Showing posts with label Rahasia Pria. Show all posts
Showing posts with label Rahasia Pria. Show all posts

Wednesday, February 23, 2011

6 Hal Tentang Pria yang Disembunyikan dari Wanita

Beberapa pria tidak akan jujur atau terbuka sepenuhnya kepada kekasihnya. Ada beberapa hal yang menurut pria tidak perlu wanita tahu.

Contohnya saja, pria enggan bercerita ada wanita cantik dan seksi di kantor yang menarik perhatiannya, atau saat si dia menangis berhari-hari karena ditinggal mantan kekasih.

Apa saja hal-hal lain yang pria tidak ingin diketahui kekasihnya? Cari tahu jawabannya, seperti yang dikutip dari ivillage:

1. Jumlah Mantan Kekasih
Pria biasanya enggan membicarakan mantan kekasihnya, termasuk juga berapa kali dia sudah menjalin hubungan dengan pasangan-pasangan terdahulunya. Jika Anda menanyakannya, bisa jadi si dia tidak akan menjawab karena menurut mereka masa lalu tidak terlalu penting untuk dibahas kembali. Ada juga ketakutan pada pria jika dia memiliki banyak mantan kekasih, dia akan dicap 'player' oleh kekasih barunya.

2. Jumlah Penghasilan
Mengenai yang satu ini, pria bisa sangat sensitif. Jadi jangan sekali-kali Anda menanyakan berapa gaji yang diterimanya per bulan, kecuali Anda dan si dia telah menikah. Pria akan menutup rapat-rapat berapa penghasilannya dalam sebulan atau setahun. Menurutnya, Anda tidak perlu tahu itu karena pria biasanya gengsi jika ia berpenghasilan lebih kecil dari wanitanya.

3. Kelemahan
Pria cenderung menyembunyikan sisi lemahnya pada wanita, karena stereotipe tidak resmi yang 'mewajibkan' pria harus lebih kuat daripada wanita. Jarang sekali ditemukan pria yang menangis di depan umum karena film drama, diputuskan kekasihnya. Pria juga cenderung menutupi ketakutannya terhadap sesuatu atau saat dia tidak percaya diri.

4. Benda Kenangan dari Sang Mantan
Beberapa pria mungkin masih menyimpan foto atau barang-barang kenangan bersama mantan kekasinya. Tapi jangan harap si dia akan memperlihatkannya pada Anda. Dengan alasan menghargai dan tidak mau kekasih barunya cemburu, pria lebih suka menyimpan rahasia itu dari Anda.

5. Kejadian Memalukan
Setiap orang pasti pernah mengalami kejadian memalukan. Seperti buang gas di tempat umum, terjatuh saat menaiki eskalator atau celana bagian tengah yang sobek saat sedang membungkuk. Pria tak akan menceritakan kejadian-kejadian tersebut kepada Anda. Jika kekasihnya tahu, pria takut akan ditertawakan dan dijadikan sebagai lelucon.

6. Pernah Selingkuh
Tentu saja, tak ada orang yang mau dikhianati. Mengaku berselingkuh bisa berakibat kekasih memutuskan tali cintanya. Pria lebih baik menyimpan baik-baik rahasia selingkuhnya demi mempertahankan hubungan.

Sumber : wolipop

Thursday, January 20, 2011

10 Kebohongan Tersering Diucapkan Pria

Sebuah riset di Inggris mengungkapkan bahwa pria ternyata lebih sering berbohong daripada wanita.
Studi yang dilangsungkan oleh London's Science Museum menemukan bahwa rata-rata pria mengucap 1.092 kebohongan setiap tahun atau sekitar tiga kali per hari. Sementara wanita umumnya berbohong sekitar 728 kali per tahun atau sekitar dua kali sehari.

Di negara asal studi ini dilangsungkan, pria berbohong mengenai kebiasaan tak sehat mereka, sementara wanita berbohong tentang keadaannya dengan kalimat "Aku nggak kenapa-kenapa, kok" atau "Aku baik-baik aja." Padahal, kenyataannya kebalikannya.

Menurut salah seorang dari tim peneliti itu, Katie Maggs, berbohong merupakan bagian dari interaksi sosial kita. "Berbohong menjadi hal yang tak terhindarkan dalam keseharian manusia dan bisa jadi merupakan bagian yang penting dalam interaksi sosial kita," ia menjelaskan.

Namun, belum diketahui apakah kebiasaan berbohong itu merupakan hasil dari gen, evolusi, atau cara kita dibesarkan. Dari sekitar 3.000 relawan diketahui, kita paling sering berbohong kepada ibu kita. Sebanyak 25 persen pria dan 20 persen wanita mengakui hal ini. Mengenai kebohongan itu juga, 82 persen wanita merasa termakan rasa bersalah akibat kebohongan yang mereka ucapkan. Sementara hanya 70 persen pria yang merasa bersalah dari kebohongan mereka.

Apa saja sih kebohongan yang paling sering diucapkan pria kepada pasangannya? Berikut ini di antaranya:
1. Saya enggak banyak minum/merokok/kebiasaan buruk yang ia janji hentikan.
2. Enggak ada yang salah. Saya baik-baik saja.
3. Duh, sinyalnya buruk, nih.
4. Enggak terlalu mahal, kok.
5. Saya sudah di jalan.
6. Saya kejebak macet.
7. Enggak, kok, kamu enggak kelihatan gemuk.
8. Maaf, telepon kamu enggak kedengaran.
9. Kamu kelihatan kurusan.
10. Saya suka hadiah kamu, saya memang kepengin itu.

Bagaimana dengan wanita? Ini daftarnya:
1. Tidak ada yang salah, kok. Saya baik-baik saja.
2. Saya enggak tahu barang itu di mana, saya enggak pegang, kok.
3. Enggak terlalu mahal, kok.
4. Saya enggak banyak minum/merokok/kebiasaan buruk yang ia janji hentikan.
5. Saya lagi pusing.
6. Tadi lagi sale.
7. Saya sudah di jalan.
8. Wah, saya sudah punya barang itu sejak lama.
9. Saya enggak buang, kok.
10. Saya suka hadiah kamu, saya memang kepingin itu.

Tuesday, January 18, 2011

Rahasia Tubuh Pria

Anda pasti juga baru tahu bahwa pria memiliki beberapa insecurities, sesuatu yang kita kira hanya dialami oleh wanita. Sebagian dari rahasia itu sebenarnya merupakan strategi mereka untuk membuat wanita penasaran. Misalnya, mengapa mereka meminta nomor telepon Anda tetapi tak juga menelepon, sampai Anda bertemu lagi dengannya tiga tahun kemudian.

Namun, bila hal itu menyangkut tubuh mereka, pria tak memiliki tendensi apa pun, kecuali memang untuk mencegah wanita mengetahui yang sebenarnya. Untunglah, rahasia mengenai tubuh pria ini sebagian dapat dijelaskan secara ilmiah. Sehingga, Dr. Billy Goldberg, dan Mark Leyner, dua penulis Let’s Play Doctor, rela membeberkannya untuk Anda.

Mengapa pria mudah sekali ereksi meskipun sedang tidak menginginkannya, namun mudah loyo setelah terlalu banyak minum alkohol?
Ada dua tipe ereksi: ereksi psychogenic, yang datang dari pikiran seksual; dan ereksi reflex, yang muncul dari kontak fisik seperti stimulasi pada bagian-bagian sensitif tubuhnya. Kemudian Anda tentu juga pernah mendengar tentang ereksi yang terjadi pagi hari saat bangun tidur. Hal ini sebenarnya desakan aliran darah, yang merupakan bagian dari siklus tidurnya. Namun fungsi-fungsi normal ini bisa berubah, khususnya jika pria terlalu banyak minum. Alkohol adalah depressant, yang menurunkan produksi testosteron (hormon yang mendorong rangsangan seksual dan ereksi) dan mengganggu mekanisme yang diperlukan untuk ereksi.

Betulkah ukuran penis pria bisa menyusut?
Saat usia bertambah, berat badan biasanya juga bertambah. Karena lemak berkumpul di perut bagian bawah, ukuran penis jadi terlihat berubah. "Lapisan lemak di sekitar pinggang yang tebal membuat poros penis terlihat lebih pendek," jelas Ira Sharlip, MD, profesor klinis bidang urologi di University of California, San Francisco, seperti dikutip situs WebMD. "Dalam beberapa kasus, lemak perut bahkan bisa menimbun penis," timpal Ronald Tamler, MD, PhD, direktur Men's Health Program di Mount Sinai Hospital, New York City. Satu-satunya cara untuk membuat penis terlihat lebih besar, menurutnya, adalah dengan menurunkan berat badan.

Namun ukuran penis sebenarnya juga bisa menyusut dalam arti sesungguhnya, baik panjang maupun ketebalannya. Penyusutan ini tidak dramatis, namun cukup bisa dilihat. Jika penis (ereksi) memiliki panjang 15 cm saat usianya 30 tahunan, maka saat usianya 60 atau 70-an, panjang penis bisa menjadi 12,7 - 13,9 cm. Penyusutan ini disebabkan oleh endapan substansi lemak yang lambat di dalam pembuluh nadi di dalam penis, yang melemahkan aliran darah ke organ tersebut.

Mengapa penis bisa menjadi tidak sensitif lagi ketika usia bertambah?
Berbagai studi menunjukkan bahwa penis menjadi kurang sensitif dengan bertambahnya usia. Hal ini menyebabkan penis sulit ereksi, dan tentunya mendapatkan orgasme. Para ahli mengatakan bahwa perubahan ini seharusnya tidak perlu mengacaukan kehidupan seksual Anda dan pasangan. Sebuah studi yang melibatkan 2.213 pria di Olmstead County, Minn., menunjukkan penurunan yang signifikan dalam fungsi ereksi, libido, dan ejakulasi, namun dalam soal kepuasan seksual, penurunannya sangat kecil. Pria yang lebih tua biasanya tidak begitu menganggap hal ini sebagai masalah. "Syarat terpenting untuk kehidupan seks yang memuaskan adalah kemampuan untuk memuaskan pasangan Anda, dan hal itu tidak membutuhkan performa seksual yang hebat atau penis yang besar. Selama pasangan si pria menikmati sexual intercourse, pria pun akan merasa puas," papar Irwin Goldstein, MD, direktur pengobatan seksual di Alvarado Hospital di San Diego, dan pemimpin redaksi The Journal of Sexual Medicine.

Mengapa pria tidak memiliki selulit?
Sekitar 85 persen wanita memiliki selulit di paha, bokong, perut, atau lengan bagian atas. Pria ada juga yang berselulit, namun jumlahnya tak banyak. Untuk memikirkan penyebabnya, Dr. Goldberg meminta kita untuk membayangkan bokong sebagai lasagna. Lapisan paling bawah adalah otot, di atasnya adalah lemak, kemudian ada jaringan penghubung, setelah itu kulit. sebenarnya Wanita memiliki lebih banyak lemak, sedikit jaringan penghubung, dan kulit yang lebih tipis daripada pria. Dengan demikian, lemak cenderung terlihat dari permukaan kulit.

Apakah frekuensi buang air kecil pria lebih sedikit daripada wanita?
Para peneliti yang mengamati frekuensi berkemih pria dan wanita dengan mencatat pemasukan cairan dan pembuangannya, mendapati bahwa wanita lebih sering buang air kecil meskipun pria minum lebih banyak. Hal ini disebabkan pria memiliki kandung kemih yang lebih besar.

Mengapa pria suka nonton pornografi?
Sederhana saja: karena pria mencintai wanita. Pria menyukai aroma tubuh wanita, suaranya, kelembutan kulitnya. Secara keseluruhan, wanita tentu akan menyenangkan untuk diamati. Bahkan tak hanya melalui pornografi. Pria juga suka menonton wanita yang sedang main bowling, berbelanja di supermarket, atau makan di restoran. Jadi, kalau mereka tak suka menonton wanita yang sedang bercinta di film biru justru merupakan hal yang aneh.

Sunday, November 7, 2010

Rahasia Panjang Umur Kaum Pria

Seks merupakan kebutuhan dasar setiap manusia. Apabila kebutuhan seks ini dapat dipenuhi dengan baik, kehidupan pun akan lebih sehat dan membuat umur menjadi lebih panjang.

Kajian para ilmuwan di Italia menyebutkan, kehidupan seks yang sehat merupakan salah satu kunci bagi seorang pria untuk mencapai usia yang panjang. Studi menunjukkan, seks harmonis tidak hanya membuat Anda menjadi setia kepada pasangan, tetapi juga dapat menekan risiko mengidap penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular).

Kesimpulan tersebut diungkapkan para pakar yang tergabung dalam Italian Society of Sexual Medicine yang menggelar konferensi tahunnan di kota Modena, Italia, baru-baru ini.

"Bukti dari riset ini adalah pria yang punya kehidupan seks aktif dan setia kepada pasangannya lebih jarang mengalami keluhan berkaitan dengan kardiovaskuler dan umurnya lebih panjang. Meningkanya aktivitas seksual memicu lebih banyak hormon testosteron yang berujung pada jarangnya depresi serta lebih baiknya kualitas kardiovaskuler, yang berarti metabolisme lebih baik," ungkap seorang peneliti, Dr Emmanuele Jannini, dari Universitas Florence.

Dr Jannini menambahkan, studi yang melibatkan 4.000 pria ini menunjukkan, mereka yang tidak setia pada pasangannya memiliki kualitas kardiovaskuler yang buruk. Mereka juga harus berjuang mengatasi stres yang meningkat akibat pengkhianatan kepada pasangannya.

Riset juga mengungkapkan, buruknya kualitas kehidupan seksual dapat memicu depresi. Sementara itu, meningkatnya kadar hormon testosteron saat melakukan aktivitas seksual bermanfaat bagi pria karena dapat membakar timbunan gula dan menurunkan risiko penyakit jantung.

"Mereka yang mengidap diabetes khususnya memperoleh manfaat dari kehidupan seks yang sehat. Melakukan seks secara aktif juga membantu mencegah gangguan prostat pada pria," ujarnya.

Testosteron adalah hormon yang penting dalam kehidupan seks seorang pria, selain juga merupakan sejenis anabolic steroid. Studi sebelumnya juga telah menunjukkan bahwa seks bermanfaat bagi kesehatan dan kehidupan, selain dapat mencegah osteoporosis.

Dalam konferensi itu juga dibahas betapa kebiasaan menghabiskan waktu berbicara dengan ponsel berisiko mengganggu sperma dan meningkatkan risiko kemandulan pada pria.

Menurut kajian awal para ahli di Universitas La Sapienza di Roma dan Rumah Sakit Santa Maria Goretti di Latina, "Ditemukan korelasi antara penggunaan ponsel dan memburuknya mobilitas sperma."

"Gelombang (radiasi) tampaknya membuat sperma menjadi malas. Walau begitu, data penelitian ini masih sangat dini,dan kami akan memperhitungkannya dengan kehadiran faktor lain. Mereka yang sering bicara di ponsel kerap mengalami stres berlebihan, atau apakah mereka juga lebih banyak merokok dan minum alkohol, dan hal itu dapat memengaruhi kualitas sperma," ujar Andrea Lenzi, Presiden Italian Society of Andrology and Sexual Medicine (SIAMS).

Riset yang dilakukan Lenzi dilakukan dengan memeriksa sperma pria yang menggunakan ponsel selama minimum setengah jam hingga empat jam dalam sehari.