Showing posts with label Sukses Bekerja. Show all posts
Showing posts with label Sukses Bekerja. Show all posts

Tuesday, January 25, 2011

50 Tips Sukses Karir dan Rumah Tangga

Sebetulnya, sukses berawal dari mental. Anda bisa saja miskin namun jika Anda yakin bahwa Anda bisa sukses, maka itulah yang akan Anda raih. Demikian juga sebaliknya, jika Anda terlahir kaya, namun tidak memiliki mental sukses, maka kelak ia pun bisa jatuh melarat.

Tak peduli apa pun yang menjadi profesi kerja Anda sekarang, apakah karyawan rendahan atau bos sekalipun, Anda bisa meraih sukses dengan mengembangkan 50 kebiasaan sukses ini. Namun, ingat juga bahwa ukuran kesuksesan bukanlah uang, melainkan mental puas itu sendiri.

1.Carilah dan temukan kesempatan di mana orang lain saat orang lain gagal menemukannya.

2.Orang sukses melihat masalah sebagai bahan pembelajaran an bukannya kesulitan belaka.

3.Fokus pada solusi, bukan berkubang pada masalah yang ada.

4.Menciptakan jalan suksesnya sendiri dengan pemikiran dan inovasi yang ada.

5.Orang sukses bisa merasa takut, namun mereka kemudian mengendalikan dan mengatasinya.

6.Mereka mengajukan pertanyaan yang tepat, sehingga menegaskan kualitas pikiran dan emosional yang positif.

7.Mereka jarang mengeluh.

8.Mereka tidak menyalahkan orang lain, namun mengambil tanggung jawab atas tindakan mereka.

9.Mereka selalu menemukan cara untuk mengembangkan potensi mereka dan menggunakannya dengan efektif.

10.Mereka sibuk, produktif, dan proaktif, bukan luntang-lantung.

11.Mereka mau menyesuaikan diri dengan sifat dan pemikiran orang lain.

12.Mereka memiliki ambisi atau semangat.

13.Tahu benar apa yang diinginkan.

14.Mereka inovatif dan bukan plagiat.

15.Mereka tidak menunda-nunda apa yang ada.

16.Mereka memiliki prinsip bahwa hidup adalah proses belajar yang tiada henti.

17.Mereka tidak menganggap diri sempurna sehingga sudi belajar dari orang lain.

18.Mereka melakukan apa yang seharusnya, bukan apa yang mereka mau lakukan.

19.Mereka mau mengambil resiko, tapi bukan nekat.

20.Mereka menghadapi dan menyelesaikan masalah dengan segera.

21.Mereka tidak menunggu datangnya keberuntungan, atau kesempatan. Merekalah yang menciptakannya.

22.Mereka bertindak bahkan sebelum disuruh/ diminta.

23.Mereka mampu mengendalikan emosi dan bersikap profesional.

24.Mereka adalah komunikator yang handal.

25.Mereka mempunyai rencana dan berusaha membuatnya menjadi kenyataan.

26.Mereka menjadi luar biasa karena mereka memilih untuk itu.

27.Mereka berhasil melalui masa-masa berat yang biasanya membuat orang lain menyerah.

28.Mereka tahu apa yang penting bagi mereka dan melakukan yang terbaik yang mereka bisa.

29.Mereka memiliki keseimbangan. Mereka tahu bahwa uang hanya alat, bukan segalanya.

30.Mereka paham betul pentingnya disiplin dan pengendalian diri.

31.Mereka merasa aman karena mereka tahu mereka berharga.

32.Mereka juga murah hati dan baik hati.

33.Mereka mau mengakui kesalahan dan tidak segan untuk minta maaf.

34.Mereka mau beradaptasi dengan perubahan.

35.Mereka menjaga kesehatan dan performa tubuh.

36.Mereka rajin.

37.Ulet

38.Mereka terbuka dan mau menerima masukan dari orang lain.

39.Mereka tetap bahagia saat menghadapi pasang surut kehidupan.

40.Mereka tidak bergaul dengan orang-orang yang salah/ merusak.

41.Mereka tidak membuang waktu dan energi emosional untuk sesuatu yang di luar kendali mereka.

42.Mereka nyaman bekerja di tempat yang ada.

43.Mereka memasang standar yang tinggi bagi diri sendiri.

44.Mereka tidak mempertanyakan mengapa mereka gagal namun memetik pelajaran dari itu semua.

45.Mereka tahu bagaimana harus rileks, menikmati apa yang ada, dan mampu bersenang-senang dalam kecerobohan sekalipun.

46.Karir mereka bukanlah siapa mereka, itu hanyalah pekerjaan.

47.Mereka lebih tertarik pada apa yang efektif ketimbang pada apa yang mudah.

48.Mereka menyelesaikan apa yang telah mereka mulai.

49.Mereka menyadari bahwa mereka bukan hanya makhluk hidup belaka, namun juga makhluk rohani.

50.Mereka melakukan pada yang mereka katakan.

Jadi, apakah ada beberapa kebiasaan yang sudah menjadi bagian dari hidup Anda saat ini?! Jika ada, kembangkan itu, dan tambahkan peluang sukses Anda dengan melakukan yang lain. Ingat, sukses bukanlah milik orang yang tidak pernah gagal, melainkan milik orang yang tidak pernah menyerah..

Sumber : http://kampungkita.blogdetik.com/2010/12/25/50-tips-sukses/

Sunday, November 7, 2010

Cara Meningkatkan Kompetensi di Kantor

Karena lalai mencari tahu berapa standar gaji seorang koordinator PR dan marketing di sebuah firma hukum pada awal kariernya, Marisa (40, bukan nama sebenarnya) tidak mampu bernegosiasi mengenai gaji pertamanya. Kesalahan ini ternyata mempengaruhi kariernya pada tahun-tahun berikutnya. "Pada tahap tertentu (tidak dilakukannya negosiasi) telah membatasi jumlah penghasilan saya sekarang," ujar Marisa. "Waktu itu saya tidak berani meminta gaji lebih besar. Padahal saya tahu saya layak mendapatkan lebih."

Kesalahan yang tidak disadari seperti ini, menurut Lois Frankel, PhD, presiden Corporate Coaching International dan penulis Nice Girls Don't Get The Corner Office, ternyata dapat merugikan wanita dalam kariernya. Sebagian alasan mengapa wanita cenderung mengalah, adalah karena wanita menganggap dunia kerja sebagai keluarga. Mereka melihat diri mereka dalam hubungan dengan orang lain, sehingga kurang nyaman mempromosikan keinginan diri mereka karena dirasa merugikan yang lain.

Wanita juga bersedia menerima gaji yang lebih rendah daripada pria karena khawatir dianggap serakah, demikian menurut hasil riset Lisa Barron dari University of California, Irvine. Secara umum, studi tersebut menunjukkan bahwa wanita kurang nyaman mensejajarkan jumlah penghasilan dengan kelayakan diri mereka.

Pada dasarnya, ada lima kesalahan lain yang dilakukan wanita (selain urusan gaji), yang membuat diri mereka kurang kompeten dibandingkan rekan kerja pria. Bila telah menyadarinya, semua kekurangan ini dapat Anda ubah menjadi cara untuk tetap eksis di kantor.

Tingkatkan kemampuan negosiasi
Masih banyak perusahaan yang menetapkan standar gaji yang berbeda antara pria dan wanita. Bila Anda memang sudah mencari tahu berapa gaji untuk jabatan tertentu di beberapa perusahaan dengan level dan reputasi yang sama, jangan ragu untuk bernegosiasi dengan atasan (atau staf pengembangan sumber daya manusia yang mewawancarai Anda). Jika Anda tidak mendapatkan gaji pertama yang fair (sesuai standar), Anda akan kehilangan sekian juta rupiah yang bisa Anda dapatkan sebelum pensiun, demikian menurut Linda Babcock dan Sara Laschever, dua ekonom dari Carnegie Mellon University yang menulis buku Women Don't Ask: Negotiating And The Gender Divide.

Aktif saat meeting
Wanita berbicara 20.000 kata dalam sehari, yang artinya tiga kali lipat dibandingkan pria. Namun, banyak dari kita yang mendadak jadi pendiam saat menghadiri rapat. Kebiasaan seperti ini sangat tidak disarankan. Menurut Lois Frankel, PhD, seorang pelatih karier dan penulis buku-buku untuk wanita karier, dua atau tiga orang pertama yang berbicara saat meeting akan dilihat sebagai orang yang percaya diri dan asertif.

Sampaikan pendapat secara singkat dan jelas
Setelah Anda memberanikan diri untuk urun pendapat saat rapat, cobalah untuk meringkas pernyataan Anda hingga 25 persen. Bila mungkin, anggaplah bahwa Anda akan diinterupsi dalam 30 detik, sehingga Anda mampu menyampaikan informasi yang paling penting saja. Maklum saja, wanita memang cenderung suka berbicara panjang-lebar, yang akhirnya malah membuatnya lupa apa sebenarnya inti pesannya.

Asah jiwa kepemimpinan Anda
Salah satu yang membuat seseorang diangkat menjadi manajer atau CEO adalah kemampuannya memecahkan masalah dan menghadapi bawahan. Seorang pemimpin tahu bagaimana mengangkat sebuah isu dan bagaimana harus memaparkan isu tersebut pada rekan kerjanya. Kemampuan untuk mengukur waktu yang pantas (untuk menyampaikan isu tersebut) adalah yang paling penting. Menggunakan kekuatan kata-kata seperti "kita", dan bukannya "saya", ketika menyampaikan sebuah isu adalah cara yang baik untuk menentramkan kecenderungan orang lain untuk bersikap defensif.

Katakan "tidak" jika Anda memang tidak mampu
Atasan mungkin akan memberikan beban pekerjaan yang cukup tinggi untuk Anda. Namun, Anda harus tahu kapan mengatakan "tidak" pada atasan. Mungkin hal ini terasa kurang pantas, atau merugikan diri sendiri, namun jika Anda diminta untuk melakukan sesuatu yang tak dapat Anda lakukan dalam target waktu, atau Anda merasa tidak nyaman melakukannya, berarti itulah saatnya Anda harus berlalu. Namun coba sampaikan keberatan Anda tersebut dengan kalimat alternatif, sehingga "tidak" bukanlah kata terakhir yang diingat oleh atasan ketika Anda meninggalkan kantor. Dengan demikian pekerjaan tersebut tetap aman di tangan Anda.

Kontrol emosi
Ketika merasa terdesak, namun tidak mampu membela diri, wanita cenderung akan menangis untuk meluapkan perasaannya. Namun jangan lakukan hal ini di kantor. Menangis di hadapan rekan kerja atau atasan dapat merusak reputasi dan karier Anda. Saat itu juga Anda akan dianggap tidak mampu mengendalikan emosi, lemah, tidak dewasa, bahkan manipulatif, demikian menurut riset yang diadakan oleh Penn State University. Tentu ada perkecualian, misalnya jika Anda menerima berita buruk dari teman atau keluarga yang mengalami musibah. Namun, sebisa mungkin minimalkan perasaan ingin menangis ini.

Friday, November 5, 2010

Rahasia Sukses di Pekerjaan dan Pergaulan

Anda bisa jadi menghabiskan lebih banyak waktu sebagai pekerja dibandingkan sebagai pribadi atau individu. Karena itu, mau tidak mau Anda harus bisa sukses sebagai karyawan sekaligus sebagai rekan kerja.

Memang, terkadang sangat membosankan jika harus menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan pekerjaan dan menjaga komunikasi terus-menerus dengan rekan kerja. Meski begitu, demi kenyamanan hidup Anda dan hidup banyak orang, Anda tetap harus menjaga etika pergaulan bersama mereka, rekan kerja Anda. Lagi pula Anda tak mungkin bisa melakukan networking dengan baik dengan klien Anda jika Anda tak bisa menjalin hubungan baik dengan rekan kerja atau rekan satu tim Anda.

Sarah Ivens, dalam bukunya “A Modern Girl’s Guide to Networking”, mencoba memaparkan rahasia sukses seorang karyawan dalam menjaga hubungan baik dengan rekan kerja, sekaligus tampil baik dalam pekerjaan. Berikut rahasia yang diungkapkan Ivens dalam bukunya.

Hubungan dengan Rekan Kerja

1. Jangan mengambil barang milik rekan kerja

Sering kali kita meminjam pulpen, stapler, atau bahkan gelas rekan kita, tapi lupa mengembalikannya. Anda mungkin menganggap bahwa barang-barang tersebut hanya benda remeh-temeh, dan mungkin memang iya, tapi tak ada alasan juga untuk tidak mengembalikannya. Lagi pula jika ini terjadi terus-menerus, tentu Anda akan diingat sebagai rekan kerja yang tak pernah mengembalikannya barang yang dipinjamnya.

2. Tetap bersih

Anda tentu tak suka jika rumah Anda berantakan. Nah, perlakukan kantor Anda seperti rumah Anda. Jaga kebersihan meja Anda, dan terutama di sekitar area bersama di kantor. Jangan pernah meninggalkan sampah atau sisa makanan di area bersama.

3. Jangan berlaku agresif

Jika Anda kesal kepada rekan kerja, jangan berteriak atau melakukan kekerasan fisik kepadanya. Lakukan dengan gaya yang elegan. Ingat, lakukan segalanya dengan mempertimbangkan reputasi dan harga diri Anda sebagai orang baik-baik.

4. Tatap muka lebih baik

Tak peduli bahwa Anda sudah dikelilingi berbagai teknologi komunikasi canggih seperti telepon atau chatting, usahakan untuk tetap selalu bertatap muka setiap kali berbicara dengan rekan kerja Anda. Apalagi jika jaraknya hanya beberapa langkah dari meja Anda, hampiri dia untuk mendapatkan pesan yang lebih jelas dan lebih akrab. Bagaimanapun, tatap muka akan membuat Anda dan lawan bicara menjadi lebih dekat dan personal.

5. Dapat dipercaya

Ini syarat penting untuk menjadi rekan kerja yang kredibel dan bisa diandalkan. Jangan pernah menceritakan rahasia pribadi rekan kerja kepada rekan yang lain tanpa seizin orang tersebut. Jika Anda melakukan ini, maka selamanya Anda akan dianggap sebagai rekan yang tidak bisa dipercaya.

6. Kerjakan tugas

Anda sendiri Jangan berharap ada rekan kerja yang mau menolong Anda mengerjakan tugas Anda. Bertanggung jawablah dengan tugas Anda sendiri karena masing-masing juga mengerjakan tugasnya sendiri.

7. Ikut menyumbang

Setiap kali ada acara berkumpul bersama rekan kerja atau ada rekan kerja yang sakit, Anda harus turut menyumbang untuk acara tersebut. Anda tentu tidak mau disebut sebagai rekan kerja yang kikir, bukan?

8. Jangan makan teman

Menggosipkan teman sendiri, apalagi menusuk dari belakang adalah hal paling haram dalam dunia kerja. Jika Anda sekali saja melakukan hal ini, maka rekan kerja yang lain akan berpikir bahwa suatu saat nanti, Anda akan melakukan hal yang sama kepadanya. Karena itu, berlakulah dengan bersih, jangan bermain kotor.

9. Jangan jadi penjilat

Asal Anda tahu, penjilat adalah musuh bagi rekan kerja yang lain. Bukan hanya musuh, Anda akan dianggap sebagai orang yang rendah dan tak punya harga diri.

10. Hargai prestasi orang lain

Jika ada rekan kerja yang meraih sukses, berilah ia ucapan selamat dan hargai usahanya. Jika Anda iri pada keberhasilannya, jadikan hal tersebut sebagai pemicu agar Anda bekerja lebih keras dan lebih baik.

Rahasia Sukses Bekerja

1. Bekerja tim Bekerja baik dengan anggota tim dan perlakukan mereka dengan baik tanpa harus Anda menuruti semua kemauan mereka.

2. Mulailah dengan niat baik Jika Anda harus mengerjakan sesuatu dari bawah, lakukan dengan senang hati. Jika Anda harus menjadi asisten dari rekan kerja Anda, lakukan tanpa mengeluh. Setiap orang hebat sering kali harus memulai dari bawah terlebih dahulu. Yang penting, Anda bisa mengambil pelajaran dari pekerjaan- pekerjaan yang telah dilakukan.

3. Bijak bersikap Anda mungkin tak bisa menyukai semua orang di kantor Anda. Jadi, Anda tak perlu berteman dengan semua orang. Cukuplah bersikap profesional dan adil dengan orang yang tidak Anda sukai tersebut. Bagaimanapun, Anda tak mungkin menyebar kebencian di tempat kerja.

4. Hidup seimbang Walau Anda butuh kesuksesan kerja, hidup tetaplah harus seimbang. Jangan habiskan hidup Anda untuk memikirkan pekerjaan. Pandailah memilah, kapan saatnya bekerja dan kapan saatnya untuk kehidupan pribadi.

5. Simpan data penting di rumah Simpanlah CV terbaru Anda di rumah, juga data-data penting menyangkut kualifikasi Anda. Ini penting jika suatu saat Anda harus segera keluar dari kantor dan tidak lagi bekerja di sana.

6. Selalu menjaga hubungan baik Jika Anda pindah ke perusahaan lain, tetaplah menjaga hubungan baik saat akan meninggalkan perusahaan yang lama. Anda tak akan pernah tahu siapa yang akan Anda temui dan siapa yang akan bekerja sama dengan Anda di perusahaan baru. Ingat, dunia itu sempit. Anda bisa saja berhubungan lagi dengan orang-orang di perusahaan lama.