Orang depresi bukannya tidak bisa merasakan perasaan senang atau bahagia, mereka hanya tidak bisa mempertahankan perasaan itu. Orang depresi sebenarnya bermasalah dengan emosi positifnya bukan emosi negatif, sehingga dalam penyembuhannya perlu dirangsang emosi positif.Studi ini membantah asumsi sebelumnya yang menyebutkan bahwa otak orang depresi tidak bisa merespons perasaan senang dan positif.
"Hal ini menunjukkan bahwa untuk menangani orang depresi perlu diberi masukan positif secara kontinu dan terus menerus agar ia bisa mempertahankan perasaan itu dalam otaknya," jelas Richard Davidson dari Waisman Laboratory for Brain Imaging and Behaviour di University of Wisconsin-Madison seperti dilansir Healthday, Selasa (22/12/2009).
Eva E Redei, profesor psikiatrik dari Feinberg School of Medicine di Nothwern University, Chicago menyebutkan sebelumnya para pakar sepakat bahwa seseorang yang menderita anhedonia,-- salah satu komponen depresi, yakni ketidakmampuan merasakan perasaan senang--, akan mengalami kemunduran kemampuan dalam merasakan emosi positif.
Namun hasil studi ini menunjukkan hal yang berbeda, yakni orang depresi bisa merasakan emosi positif tapi gagal mempertahankannya.
Sebanyak 27 orang dewasa depresi dan 19 orang dewasa tidak depresi (kontrol) diperlihatkan gambar seorang ibu yang sedang memeluk bayinya untuk mengetahui seberapa lama seseorang mempertahankan emosi positif yang dihasilkan dari gambar tersebut.
Partisipan kemudian diminta untuk menahan perasaan cinta kasih dari gambar tersebut selama 45 menit sambil di scan otaknya menggunakan fMRI.
Hasilnya, partisipan yang tidak depresi bisa melakukan hal itu dan menunjukkan peningkatan aktivitas pada bagian otak nucleus accumben, yaitu bagian yang merespons sesuatu yang positif.
Tapi partisipan yang depresi tidak bisa melakukannya, peningkatan aktivitas otak hanya terjadi pada awal-awal saja, tapi tidak bisa bertahan hingga akhir waktu yang ditentukan.
"Orang depresi sebenarnya bermasalah dengan emosi positifnya, bukan emosi negatif. Studi ini bisa jadi acuan untuk pengobatan orang depresi dengan membuat obat yang lebih fokus pada mempertahankan emosi positif daripada menghilangkan emosi negatif," kata Redei.
http://dede-health.blogspot.com
No comments:
Post a Comment