Showing posts with label Tips Cepat Naik Jabatan. Show all posts
Showing posts with label Tips Cepat Naik Jabatan. Show all posts

Wednesday, January 26, 2011

Tips Jitu Meningkatkan Prestasi Kerja

Sebelum Anda menerapkan strategi untuk meningkatkan prestasi kerja, pahami cara Anda melihat pekerjaan. Anda melihatnya sebagai pekerjaan, karier atau panggilan hati? Untuk mengenalinya, sederhana saja. Anda akan fokus pada gaji atau kompensasi kerja jika Anda melihatnya sebagai pekerjaan. Tetapi, jika melihat pekerjaan sebagai karier, Anda fokus pada pencapaian, prestasi, jenjang karier dan jabatan. Lalu, jika Anda melihat pekerjaan sebagai panggilan hati, Anda mengesampingkan persoalan uang, gaji, kompensasi lain dan juga jabatan. Fokus Anda adalah pada pekerjaan itu sendiri, yang begitu Anda nikmati.

Bila Anda masih merasa tak puas dengan prestasi kerja, lakukan strategi ini:

1. Menciptakan tantangan
Anda tak perlu menunggu kesempatan untuk menantang diri mencapai prestasi. Ciptakan tantangan untuk diri sendiri. Caranya, aktif melibatkan diri dalam sebuah proyek atau tugas yang bisa memotivasi diri lebih tinggi. Mulailah dari proyek kecil hingga yang berisiko tinggi. Mengerjakan sesuatu yang Anda sukai, apalagi jika berhasil, bisa menumbuhkan kepercayaan diri dan kepuasan kerja.

2. Membantu rekan kerja
Kesuksesan Anda tak lepas dari bantuan mentor. Kini, saat Anda berhasil menyelesaikan pekerjaan dengan baik, mulailah menjadi mentor bagi rekan kerja. Terutama kepada rekan kerja baru yang masih membutuhkan pengarahan. Membantu tim dalam bekerja takkan mengurangi keahlian Anda. Justru, sikap kerja seperti ini memberikan kepuasan dan kebanggaan tersendiri bagi diri Anda.

3. Jangan monoton
Rutinitas yang monoton membuat Anda bosan dan merasa tak tertantang. Jika hal ini yang Anda alami, segeralah bicara dengan atasan. Minta atasan melibatkan Anda dalam pekerjaan atau tugas lain. Jika perusahaan sedang menjalani proyek atau tugas baru, ajukan diri sebagai bagian dari tim. Menantang diri sendiri seperti ini membutuhkan keberanian, Anda berani?

4. Selalu positif
Berpikir positif menjadi senjata ampuh yang bikin Anda betah dengan pekerjaan. Melihat pekerjaan lebih positif akan membantu Anda meningkatkan performa. Saat Anda berpikir tengah terjebak dalam pekerjaan yang menyebalkan, saat itulah Anda kehilangan motivasi.

5. Tingkatkan skill
Semakin banyak keterampilan yang Anda punya, peluang kesuksesan dalam karier terbuka lebar. Jika mendapat kesempatan meningkatkan skill, jangan ragu memanfaatkannya. Seperti mengikuti kelas pengembangan diri, seminar, workshop apapun yang berkaitan dengan pekerjaan dan bisa meningkatkan performa kerja.

6. Belajar dari kesalahan
Jangan pernah memberi ruang bagi kegagalan untuk mengalahkan Anda. Ketika berbuat kesalahan dalam pekerjaan, segera belajar darinya, perbaiki dan jangan berhenti mencoba lagi. Mungkin saja, Anda sedang dipersiapkan untuk sukses dengan berbuat kesalahan tersebut.

7. Bersyukur
Kinerja di kantor tetap terjaga atau bahkan semakin meningkat dengan bersyukur. Sikap bersyukur seperti ini membantu Anda fokus pada nilai positif pekerjaan atau karier Anda. Caranya, tanyakan diri sendiri, apa saja yang membuat Anda bersyukur dalam pekerjaan setiap harinya. Setidaknya temukan satu saja hal yang Anda syukuri di kantor, setiap hari.

8. Menjaga passion
Anda berhak merasa tak puas dengan pekerjaan atau karier. Namun Anda juga mencoba realistis, karena untuk berpindah kerja, rasanya tak memungkinkan karena berbagai kondisi. Jika sudah seperti ini, Anda perlu memelihara passion di dalam diri atas karier atau pekerjaan. Cara lainnya, jalankan hobi atau aktivitas yang disenangi di luar kantor.

Lantas, apa pentingnya menjalani delapan strategi ini? penting, karena semakin Anda merasa puas dengan pekerjaan atau karier, semakin menurun tekanan di dalam diri. Anda pun terbebas dari stres bahkan depresi.

Sumber: Mayo Clinic

Wednesday, January 19, 2011

Enam Tipe Karyawan yang Dibenci Atasan

Anda jangan berharap bisa lama bekerja di suatu perusahaan jika tidak mempunyai inisiatif, motivasi atau berlaku kurang sopan.

Atasan adalah seseorang yang punya kredibilitas menilah apakah seorang karyawan memiliki performa yang baik atau buruk dalam pekerjaannya. Seperti apa tipe karyawan yang dinilai buruk oleh atasannya?

Berikut daftarnya, seperti dikutip dari Helium:

1. Penusuk Dari Belakang
Tipe karyawan ini suka menusuk rekannya dari belakang, baik itu karyawan baru atau lama yang berusaha meraih kesuksesan. Karena tidak ingin karyawan lain lebih berhasil darinya, dia kerap menjelekkan orang di depan atasan, menggosipkan rekan kerja lain setiap lima menit dan biasanya punya kesulitan bekerjasama dalam tim. Tipe ini juga sulit menerima orang baru dalam perusahaan, terutama jika orang tersebut lebih pintar, lebih berpengalaman dan penampilannya lebih menarik.

2. Kurang Motivasi
Tipe ini adalah karyawan yang kegiatannya hanya berkeliling ruangan kantor, mengajak setiap orang mengobrol dan tidak pernah benar-benar selesai mengerjakan tugasnya. Banyak kegiatan kurang penting yang dia lakukan, seperti bolak balik ke toilet lebih dari 10 kali sehari, menelepon orang yang tidak berhubungan dengan pekerjaan dan cenderung bergantung pada orang lain untuk membereskan pekerjaannya. Karyawan seperti ini biasanya lebih banyak bicara daripada bertindak.

3. Terlalu Banyak Alasan atau Suka Berbohong
Karyawan ini tidak pernah mau disalahkan atau bertanggungjawab terhadap masalah yang ditimbulkannya. Dia cenderung melempar kesalahan pada orang lain dengan berjuta alasan. Tipe ini juga suka mencari alasan yang bertele-tele jika telat masuk kantor dan suka mangkir dari tugas tambahan yang diberikan padanya.

4. Sulit Beradaptasi
Setiap perusahaan harus melakukan sejumlah perubahan agar maju dan berkembang. Namun ada tipe karyawan sulit beradaptasi dengan sesuatu yang baru. Tidak peduli berapa banyak pelatihan dan pendidikan yang diberikan padanya, dia tidak pernah siap dengan segala perkembangan dan inovasi baru. Tipe ini lebih memilih bekerja dengan caranya sendiri dan tidak bisa beradaptasi dengan metode baru yang mungkin lebih aman, mudah, cepat dan efisien. Hal ini membuatnya tertinggal dari rekan-rekan kerja lainnya.

5. Bermasalah dengan Komunikasi
Tipe ini tidak bisa berkomunikasi secara efektif. Dia suka berkata dan bertingkah kurang sopan di lingkungan kerja, dan cenderung berlaku kasar terhadap karyawan lain atau klien. Perilaku yang agresif dan defensif ini umumnya disebabkan karena mereka tidak bisa mengutarakan apa yang ada di pikirannya. Saat menghadapi masalah dalam pekerjaan, tipe ini cenderung diam dan enggan menanyakan solusinya kepada atasan atau rekan lain. Sehingga menjadikannya mudah frustasi dan stres.

6. Suka Mengeluh
Selalu mengeluh setiap mengerjakan tugas yang diberikan, tidak bersemangat saat kerja dan kerap memprotes kebijakan perusahaan atau kesal saat harus kerja lembur.