Showing posts with label Karir. Show all posts
Showing posts with label Karir. Show all posts

Tuesday, February 22, 2011

Tips Agar Siap Menghadapi Perubahan Dunia Kerja

Perubahan dunia kerja semakin tak terbendung. Tuntutan produktivitas yang tinggi dan gaya hidup dalam bekerja yang terus berubah menuntut siapa pun untuk siap berubah.

Jaman dulu, bekerja di kantor adalah sebuah keharusan. Tetapi seiring majunya teknologi komunikasi, bekerja bisa dilakukan di manapun. Karyawan bisa bekerja di rumah, rapat di sebuah kafe yang nyaman, sampai melakukan teleconference dengan klien dari luar negeri. Artinya, dengan perubahan gaya bekerja seperti ini, siapa pun dituntut untuk bisa berimprovisasi agar tetap menghasilkan produktivitas yang tinggi.

Perubahan semacam inilah yang akan terus mengemuka di seluruh dunia. Tentu saja, masih ada perubahan-perubahan lain yang akan terjadi, namun sudah bisa “dibaca” arah perubahan tersebut. Nah, untuk bisa memenangkan persaingan di dunia kerja masa depan, ada hal yang harus Anda ketahui dan pelajari agar siap menghadapi tantangan tersebut. Berikut ini beberapa faktor tersebut.

Teknologi jaringan sosial

Teknologi internet dan social media seperti Twitter, Vlogging, intranet chat rooms, sampai skyping akan semakin menggejala. Yang harus disiapkan: Karyawan harus siap dengan respons yang cepat dan mungkin tanggapan yang tidak terduga. Perusahaan dan karyawan juga harus terbiasa dengan komunikasi informal dan komunikasi
langsung serta pembelajaran lewat social media.

Tempat kerja yang berpindah-pindah (mobile)

Smartphone atau komputer tablet akan semakin menunjukkan kekuatannya, menyingkirkan laptop atau meja kerja di kantor. Karyawan dituntut untuk bekerja cepat dan lebih produktif karena semua pekerjaan bisa dilakukan di manapun, kapan pun. Yang harus disiapkan: Karyawan harus memiliki telepon yang sekaligus menjadi “meja kerja” Anda. Jika kantor adalah tempat kerja pertama Anda, rumah adalah tempat kerja kedua, maka telepon seluler atau smartphone Anda adalah tempat kerja ketiga Anda.

Demografi

Kondisi dunia kerja 10–20 tahun ke depan akan lebih beragam, terutama dilihat dari para pekerja. Tak hanya pekerja dari berbagai suku, pekerja asing juga akan bertambah banyak. Yang harus disiapkan: Perusahaan harus mampu mengakomodasi dan memahami latar belakang dan pengalaman para karyawan yang berasal dari berbagai tempat dan negara. Sementara bagi karyawan, dia harus siap bergabung dalam sebuah tim yang berbeda latar belakang, pengalaman, gender, generasi, dan bahkan berbeda negara dengan segala perbedaan tradisi dan budayanya.

Perhatikan etika bisnis

Sekarang ini perusahaan mungkin hanya memikirkan keuntungan atau profit semata. Tapi di masa depan, perusahaan harus memperhatikan karyawan dan kondisi lingkungannya. Intinya, hanya perusahaan yang memikirkan keuntungan, karyawan, dan lingkungan (bumi) yang akan meraih sukses. Yang harus disiapkan: Perusahaan harus lebih ramah lingkungan. Sementara karyawan harus lebih memiliki keahlian dalam menjaga hubungan baik dengan karyawan yang lain.

Integrasi kerja dan kehidupan pribadi

Generasi sekarang selalu menuntut keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi atau pergaulan. Namun generasi mendatang, mereka ingin agar selagi bekerja. Mereka juga bisa sekaligus menikmati kehidupan pergaulan mereka. Bekerja menggunakan smartphone selagi nongkrong di kafe favorit adalah salah satu contohnya. Yang harus disiapkan: web commuting sangat diperlukan sebagai “kantor ketiga”. Kefleksibelan tempat kerja juga akan menjadi salah satu kepuasan dan menjadi faktor penting karyawan dalam memilih perusahaan.

Permainan simulasi

Sims atau Simulated Games adalah tempat terbaik untuk belajar berbisnis dengan risiko minim. Tak hanya bisa belajar, “training” ini menjadi sangat menyenangkan karena dikemas dalam bentuk permainan. Yang harus dipersiapkan: Lakukan “training” ini sesering mungkin untuk melatih kepekaan bekerja dan berbisnis. Permainan ini juga bisa melatih kompetensi pemainnya.

Pembimbing

Bimbingan secara one-on-one di masa depan akan tetap berpengaruh besar. Namun perusahaan akan memodifikasinya dengan pembimbingan skala kecil atau secara grup. Yang harus disiapkan: Setiap opini dan keahlian yang dimiliki karyawan akan sangat bermanfaat baginya untuk melakukan pembimbingan pada karyawan yang lain. Keahlian ini akan meningkatkan daya saing Anda di dunia kerja.

Kebebasan informasi

Informasi akan semakin mudah disebar dan semakin mudah didapatkan. Yang harus disiapkan: Hierarki akan semakin kehilangan tempat. Siapa pun, termasuk karyawan terendah, bisa mengungkapkan pendapat dan terlibat dalam pemecahan masalah. Ini artinya, karyawan juga bisa menciptakan opini, bukan sekadar mengikuti pemimpin.

Citra pribadi (personal branding)

Kecanggihan teknologi akan membuat jejak rekam Anda mudah terlacak. Oleh karena itu, jangan main-main dalam membangun reputasi dan citra Anda, terutama di dunia maya. Yang harus disiapkan: Sama seperti masa sekarang, reputasi tetap memegang peranan penting terhadap kredibilitas dan daya jual Anda.

Zamannya kaum muda

Karyawan dari generasi X atau yang kini masih berusia remaja atau muda akan memegang peranan penting dalam sebuah perusahaan karena talenta dan keahlian mereka yang melebihi generasi sebelumnya. Yang harus disiapkan: Bagi generasi X, perbanyaklah keahlian dan pengalaman serta jejak rekan yang baik. Jika memenuhi ini, maka jabatan dan promosi tinggi secepatnya akan didapatkan. Intinya adalah, bagi siapa pun yang ingin sukses di dunia kerja pada dekade mendatang, milikilah cara berpikir yang mengglobal, bergabunglah dalam berbagai jaringan sosial (social networks), dan bangunlah citra diri yang baik.

Sumber : okezone

Thursday, February 17, 2011

Tips Membuat CV (Daftar Riwayat Hidup) Yang Baik

Daftar Riwayat Hidup atau Curiculum Vitae (CV) sesungguhnya bisa menjadi gambaran diri anda yang sesungguhnya. Cukup dengan membacanya, seorang manager HRD perusahaan bisa membayangkan sosok anda. Apakah anda orang yang rapi, ceroboh atau bahkan narsis, bisa tercermin dari CV anda. So, hati-hatilah dalam membuat Curiculum Vitae (CV), agar perusahaan tertarik merekrut anda.

Ingin tahu cara membuat Curriculum Vitae atau CV yang menarik? Ini dia jawabannya!

1.Tampilan CV:

Buatlah tampilan CV yang menarik.
Selain susunan kalimat yang sederhana, gunakan kertas yang kualitanya baik. HVS Putih polos, dan ketik lamaran anda menggunakan komputer.

Jangan membuat CV dengan tulisan tangan, jika tulisan anda cakar ayam, karena akan membuat pihak perusahaan pusing dan enggan membacanya.

2. Isi CV:

a.Data diri :
Nama lengkap, tempat/tanggal lahir, alamat dan nomor telepon.Cantumkan juga alamat email, karena banyak perusahaan yang kerap memberitahu calon karyawan-nya via email.

b. Riwayat Pendidikan:
Cantumkan riwaya pendidikan formal, bidang studi, prestasi, penghargaan atau kursus yang signifikan
dengan pendidikan anda.
Sebutkan juga jika anda pernah mendapat beasiswa, penghargaan sebagai pemenang lomba karya tulis atau pernah kursus bahasa asing.

c. Pengalaman Kerja :
Sebutkan dengan singkat dan jelas di perusahaan mana saja anda pernah bekerja. Jika anda pernah bekerja kurang dari enam bulan di suatu perusahaan, sebaiknya jangan ditulis, karena bisa-bisa anda dianggap Kutu Loncat.

d. Pengalaman Organisasi:
Cantumkan jika ada pengalaman organisasi(organisasi profesi, sosial kemasyarakatan atau organisasi kampus)

3. Bahasa:

Untuk Perusahaan asing atau Multinasional, gunakan bahasa Inggris.

4. Foto Diri:

Lazimnya,kirimkan pasfoto berwarna ukuran 3 x 4 atau 4 x 6 saja. Tak perlu mengirimkan foto full body dengan gaya bak foto model, kecuali jika anda berminat ingin menjadi artis atau presenter televisi.

Sumber : gajimu

Thursday, February 10, 2011

5 Alasan Tidak Bahagia dalam Bekerja dan Cara Mengatasinya

Berdasar riset nasional dan juga bukunya, Breakdown, Breakthrough, Kathy Caprino berusaha menemukan kata kunci mengenai perempuan bekerja dan merumuskan masalah yang dihadapi. Lebih dari 90 perempuan mengikuti kelas ini. Mereka tak segan-segan mengutarakan pikirannya secara lantang, "Saya merasa tidak bahagia di tempat kerja. Tetapi, saya tidak menemukan alasan dan cara mengatasinya!"

Walau kita adalah seorang profesional handal, pemilik perusahaan, atau masih dalam tahap transisi menuju kejayaan, akan ada saja masalah yang harus dihadapi. Kenyataannya kita membutuhkan cara baru untuk menikmati pekerjaan. Kathy menjabarkan lima alasan terpopuler mengapa kita merasa tidak puas dan tidak cocok dengan pekerjaan. Tidak hanya mengenali masalah, Kathy juga memberikan beberapa tips untuk memperbaiki situasi dan mengubah karier kita sekarang juga.

Setelah melakukan aneka riset dan survei, pelatih, pembicara, sekaligus penulis buku ini menyimpulkan lima alasan terpopuler mengapa perempuan tidak bahagia dalam bekerja, yaitu:

1. Merasa tidak akan bisa seimbang antara bekerja dan mengatur keluarga
Solusinya: Cari keseimbangan kehidupan pribadi-kerja
Keseimbangan ini tidak akan datang begitu saja. Kita harus menginginkannya dan berusaha sekuat tenaga mendapatkannya. Caranya, pertama, tentukan tiga prioritas terpenting yang bisa membuat kita teguh menjalaninya, dalam kehidupan pribadi maupun profesional. Tiga hal yang memiliki pengaruh paling besar terhadap hidup kita. Formulasikan hal tersebut ke dalam kalimat pernyataan dengan kata "ingin menjadi" di dalamnya. Misalnya, "ingin menjadi seorang ibu yang peduli", atau "ingin menjadi pengusaha sukses".

Galilah arti dari ketiga pencapaian tersebut dalam pribadi dan dunia kerja. Berjanjilah untuk tidak berkompromi. Kemudian, temukan satu sikap kita yang terlalu berlebihan dalam hidup, keluarga, dan tempat kerja. Kemudian, lepaskan rasa ingin selalu sempurna ini, yang pada kenyataannya tidak memberi banyak pengaruh.

Kita juga bisa mencoba tips dari Intan Katoppo, corporate secretary Bank BNI 46, yang mengatakan, "Perempuan tidak harus memilih antara karier dan keluarga. Tapi, kita harus belajar menerima kalau we can't get it all. Dengan cara ini, kita tak akan selalu dihantui perasaan bersalah atau merasa gagal." Bagi Intan yang terpenting adalah saat bekerja atau menghabiskan waktu bersama keluarga, kita harus fokus 100 persen. Otomatis, semua yang kita lakukan pun akan lebih berkualitas.

2. Menderita masalah finansial parah
Solusinya: Hidup sehat dengan uang kita
Untuk keluar dari masalah finansial yang kronis, kita harus bisa menjadi sahabat bagi uang kita sendiri dan mulailah tentukan prioritas dalam hidup. Pertama, ciptakan dana solid dengan tujuan finansial yang kuat. Coba cek pengeluaran, apakah kita membeli barang hanya untuk memenuhi kepuasan pribadi? Jika benar, belajarlah menahannya. Telusuri kembali ke masa kecil, bagaimanakah pembelajaran kita seputar keuangan dalam keluarga, apakah positif atau negatif? Berkembang atau menyusut? Kesimpulannya, jika ingin mengatasi belenggu finansial tersebut, kita harus membangun hubungan baik dengan uang kita, melalui kepercayaan, aksi, dan pilihan yang positif.

3. Tidak sungguh-sungguh menjalani bakat dan keahlian dengan hati
Solusinya: Pahami bakat dan potensi diri
Untuk lebih memahami apa yang sebenarnya kita suka dan mudah dilakukan, coba ikuti tes Career Path Assessment yang juga ditulis oleh Kathy Caprino di situs more.com. Temukan hal yang ingin kita jalani, kurangi, bahkan hindari.

Melalui tesnya, Kathy mengajak kita menemukan hal-hal apa yang dinikmati sewaktu kecil. Lewat tes ini -mungkin- kita akan menemukan fakta: berhasil melaksanakan tugas dengan baik, bukan berarti kita suka melakukannya. Kunci dari kebahagiaan dalam dunia kerja adalah saat kita melakukan hal-hal dengan tidak terpaksa atau yang sesuai dengan potensi diri. Saat semua ini terjadi, setiap hari akan terasa seperti berkah, bukan perjuangan.

4. Merasa tidak berharga dan dihormati
Solusinya: Hargai diri sendiri
Kita merasa tidak bahagia, karena telah dikesampingkan dan tidak dihargai di tempat kerja. Jika ingin mengubah pandangan itu, maka kita harus mulai dengan menghargai diri sendiri. Bagaimana cara meningkatkan apresiasi terhadap diri sendiri? Lakukan suatu aksi yang berani. Ini akan mengilhami rasa hormat. Ayo, bersuaralah! Tunjukkan kepada atasan dan rekan kerja siapa kita sebenarnya, dan apa saja hal-hal yang kita anggap penting dalam hidup ini. Perlakukan diri kita dengan benar. Jika merasa ada sesuatu yang perlu dikomunikasikan, maka lakukanlah. Temui orang yang bisa menjadi mentor dan membantu kita berbicara, sehingga pendapat kita akan didengar dan dihargai. Mulai juga membuat batasan pada diri sendiri, sehingga kita tahu apa yang bisa ditoleransi, diterima, dan dihindari.

5. Hanya mendapatkan sedikit hal positif dan kesenangan dalam pekerjaan
Solusinya: Temukan pekerjaan yang membuat Anda bahagia
Mengerjakan apa yang kita cintai, tak bisa memberikan kekayaan berlimpah. Ini hanya mitos yang menari-nari dalam budaya kita.

Tetapi kita harus ingat: keberhasilan membutuhkan ketabahan, kepastian, dan keberanian untuk mengejar apa yang kita cintai dan menjadikannya pijakan utama secara finansial. Bila kita menginginkan arti bahagia dan sukses datang bersamaan, tentukan dahulu hal apakah yang bisa membuat hidup lebih berarti.

Kunci untuk mendapatkannya adalah: (1) memahami apa keinginan kita, kemudian, (2) menemukan cara untuk mewujudkannya. Apabila ternyata kita menginginkan bidang berbeda dari pekerjaan sebelumnya, buatlah rencana matang yang bisa membuka jalan tercapainya mimpi ini. Coba lakukan riset dan perenungan mengenai apa yang sebenarnya ingin kita lakukan. Jangan ragu untuk mewujudkan mimpi secara langsung: menjadi sukarelawan atau pegawai paruh waktu. Jika ini memang pekerjaan yang diinginkan, yakinkan diri kita untuk menjalani bidang tersebut sepenuh hati. Rangkul komitmen ini dengan membuat rencana keuangan yang terpadu, dukungan dari keluarga, dan rencana step by step career reinvention yang tepat. Dengan demikian, pasti kita bisa menjalani pekerjaan impian dengan lebih maksimal.

Sumber : kompas

Wednesday, January 26, 2011

Tips Jitu Meningkatkan Prestasi Kerja

Sebelum Anda menerapkan strategi untuk meningkatkan prestasi kerja, pahami cara Anda melihat pekerjaan. Anda melihatnya sebagai pekerjaan, karier atau panggilan hati? Untuk mengenalinya, sederhana saja. Anda akan fokus pada gaji atau kompensasi kerja jika Anda melihatnya sebagai pekerjaan. Tetapi, jika melihat pekerjaan sebagai karier, Anda fokus pada pencapaian, prestasi, jenjang karier dan jabatan. Lalu, jika Anda melihat pekerjaan sebagai panggilan hati, Anda mengesampingkan persoalan uang, gaji, kompensasi lain dan juga jabatan. Fokus Anda adalah pada pekerjaan itu sendiri, yang begitu Anda nikmati.

Bila Anda masih merasa tak puas dengan prestasi kerja, lakukan strategi ini:

1. Menciptakan tantangan
Anda tak perlu menunggu kesempatan untuk menantang diri mencapai prestasi. Ciptakan tantangan untuk diri sendiri. Caranya, aktif melibatkan diri dalam sebuah proyek atau tugas yang bisa memotivasi diri lebih tinggi. Mulailah dari proyek kecil hingga yang berisiko tinggi. Mengerjakan sesuatu yang Anda sukai, apalagi jika berhasil, bisa menumbuhkan kepercayaan diri dan kepuasan kerja.

2. Membantu rekan kerja
Kesuksesan Anda tak lepas dari bantuan mentor. Kini, saat Anda berhasil menyelesaikan pekerjaan dengan baik, mulailah menjadi mentor bagi rekan kerja. Terutama kepada rekan kerja baru yang masih membutuhkan pengarahan. Membantu tim dalam bekerja takkan mengurangi keahlian Anda. Justru, sikap kerja seperti ini memberikan kepuasan dan kebanggaan tersendiri bagi diri Anda.

3. Jangan monoton
Rutinitas yang monoton membuat Anda bosan dan merasa tak tertantang. Jika hal ini yang Anda alami, segeralah bicara dengan atasan. Minta atasan melibatkan Anda dalam pekerjaan atau tugas lain. Jika perusahaan sedang menjalani proyek atau tugas baru, ajukan diri sebagai bagian dari tim. Menantang diri sendiri seperti ini membutuhkan keberanian, Anda berani?

4. Selalu positif
Berpikir positif menjadi senjata ampuh yang bikin Anda betah dengan pekerjaan. Melihat pekerjaan lebih positif akan membantu Anda meningkatkan performa. Saat Anda berpikir tengah terjebak dalam pekerjaan yang menyebalkan, saat itulah Anda kehilangan motivasi.

5. Tingkatkan skill
Semakin banyak keterampilan yang Anda punya, peluang kesuksesan dalam karier terbuka lebar. Jika mendapat kesempatan meningkatkan skill, jangan ragu memanfaatkannya. Seperti mengikuti kelas pengembangan diri, seminar, workshop apapun yang berkaitan dengan pekerjaan dan bisa meningkatkan performa kerja.

6. Belajar dari kesalahan
Jangan pernah memberi ruang bagi kegagalan untuk mengalahkan Anda. Ketika berbuat kesalahan dalam pekerjaan, segera belajar darinya, perbaiki dan jangan berhenti mencoba lagi. Mungkin saja, Anda sedang dipersiapkan untuk sukses dengan berbuat kesalahan tersebut.

7. Bersyukur
Kinerja di kantor tetap terjaga atau bahkan semakin meningkat dengan bersyukur. Sikap bersyukur seperti ini membantu Anda fokus pada nilai positif pekerjaan atau karier Anda. Caranya, tanyakan diri sendiri, apa saja yang membuat Anda bersyukur dalam pekerjaan setiap harinya. Setidaknya temukan satu saja hal yang Anda syukuri di kantor, setiap hari.

8. Menjaga passion
Anda berhak merasa tak puas dengan pekerjaan atau karier. Namun Anda juga mencoba realistis, karena untuk berpindah kerja, rasanya tak memungkinkan karena berbagai kondisi. Jika sudah seperti ini, Anda perlu memelihara passion di dalam diri atas karier atau pekerjaan. Cara lainnya, jalankan hobi atau aktivitas yang disenangi di luar kantor.

Lantas, apa pentingnya menjalani delapan strategi ini? penting, karena semakin Anda merasa puas dengan pekerjaan atau karier, semakin menurun tekanan di dalam diri. Anda pun terbebas dari stres bahkan depresi.

Sumber: Mayo Clinic

Tuesday, January 25, 2011

50 Tips Sukses Karir dan Rumah Tangga

Sebetulnya, sukses berawal dari mental. Anda bisa saja miskin namun jika Anda yakin bahwa Anda bisa sukses, maka itulah yang akan Anda raih. Demikian juga sebaliknya, jika Anda terlahir kaya, namun tidak memiliki mental sukses, maka kelak ia pun bisa jatuh melarat.

Tak peduli apa pun yang menjadi profesi kerja Anda sekarang, apakah karyawan rendahan atau bos sekalipun, Anda bisa meraih sukses dengan mengembangkan 50 kebiasaan sukses ini. Namun, ingat juga bahwa ukuran kesuksesan bukanlah uang, melainkan mental puas itu sendiri.

1.Carilah dan temukan kesempatan di mana orang lain saat orang lain gagal menemukannya.

2.Orang sukses melihat masalah sebagai bahan pembelajaran an bukannya kesulitan belaka.

3.Fokus pada solusi, bukan berkubang pada masalah yang ada.

4.Menciptakan jalan suksesnya sendiri dengan pemikiran dan inovasi yang ada.

5.Orang sukses bisa merasa takut, namun mereka kemudian mengendalikan dan mengatasinya.

6.Mereka mengajukan pertanyaan yang tepat, sehingga menegaskan kualitas pikiran dan emosional yang positif.

7.Mereka jarang mengeluh.

8.Mereka tidak menyalahkan orang lain, namun mengambil tanggung jawab atas tindakan mereka.

9.Mereka selalu menemukan cara untuk mengembangkan potensi mereka dan menggunakannya dengan efektif.

10.Mereka sibuk, produktif, dan proaktif, bukan luntang-lantung.

11.Mereka mau menyesuaikan diri dengan sifat dan pemikiran orang lain.

12.Mereka memiliki ambisi atau semangat.

13.Tahu benar apa yang diinginkan.

14.Mereka inovatif dan bukan plagiat.

15.Mereka tidak menunda-nunda apa yang ada.

16.Mereka memiliki prinsip bahwa hidup adalah proses belajar yang tiada henti.

17.Mereka tidak menganggap diri sempurna sehingga sudi belajar dari orang lain.

18.Mereka melakukan apa yang seharusnya, bukan apa yang mereka mau lakukan.

19.Mereka mau mengambil resiko, tapi bukan nekat.

20.Mereka menghadapi dan menyelesaikan masalah dengan segera.

21.Mereka tidak menunggu datangnya keberuntungan, atau kesempatan. Merekalah yang menciptakannya.

22.Mereka bertindak bahkan sebelum disuruh/ diminta.

23.Mereka mampu mengendalikan emosi dan bersikap profesional.

24.Mereka adalah komunikator yang handal.

25.Mereka mempunyai rencana dan berusaha membuatnya menjadi kenyataan.

26.Mereka menjadi luar biasa karena mereka memilih untuk itu.

27.Mereka berhasil melalui masa-masa berat yang biasanya membuat orang lain menyerah.

28.Mereka tahu apa yang penting bagi mereka dan melakukan yang terbaik yang mereka bisa.

29.Mereka memiliki keseimbangan. Mereka tahu bahwa uang hanya alat, bukan segalanya.

30.Mereka paham betul pentingnya disiplin dan pengendalian diri.

31.Mereka merasa aman karena mereka tahu mereka berharga.

32.Mereka juga murah hati dan baik hati.

33.Mereka mau mengakui kesalahan dan tidak segan untuk minta maaf.

34.Mereka mau beradaptasi dengan perubahan.

35.Mereka menjaga kesehatan dan performa tubuh.

36.Mereka rajin.

37.Ulet

38.Mereka terbuka dan mau menerima masukan dari orang lain.

39.Mereka tetap bahagia saat menghadapi pasang surut kehidupan.

40.Mereka tidak bergaul dengan orang-orang yang salah/ merusak.

41.Mereka tidak membuang waktu dan energi emosional untuk sesuatu yang di luar kendali mereka.

42.Mereka nyaman bekerja di tempat yang ada.

43.Mereka memasang standar yang tinggi bagi diri sendiri.

44.Mereka tidak mempertanyakan mengapa mereka gagal namun memetik pelajaran dari itu semua.

45.Mereka tahu bagaimana harus rileks, menikmati apa yang ada, dan mampu bersenang-senang dalam kecerobohan sekalipun.

46.Karir mereka bukanlah siapa mereka, itu hanyalah pekerjaan.

47.Mereka lebih tertarik pada apa yang efektif ketimbang pada apa yang mudah.

48.Mereka menyelesaikan apa yang telah mereka mulai.

49.Mereka menyadari bahwa mereka bukan hanya makhluk hidup belaka, namun juga makhluk rohani.

50.Mereka melakukan pada yang mereka katakan.

Jadi, apakah ada beberapa kebiasaan yang sudah menjadi bagian dari hidup Anda saat ini?! Jika ada, kembangkan itu, dan tambahkan peluang sukses Anda dengan melakukan yang lain. Ingat, sukses bukanlah milik orang yang tidak pernah gagal, melainkan milik orang yang tidak pernah menyerah..

Sumber : http://kampungkita.blogdetik.com/2010/12/25/50-tips-sukses/

Sunday, January 23, 2011

12 Kesalahan Saat Berencana Pindah Kerja

Agar dapat meningkatkan daya saing pribadi sekaligus menambah jumlah penghasilan, pindah tempat kerja adalah hal yang umum dan wajar. Bahkan, undur diri dari perusahaan untuk bekerja di tempat baru setiap beberapa tahun sekali, saat ini dianggap sebagai sebuah langkah yang dibutuhkan untuk menaikkan "harga pasaran".

Sayangnya, meski dibutuhkan, perpindahan karier itu juga memiliki risiko yang cukup berbahaya. Berikut adalah 12 hal yang umum terjadi kala pegawai mencoba mengganti kariernya.

1. Tak ada alasan tepat untuk melakukan perubahan itu
Ini adalah salah satu permasalahan yang kerap terjadi para seseorang yang punya obsesi tinggi terhadap perubahan diri. Jika tak ingin di cap "kutu loncat" dan tak ingin tempat Anda melamar akan takut menerima Anda karena mengira Anda akan segera pindah dalam 3 bulan ke depan, sebaiknya pikirkan masak-masak langkah Anda sebelum pindah kerja. Perubahaan karier bukan perkara sepele. Mereka yang paling membutuhkan perubahan karier adalah yang mengalami tekanan dan krisis identitas. Takut akan komitmen dan sering loncat tempat kerja di akhirannya bisa mempersulit Anda menempati posisi penting.

2. Kekurangan pengetahuan pengalaman
Untuk anak-anak yang baru saja lulus kuliah, mencoba berbagai tempat kerja dengan bidang yang berbeda adalah hal wajar, karena mereka masih mencari bentuk diri dan minat, serta mencari apa yang mereka mau. Tetapi untuk yang berusia cukup matang, perpindahan tempat kerja yang benar-benar berlainan bidang, benar-benar menempuh risiko tinggi. Karena para HRD tempat Anda melamar pasti akan memerhatikan pengalaman dan latar belakang Anda untuk mengukur kesiapan dan kegunaan Anda untuk perkembangan perusahaan. Salah satu langkah yang bisa Anda lakukan sebelum benar-benar pindah ke tempat kerja yang bidangnya baru untuk Anda adalah mengisi diri dengan pengetahuan sebanyak mungkin tentang bidang tersebut.

3. Karena uang
Salah satu hal yang memicu kejatuhan seseorang akibat perpindahan kerja adalah karena mengejar uang semata-mata. Padahal, seharusnya yang dikejar adalah kepuasan kerja. Bayangkan, Anda mendapatkan gaji yang sedikit lebih tinggi dari tempat lama, tetapi tempat kerja Anda malah tidak nyaman, atasan yang merongrong, teman kerja yang tidak bisa diandalkan, dan lainnya.

4. Godaan industri yang sedang meningkat
Ada kala sebuah industri yang terkesan sungguh menggoda dan memberikan janji di masa depan yang cerah. Tetapi hal ini perlu diwaspadai, karena ketenaran instan bisa mengakibatkan kejatuhan yang cukup dalam. Jangan mudah tergoda dengan industri baru, pelajari dalam-dalam dulu.

5. Fokus yang sempit
Salah satu masalah yang sering terjadi adalah ambisi dan rasa takut akan hal yang spesifik. Banyak yang memikirkan perubahan karier lupa untuk memerhatikan hal-hal lain yang sebenarnya lebih cocok untuknya. Jangan hanya terpaku pada hal-hal sempit. Sempatkan diri untuk membuka hati dan pikiran kepada pekerjaan lain yang kemungkinan lebih tepat untuk.

6. Terlalu berpendidikan
Pendidikan adalah salah satu salah persepsi yang paling sering terjadi di dunia pencarian kerja. Menyangka bahwa gelar S2 sudah pasti menjanjikan kedudukan di level tertinggi tidak selalu benar. Saat ini banyak juga yang berpendidikan menengah atau biasa tetapi mampu menduduki posisi tertinggi dalam perusahaan. Salah satu hal yang sering dilupa adalah, pengalaman seseorang di lapangan juga masuk perhitungan dan memiliki efek yang cukup besar.

7. Bergantung pada bantuan orang lain
Konselor pekerjaan, agensi, atau headhunter adalah pihak-pihak yang menjanjikan untuk bisa membantu perubahan karier. Karena merasa sudah percaya kepada pihak-pihak ini, banyak orang yang lalu duduk manis dan menunggu telepon. Ini salah. Pihak-pihak tersebut mungkin bisa membantu, tetapi Anda tidak tahu apakah hasil pencarian mereka akan cukup sreg dengan Anda atau tidak. Selain meminta bantuan mereka, cobalah pula mencari sendiri lapangan pekerjaan yang sekiranya tepat untuk Anda dan kontrol nasib karier Anda.

8. Tak ada pernyataan misi
Untuk bisa maju dan tahu apa yang dituju, Anda butuh sebuah batasan dan tujuan. Jadi, jika perubahan karier adalah hal yang Anda impikan, buat sebuah pernyataan misi. Perdetil apa yang Anda ingin capai dari perubahan besar ini. Metode terbaik masih dengan mencari dan melihat peluang sebelum benar-benar terjun. Jika Anda gagal membuat rencana, sama saja Anda merencanakan kegagalan.

9. Malas memperbaiki resume
Resume adalah salah satu gerbang menuju perubahan karier. Perbaiki dan perbaharui resume Anda sebelum disebar baru. Kebanyakan orang sering tidak tahu bahwa resume yang buruk bisa mengirimkan pernyataan buruk tentang Anda. Resume yang tidak lengkap atau jelek bisa menurunkan potensi diterimanya Anda di tempat yang Anda lamar. Siapkan resume yang tepat guna dan tidak bertele-tele, serta tegaskan kebisaan dan pengalaman Anda.

10. Kontak yang sedikit
Sebelum Anda memulai perubahan drastis itu, cobalah hubungi beberapa teman lama yang cukup dekat dengan Anda. Minta waktu mereka sejenak untuk membantu Anda, karena bisa jadi mereka punya rekomendasi untuk Anda.

11. Berkelana di dunia maya
Selain teman, ada internet yang bisa membantu Anda mencari pekerjaan. Gunakan dan gali sebaik mungkin dari internet, tetapi jangan bersandar penuh padanya. Seperti agensi penempatan orang, hanya ada sedikit hal yang bisa dibantu oleh situs untuk Anda. Kadang, jalur lama bisa menjadi hal yang baik untuk Anda.

12. Kurang pertimbangan
Masalahnya adalah kepercayaan diri dan sikap interpersonal. Saat Anda mencari karier baru, Anda harus memberanikan diri tentu dengan bekal pengetahuan yang cukup. Saat semua persiapan sudah mantap dan diperhitungkan, majulah dengan percaya diri bahwa Anda bisa berhasil. Tampilkan persona yang berwibawa dan berkeyakinan. Ini adalah sikap seseorang yang ingin menjalani karier baru.

Thursday, January 20, 2011

Tips Cepat Mendapat Pekerjaan

Seringkali pelamar pekerjaan mengeluhkan dirinya sendiri karena kegagalannya diterima di sebuah lapangan pekerjaan padahal mereka yakin dengan aplikasi yang mereka miliki seperti IPK yang tinggi, lulusan terbaik sebuah Universitas ternama dan IQ yang tinggi.
Sebenarnya untuk lulus diterima di sebuah lapangan pekerjaan tidak hanya mengandalkan hal-hal di atas, namun beberapa trik-trik diperlukan agar sukses dalam penerimaan, seperti:

1.What Do I Need To Know about myself to job hunt? (apa yang harus saya ketahui dari diri sendiri sebelum melamar pekerjaan)
Jawabannya adalah: Pengetahuan (knowledge), Keterampilan (skills), Abilities (kemampuan), interest dan Value.

Hal-hal ini dapat anda ketahui melalui pertanyaan-pertanyaan seperti :
• Prestasi terbaik apa yang pernah anda raih?
• Apakah anda lebih senang berurusan dengan pekerjaan yang membutuhkan deadline atau flexible schedule? Apakah anda lebih senang bekerja sendiri atau team work? Apa anda lebih suka instruksi spesifik dan sesuai standar atau instruksi yang bebas dan tidak baku? Seberapa besar tantangan yang anda inginkan?
• Apa anda suka membawa pekerjaan kantor ke rumah atau menyelesaikannya di kantor saja? seberapa pentingkah uang atau prestise bagi anda? Atau waktu kumpul bersama keluarga?
• Apakah budaya organiosasi dan standar etika kantor penting bagi anda?

2. What do i need to know about companies that might hire me? (mendapatkan informasi tentang perusahaan yang sesuai dengan skill, knowledge, interest saya)
• Cari deskripsi lowongan pekerjaan yang lengkap seperti di surat kabar,kantor pos,website,atau tanya teman anda yang telah berpengalaman dalam bidang pekerjaan yang sama seperti yang anda inginkan.
• Ketahui dengan lengkap nama dan alamat orang yang akan menerima surat lamaran kerja anda.
• Cari fakta-fakta tentang lapangan pekerjaan yang ingin anda masuki seperti budaya organisasi,tujuan organisasi, tantangan yang dihadapi oleh organisasi, dst
• Wawancarailah teman anda yang bekerja di tempat dimana anda ingin masuki agar anda mendapatkan kemantapan, pertanyaan-pertanyaan seperti ini mungkin anda perlukan:
- Apakah ada perubahan2 besar dalam tugas teman anda terhitung sejak awal masuk hingga sekarang?
- Apa bagian yang paling teman anda sukai dalam pekerjaannya
- Bagaimana cara teman anda mendapatkan pekerjaan itu?
- Mintalah rekomendasi dari teman anda apa sebaiknya yang harus dilakukan agar bisa memperbesar peluang sukses dalam penerimaan lowongan kerja.

Wednesday, January 19, 2011

Lima Kebiasaan Yang Dapat Merusak Karir

Perilaku Anda sendiri bisa menentukan masa depan karir. Seperti yang dikutip dari geniusbeauty, berikut adalah lima perilaku yang mungkin merusak reputasi Anda sebagai seorang profesional.

1. Tidak peduli
Ketika atasan mencari seseorang yang dapat mengambil alih tanggung jawab karena ada salah satu rekan yang sakit, Anda malah mundur dan membiarkan orang lain mengambil tantangan tersebut. Hal tersebut jelas memberikan kerugian pada Anda, dengan melakukan pekerjaan orang lain, Anda dapat memperbesar ruang lingkup pengetahuan dan keterampilan. Bonusnya, bos Anda menganggap Anda sebagai orang yang bisa diandalkan.

2. Tidak menepati janji
Anda mungkin saja menjadi karyawan yang bekerja paling keras. Tapi begitu Anda telah gagal untuk memenuhi janji bertemu klien atau gagal memenuhi deadline, maka rekan kerja dan bos akan memiliki keraguan apakah mereka dapat mengandalkan Anda atau memberikan hal-hal yang bertanggung jawab. Lebih baik katakan sebelumnya jika Anda memang tidak mampu menepatinya.

3. Sok tahu
Sangat bagus jika Anda memiliki ide-ide yang berguna untuk kelangsungan perusahaan Anda. Tapi yang tidak kalah penting adalah cara menyampaikan ide tersebut. Sampaikanlah menyampaikan ide-ide tersebut dengan cara sharing bukan dengan menyuruh, bisa-bisa Anda dicap sebagai rekan kerja yang sok tahu.

4. Lari dari kenyataan
Kegagalan dan performa kerja yang buruk sudah biasa terjadi. Sebaiknya, segera cari solusi yang tepat dan jangan pernah lari dari masalah. Menyalahkan orang lain atas kegagalan Anda adalah salah satu contoh sikap lari dari masalah.

5. Bergosip
Sebaiknya, hindari bergosip mengenai pekerjaan atau rekan kerja. Mungkin bergosip bisa jadi salah satu cara untuk bergaul dengan rekan kerja, tapi terlibat dalam pembicaraan negatif membuat Anda menjadi negatif. Cobalah untuk tinggal sejauh mungkin dari semua gosip.

Enam Tipe Karyawan yang Dibenci Atasan

Anda jangan berharap bisa lama bekerja di suatu perusahaan jika tidak mempunyai inisiatif, motivasi atau berlaku kurang sopan.

Atasan adalah seseorang yang punya kredibilitas menilah apakah seorang karyawan memiliki performa yang baik atau buruk dalam pekerjaannya. Seperti apa tipe karyawan yang dinilai buruk oleh atasannya?

Berikut daftarnya, seperti dikutip dari Helium:

1. Penusuk Dari Belakang
Tipe karyawan ini suka menusuk rekannya dari belakang, baik itu karyawan baru atau lama yang berusaha meraih kesuksesan. Karena tidak ingin karyawan lain lebih berhasil darinya, dia kerap menjelekkan orang di depan atasan, menggosipkan rekan kerja lain setiap lima menit dan biasanya punya kesulitan bekerjasama dalam tim. Tipe ini juga sulit menerima orang baru dalam perusahaan, terutama jika orang tersebut lebih pintar, lebih berpengalaman dan penampilannya lebih menarik.

2. Kurang Motivasi
Tipe ini adalah karyawan yang kegiatannya hanya berkeliling ruangan kantor, mengajak setiap orang mengobrol dan tidak pernah benar-benar selesai mengerjakan tugasnya. Banyak kegiatan kurang penting yang dia lakukan, seperti bolak balik ke toilet lebih dari 10 kali sehari, menelepon orang yang tidak berhubungan dengan pekerjaan dan cenderung bergantung pada orang lain untuk membereskan pekerjaannya. Karyawan seperti ini biasanya lebih banyak bicara daripada bertindak.

3. Terlalu Banyak Alasan atau Suka Berbohong
Karyawan ini tidak pernah mau disalahkan atau bertanggungjawab terhadap masalah yang ditimbulkannya. Dia cenderung melempar kesalahan pada orang lain dengan berjuta alasan. Tipe ini juga suka mencari alasan yang bertele-tele jika telat masuk kantor dan suka mangkir dari tugas tambahan yang diberikan padanya.

4. Sulit Beradaptasi
Setiap perusahaan harus melakukan sejumlah perubahan agar maju dan berkembang. Namun ada tipe karyawan sulit beradaptasi dengan sesuatu yang baru. Tidak peduli berapa banyak pelatihan dan pendidikan yang diberikan padanya, dia tidak pernah siap dengan segala perkembangan dan inovasi baru. Tipe ini lebih memilih bekerja dengan caranya sendiri dan tidak bisa beradaptasi dengan metode baru yang mungkin lebih aman, mudah, cepat dan efisien. Hal ini membuatnya tertinggal dari rekan-rekan kerja lainnya.

5. Bermasalah dengan Komunikasi
Tipe ini tidak bisa berkomunikasi secara efektif. Dia suka berkata dan bertingkah kurang sopan di lingkungan kerja, dan cenderung berlaku kasar terhadap karyawan lain atau klien. Perilaku yang agresif dan defensif ini umumnya disebabkan karena mereka tidak bisa mengutarakan apa yang ada di pikirannya. Saat menghadapi masalah dalam pekerjaan, tipe ini cenderung diam dan enggan menanyakan solusinya kepada atasan atau rekan lain. Sehingga menjadikannya mudah frustasi dan stres.

6. Suka Mengeluh
Selalu mengeluh setiap mengerjakan tugas yang diberikan, tidak bersemangat saat kerja dan kerap memprotes kebijakan perusahaan atau kesal saat harus kerja lembur.

Tuesday, January 18, 2011

10 Perilaku yang Dinilai Pimpinan

Kenali perilaku apa saja yang bisa menjadi sumber penilaian atasan. Yang dinilai tak harus sikap Anda yang kasat mata di kantor. Anda juga perlu berhati-hati berbicara di area publik yang terkesan personal seperti status Facebook di akun Anda.

1. Perilaku di luar kantor menentukan siapa Anda
Atasan Anda memang tak selalu memerhatikan setiap gelagat. Namun dia juga menilai apa yang Anda lakukan, yang tersirat dalam berbagai hal. Salah satunya ucapan, kata-kata yang Anda utarakan melalui media sosial. Meski aktivitas luar kantor bukan lagi terkait pekerjaan, namun imej dan reputasi Anda sebagai individu juga dipertaruhkan.

"Setiap kali akan mem-posting sesuatu di Facebook atau media jejaring sosial lainnya, sebaiknya tanyakan kembali kepada diri sendiri, apakah Anda ingin hal seperti itu dibaca atasan atau rekan kerja Anda," saran Edith Onderick-Harvey, presiden firma konsultan korporasi, Factor In Talent, Massachusetts.

Onderick-Harvey juga mengingatkan, sebaiknya Anda berhati-hati menuangkan isi pikiran, apalagi yang terkait pekerjaan, dalam situs jejaring sosial. Jika tidak, bersiaplah atasan Anda melihat dan menilai Anda sebagai karyawan yang tidak profesional, melihat komentar Anda di Facebook yang menjelekkan rekan kerja misalnya.

2. Perilaku Anda sama pentingnya dengan pekerjaan
Politik kantor, suka atau tidak, tetap berjalan setiap harinya dan sepanjang karier Anda. Kemampuan Anda untuk bekerjasama dengan rekan kerja dan atasan memengaruhi bagaimana keberlangsungan karier Anda, termasuk juga perilaku yang muncul saat menjalin kerjasama tersebut. Meski Anda telah menyelesaikan pekerjaan sesuai tugas dan target, namun jika perilaku Anda tak menyenangkan, apalagi kasar, ini akan menjadi catatan buruk. Karier Anda akan sulit berkembang, bahkan atasan juga takkan mempromosikan Anda jika tak bisa bekerjasama dengan baik dan positif.

3. Sikap aktif
Jangan takut untuk bersuara dan menunjukkan siapa Anda. Patty Briguglio, presiden MMI Public Relations, Raleigh, Carolina Utara mengatakan, karyawan yang punya nilai adalah yang berani mengambil inisiatif.

"Saya suka memiliki karyawan yang tidak takut menunjukkan kepribadiannya. Bukan seseorang yang sekedar mengisi posisi kosong saja di kantor. Jika ingin dipromosikan, Anda harus mengusahakannya," jelas Briguglio.

Sikap aktif seperti ini juga termasuk keberanian Anda mengungkapkan apa yang dibutuhkan karyawan, seperti training, waktu bekerja, termasuk juga uang, kata konsultan Steve Langerud, di DePauw University.

4. Cara berkomunikasi
Jangan pernah ragu bertanya mengenai bagaimana cara atasan Anda berkomunikasi, apakah lebih senang melalui tatap muka, surat elektronik atau ponsel, saran konsultan karier dan eksekutif Lauren Mackler. Tanyakan juga kepada atasan Anda mengenai cara kerja yang diinginkannya. Apakah atasan lebih nyaman jika pekerjaan selalu dikonsultasikan dengannya, atau justru membebaskan Anda. Semua pertanyaan ini menghindarkan Anda dari perilaku yang tak disenangi, yang muncul karena Anda tidak tahu dan tidak mencari tahu.

"Jika atasan Anda orang yang introvert, jangan memaksanya untuk selalu berkomunikasi langsung dengan Anda," jelas Mackler.

5. Cara menilai kinerja
Jangan menunggu atasan yang menilai kinerja dan etiket Anda dalam bekerja. Anda juga perlu memberitahukannya, namun dengan cara yang positif dan berlebihan. Jika Anda berhasil menyelesaikan sebuah pekerjaan, kirimkan sur-el ucapan selamat atau terima kasih kepada tim kerja dan lampirkan ke akun sur-el atasan Anda," saran Mackler.

Kirimkan juga kepada atasan Anda laporan bulanan tentang ulasan pekerjaan yang Anda pegang dan sudah terselesaikan, ataupun prestasi lainnya. Miliki catatan kinerja Anda setiap bulannya, untuk menjadi dokumen pribadi. Anda bisa menilai kinerja Anda sendiri, dan memperlihatkannya kepada atasan dengan cara yang positif.

6. Cara membantu atasan
Atasan hingga level CEO pun tak terlalu menyukai aktivitas yang satu ini, mengulas performa karyawannya dalam kurun waktu tertentu. Namun Anda bisa membantunya menyiapkan catatan pribadi tentang performa kinerja Anda. Ini akan memudahkan atasan mengulas kembali kinerja Anda beberapa bulan ke belakang. Untuk menilai performa kerja, Anda juga bisa mengulasnya bersama atasan setiap satu tahun sekali.

7. Cara berpakaian
"Berpakaianlah yang membuat Anda selalu siap jika presiden direktur meminta Anda menghadiri rapat besar," saran konsultan dan pembicara Set Free Life Seminars, Sue Thompson.

8. Cara memberikan feedback
Tugas untuk menyemangati atau membangun hubungan kerja yang positif bukan hanya milik pimpinan, kata Stefanie Smith, pimpinan firma coaching Stratex. Sebagai bawahan Anda juga bisa memberikan feedback positif, salah satunya dengan membangun sikap positif di kantor. Termasuk menciptakan suasana positif yang membuat atasan merasa senang dan terlihat senang. Memuji atasan di depan publik bisa menjadi contoh lainnya, kata Smith, namun pastikan kata-kata yang Anda pilih bernilai positif, jelas dan tak berlebihan.

9. Cara menyelesaikan masalah
Jadilah bawahan yang mahir menyelesaikan masalah. Meski kebanyakan karyawan membawa masalah dan berharap atasan menyelesaikannya, keluh Jennifer Prosek, CEO firma konsulting CJP Communications.

Sebagai contoh, jika dalam menyelesaikan sebuah proyek Anda menghadapi masalah, maka siapkan tiga opsi penyelesaian. Lalu sampaikan kepada atasan. Meski nantinya atasan Anda menginstruksikan langkah yang berbeda dari yang Anda ajukan, setidaknya cara ini menunjukkan Anda mau berpikir. Atasan akan menghargai usaha Anda tersebut, kata Prosek.

10. Sikap tanggungjawab
Jangan pernah menyalahkan keadaan atau orang lain jika Anda melakukan kesalahan. Sikap tak bertanggungjawab seperti ini akan menjadi penilaian penting bagi atasan. Lebih baik, akui kesalahan Anda tanpa perlu mencari kambing hitam.

"Meski karyawan memiliki kemampuan yang baik, saya tetap tak bisa mempromosikannya jika dia sering menyalahkan orang atau pihak lain ketika melakukan kesalahan," kata Deborah Becker, pemilik agen asuransi di Eau Claire, Wisconsin.

Tandanya Anda bertanggungjawab, katanya, adalah salah satunya mengakui kesalahan dengan mengatakan "Saya minta maaf, ini takkan terjadi lagi, saya janji."

Wednesday, January 12, 2011

8 Tips Menjadi Pemimpin Kompeten

Inilah 8 hal yang menjadikan seseorang menjadi seorang pimpinan yang memang patut dijadikan teladan:

Menjadi pemimpin berarti memimpin diri sendiri
Membagi tugas atau menyuruh seseorang sama mudahnya seperti membagi-bagikan kartu nama. Namun pimpinan yang bijaksana tahu bagaimana harus memimpin dirinya sendiri, tak hanya memberikan contoh yang tulus di hadapan banyak orang, tetapi juga menjadi elemen yang menggerakkan bisnis. Amat penting bagi para pemimpin untuk memiliki kemampuan berfokus dan memotivasi diri sendiri sama seperti saat mereka memotivasi orang lain.

Jangan menjadi penguasa absolut
Saat Anda menjadi pemimpin, kemungkinan besar Anda sudah memiliki tenaga-tenaga kerja yang berbakat di kantor. Ini hal yang sangat bagus. Tetapi berhati-hatilah, jangan sampai Anda bertingkah seperti ratu sejagat di sana. Pemimpin dadakan seringkali membuat sistem yang terlalu mengekang dan memeras bawahan dengan aturan ketat yang sebenarnya tidak perlu. Tuntun bawahan Anda, tetapi jangan mengimplementasikan batasan di luar jalur yang diperlukan. Penting untuk memengaruhi orang-orang yang bekerja bersama Anda. Jangan sampai mereka melihat Anda seperti ratu di singgasana yang sulit terjangkau dan lebih sering membuat peraturan mengekang.

Terbuka akan cara baru untuk melakukan banyak hal
Ketika Anda berhasil melakukan suatu program, tak heran Anda akan mencoba mengulang kesuksesan dengan cara yang sama. Tetapi pemimpin yang selalu ingin lebih akan mencoba hal-hal baru dan tidak terpaku melakukan hal yang sama. Ia akan mencoba cara baru sambil mengkalkulasikan keuntungannya. Jangan tertutup akan hal-hal dan cara baru untuk mengembangkan bisnis Anda.

Mencampurkan perbedaan
Di ruang kerja, akan ada banyak perbedaan pada para pekerjanya. Para pegawai akan memiliki kelemahan dan kekuatan masing-masing. Pemimpin yang biasa-biasa saja akan membiarkan apa yang ada dan melihat masalah baru bergerak. Pemimpin yang mampu menilai kelebihan dari para pegawainya akan mau "mencampur" hal tersebut dan memanfaatkan perbedaan-perbedaan itu demi kebaikan bisnis serta kebahagiaan para pegawai yang bisa berkontribusi secara penuh terhadap perusahaan.

"Kompetisi, yakni dorongan konstan untuk bekerja lebih cepat, lebih baik, dan lebih efektif membuat kita semua bekerja lebih efektif untuk menghadapi perbedaan di kantor," jelas konsultan karier, Susan Eckert, dari Advance Career and Professional Development, New York. Perusahaan yang menenun kekuatan dari perbedaan yang dimiliki karyawannya menjadi sebuah kekuatan yang tak terkalahkan, jelas Eckert.

Membangun rasa komitmen yang tulus
Ada banyak perusahaan yang memiliki kata-kata penguatan yang menunjukkan integritas perusahaan dan orang-orang di dalamnya. Tetapi, pada kenyataannya, tidak selalu seperti itu adanya. Ya, kata-kata itu memang berusaha menjadi semacam identitas karyawan dan perusahaan. Tetapi pemimpin yang sejati akan mampu menanamkan hal-hal tersebut ke dalam para karyawannya. Sense of belonging untuk memajukan kantor dan integritas diri dari karyawan harusnya keluar dengan cara yang tulus, bukan dengan cara menghapal kata-katanya.

Menyelesaikan pekerjaannya
Kebanyakan pimpinan perusahaan mengumbarkan bagaimana cara mereka menginginkan perusahaan ini berkembang. Tetapi, sedikit yang tahu bagaimana mencapainya. Mereka yang tidak pernah tahu apa yang mereka inginkan dan cara mencapainya seringkali kebingungan di tengah jalan. Ketika ia bingung, anak buahnya pun akan kehilangan arah. Dibutuhkan sebuah gol dan tujuan yang jelas, ukuran yang bisa dipertanggungjawabkan untuk melihat keberhasilan. Kemampuan untuk menyelesaikan apa yang ia mulai adalah hal yang krusial. Percuma berencana jika tidak bisa diselesaikan.

Menunjukkan apresiasi tulus
Performa bagus harus mendapat apresiasi. Pimpinan yang memiliki fokus pada masa depan harus bisa memberikan pujian dan apresiasi sepadan kepada anak buah yang bisa memberikan lebih atau sesuai harapan. Apresiasi-apresiasi seperti promosi, kenaikan gaji, bonus, dan hal-hal apresiasi yang nyata amat dibutuhkan. Hal-hal semacam ini akan memotivasi pegawai, tak hanya untuk membangun antusiasme kerja, tetapi juga sekaligus membuat mereka tetap setia bekerja di tempat itu.

Menyadari bahwa ia perlu belajar
Sudah banyak pimpinan bisnis percaya bahwa kebijaksanaan sebagai pemimpin datang dari langit atau pencerahan. Tentu, ide original akan datang dari banyak hal. Tetapi menjadi pimpinan yang bagus juga berarti pembelajaran. Membaca buku mengenai kepemimpinan, mengikuti seminar, dan memilih rekan kerja yang cerdas untuk bertukar pikiran, apa pun itu caranya, tetapi pemimpin sejati tidak akan berhenti belajar untuk menjadi lebih baik.

Tuesday, January 11, 2011

Lima Kebiasaan Penting untuk Kemajuan Karier

Bila Anda ingin karier melesat, praktikkan kebiasaan dalam bekerja berikut ini. Panduan ini bisa membantu Anda membuka lembaran karier baru, dan membuat grafik karier Anda bergerak ke atas, seperti dikutip dari Times Of India.

- Tetapkan tujuan spesifik
Jika Anda tidak memiliki minimal satu target kerja, jangan heran jika Anda menemukan diri Anda tetap berada di tempat sama pada akhir 2011 mendatang. Agar karier tidak mentok, buatlah daftar tujuan yang ingin Anda capai secara profesional tahun ini.

Misalnya, Anda ingin mengambil tiga proyek baru, atau memperluas peranan dengan tujuan untuk membidik posisi manager. Cara ini akan membantu Anda memfokuskan diri pada hal-hal penting.

- Perbarui CV
Tentu Anda puas dengan pekerjaan yang sedang dilakoni. Tetapi, itu tidak berarti Anda lengah terhadap datangnya peluang lebih baik. Memperbarui CV Anda secara teratur adalah praktik yang baik, karena memberikan Anda kesempatan untuk melacak kemajuan Anda sepanjang tahun.

- Jaringan, jaringan, dan jaringan!
Jika Anda berpikir Anda dapat bergerak sendirian di dunia usaha, maka itu salah besar. Sebab, jaringan sangat penting karena dengan begitu Anda akan mendapatkan banyak koneksi.

Selain itu, yang perlu Anda tahu, seandainya Anda membuka jaringan, jangan membatasi diri ke situs jejaring sosial saja. Bertemulah dengan orang baru di departemen lain di tempat kerja dan bangunlah kontak Anda dengan mereka tahun ini.

- Investasi pada diri sendiri
Sudah waktunya untuk upgrade tentang cara Anda berpikir. Misalnya, tambah pengetahuan dengan mengikuti kursus kilat dalam mendesain web, atau keterampilan komunikasi? Hal ini bisa menciptakan keajaiban atas kepercayaan Anda dalam karier.

Keterampilan-keterampilan baru yang tidak ada di lingkungan kantor Anda tentu akan menambah penilaian atas diri Anda di antara para karyawan. Jadi, tahun ini pertajamlah kemampuan Anda, tingkatkan pengetahuan dan tetap mengikuti perkembangan zaman. Cara lain untuk maju adalah dengan banyak membaca.

- Patuhi aturan tidak tertulis
Jadilah orang yang selalu tepat waktu, memenuhi tenggat waktu, dan jangan boros dalam hal sumber daya perusahaan.

Thursday, January 6, 2011

Tips Membangun Kepercayaan Diri Saat Bekerja

Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda membuat pesona percaya diri terlihat dan ketegasan terpancar, seperti dikutip dari what women today :

Kontak mata
Kontak mata merupakan suatu fitur penting dalam menggambarkan percaya diri Anda. Jangan melihat ke bawah atau berpaling saat merasa canggung atau tingak nyaman. Jika Anda ingin dianggap serius, Anda harus menahan kepala Anda agar tetap berdiri tegak saat berbicara. Tidak perlu dengan tatapan keras pada orang yang Anda ajak bicara, tapi wanita yang percaya diri bicara dengan matanya. Jadi, pastikan tatapan mata lurus dan membuat titik. Ini akan membantu membaca pikiran orang dan juga menampilkan percaya diri Anda di tempat kerja.

Ekspresi wajah
Aspek penting lainnya untuk menunjukkan rasa percaya diri adalah melalui ekspresi Anda. Banyak wanita yang sangat mudah untuk mengungkapkan kehangatan dan keramahan. Sangat mudah bagi wanita untuk tersenyum dan bersikap baik, tapi ketika harus menunjukkan ketidaksukaan atau kemarahan, kerap kali wanita sulit mengekspresikan diri.

Untuk itu, latihlah ekspresi wajah Anda. Gunakan cermin untuk melatih ekspresi Anda. Lihat diri Anda di cermin saat mengungkapkan ekspresi yang berbeda dan cobalah membuat ekspresi tersebut tampak natural.

Postur tubuh
Postur tubuh juga salah satu aspek untuk menuju kesuksesan. Dengan bantuan cermin Anda bisa mempraktekkan cara berjalan atau berdiri. Postur tubuh Anda dapat berbicara tentang rasa percaya diri. Postur tubuh yang baik adalah tegap dan badan sedikit condong ke depan.

Gesture
Pernahkah Anda memperhatikan gerak gerik Anda? Apakah Anda akan nyaman berbicara dengan seseorang tanpa menggerakkan tangan Anda di sekitar? Pastikan gerakan anda tidak mengganggu orang ketika Anda menyampaikan pidato atau saat melakukan percakapan.

Gerak-gerik yang terlalu berlebihan juga tidak baik. Hal ini justru memperlihatkan Anda sedang gugup. Belajarlah untuk menggerakkan tangan secara wajar tanpa terlihat seperti Anda mencoba untuk mengontrol emosi.

Monday, November 29, 2010

Kesalahan Berkas Lamaran Pekerjaan

Berkas lamaran pekerjaan seharusnya berisi segala hal mengenai diri dan kelebihan Anda. Hal tersebut sebaiknya dibuat dengan ringkas, mudah dibaca, mudah dimengerti, dan menonjolkan alasan mengapa Anda yang sebaiknya dipilih untuk menempati pekerjaan yang Anda tuju itu. Sebelum dikirimkan, Anda harus membaca berulang-ulang untuk memastikan bahwa isinya sudah cukup tepat dan menceritakan tentang diri Anda. Anda mungkin butuh waktu berjam-jam untuk menyusun resume Anda, tetapi si pewawancara mungkin hanya butuh beberapa menit untuk membacanya. Ketika ada kesalahan, tanpa segan-segan melewatkan resume Anda.

Pastikan resume Anda dibaca lengkap serta tidak terempas begitu saja karena ada kesalahan umum yang sebenarnya bisa dihindari. Berikut adalah beberapa kesalahan umum yang bisa Anda hindari:
1. Tidak menyertakan surat pengantar lamaran
Surat lamaran pekerjaan (bukan curriculum vitae) bernilai penting pada saat pemrosesan pembacaan surat lamaran pekerjaan. Banyak perusahaan yang langsung membuang berkas lamaran pekerjaan yang tak menyertakan surat pengantar tersebut. Pastikan Anda menuliskan ringkasan riwayat diri Anda dengan tepat pada cover letter. Jelaskan mengenai kualifikasi Anda, jarak antara waktu kerja yang cukup jauh, serta informasi lain yang sekiranya dibutuhkan oleh perusahaan yang Anda tuju.

2. Berpikir bahwa salah ketik itu wajar
Dalam survei yang dilakukan kepada para human resources department (HRD), kesalahan yang tersering mereka lihat dalam resume adalah kesalahan pengetikan atau sering disebut "typo". Jangan segan untuk meminta orang lain membaca kembali berkas lamaran pekerjaan Anda untuk memastikan tidak ada kesalahan, apalagi jika Anda mengirim lamaran dalam bahasa Inggris atau bahasa lain yang sebenarnya belum Anda kuasai.

3. Terlalu generik
Ada banyak contoh penulisan surat lamaran pekerjaan yang bisa Anda contoh. Akan tetapi, saking umumnya, kadang para pembaca surat lamaran pekerjaan itu jadi hafal polanya. Nah, pastikan Anda menuliskan lamaran pekerjaan tepat guna dengan posisi yang Anda tuju. Buat surat lamaran pekerjaan Anda cukup personal dan tidak terlihat seperti Anda setengah hati melamarnya. Apalagi ternyata terselip nama perusahaan lain yang pernah Anda coba kirim lamaran. Uh, sudah pasti berkas Anda langsung disingkirkan.

4. Memfokuskan pada tugas, bukan hasil akhir
Ketimbang menuliskan daftar penugasan yang pernah Anda kerjakan, lebih baik Anda tuliskan apa saja hasil yang pernah Anda dapatkan dan bagaimana hal tersebut membantu perusahaan. Contoh, jika Anda pernah berhasil berkontribusi pada pendapatan perusahaan saat mencapai penghasilan tertinggi dalam sejarah dengan program yang Anda buat, maka tempat Anda melamar akan sangat tertarik pada Anda.

5. Obyektif egois
Para pencari pekerja akan mencoba melihat apakah Anda adalah kandidat yang tepat untuk posisi di lembaga mereka, jadi, apa pun yang ada di dalam resume Anda seharusnya merujuk kepada pengalaman dan keberhasilan Anda. Ringkasan kualifikasi yang menceritakan mengenai keberhasilan Anda akan lebih efektif ketimbang pernyataan tujuan Anda yang generik.

6. Format resume yang "berbunga-bunga"
Tentu, penggunaan kertas berwarna pink dan penggunaan huruf yang besar-kecil dengan warna yang berbeda-beda akan membuat berkas lamaran Anda terlihat berbeda dan menonjol, tetapi bukan dalam artian yang bagus. Biasakan untuk menuliskan resume menggunakan kertas dan font yang standar saja. Gunakan tipe font Arial atau Times New Roman berwarna hitam di atas kertas putih.

7. Salah cantum gelar dan tanggal
Salah satu kesalahan yang sering tertangkap adalah kesalahan pada pencantuman gelar. Ada yang saking bersemangatnya, gelar tersebut sudah dicantumkan pada saat ia mengirimkan lamaran, padahal wisuda atau kelulusannya baru akan diadakan bulan depan. Memaksakan hal tersebut bisa membuat Anda terlihat seperti "berbohong".

8. Alasan pergi dari kantor lama
Jangan mencantumkan sesuatu yang bernada negatif dalam resume Anda (juga saat wawancara kerja). Jika Anda meninggalkan posisi lama karena pengurangan tenaga kerja atau karena dipecat, sebaiknya ungkapkan hal tersebut hanya jika ditanya.

9. Mencantumkan terlalu banyak informasi personal
Jika tak ada hubungannya dengan karier Anda, tak usah cantumkan kegiatan pribadi Anda. Begitu pun dengan tinggi atau berat badan (kecuali memang diminta), afiliasi dalam bidang agama, orientasi seksual, hobi memancing, atau apa pun yang bisa berbalik menghakimi Anda.

10. Terlalu panjang
Jika ada pekerjaan di masa lalu yang tak lagi relevan dengan karier Anda, sebaiknya tak usah dicantumkan. Panjang halaman resume disarankan tak lebih dari 2 halaman. Jadi, pastikan Anda mencantumkan hal-hal yang relevan saja. Para manajer HRD, dalam survei yang dilangsungkan oleh Careerbuilder, 21 persen responden mengatakan resume yang lebih panjang dari 2 halaman terlalu panjang, membosankan, dan banyak salahnya.

Thursday, November 18, 2010

Tips Bekerja di Luar Negeri

Hampir menjadi impian setiap orang untuk mengembangkan karir di luar negeri. Tentu saja berkarir di dunia Internasional membutuhkan keahlian bahasa asing yang baik. Belum lagi upaya Anda untuk beradaptasi dengan budaya setempat, yang mungkin sangat berbeda dengan budaya Indonesia. Ada dua hal yang pasti harus dimiliki, yaitu kegigihan dan kebulatan tekad untuk memulai.

Simak kiat-kiat di bawah ini untuk memulai mengembangkan karir di luar negeri:

1. Bangun networking
Anda tidak mungkin nekat pergi begitu saja tanpa anda mendapatkan informasi yang cukup tentang negara tujuan. Alangkah baiknya jika anda memiliki seorang kenalan atau teman yang bisa membantu mencarikan informasi seputar jenis pekerjaan atau perusahaan yang anda inginkan. Anda juga bisa mencoba berlangganan majalah bisnis luar negeri atau mengikuti milis teman yang tinggal di luar.
Networking ini juga sangat dibutuhkan ketika anda baru tiba di negara tujuan. Mintalah bantuan teman anda untuk mengirimkan informasi tentang biaya hidup (mulai dari biaya tempat tinggal, transportasi, jaminan kesehatan, dll) , perkiraan gaji, dan prospek karir bangsa asing di negara tersebut.
2. Persiapkan keahlian pribadi
Baik di Indonesia atau mancanegara, sebaiknya anda memiliki unique selling point yang bisa membuat perusahaan tertarik menerima anda. Misalnya, sebuah perusahaan IT Amerika ingin memiliki seorang Asia Pasific Division Manager di kantor pusat Amerika dengan kemampuan bahasa Indonesia yang baik. Bisa jadi ini sebuah kesempatan buat anda! Jadi sebelum berangkat, pastikan anda punya 'sesuatu' yang layak jual.
3. Pelajari Etiket Bisnis Internasional
Dari pengalaman beberapa profesional di luar negeri, pada awal bekerja biasanya dilaksanakan cross cultural training. Maksudnya, bagi karyawan asing akan diberikan pelatihan etika bisnis internasional. Bagaimana anda berkomunikasi dengan klien-klien dengan bahasa dan budaya yang berbeda.
Ketika memilih bekerja di Jepang, tentu saja anda harus membiasakan membungkukkan diri untuk memberi hormat pada klien. Beda pula ketika bekerja di Itali, yang terbiasa dengan memberikan pelukan. Ini semua bisa anda pelajari sebelum 'terbang', dengan rajin membuka jurnal pelatihan bisnis yang tersedia di internet.

Sikap Pimpinan yang Diinginkan Bawahan

Apakah anda pernah mengeluh tentang sikap atasan yang menurut anda menjengkelkan? Atau mungkin anda seorang kepala divisi di perusahaan yang pernah secara tidak sengaja mendengar keluhan dari bawahan anda?

Untuk menjadi seorang pemimpin anda memang diharuskan untuk membina hubungan dengan bawahan anda. Sedikit karyawan mungkin yang berani terbuka mengutarakan sikap atasan yang seperti apa yang mereka inginkan. Namun, kebanyakan memilih diam dan menyimpan keluhan dalam hati karena rasa segan pada atasan.

Hal tersebut cukup meyulitkan karena biasanya sikap kerja mereka bergantung dari apa yang mereka rasakan atas sikap atasannya. Jika menurut mereka atasan sudah memenuhi kriteria sebagai ‘pemimpin,’ maka mereka akan menjalankan tugasnya dengan lebih ringan dan lancar.

Berikut ini adalah sikap yang diharapkan ada pada seorang atasan:

- Atasan yang Fleksibel
Fleksibel di sini adalah sikap atasan yang bisa 'berubah' sesuai dengan kondisi. Saat menangani pekerjaan bersikaplah seperti layaknya atasan yang memiliki wibawa di mata anak buah. Tapi diluar jam kerja, anda bisa berubah menjadi sosok yang menyenangkan yang juga suka melemparkan lelucon dan bisa diajak tertawa.

- Atasan yang Bisa Menghargai Pendapat Karyawan
Memang kata-kata menghargai pendapat seseorang sering dianggap klise. Padahal itu salah satu tolak ukur bagi karyawan untuk melihat apakah ia mampu memberi kontribusi yang berarti kepada perusahaan.

- Atasan yang Memandang Karyawan sebagai Aset Perusahaan
Tidak bisa dipungkiri bahwa sebuah perusahaan dapat berjalan karena didukung oleh karyawan yang kompeten. Sudah sepantasnya jika karyawan dipandang sebagai aset perusahaan, namun dengan tidak mengesampingkan kebijaksanaan yang dijalankan oleh perusahaan.

- Atasan yang Memperhatikan Kepentingan Karyawan
Memberikan perhatian atas apa yang sedang dialami oleh bawahan menunjukkan bahwa atasan peduli dengan bawahannya. Ketahuilah apa yang dibutuhkan oleh bawahan dengan begitu bawahan pun tidak akan merasa seperti objek yang hanya dibutuhkan tenaga dan pikirannya saja.

Wednesday, November 17, 2010

Penyebab Karir Kurang Sukses

Jangan dulu memberi cap atasan pilih kasih, bila karier Anda seringkali disalip anak baru. Kadang, hal yang kita sepelekan justru yang bikin kita tak dapat promosi.

Berikut 14 faktor penghambat karier yang wajib masuk black list:
1. Telat rapat
Sesekali datang telat saat rapat masih bisa dimaklumi, tapi jika sudah keseringan dan jadi kebiasaan, mencerminkan sikap tak menghargai atasan, bahkan perusahaan.
Tips: Aktifkan alarm 2 jam sebelum berangkat kerja atau mulai rapat.

2. Bekerja ala kadarnya
Walau si bos tak pernah komplain atas pekerjaan yang Anda buat, jangan senang dulu, siapa tahu Anda hanya dinilai biasa-biasa saja. Penilaian standar bisa membuat Anda tak dilirik sama sekali.
Tips: Mintalah penilaian atasan atas performa kerja Anda.

3. Suka menunda
Kalimat "Nanti dulu, ah, kan masih banyak waktu," ternyata tak hanya berpotensi membuat pekerjaan menumpuk, namun bisa membuat Anda dianggap meremehkan pekerjaan.
Tips: Jangan sampai Anda terlihat keteteran apalagi sampai telat mengumpulkannya.

4. Lupa, lupa, lupa...
Lupa bukan lagi alasan, namun dianggap sebuah keteledoran yang bisa merugikan perusahaan.
Tips: Manfaatkan buku agenda atau to do list di ponsel kesayangan.

5. Single player
Ingin selalu terlihat menonjol bisa membuat rekan tak betah bekerja dengan Anda. Padahal, kebersamaan tim juga masuk dalam penilaian kinerja.
Tips: Yakinlah, Anda tetap membutuhkan orang lain untuk mencapai sukses, walau berupa dukungan.

6. Childish
Ngambek karena ditinggal makan siang atau menangis setelah bos mengkritik hasil kerja, sebaiknya jangan dilakukan, karena itu memberi kesan Anda belum siap bekerja.
Tips: Perlihatkan kalau Anda mandiri dan profesional.

7. Sombong
Mudah terlena dengan pujian dan terlalu asyik pamer bisa membuat Anda lupa untuk mempertahankan prestasi, di samping memberikan kesempatan pihak lain untuk "menyalip".
Tips: Pamer terkadang perlu, tapi jangan lupa mempertahankan kinerja, ya.

8. Tidak memiliki prioritas
Tugas utama seringkali terganggu akibat menyelesaikan tugas sampingan. Hati-hati, kerja serabutan seperti ini menunjukkan manajemen kerja yang buruk.
Tips: Buatlah daftar pekerjaan sesuai deadline, lalu selesaikan satu per satu.

9. Fokus terbagi
Pekerjaan yang seharusnya bisa selesai dalam waktu satu jam, bisa jadi "molor" seharian gara-gara online terus. Jika dalam posisi ini kinerja Anda sudah lambat, apalagi jika naik jabatan? Upss...
Tips: Offline sejenak saat Anda sedang bekerja. Online-lah saat jam istirahat.

10. Menolak kritik
Mencari-cari alasan bukanlah cara yang tepat untuk menanggapi kritikan dari atasan. Ini memberi kesan kalau Anda tak ingin disalahkan dan mencari kambing hitam.
Tips: Terima kritik dengan positif. Kalau tak sesuai, bicarakan baik-baik.

11. Terlibat konflik
Perang dingin dengan rekan kerja malah menambah daftar musuh yang menghambat jalan Anda. Apalagi sampai membuat masalah dengan atasan, pupuslah harapan untuk naik jabatan.
Tips: Jaga hubungan baik dengan semua orang di kantor. Tak perlu diambil hati jika ada ucapan atau sikap yang tidak mengenakkan dari rekan kerja.

12. Kurang bergaul
Memiliki kinerja baik tak akan pernah cukup. Masalahnya, kesempatan kadang datang dari orang yang tak pernah diduga sebelumnya.
Tips: Tebarkan pesona Anda. Jangan ragu untuk menyapa sauda "satu atap" walau dari divisi berbeda.

13. Miss Keluh
Gemar mengeluh tentang pekerjaan atau menjelek-jelekkan atasan bisa menurunkan kredibilitas. Pasalnya, ini menunjukkan kalau Anda kurang dapat mengendalikan emosi dan tak bisa menjaga nama baik perusahaan.
Tips: Tak semua hal bisa dicurhatkan, ada hal-hal yang sebaiknya disimpan sendiri. Termasuk ketidaksukaan Anda pada atasan.

14. Kurang pede memberi ide
Ide merupakan wujud eksistensi. Jika hanya disimpan dalam hati, Anda hanya akan dipandang pasif dan tak memiliki andil.
Tips: Utarakan ide yang baik saat Anda diberi kesempatan. Jangan hanya berkata, "Ya, setuju!"

Wednesday, November 10, 2010

Enam Keterampilan Sebagai Kunci Sukses

Kita semua bercita-cita untuk naik ke puncak profesi masing-masing. Tapi tahukah Anda bahwa untuk mencapai puncak, ada ribuan rintangan yang harus dilewati. Seperti dikutip dalam situs resmi AskMen baru-baru ini, ada enam keterampilan yang dapat Anda lakukan untuk menggapai tangga karir. Perlu untuk diketahui, bahwa keterampilan itu dapat dipelajari, sehingga tidak seorang pun boleh merasa bahwa mereka berada pada posisi yang kurang menguntungkan.

Pertama, keterampilan dalam berbicara. Kemampuan untuk berbicara dengan berbagai orang adalah mutlak penting. Menjadi seorang pembicara yang baik akan memberikan kesan istimewa bagi pendengarnya.

Kedua, keyakinan dalam mengambil keputusan. Seorang pemimpin yang baik akan selalu membuat dan menentukan keputusan yang benar. Jika keputusan Anda ternyata benar, akan ada imbalan bagi Anda.

Ketiga, akuntabilitas. Menjadi orang sukses harus siap menerima keberhasilan maupun kegagalan. Mengakui kesalahan daripada mencoba menyalahkan orang atas kekurangan Anda adalah salah satu cara untuk dihormati.

Keempat, sikap positif. Bersikap positif tentang pekerjaan dan hidup juga sangat penting. Pesimis yang abadi akan selalu mendorong orang lain untuk masuk ke lubang yang sama. Jika Anda selalu berpikiran positif, hal ini akan tertular kepada orang lain untuk menjadi lebih positif. Jangan pernah mencoba melihat masalah, tetapi cobalah untuk melihat solusinya.

Kelima, menampilkan diri. Berpenampilan menarik akan memberikan nilai tersendiri bagi Anda, dan akan memberikan rasa percaya diri yang tinggi.

Keenam, keterampilan dalam mengatur waktu. Usahakan untuk menggunakan waktu Anda secara efisien. Hal ini akan menjadi kunci untuk keberhasilan Anda. Apabila semua keterampilan ini telah Anda miliki, pastikan kunci sukses ada ditangan Anda.

Tuesday, November 9, 2010

Etika Perempuan di Dunia Kerja Lelaki

Perempuan yang bekerja di lapangan pekerjaan yang biasanya dihuni oleh lelaki saat ini makin banyak. Misal, perempuan yang bekerja sebagai konstruktor bangunan, pilot, programmer, insinyur, dan lainnya. Tak mudah untuk bisa bertahan di dunia yang butuh ketangguhan ekstra bagi wanita yang sifat dasarnya adalah lemah lembut. Apa yang harus menjadi modal bagi para perempuan untuk bertahan di tempat semacam ini?

Bersikap profesional
Anda tak ingin, kan, dinilai sebagai orang yang aneh? Jadi, cobalah untuk bersikap profesional. Tanggalkan atribut terlalu girlie layaknya anak SMA dengan berbagai aksesoris, barang-barang, termasuk sikap yang kekanak-kanakan. Agar Anda dinilai serius, Anda harus bersikap profesional dan anggun. Mungkin di film-film komedi, saat wanita girlie ceroboh yang berusaha bertahan di dunia profesi yang dipenuhi pria bisa saja berhasil dan selamat karena sikapnya yang sangat ceria. Namun, di kehidupan nyata, saat keadaan genting, Anda tak bisa bermanja-manja.

Dilarang menggosip
Ya, sudah menjadi stereotip, bahwa wanita suka menggosip. Wanita suka bergunjing. Namun, saat karier Anda sedang dipertaruhkan, sebaiknya menjauh dari gosip kantor. Saat pria membicarakan masalah pribadi rekan kantor, hal itu disebut bicara atau ngobrol, tetapi ketika wanita yang berbuat seperti itu, disebut gosip. Jadi, lebih baik, tidak usah ikut menggunjingkan orang lain.

Berpakaian dengan tepat
Meski tak perlu berpakaian seperti pria, namun, Anda harus mengetahui pakaian apa yang masih terbilang sopan dan tidak di kantor Anda. Kantor berisi sekumpulan pria, sehingga, akan lebih bijaksana jika Anda mengenakan pakaian yang tidak "mengundang" tendensi. Jangan mengenakan kaus atau rok ketat, namun dress atau rok yang sopan masih bisa ditolerir, jangan terlalu banyak mengumbar kulit atau lekuk tubuh.

Perhatikan tingkah Anda
Beberapa perempuan di kantor bisa menjadi agresif berlebihan seakan ingin membuktikan bahwa mereka sama berharganya seperti rekan kerja pria lain. Di luar pekerjaan, biasanya perempuan tersebut bukan perempuan agresif, tetapi ketika di kantor, saat mereka menjadi orang yang sangat menyebalkan, mereka menjadi seperti orang yang palsu. Jika Anda adalah wanita yang cerdas, percaya diri, di dunia kerja yang didominasi pria, tunjukkan kebolehan Anda. Kepandaian dan hasil kerja Anda seharusnya bisa menunjukkan itu semua, bukan dengan menjadi orang yang merecoki orang lain.

Cari mentor
Jika ada dalam struktur perusahaan Anda, seorang wanita yang sudah mencapai posisi tinggi, cobalah temui ia dan berbincang dengannya. Tanyakan mengenai pekerjaan dan profesi ini. Siapa tahu ia bisa menjadi mentor Anda.

Jangan menjadi sekretaris
Lihat jabatan Anda. Di posisi apa? Jika Anda diterima bekerja bukan sebagai sekretaris, jangan mau dianggap sebagi notulen saja dalam struktur kantor. Seandainya Anda sudah menjadi sekretaris, coba cari cara untuk bisa meniti karier lebih tinggi lagi. Jangan menyerah di posisi asisten orang lain.

Selalu lakukan yang terbaik
Wanita yang bekerja di dunia lelaki biasanya harus bekerja lebih keras untuk membuktikan dirinya sendiri. Kadang, ada kantor yang menerima karyawan perempuan supaya terlihat tidak memilih gender dan lebih beragam, meski si perempuan tidak memiliki kualitas yang setara. Supaya Anda tidak mengisi posisi kursi kosong saja, selalu belajarlah untuk menjadi lebih baik.

Bergabung
Jangan menutup diri untuk pergi bersama teman-teman sekantor, tentu ke acara yang Anda tahu memungkinkan untuk Anda datangi. Pergi dengan teman-teman kantor akan membantu Anda dan mereka melepaskan ketegangan dan saling mengenal di luar kantor.

Bertahan
Diskriminasi gender bisa terjadi di mana pun dan cara Anda menghadapinya bisa memengaruhi masa depan Anda. Jika ada yang merendahkan kompetensi Anda, bertahanlah pada pendapat Anda. Dorong ego Anda dan lebih percaya diri. Pada saat-saat tertentu, Anda mungkin akan merasa rendah diri dan tak kuat bertahan, namun, jangan menyerah. Refleksikan diri pada hal-hal positif dari hasil pekerjaan Anda untuk mengembalikan kepercayaan diri.

Alasan Rekan Kerja Digaji Lebih Tinggi

Memang menyakitkan bila mengetahui bahwa rekan kerja Anda yang memiliki masa kerja yang kurang lebih sama, latar belakang pendidikan yang sama, dan tugas-tugas yang sama, ternyata memiliki gaji yang lebih tinggi daripada Anda. Apalagi bila hal ini baru Anda ketahui belakangan. Anda merasa ada banyak hal yang tertinggal, namun Anda bingung bagaimana harus mengejarnya.

Sebelum Anda kesal dan menuntut kenaikan gaji dari atasan, sebaiknya Anda cari tahu dulu mengapa rekan kerja Anda bisa mendapatkan gaji sebesar itu. Alison Green, penulis buku Managing to Change the World: The Nonprofit Leader's Guide to Getting Results, membeberkan lima alasan yang mungkin bisa menjawab rasa penasaran Anda.

1. Mereka lebih mampu bernegosiasi soal gaji
Bagaimana cara Anda bernegosiasi soal gaji ketika menerima tawaran pekerjaan? Ada yang langsung menerima angka gaji yang ditawarkan, ada yang membujuk untuk mendapat gaji sedikit lebih tinggi, ada pula yang mendesak agar gajinya ditambah jauh lebih banyak. Dan, banyak dari mereka yang berhasil mendapatkannya. Gaji rekan kerja Anda mungkin lebih tinggi daripada gaji Anda, karena ia memang meminta lebih. Bila Anda memang ingin bernegosiasi, lakukan sebelum Anda menerima pekerjaan tersebut, bukan setelah Anda menerimanya.

2. Pasar kerja lebih luas ketika rekan kerja Anda direkrut
Dalam situasi pasar kerja yang ketat, perusahaan bisa merekrut orang-orang berkualitas baik dengan gaji yang lebih rendah. Namun beberapa tahun sebelumnya, ketika lapangan kerja cukup tersedia, perusahaan harus menawarkan lebih banyak uang untuk menarik kandidat-kandidat terbaik. Jika Anda direkrut saat jumlah pesaing sangat banyak, perusahaan mungkin akan menganggap bahwa Anda sudah cukup beruntung bisa bekerja di sana. Sebaliknya, rekan kerja Anda muncul pada saat pilihan lapangan kerja begitu banyak sehingga perusahaan harus memberikan imbalan lebih besar untuk merekrutnya.

3. Rekan kerja Anda memiliki gelar atau ketrampilan tertentu yang menjadi nilai lebih
Meskipun Anda dan rekan kerja Anda melakukan tugas-tugas dan pekerjaan yang sama, perusahaan tetap akan memberikan gaji lebih besar untuk karyawan yang memiliki kemampuan, gelar, atau sertifikat yang menunjukkan penguasaan pengetahuan tertentu.

4. Kinerja Anda tidak sebaik yang Anda kira
Banyak orang yang menilai kinerja mereka terlalu baik, dan sering tidak menyadari bahwa itulah masalah mereka. Cobalah Anda memikirkan kembali apakah memang ada alasan mengapa perusahaan tidak menghargai hasil kerja Anda setinggi ketika menghargai hasil kerja rekan kerja Anda yang lain. Mungkin rekan kerja Anda lebih tangkas dalam menangani tugas-tugas yang berat, atau ia mampu membuat analisa yang lebih baik dari masalah yang dihadapi. Siapa tahu?

5. Pekerjaan yang ditangani rekan kerja Anda sangat berat
Bila tugas-tugas yang dilakukan rekan kerja Anda tergolong sangat sulit atau tidak menyenangkan, maka perusahaan tidak ragu untuk membayar lebih banyak agar orang mau melakukan tugas tersebut, tak peduli meskipun ketrampilan yang dibutuhkan sebenarnya sama saja dengan kemampuan Anda. Hal yang sama juga bisa terjadi bila atasan langsung rekan kerja Anda lah masalahnya. Sering juga terjadi perusahaan akan meningkatkan gaji karyawan yang harus bekerja di bawah manajer yang berperangai "sulit" untuk mencegah karyawan tersebut mengundurkan diri.

Namun meskipun Anda menghadapi berbagai skenario seperti ini, Anda masih bisa meningkatkan gaji Anda. Fokuslah lebih dulu pada jumlah gaji yang layak Anda dapatkan. Kemudian lakukan riset untuk menemukan perbandingan gaji untuk jenis pekerjaan, jabatan, dan masa kerja yang Anda miliki dengan yang ditawarkan oleh perusahaan lain.

Jika hasil penelitian Anda menunjukkan bahwa gaji Anda sudah setara dengan yang ditawarkan oleh industri yang sama, namun rekan kerja Anda mendapatkan gaji yang lebih tinggi, Anda juga bisa meminta lebih. Namun, Anda juga harus siap bila permintaan Anda tidak dikabulkan. Hal ini tidak menandakan bahwa perusahaan tidak menghargai Anda. Hal ini kembali ke masalah bagaimana cara Anda bernegosiasi.

Pada saatnya, bila ketidakpuasan Anda tidak teratasi, mungkin sudah waktunya bagi Anda untuk mencari pekerjaan di tempat lain yang mampu memberikan gaji yang Anda inginkan. Pastikan bahwa Anda memutuskan menerima pekerjaan yang Anda sukai, bukan hanya karena mengejar gaji yang tinggi.