persen saja ," kata Prof. Dr. dr Teguh Santoso, SpPD, KKV, SpJP, FIHA, FACC, FESC dalam acara seminar pengobatan penyakit jantung koroner dengan teknik 'Sequent Please', di RS Medistra, Jakarta.

Jika menggunakan DEB, balon yang dimasukkan dengan menggunakan kateter akan mengembang selama 30 detik di daerah pembuluh darah yang menyempit lalu obat yang ada di dalamnya akan meresap ke pembuluh darah. Dalam waktu 10 detik obat akan terdistribusi di pembuluh darah. Teknik ini tidak menimbulkan efek samping ataupun peradangan dan obat pengencer darah yang harus dikonsumsi pasien hanya 3 bulan saja.

"Jika menggunakan stent, waktu rilisnya lama dan dosis obat yang digunakan sedikit. Sedangkan dengan DEB waktu yang butuhkan lebih cepat dan dosis obatnya bisa lebih besar," ujar Martin Unverdorben, Medical Doctor dan Corporate Vice President Scientific Affairs BBraun.

Teguh mengungkapkan di Asia kasus yang banyak terjadi adalah adanya penyumbatan pembuluh darah kecil dan untuk mengatasinya paling efektif jika menggunakan teknik DEB. Karena stent terkecil berukuran 2,25 mm saja dan tidak bisa menjangkau semua daerah pembuluh darah seperti percabangan atau daerah pembuluh darah yang panjang.

Selain itu jika menggunakan stent tidak semua bagian terpapar obat, seperti pada celah-celah stent tidak terdapat obat sehingga memungkinkan timbulnya kerak kembali. Sedangkan pada DEB distribusi obat merata dan tidak meninggalkan apapun di dalam pembuluh darah sehingga mencegah terjadinya trombosis (pembekuan darah).

"Biasanya jika setelah 6 bulan semua berjalan dengan baik dan tidak ada masalah, maka seterusnya juga akan tetap baik," ujar dokter yang mendapat gelar Doktor dan Profesor dari FKUI ini.

Pengobatan untuk penyakit jantung koroner bersifat 'spot treatment', artinya semua pasien yang telah mendapatkan pengobatan harus melakukan perubahan gaya hidup atau perilakunya agar tidak terjadi penyempitan kembali di tempat lain. Salah satunya adalah dengan berhenti merokok, karena penderita jantung koroner di bawah usia 40 tahun hampir semuanya adalah perokok.

SEHATKAN USUS BESAR DENGAN PSYLLIUM

SETIAP 100 gram psyllium mengandung 71 gram serat larut sementara oat dalam jumlah yang sama hanya mengandung 5 gram serat larut. Serat merupakan unsur penting bagi kesehaan. Serat membantu memperlancar pembuangan dan menjaga kebersihan dan kesehatan kolon. Kolon yang sehat merupakan salah satu kunci pertahaan melawan serangan patogen yang masuk ke dalam tubuh.

Psyllium biasanya diolah dengan cara dikeringkan, dihaluskan dan dijual dalam bentuk tepung, kapsul atau tablet kunyah.

Cara kerja psyllium. Saat dicampur dengan air, sekam berserat dari biji psyllium akan membentuk gumpalan menyerupai gel yang menyerap kelebihan cairan dari usus halus dan menghasilkan tinja yang lebih besar dan halus. Cara ini bisa membantu mengatasi konstipasi karena membuat tinja bergerak lebih cepat. Anda bisa mengatasi masalah konstipasi dengan mengonsumsi 7.5 gram sekam psyllium, 1 atau 2 kali sehari. Anda bisa mengonsumsi dengan susu, jus atau air.

Manfaat sehat lainnya:

Serat psyllium menurunkan kadar kolesterol darah secara aman dan efektif. Perpaduan sereal yang diperkaya dengan psyllium dengan sereal whole-oat merupakan cara lain yang lebih efektif lagi. Serat larut dalam psyllium akan mengurangi penyerapan kolesterol darah dan asam empedu dari usus halus sehingga bisa menurunkan kadar kolesterol darah. Perpaduan diet rendah lemak, rendah lemak-lemak jenuh dan kolesterol ditambah psyllium bisa mengurangi kadar kolesterol total hingga 4 persen dan kadar kolesterol jahat LDL hingga 7 persen.

Psyllium bantu mencegah batu empedu. Batu empedu merupakan substansi seperti kerikil yang terbentuk di kantung empedu. Air empedu merupakan cairan yang membantu tubuh mencerna lemak. Saat air empedu mengandung terlalu banyak kolesterol atau material lainnya, maka komponen tersebut bisa mengeras menjadi batu empedu. Batu empedu ini selanjutnya akan menghambat aliran normal air empedu dari kantung empedu, sehingga memicu rasa sakit.

Psyllium membantu menormalkan fungsi usus dari berbagai gangguan, termasuk konstipasi, diverticulosis, wasir, dan sindrom iritasi usus. Meskipun tidak bisa menyembuhkan wasir sepenuhnya, serat psyllium membantu mengurangi iritasi dengan memperlancar aliran tinja di area yang sensitif. Begitu memasuki kolon, psyllium akan menghasilkan gumpalan menyerupai spons yang bekerja menyerap racun. Gumpalan psyllium menyerap kelebihan air dan mengembang, saat pecah maka akan menyerap sisa racun yang terperangkap di celah dalam usus. Gumpalan serat ini selanjutnya menstimulasi kontraksi yang perlu untuk gerakan usus dan mengeluarkan sampah.

Psyllium efektif mengatasi diare karena mampu menyerap cairan berlebih dari tinja yang encer. Serat psyllium membantu menurunkan berat badan. Dengan menyerap air, serat psyllium mengisi perut, membuat Anda merasa kenyang. Selain itu, psyllium juga menunda pengosongan makanan dari lambung, sehingga membuat Anda kenyang lebih lama.

Psyllium membantu menstabilkan kadar glukosa dalam darah, sehingga bisa mengontrol keranjingan makan. Hasil studi, seperti dikutip situs womenfitness, menunjukkan bahwa pengidap diabetes yang mengonsumsi 2 takar psyllium sebelum makan mengalami pengurangan kadar glukosa darah yang signifikan. Partisipan yang menerima psyllium bisa mempertahankan kadar glukosa darah dari 11 persen hingga 19 persen lebih rendah dibandingkan partisipan yang menerima placebo (tidak mengandung psyllium). Studi yang sama menemukan, partisipan yang menerima psyllium memiliki kadar kolesterol 9 persen hingga 13 persen lebih rendah dibandingkan mereka yng tidak.

Saat digunakan sebagai suplemen, psyllium juga bermanfaat bagi pasien penderita kolitis ulseratif.

Para peneliti masih mencari tahu manfaat lain dari serat. Sebuah studi menemukan bahwa serat bisa mengurangi risiko kanker payudara hingga 52 persen.