Showing posts with label Perkawinan. Show all posts
Showing posts with label Perkawinan. Show all posts

Wednesday, February 23, 2011

5 Hal Yang Memicu Wanita Selingkuh

Jumlah pria yang selingkuh umunya lebih banyak daripada wanita. Tetapi belakangan, penelitian yang dilakukan Coffee & Company, biro jodoh di Inggris, menemukan bahwa sekarang jumlah wanita selingkuh semakin bertambah.

Sebanyak 3.000 partisipan yang ikut dalam survey, hampir 20 persen wanita mengaku pernah selingkuh. Sementara menurut Askmen.com dalam hasil penelitian bertajuk 'Great Male Survey 2010' dan 'Great Female Survey 2010' menemukan bahwa 5 persen wanita selingkuh dari pasangannya.

Apa yang menyebabkan wanita tidak setia terhadap hubungan mereka? Berikut ini alasannya, seperti dikutip dari ivillage:

1. Balas Dendam
Alasan wanita berselingkuh bisa jadi karena ingin balas dendam. Jika pasangannya berselingkuh, wanita mungkin akan mencari cara untuk membalas perbuatan kekasihnya tersebut, yaitu dengan balas selingkuh meskipun mungkin sebenarnya dia tidak mau. Selingkuh dilakukan agar si pria merasakan juga sakitnya dikhianati. Dan, cara itu bisa saja berhasil.

"Pria biasanya kurang sensitif jadi mereka tidak bisa mengerti sakit yang dirasakan wanita, kecuali mereka mengalaminya sendiri," ujar Psikolog Bonnie Weil, penulis buku 'Adultery: The Forgivable Sin'.

Dengan balas berselingkuh, wanita akan merasa mendapat skor sama. Meskipun mungkin tahu tindakannya itu tidak membantu memperbaiki hubungan.

2. Meningkatkan Ego
Wanita bisa selingkuh saat mereka tidak merasa terhubung secara emosional dengan pasangannya. Bisa jadi karena dia merasa tidak dicintai, tidak dihargai atau diabaikan.

"Jika wanita sudah merasa diabaikan, perasaan wanita biasanya menjadi lemah dan membuatnya mudah jatuh ke pelukan pria lain yang memperlakukannya dengan istimewa. Karena dengan pria lain tersebut, dia merasa lebih dihargai dan diinginkan," tutur pakar perselingkuhan Ruth Houston.

3. Mencari Perhatian dan Tantangan
Pria suka kompetisi, khususnya untuk urusan asmara. Karena itu, wanita kadang berselingkuh agar lebih diperhatikan kekasihnya. Selain itu, wanita ingin mencari sedikit tantangan saat merasa hubungannya hambar dan membosankan. "Misalnya saja, wanita yang berpacaran dengan pria manis dan pendiam, akan mencari sosok pria 'bad boy' sebagai percikan dalam hubungan asmaranya," tambah Houston.

4. Merasa Kesepian
Mempunyai kekasih yang tidak punya banyak waktu untuk dihabiskan bersama, kadang membuat wanita merasa kesepian. Hal itu juga bisa memicu wanita berselingkuh. Menurut Weil, wanita merasa kesepian dan kekosongannya berkurang saat bertemu seseorang dengan ketertarikan yang sama.

5. Ingin Mengakhiri Hubungan
Ada wanita yang berselingkuh dan sengaja ingin diketahui pasangannya. Jika situasinya seperti itu, biasanya karena si wanita ingin mengakhiri hubungan dengan pasangan yang sekarang. "Saya biasa menyebutnya sebagai 'exit affair', salah satu jalan untuk memutuskan hubungan. Pria cenderung tidak mudah mentoleransi dan memaafkan kekasih yang tidak setia. Pria yang dikhianati biasanya memilih putus dari kekasihnya ketimbang memperbaiki hubungan," jelas Houston.

Sumber : wolipop

4 Hal Kecil yang Memperkuat Ikatan Pernikahan

Karena kesibukan sehari-hari, empat hal kecil ini kadang terlupakan oleh Anda dan pasangan. Bila 4 hal kecil ini semakin sering dilupakan, ikatan pernikahan yang tadinya kuat bisa renggang. Apa saja 4 hal itu?

1. Bilang 'tolong'
Meminta pasangan melakukan sesuatu tanpa mengucapkan kata 'tolong' akan terdengar seperti sebuah perintah. Dilansir She Knows, satu kata ini memang terdengar sepele dan tak membuat banyak perubahan, namun jika Anda menerapkannya, Anda akan terkejut betapa signifikannya efek kata 'tolong'. Pasangan akan lebih menghargai permintaan Anda.

2. Mengucapkan 'terimakasih'
Sama seperti 'tolong', 'terimakasih' juga kata yang penting diucapkan pada pasangan. Kata tersebut menunjukkan kalau Anda menghargai apa yang sudah dilakukannya untuk Anda.

3. Menanyakan Pendapatnya
Terkadang saat akan pergi ke bioskop untuk 'pacaran lagi' di akhir pekan, Anda langsung mengungkapkan film apa yang ingin ditonton. Kenapa tidak sesekali minta juga pendapatnya, soal film apa yang ia ingin tonton. Usahakan agar pasangan terlibat dalam proses pengambilan keputusan, terutama yang berkaitan dengan urusan rumah tangga atau pernikahan. Bukan berarti Anda jadi menanyakan semua hal padanya.

4. Menunjukkan Rasa Sayang
Menunjukkan rasa sayang bukan berarti dilakukan secara berlebihan. Cukup tindakan atau ucapan sederhana yang membuat pasangan merasa dicintai. Memegang tangannya, memberinya pelukan atau bersandar padanya adalah contoh yang bisa dilakukan. Tindakan sederhana ini tidak hanya membuatnya merasa nyaman, tapi juga Anda sendiri.

Sumber : wolipop

Tuesday, February 22, 2011

Efek Buruk Selingkuh Bagi Kesehatan

Ada kabar tidak menyenangkan bagi mereka yang gemar selingkuh. Sudah bukan rahasia lagi jika selingkuh akan merusak hubungan percintaan Anda. Bukan hanya itu saja. Perselingkuhan ternyata juga memiliki efek buruk bagi kesehatan, demikian hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Colorado.

Efek buruk yang diakibatkan oleh perselingkuhan adalah sakit kepala ataupun kelainan pada pembuluh darah yang biasa dikenal dengan sebutan aneurisma. Kedua masalah kesehatan tersebut datang akibat rasa bersalah yang ditimbulkan oleh perselingkuhan. Banyak orang yang melakukan perselingkuhan merasa bersalah setelah mengetahui bahwa pasangan mereka tetap berlaku setia terhadap mereka. Akibat dari perselingkuhan juga dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang. Mereka yang gemar berselingkuh cenderung mudah depresi dan stres.

Dalam penelitian ini, para peneliti juga menemukan alasan utama dari mereka yang berselingkuh adalah karena ketidakpuasan dalam hubungan seksual. Hal tersebut lantas membuat seseorang mencari kepuasan dengan mitra lainnya yang mereka harapkan dapat mengisi kekosongan yang ditinggalkan pasangannya tersebut.

7 Cara Hidup Sederhana

Seperti kata para pakar keuangan, gaya hidup harus mengikuti kondisi keuangan Anda, bukan sebaliknya. Banyak hal yang bisa Anda hemat, tetapi Anda tetap dapat menikmati hidup. Berikut contohnya:

1. Terapkan gaya hidup sehat. Apa hubungannya hidup sehat dengan kondisi keuangan? Jija Anda sehat, tentu Anda tidak membutuhkan biaya pengobatan atau perawatan jika sewaktu-waktu kena penyakit berat. Karena itu, sebelum kebiasaan begadang, merokok, atau pola makan yang buruk menumpuk jadi penyakit di tubuh Anda, rawat diri Anda baik-baik. Makanlah dengan gizi seimbang, konsumsi multivitamin, minum banyak air putih, latihan secara teratur, dan istirahat cukup.

2. Belajar memasak. Meskipun tidak suka memasak, setidaknya Anda perlu tahu bagaimana memasak sayuran atau daging dengan resep sederhana. Bagaimanapun, memasak makanan sendiri akan lebih sehat dan lebih murah ketimbang jajan di luar. JIka cukup mahir memasak, Anda bahkan bisa membuat sendiri jajanan favorit Anda.

3. Berolahraga sendiri di rumah. Tidak harus bergabung dengan pusat kebugaran untuk menjadi sehat. Anda bisa membuka video-video di YouTube untuk mencari program pelangsingan atau pembentukan otot. Simak juga situs-situs yang menawarkan program latihan, seperti www.prevention.com dan www.womenshealthmag.com. Atau, ikut saja aerobik dan joging di Stadion Utama Senayan. Semuanya gratis!

4. Pinjam-meminjam baju atau barang lain. Bosan dengan pakaian lama tidak lantas berarti Anda harus selalu berbelanja pakaian baru. Jika masih serumah dengan kakak atau adik, Anda bisa meminjam pakaian mereka. Bahkan, Anda bisa membongkar lemari pakaian ibu untuk mencari gaya vintage. Jika tinggal di tempat indekos, Anda juga bisa bertukar pakaian dengan teman satu tempat indekos (tentu dengan kesepakatan bersama). Hal yang sama juga berlaku untuk barang-barang lain, seperti sepatu, tas, peralatan makan, majalah, buku, DVD, dan CD. Kalau bisa dapat lungsuran, mengapa harus membeli?

5. Beli sepeda motor. Tidak semua orang butuh kendaraan roda empat, apalagi pada era Jakarta yang macet di segala waktu saat ini. Jika naik kendaraan umum sudah tidak ideal lagi, mengapa tak mencoba membeli sepeda motor? Anggap saja hal ini sebagai sebuah investasi karena selanjutnya Anda bisa mendapatkan alat transportasi yang lebih murah dan lebih cepat. Dengan naik sepeda motor pun Anda bisa tetap bergaya. Berinvestasilah dengan jaket, sepatu, tas, dan helm berkualitas.

6. Cari roommate untuk berbagi biaya. Roomate tidak harus seorang teman; saudara juga bisa, bahkan lebih menguntungkan karena sudah saling mengenal. Jika hidup sendiri, Anda bisa mengontrak rumah, apartemen, atau rumah susun, atau berbagi kamar indekos yang cukup besar bersama kakak atau teman baik Anda. Biaya listrik atau air bisa dihemat dengan berbagi bersama mereka.

7. Batasi akses hiburan. Semua orang butuh hiburan atau refreshing, tetapi Anda tidak perlu menyambangi mal setiap hari, bukan? Untuk memuaskan hobi menonton, Anda bisa menonton film melalui DVD yang dipinjam dari teman. Cara ini bisa mengurangi pengeluaran saat menonton di bioskop karena Anda pasti ingin membeli popcorn dan soft drink untuk camilan. Jika Anda hobi membaca majalah fashion, gosip, atau gaya hidup, puas-puaskan saja membaca versi online-nya di kantor.

Sumber: Shine

10 Cara Bijak Menghadapi Perceraian

Memang perceraian bukan menjadi pilihan mengatasi masalah hubungan. Namun tak sedikit juga pasangan yang akhirnya memilih bercerai. Jika Anda mengalami hal serupa, inilah 10 cara agar perceraian tak berakhir bencana. Setidaknya, Anda masih bisa memelihara hubungan baik dengan mantan pasangan, apalagi dengan pertimbangan pengasuhan anak yang masih membutuhkan kasih sayang dan perhatian kedua orangtuanya.

1. Berikan waktu untuk diri sendiri
Bagaimanapun perceraian memengaruhi psikis Anda. Reaksi Anda terhadap sesuatu akan berubah, kebutuhan dan minat Anda juga akan mengalami pergeseran. Untuk itu, Anda membutuhkan waktu untuk diri sendiri menata diri. Bangun aturan dan batasan yang jelas dengan mantan pasangan, terutama untuk menciptakan pola pengasuhan pada anak-anak. Biarkan persahabatan berjalan alami paskaperceraian.

2. Cermat memilih mediator dan pengacara
Perceraian memakan biaya untuk membayar jasa pengacara. Namun, Anda bisa menghemat biaya dengan hanya membayar jasa mediator jika komunikasi dengan mantan pasangan berjalan baik. Artinya perceraian memang menjadi keputusan bersama yang diterima baik oleh keduanya. Namun pada kondisi hubungan yang buruk, bahkan terjadi konflik, pengacara menjadi mediator yang paling tepat, meski Anda harus mengeluarkan uang lebih untuk ini.

3. Tuliskan perencanaan pengasuhan anak dan bicarakan secara langsung
Fokuslah pada apa yang terbaik bagi anak saat merancang dan menuliskan pola pengasuhan paskaperceraian. Bayangkan perasaan anak Anda saat membaca rencana pengasuhan yang dituliskan dengan jelas tersebut. Jika anak sudah cukup besar, bicarakan bersama mereka. Katakan bahwa Anda dan mantan pasangan akan bekerja sebagai tim dalam mengasuh mereka. Kepentingan anak perlu menjadi fokus utama di atas segala kepentingan Anda dan mantan pasangan.

4. Percaya boleh saja, tapi selalu lakukan verifikasi
Kesepakatan yang sudah diterima kedua belah pihak perlu dituliskan. Kesepakatan mengenai pengasuhan anak, misalnya. Pastikan semua persetujuan yang dibuat tertulis dengan jelas. Di sinilah pentingnya mengapa perceraian perlu didampingi pengacara yang berperan sebagai mediator. Isu seperti uang dan pengasuhan anak memerlukan kesepakatan tertulis.

5. Bersiap menghadapi perubahan
Kegagalan menjalani kesepakatan paskaperceraian kadang tak bisa dihindarkan. Friksi masih saja akan tetap ada di antara Anda dan mantan suami, terutama menyangkut pengasuhan anak. Bersiaplah dengan kondisi yang akan berubah nantinya. Setidaknya buatlah rencana untuk meminimalisasi kegagalan, yakni dengan menuliskan dengan detail mengenai kesepakatan yang Anda buat bersama mantan pasangan. Pastikan semua pihak memahaminya dengan jelas.

6. Bersikaplah kooperatif
Ketika salah satu pihak melanggar kesepakatan, cobalah untuk memahami kondisinya. Cari tahu dan temukan solusi bersama mengapa kesepakatan ini dilanggar. Terutama yang berkaitan dengan pengasuhan anak. Pastikan, kepentingan anak di atas segalanya.

7. Hindari pola hubungan yang lama
Bagian dari pemulihan paskaperceraian adalah Anda tak lagi bertanggungjawab atas mantan pasangan, keluarganya, atau apapun yang terkait dengannya secara pribadi. Begitu pun dengan dia terhadap Anda. Anda harus melepaskan diri darinya, termasuk tidak menggunakan pola hubungan lama, artinya jangan meminta dukungan dari mantan pasangan untuk masalah pribadi Anda.

8. Biarkan hubungan bertransformasi
Anda akan merasakan kesepian dan kehilangan, bahkan terpuruk usai perceraian. Namun ini hanya berlangsung sementara, dan pada waktunya hubungan Anda akan lebih sehat lagi. Setidaknya Anda dan mantan pasangan bisa menjadi teman baik terutama dalam hal merawat anak. Biarkan hubungan mengalir alami dan bertransformasi menjadi lebih sehat paskaperceraian.

9. Luangkan waktu bersama sebagai keluarga
Saat hubungan atau perasaan Anda sudah sehat paskaperceraian, luangkan waktu berkumpul sebagai keluarga. Pergi makan malam bersama anak dan mantan pasangan sah saja dilakukan. Tujuannya menunjukkan kepada anak Anda bahwa orangtuanya masih peduli. Sebagai keluarga, Anda tetap bisa berkumpul bersama.

10. Jangan hadirkan orang baru
Saat berkumpul bersama anak dan mantan pasangan, pastikan tidak ada orang lain atau sosok baru dalam hubungan Anda maupun suami. Meski anak sudah remaja, mereka akan bingung dengan kehadiran orang baru ini. Pastikan fokus pada keutuhan keluarga tanpa ada orang asing di dalamnya.

Sumber: psychologytoday

Sunday, February 20, 2011

5 Keuntungan Memiliki Anak Laki-laki

Bila ditanya, ingin mempunyai anak laki-laki atau perempuan, pasti lebih banyak yang menjawab ingin punya anak laki-laki. Dari sisi pria, mempunyai anak laki-laki akan membuat ia merasa sudah menjadi pria yang utuh, macho, terjamin kelaki-lakiannya. Sekali lagi, pria hanya akan "merasa", jadi pendapat ini tak bisa dibuktikan secara ilmiah.

Lain lagi alasan perempuan. Kebanyakan perempuan berharap bisa melahirkan anak perempuan, karena ingin bisa mendandaninya habis-habisan. Kemudian, ketika ia beranjak tua, ada anak perempuan yang mau mengurusinya. Sedangkan keinginan untuk mendapatkan bayi laki-laki umumnya didasari keinginan agar tidak mendapatkan risiko seperti pengeluaran berlebih untuk pernak-pernik, hingga risiko hamil di luar nikah.

Dorongan untuk mendapatkan anak perempuan kemungkinan juga berawal dari hubungan Anda dengan ibu Anda. Boleh jadi Anda memiliki koneksi yang hebat dengan ibu, dan menginginkan pengalaman bonding yang sama dengan putri Anda sendiri. Tetapi bisa juga sebaliknya, Anda tidak memiliki hubungan yang baik dengan ibu Anda, sehingga mendambakan kesempatan untuk memperbaikinya dengan anak perempuan Anda sendiri.

Indahnya hubungan ibu dan anak laki-laki
Menurut psikoterapis Dr Nancy B. Irwin, pengasuhan yang sehat melibatkan keinginan untuk membesarkan seorang anak, apapun jenis kelaminnya. "Hanya karena Anda belum pernah menjadi laki-laki, tidak berarti Anda tidak bisa membesarkan anak laki-laki yang hebat," katanya.

Yang perlu dilakukan orangtua saat memiliki anak adalah mengasuhnya agar menjadi orang yang paling menyenangkan. Kelak, ia akan mengisi kekosongan lain sesuai dengan kepribadian, lingkungan, dan pembelajaran sosialnya. Perempuan juga tak perlu mengkhawatirkan hubungan khusus antara ibu dan anak lelakinya, seperti mitos Oedipus, demikian menurut Debbie Mandel, MA, penulis buku Turn On Your Inner Light: Fitness for Body, Mind and Soul.

"Justru ini merupakan peluang untuk membentuk anak menjadi pria yang sensitif, baik, dan komunikatif," saran Mandel.

Namun, memang, ada hal-hal yang mungkin belum Anda sadari ketika memiliki anak laki-laki. Beberapa di antaranya adalah:

1. Bayi laki-laki cenderung lebih mudah dibersihkan saat berganti popok. "Kebanyakan ibu yang baru pertama kali mempunyai anak laki-laki khawatir mereka akan melukai bayinya, ketika mereka berusaha mencuci potongan-potongan kain yang menempel di penis bayinya," kata Adie Goldberg, pekerja sosial klinis dan penulis buku It's a Baby Boy!. Cara membersihkan mudah saja. Angkat saja kulupnya, lalu bersihkan kepala penisnya.

2. Anak laki-laki memiliki kepercayaan diri secara fisik. Anak laki-laki akan tumbuh menjadi anak yang sehat, karena ia akan memainkan permainan yang membutuhkan kemampuan motorik kasarnya, seperti berlari, bermain bola, berebut ayunan, bahkan berkelahi. Kalaupun si buyung lebih menonjol kemampuan motorik halusnya, seperti melukis, menari, atau membuat puisi, ia tetaplah anak yang pede dengan tubuhnya.

"Meskipun kebanyakan pencapaian utama, seperti berjalan, cenderung diperoleh pada waktu yang sama (antara anak perempuan dan laki-laki), kemampuan motorik kasar anak laki-laki akan berkembang pesat selama masa preschool. Mereka juga akan mulai mengalahkan anak perempuan dalam hal kemampuan fisik," tambah Kimberly Parker, perawat dan manajer program klinis di Child Health Promotion-Early Childhood Wellness, Children's Healthcare of Atlanta.

3. Mereka lebih terdorong untuk mengeksplorasi dunianya. Rumah yang berisik akan terasa lebih hidup, dan menjadi tanda hubungan antarkeluarga yang sehat. Anak laki-laki yang ekspresif akan selalu berbicara, berteriak, atau tertawa, dengan suara yang keras. Ada masa ketika Anda merasa rumah seperti kapal pecah, tetapi tenanglah. Hal ini karena si buyung sedang mengeksplorasi benda-benda di sekelilingnya.

"Sejak awal, kebanyakan anak laki-laki lebih banyak bergerak daripada anak perempuan," kata Goldberg. "Dan mereka butuh lebih banyak ruang untuk melakukannya. Hal ini tidak akan berubah meskipun usianya sudah bertambah, dan dia akan merasa sangat nyaman mengeksplorasi dunianya, sehingga mengganggu zona kenyamanan Anda."

4. Mereka memiliki emosi yang lebih kuat. Bila menyangkut perilaku, anak laki-laki di usia batita akan menunjukkan berbagai kejutan. "Umumnya, anak perempuan diyakini lebih emosional daripada anak laki-laki. Namun anak laki-laki yang masih sangat kecil cenderung memiliki emosi yang lebih kuat," ujar Parker. "Mereka lebih mudah gelisah, dan sulit untuk memulihkan diri."

Meskipun begitu, ketika usianya bertambah anak laki-laki akan lebih sulit mengekspresikan perasaannya. Oleh karena itu orangtua seringkali lebih sulit meredakan emosinya, atau mencari tahu apa yang mengganggu anak laki-lakinya. "Anak laki-laki tidak hanya lebih lambat berbicara daripada anak perempuan, perbendaharaan kata mereka juga lebih terbatas," tambah Parker.

5. Anak laki-laki akan melindungi. Meskipun mereka sulit mengekspresikan perasaannya melalui kata-kata, mereka lebih pintar mengungkapkan rasa sayangnya pada orangtua maupun saudara-saudaranya kelak. Cintanya pada Anda akan begitu besar, terutama karena ia tidak bersaing dengan sosok ibu seperti halnya anak perempuan. Anda tidak akan mengkritik anak laki-laki karena gaya berpakaiannya yang terlalu seksi, dan karenanya ia tetap memandang ibu sebagai sosok yang sempurna. Ia juga akan melakukan apa saja untuk melindungi Anda.

Parker mengingatkan para orangtua mengenai beberapa kenyataan yang berkaitan dengan perbedaan anak laki-laki dan perempuan. Masing-masing bisa memiliki pribadi yang unik dibanding rekan yang sama jenis kelaminnya, apalagi jika dibandingkan dengan anak yang berbeda jenis kelamin.

Meskipun demikian, menurut Parker, kita juga perlu memahami bahwa anak laki-laki dan perempuan "diprogram" secara berbeda sejak lahir, dan perbedaan biologis ini akan diperbesar oleh perubahan sosial dan lingkungannya. Menghargai pribadi setiap anak dan menyediakan kesempatan untuk perkembangan fisik dan emosional yang memenuhi kebutuhannya, adalah hal terbaik yang bisa kita lakukan untuk memastikan perkembangan yang sehat dan bahagia.

Sumber : kompas

Wednesday, February 16, 2011

5 Penyebab Pria dan Wanita Sering Salah Paham dan Bertengkar

Ungkapan ‘Men from Mars, Women from Venus’ terbukti benar. Pria dan wanita diciptakan memiliki pemikiran, sikap dan sifat saling bertolak belakang, seperti berasal dari dua planet berbeda.

Karena itu, salah paham bisa kerap terjadi saat pria dan wanita berkomunikasi (secara verbal atau non-verbal). Apa yang ditangkap dalam otak pria, bisa jadi jauh berbeda dengan maksud yang diucapkan wanita.

Menurut Psikolog Dr. Amy Johnson, ada beberapa perbedaan paling mendasar dari pria dan wanita yang sering menimbulkan kesalahpahaman. Dengan menyadari perbedaan tersebut, bisa membantu Anda lebih memahami sifat-sifat pria dan berujung pada komunikasi lebih efektif.

Ini dia lima di antaranya, seperti dikutip dari Your Tango:

1. Wanita Memberi Sinyal, Pria Meminta Langsung
Pria terbiasa mengutarakan maksudnya secara langsung, sementara wanita lebih suka memberi isyarat. Dalam sebuah hubungan, wanita seringkali mengharapkan pasangannya bisa membaca pikiran mereka dan tahu apa yang mereka mau, tanpa memberitahunya secara langsung. Agar tidak selalu terjadi salah paham, sebaiknya Anda mengatakan secara langsung apa yang Anda inginkan dari si dia. Kesal atau marah tak lantas membuatnya tahu apa yang ada di pikiran Anda. Sebaliknya, dia akan pusing dan depresi karena harus menebak-nebak kenapa wanitanya marah tiba-tiba.

2. Wanita Memerhatikan Detail, Pria Tidak
Wanita punya ingatan luar biasa pada hal-hal kecil, termasuk hari pertama kencan, hadiah-hadiah, bahkan kecupan pertama. Sifat bawaan ini membuatnya lebih sentimentil daripada pria. Sementara pria cenderung, lebih memikirkan hal-hal yang sifatnya penting dan besar. Lupa tanggal kencan pertama, bukan berarti pasangan tidak peduli terhadap hubungan asmaranya. Anda harus mengerti bahwa pria tidak bisa mengingat hal-hal secara detail dengan baik karena cara mereka memroses informasi dalam otak berbeda dengan wanita.

3. Pria Fokus Pada Satu Hal, Wanita Bisa Fokus pada Berbagai Hal
Pria dan wanita memiliki cara pandang yang berbeda. Pikiran pria mudah terbagi dan hanya bisa fokus pada satu hal. Ini berarti secara mental dan emosional mereka tidak bisa memikirkan cinta, pekerjaan atau hobi sekaligus. Sementara wanita bisa memandang segala sesuatu dalam ‘gambar besar’, artinya, dia mampu menggabungkan berbagai aspek kehidupan mereka dalam satu pikiran. Jika tiba-tiba si dia menonton pertandingan bola di tengah-tengah perbincangan serius, bukan berarti dia tidak memedulikan apa yang Anda ucapkan.

4. Wanita Bicara Banyak, Pria Lebih Banyak Diam
Saat marah atau didera stres, wanita cenderung meluapkan semua kekesalannya. Baik itu masalah pekerjaan, jadwal harian yang padat atau masalah keluarga. Wanita juga kadang menggunakan kata-kata atau ucapan yang mendramatisasi keadaan sebenarnya. Emosi wanita lebih mudah meledak, seperti katup ketel yang terbuka ketika air mendidih. Namun, wanita pun bisa cepat meredakan amarahnya.

Di sisi lain, saat pria mengalami stres, dia lebih memilih diam untuk beberapa waktu. Pria hanya ingin menenangkan diri dengan menonton TV, bermain komputer atau menyendiri untuk melupakan masalahnya.

Wanita secara naluriah akan bertanya kenapa kekasihnya bersikap lain dan menjauh darinya, apakah ada tindakan atau perkataannya yang salah? Jangan terburu-buru berpikir Anda akan dicampakkan saat si dia terkesan menjauh. Beri dia waktu untuk tenang, dan lebih baik menyibukkan diri daripada merong-rongnya terus dengan sejuta pertanyaan. Jika saat perasaannya sudah lebih baik, si dia pasti akan kembali dan mengajak Anda untuk menghabiskan waktu bersama.

5. Pria Bisa Emosional, Wanita Bepikir Sebaliknya
Wanita berpikir semua pria tidak punya sisi emosional. Kenyataannya, kebanyakan pria justru sangat sensitif dan punya perasaan mendalam. Namun mereka tidak selalu menunjukkannya. Wanita sebaiknya tidak berasumsi bahwa pasangannya tidak merasakan hal-hal emosional seperti sakit hati atau penolakan. Pria merasakannya lebih dari yang Anda tahu, tapi bukan berarti Anda bisa tahu perasaan yang sebenarnya. Cara terbaik untuk mengetahuinya adalah bertanya langsung.

Sumber : arsip berita

Tips Rumah Tangga Harmonis Ala Habibie

Mantan Presiden RI Baharuddin Jusuf Habibie berbagi tips keharmonisan rumah tangga dan sejumlah pengalaman hidupnya di Makassar.

Salah satu, rahasia keharmonisan keluarganya bersama almarhumah istrinya Ainun Habibie adalah bentuk-bentuk kepedulian kecil yang diberikan melalui pertanyaan-pertanyaan menjelang tidur.

Seperti mengingatkan apakah sudah mendirikan shalat. "Jika sudah mendirikan shalat, ibu akan menanyakan apakah saya perlu shalat tahajud," ujarnya pada acara bincang-bincang mengulas buku Habibie dan Ainun.

Bentuk-bentuk kepedulian kecil yang diberikan kepada Habibie dari Ainun lainnya adalah mengingatkan tentang makanan atau obat yang harus diminum.

Menurutnya, bentuk-bentuk kepedulian tersebut terus dilakukan bahkan dalam keadaan sakit, saat almarhumah di ruang perawatan intensif.

Meski demikian, Habibie meyakinkan kepada ratusan peserta diskusi yang didominasi perempuan bahwa kehidupan rumah tangganya juga diwarnai dengan bumbu-bumbu pertengkaran karena bentuk kepedulian-kepedulian tadi.

"Memangnya kamu superman," kata Habibie menirukan ucapan almarhum istrinya jika bekerja ia terlalu asyik bekerja hingga larut malam.

Rahasia kehamonisan lain yang ia ungkapkan adalah dalam hubungannya dengan almahumah adalah menjaga kemurnian dengan tidak menyimpan satupun rahasia, seberat apapun yang dihadapi.

Ia meyakini, kesuksesan yang berhasil diraihnya adalah karena cinta dan tidak berlebih-lebihan jika ia juga mengatakan apapun karyanya bukanlah karyanya sendiri.

Tidak hanya terkait hubungan antara suami istri, Habibie juga dengan terbuka berbagi pengalaman rahasia pengalaman profesionalnya, salah satunya adalah jangan terlalu banyak berjanji kepada orang.

"Jangan banyak janji, laksanakan dulu satu janji," katanya.

Kegiatan tersebut juga diikuti Gubernur Provinsi Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta sejumlah budayawan dan akademisi.

Setelah kegiatan diskusi tersebut, Habibie kemudian melanjutkan kegiatan sosialisasi peluncuran buku di toko buku Gramedia di Mal Panakukang, Makassar.

Sumber : antara

Wednesday, February 9, 2011

Lima Tips Menjalin Hubungan Baik dengan Mertua

Usai menikah, mungkin ada mertua yang harus Anda disayangi. Untuk Anda yang masih canggung, inilah 5 tips menjalin hubungan baik dengan mertua.

Menerima Keadaan
Anda dan si dia telah menentukan pilihan. Ya, saat memacari si dia dulu Anda memang tidak 'memesan' keluarganya juga. Tapi suka tidak suka, pasangan tercinta dan keluarganya bagaikan paket hemat. Sadari bahwa para saudara ipar dan mertua
Anda akan selalu menjadi bagian dari perjalanan hidup Anda yang baru. Baik Anda maupun pasangan sama-sama wajib mengusahakan yang terbaik untuk keluarga kecil (Anda) yang sedang dibentuk.

Samakan Pandangan
Tentukan batasan dan tetapkan ekspektasi. Bisakah saudara-saudaranya datang berkunjung tanpa pemberitahuan sebelumnya? Bolehkan ibu mertua menidurkan anak-anak Anda di luar jam tidur yang telah Anda dan si dia tetapkan sebelumnya. Ada banyak hal yang harus diputuskan bersama-sama. Harap diingat, baik Anda atau pasangan bukanlah pembaca pikiran. Ia tak akan paham yang Anda inginkan dan harapkan kecuali Anda bicara kepadanya. Aturan ini tentu berlaku untuk si dia juga.

Selesaikan Perselisihan
Jika salah satu tengah bermasalah dengan ayah mertua, maka sudah jadi kewajiban si anak kandung menjadi mediator dan menengahi perselisihan. Pihak yang mempunyai hubungan lebih dekat (ayah dengan anak) lah yang harus berinisiatif menyelesaikan masalah. Bukan hal yang bijaksana jika menantu dan mertua saling melakukan konfrontasi.

Hargai Kebiasaan Keluarga Mertua
Anda terganggu dengan kebiasaan-kebiasaan saudara-saudara ipar atau kegiatan-kegiatan rutin di keluarga si dia seperti arisan keluarga, piknik bersama, dan sejenisnya? Jangan terus-menerus merasa begitu. Daripada menyimpan kesal untuk hal-hal sepele, lebih baik pahami dan terima saja kebiasaan yang sudah ada jauh sebelum Anda bertemu dan menikahi si dia. Hargai ikatan yang sudah terjalin erat antara pasangan Anda dengan saudara-saudaranya. Bersikaplah suportif. Tapi Anda tetap punya hak untuk mengutarakan keberatan jika kasusnya memang cukup serius dan mengganggu. Dan si dia tentu saja wajib menanggapi keluhan Anda.

Jangan Mengadu ke Orangtua
Sejauh yang Anda bisa, usahakan untuk tidak melibatkan pihak luar (keluarga sekalipun) dalam masalah keluarga inti Anda. Ketika kedongkolan pada si dia sudah di ubun-ubun dan ribut besar menjelang di depan mata, godaan untuk mengetuk pintu rumah orangtua pasti sangat menggoda. Tapi, jangan lakukan, karena ini juga bisa merusak hubungan baik Anda dengan mertua.

Keluarga Anda, terutama orang tua sudah pasti akan membela mati-matian anak mereka. Ketika Anda cerita betapa si dia sudah melukai hati Anda (tentu saja dengan tambahan di sana sini), apa pun yang sesungguhnya terjadi, orangtua akan membuat persoalan itu jauh lebih personal daripada Anda sendiri. Anda pasti sudah diberitahu bahwa pertengkaran baik besar ataupun kecil adalah bumbu dalam pernikahan karena itu juga menunjukkan sebuah pernikahan yang sehat. Artinya Anda dan si dia saling mencintai dan peduli terhadap satu sama lain. Jadi, santai saja. Tetap cari solusi terbaik tapi hindari mengadu kepada kedua orangtua karena dalam hitungan jam, amarah Anda terhadap si dia bakal mereda.

Sumber : wolipop

Sepuluh Tips Memilih Kartu Undangan Pernikahan

Kartu undangan adalah suatu bentuk dan cermin pesta pernikahan Anda. Anda tentu tak ingin kesempatan berkumpul pada hari bahagia ini menjadi sia-sia karena kartu undangan yang bermasalah dan membuat orang-orang yang Anda harapkan kehadirannya gagal datang ke pesta.

Bagi Anda yang berencana ingin menikah, tidak ada salahnya bila segala sesuatunya dipersiapkan dengan jeli. Termasuk kartu undangan yang akan dikirim. Kartu undangan yang dibuat tentunya diharapkan menyampaikan informasi yang jelas tentang siapa yang menikah, di mana dan kapan hari pernikahan tersebut berlangsung.
Berikut ini tips dalam memilih kartu undangan:

1. Langkah pertama yang harus ditempuh calon pengantin adalah mencari desain kartu undangan. Cari atau buatlah desain sebanyak mungkin. Kalau perlu, tiru kartu-kartu undangan yang pernah Anda terima. Boleh juga Anda kunjungi percetakan atau tempat pembuat kartu undangan, lihat yang bagus dan unik, simpanlah di memori Anda.

2. Sesampainya di rumah, buat kembali desainnya sesuai dengan keinginan Anda dan pasangan. Agar hasilnya memuaskan, proses perburuan kartu undangan sebaiknya dilakukan jauh-jauh hari sebelum hari pernikahan. Minimal dua bulan sebelum hari H.

3. Terkadang, calon pengantin ingin memajang foto pre-wedding mereka. Tak mengapa jika Anda memang ingin melakukannya. Apalagi, sekarang ini banyak pula orang yang menerima kartu undangan pernikahan dilanda rasa penasaran ingin melihat wajah sang calon pengantin, bukan sekadar nama mereka.

4. Langkah berikutnya, konsultasikan desain tersebut dengan orangtua masing-masing. Kecuali masing-masing keluarga mau membuat pesta pernikahan terpisah dengan undangan yang terpisah pula. Argumentasi dan perang mulut seringkali muncul untuk memastikan desain kartu undangan Anda sudah benar-benar cocok.

5. Bila perlu, cantumkan nama panggilan Anda dan pasangan serta keluarga masing-masing supaya penerima undangan tidak kebingungan dan berpikir undangan tersebut salah alamat. Atau jika memang merasa perlu, cantumkan pula nomor telepon di masing-masing keluarga. Tujuannya, supaya si penerima undangan bisa menghubungi nomor telepon yang tercantum untuk lebih yakin apakah memang benar mereka diundang jika si penerima undangan merasa tidak kenal dengan calon pengantin dan keluarganya.

6. Lazimnya, dalam sebuah kartu undangan, tercantum pula sebuah peta atau denah lokasi pernikahan, kendati pesta pernikahan dilakukan di sebuah gedung yang sudah familiar dan dikenal orang banyak. Denah atau peta menjadi syarat utama ketika pernikahan dilakukan di rumah atau tempat yang sulit untuk dikunjungi, apalagi buat tamu yang datang dari luar kota. Biasanya, vendor kartu undangan memiliki denah atau peta lokasi gedung, hotel atau balai pertemuan.

Namun untuk denah rumah, calon pengantin harus membuat sendiri yang bisa didiskusikan dengan vendor kartu undangan. Harus dicek lagi, apakah peta yang Anda buat sudah sesuai dengan kondisi jalan sekarang. Jangan sampai peta atau denah yang dibuat secara ekonomis dan meringkas banyak hal malah membuat orang tersesat. Demikian pula dengan peta milik vendor kartu undangan atau percetakan. Akan merepotkan jika peta tersebut ternyata sudah kadaluarsa. Jangan sampai tamu yang Anda undang malah tersesat atau nyasar ke tempat lain yang ternyata juga sedang mengadakan hajatan atau pernikahan.

7. Untuk menghemat biaya, tak ada salahnya berkunjung ke pameran pernikahan. Booking segera jika ada kartu undangan yang sesuai dengan yang didiskusikan bersama pasangan dan keluarga, serta ada potongan harga atau bonus menarik dari vendor di pameran tersebut. Jika Anda mendapatkan mendapat diskon 20% dari harga normal atau mendapat bonus suvenir sejumlah kartu undangan yang akan Anda buat, hal itu cukup lumayan.

8. Jika Anda tidak punya banyak waktu, pilih vendor kartu yang lokasi kantornya tidak jauh dari domisili Anda. Hal ini akan mempermudah Anda saat ada revisi pada desain kartu.

Paling mudah adalah memilih kartu undangan yang ditawarkan vendor kartu undangan atau percetakan. Anda tinggal ganti nama, alamat, tanggal, dan waktu pernikahan dan sebagainya. Meski dianggap kurang kreatif, Anda tidak perlu direpotkan untuk urusan desain. Asalkan jangan karena tidak mau dinilai kurang kreatif, Anda malah berkreasi terhadap kartu undangan secara berlebihan. Misalnya dengan memberikan pita yang diikat kencang di kartu undangan sehingga membuat kartu undangan susah dibuka, tempelan pernak-pernik yang membuat kartu undangan terlihat heboh, atau menggunakan quote atau puisi yang isinya malah tidak nyambung dengan kartu undangan pernikahan Anda.

9. Untuk desain, pilih jenis huruf yang tidak susah dibaca. Jangan gunakan huruf yang sepintas terlihat indah namun sulit dibaca. Huruf yang simple namun bersih akan membuat tamu tidak kesulitan saat membaca nama calon pengantin, alamat tempat pernikahan, waktu pernikahan dan lain-lain.

10. Saat akan dicetak, periksa kembali desain kartu undangan, apakah semuanya sudah benar penulisan hurufnya. Hal-hal yang harus dicek seperti nama mempelai dan gelar, nama orang tua dan gelar, waktu dan tanggal hari pernikahan, alamat gedung atau rumah dan tempat akad nikah, alamat rumah keluarga, dan gambar peta.

Sumber : wolipop

Wednesday, January 26, 2011

Tips Kandungan Sehat dan Kuat

Memiliki anak yang sehat sudah pasti menjadi idaman bagi semua pasangan. Agar bisa memiliki keturunan yang sehat, ada baiknya Anda dan pasangan menyiapkan kehamilan sejak jauh-jauh hari.

Salah satu persiapan penting adalah menjamin asupan gizi yang baik dan cukup agar ibu dan kandungannya kelak sehat dan kuat. "Ibu yang kurang gizi bisa menimbulkan berbagai risiko bagi si anak," kata Tutik Ariyani, dokter ahli gizi dari Rumah Sakit Mediros, Jakarta. Risiko yang bisa timbul, misalnya, kelahiran prematur atau cacat pada bayi.

Tutik mengatakan, kecukupan gizi ini sebaiknya ditingkatkan sebelum si ibu hamil, saat mengandung, dan pasca melahirkan. "Asupan sudah harus ditingkatkan kurang lebih empat sampai enam bulan sebelum hamil," kata dia.

M. Lutfi Alkaff, dokter kandungan dari Rumah Sakit Sardjito, Yogyakarta, menjelaskan bahwa keharusan gelontoran gizi yang cukup sebelum kehamilan ini bukan tanpa alasan. Asupan gizi yang baik ikut menentukan kualitas sel telur yang bakal dibuahi sperma. Jika kualitas sel telur baik, kemungkinan bayi lahir dan tumbuh sehat pun lebih besar.

Saat kehamilan, pasokan gizi bagi ibu juga harus mencukupi. Sebab saat mengandung, ibu harus memberi makan dua orang, dia sendiri dan si jabang bayi yang masih di dalam perut. Tak ketinggalan, pasca melahirkan atau saat menyusui, seorang ibu juga harus mendapat asupan gizi yang cukup agar air susu ibu yang diproduksi juga bisa memberikan asupan gizi bagi si buah hati

Lalu asupan apa saja yang harus dicukupi oleh seorang ibu hamil? Tutik memberikan contoh, jika dalam kondisi biasa seseorang membutuhkan 1.700 kalori setiap hari, maka ketika hamil kebutuhan kalori bisa mencapai 2000.

"Ketika menyusui kebutuhan kalori ini bisa naik lagi sampai 2.200 per hari," kata dia.

Selain kalori, protein juga penting. Kalau biasanya ibu membutuhkan 10 gram per hari maka ketika hamil kebutuhan dia bisa naik menjadi 12 gram sampai 15 gram per hari. Kandungan gizi lain yang penting bagi ibu hamil adalah asam folat.

Kekurangan asam folat akan mengurangi kemampuan darah mengangkut oksigen. Alhasil, tubuh ibu mudah merasa letih dan lesu. Bagi janin, kekurangan folat bisa berakibat lebih buruk. Kekurangan turunan vitamin B ini bisa membuat bayi mengalami bibir sumbing, bobot rendah, dan cacat bawaan yang dikenal dengan istilah neural tubee defects (NTD).

Tambahkan susu

Nah, menurut Lutfi, asam folat sebaiknya diberikan sejak trisemester pertama kehamilan. Asam folat ini mudah ditemukan pada kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran hijau. Untuk memperbesar asupan folat, ibu boleh saja mengonsumsi susu yang mengandung folat atau suplemen.

Ketika hamil, ibu juga bisa mengalami kekurangan darah atau anemia. Dus, ibu perlu kecukupan zat besi. Tapi, tambahan zat besi ini tidak diberikan pada masa trisemester pertama kehamilan. "Zat besi bisa membuat ibu semakin merasa mual dan muntah," kata Lutfi.

Suplemen zat besi bisa diberikan pada ibu ketika memasuki masa trisemester kedua kehamilan. Agar tubuh semakin siap mengandung, ibu bisa melengkapi kecukupan gizi dengan mengonsumsi susu atau minyak ikan. Susu baik untuk mengurangi risiko osteoporosis atau keropos tulang pada ibu hamil.

Namun, menurut Tutik, susu hanyalah pelengkap. "Dengan mengonsumsi susu, bukan berarti ibu boleh tak makan sumber gizi alarm," kata dia. Para ibu yang tengah hamil tak boleh alpa makan berbagai sayuran dan buah untuk memenuhi kebutuhan gizi.

Sumber : DechaCare

Tuesday, January 25, 2011

50 Tips Sukses Karir dan Rumah Tangga

Sebetulnya, sukses berawal dari mental. Anda bisa saja miskin namun jika Anda yakin bahwa Anda bisa sukses, maka itulah yang akan Anda raih. Demikian juga sebaliknya, jika Anda terlahir kaya, namun tidak memiliki mental sukses, maka kelak ia pun bisa jatuh melarat.

Tak peduli apa pun yang menjadi profesi kerja Anda sekarang, apakah karyawan rendahan atau bos sekalipun, Anda bisa meraih sukses dengan mengembangkan 50 kebiasaan sukses ini. Namun, ingat juga bahwa ukuran kesuksesan bukanlah uang, melainkan mental puas itu sendiri.

1.Carilah dan temukan kesempatan di mana orang lain saat orang lain gagal menemukannya.

2.Orang sukses melihat masalah sebagai bahan pembelajaran an bukannya kesulitan belaka.

3.Fokus pada solusi, bukan berkubang pada masalah yang ada.

4.Menciptakan jalan suksesnya sendiri dengan pemikiran dan inovasi yang ada.

5.Orang sukses bisa merasa takut, namun mereka kemudian mengendalikan dan mengatasinya.

6.Mereka mengajukan pertanyaan yang tepat, sehingga menegaskan kualitas pikiran dan emosional yang positif.

7.Mereka jarang mengeluh.

8.Mereka tidak menyalahkan orang lain, namun mengambil tanggung jawab atas tindakan mereka.

9.Mereka selalu menemukan cara untuk mengembangkan potensi mereka dan menggunakannya dengan efektif.

10.Mereka sibuk, produktif, dan proaktif, bukan luntang-lantung.

11.Mereka mau menyesuaikan diri dengan sifat dan pemikiran orang lain.

12.Mereka memiliki ambisi atau semangat.

13.Tahu benar apa yang diinginkan.

14.Mereka inovatif dan bukan plagiat.

15.Mereka tidak menunda-nunda apa yang ada.

16.Mereka memiliki prinsip bahwa hidup adalah proses belajar yang tiada henti.

17.Mereka tidak menganggap diri sempurna sehingga sudi belajar dari orang lain.

18.Mereka melakukan apa yang seharusnya, bukan apa yang mereka mau lakukan.

19.Mereka mau mengambil resiko, tapi bukan nekat.

20.Mereka menghadapi dan menyelesaikan masalah dengan segera.

21.Mereka tidak menunggu datangnya keberuntungan, atau kesempatan. Merekalah yang menciptakannya.

22.Mereka bertindak bahkan sebelum disuruh/ diminta.

23.Mereka mampu mengendalikan emosi dan bersikap profesional.

24.Mereka adalah komunikator yang handal.

25.Mereka mempunyai rencana dan berusaha membuatnya menjadi kenyataan.

26.Mereka menjadi luar biasa karena mereka memilih untuk itu.

27.Mereka berhasil melalui masa-masa berat yang biasanya membuat orang lain menyerah.

28.Mereka tahu apa yang penting bagi mereka dan melakukan yang terbaik yang mereka bisa.

29.Mereka memiliki keseimbangan. Mereka tahu bahwa uang hanya alat, bukan segalanya.

30.Mereka paham betul pentingnya disiplin dan pengendalian diri.

31.Mereka merasa aman karena mereka tahu mereka berharga.

32.Mereka juga murah hati dan baik hati.

33.Mereka mau mengakui kesalahan dan tidak segan untuk minta maaf.

34.Mereka mau beradaptasi dengan perubahan.

35.Mereka menjaga kesehatan dan performa tubuh.

36.Mereka rajin.

37.Ulet

38.Mereka terbuka dan mau menerima masukan dari orang lain.

39.Mereka tetap bahagia saat menghadapi pasang surut kehidupan.

40.Mereka tidak bergaul dengan orang-orang yang salah/ merusak.

41.Mereka tidak membuang waktu dan energi emosional untuk sesuatu yang di luar kendali mereka.

42.Mereka nyaman bekerja di tempat yang ada.

43.Mereka memasang standar yang tinggi bagi diri sendiri.

44.Mereka tidak mempertanyakan mengapa mereka gagal namun memetik pelajaran dari itu semua.

45.Mereka tahu bagaimana harus rileks, menikmati apa yang ada, dan mampu bersenang-senang dalam kecerobohan sekalipun.

46.Karir mereka bukanlah siapa mereka, itu hanyalah pekerjaan.

47.Mereka lebih tertarik pada apa yang efektif ketimbang pada apa yang mudah.

48.Mereka menyelesaikan apa yang telah mereka mulai.

49.Mereka menyadari bahwa mereka bukan hanya makhluk hidup belaka, namun juga makhluk rohani.

50.Mereka melakukan pada yang mereka katakan.

Jadi, apakah ada beberapa kebiasaan yang sudah menjadi bagian dari hidup Anda saat ini?! Jika ada, kembangkan itu, dan tambahkan peluang sukses Anda dengan melakukan yang lain. Ingat, sukses bukanlah milik orang yang tidak pernah gagal, melainkan milik orang yang tidak pernah menyerah..

Sumber : http://kampungkita.blogdetik.com/2010/12/25/50-tips-sukses/

Sunday, January 23, 2011

10 Tips agar Perkawinan Awet Langgeng

Dalam bukunya Knot Happy: How Your Marriage Can Be (Tate Publishing & Enterprises; New York; 2007, Henry A. Ozirney mengatakan, perkawinan merupakan wujud menyatunya dua individu ke dalam satu tujuan yang sama, yaitu kebahagiaan yang langgeng bersama pasangan hidup. Tetapi, rasa cinta saja tak cukup karena akan ada banyak tantangan dan persoalan yang muncul mengusik kehidupan berumah tangga. Nah, saat gangguan itu muncul, ingatlah 10 tip Ozirney di bawah ini.

1. Bersiaplah untuk berkorban.

Setiap individu yang mengikatkan diri dalam perkawinan mau tak mau harus siap berkorban bagi pasangannya. Kadang dalam masalah kecil saja, dituntut pengorbanan yang besar. Contohnya, Anda baru sampai di pintu rumah dan merasa capek, tapi suami ternyata mengeluh badannya meriang dan minta dikerokin. Tentu niat semula hendak langsung beristirahat harus langsung dikesampingkan. Pengorbanan ini Anda dahulukan karena perhatian pada suami Anda anggap jauh lebih penting daripada rasa capek. Tentu saja pengorbanan semacam ini harus datang dari kedua belah pihak. Bila salah satu bersikap egois, tentu saja dapat menjadi pemicu munculnya perasaan kesal dan diperlakukan tak adil.

2. Tetap punya waktu untuk diri sendiri.

Sangatlah menyenangkan bila Anda memiliki kegiatan atau hobi yang dapat dilakukan bersama. Tapi jangan lupa, Anda juga perlu melakukan sesuatu atau berkegiatan sendiri tanpa didampingi pasangan. Punya waktu sendiri memberi kesempatan Anda untuk berpisah sementara dengan pasangan. Di saat ini, Anda dapat dengan jernih merefleksikan kembali kehidupan cinta Anda berdua. Kemudian melakukan koreksi diri tentang hal-hal yang perlu Anda lakukan untuk meningkatkan kebahagiaan perkawinan dan menghindari kebosanan karena berduaan terus. Disamping itu, sendirian sejenak dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi seberapa jauh Anda kangen pada pasangan.

3. Memelihara keintiman dan romantisme.

Suami-istri yang sudah cukup lama berumah tangga kadang kurang peduli terhadap hal yang satu ini. Tak ada lagi kata-kata pujian, makan malam bersama, bahkan perhatian pun kerap jadi barang mahal. Padahal kunci hubungan yang sukses adalah melakukan hal-hal kecil yang berharga bagi pasangan. Melalui gerak tubuh, kata-kata penuh cinta dan perhatian kecil, rasa cinta dapat tetap terpelihara. Justru ungkapan emosi yang positif terhadap pasangan menjadi "tabungan" bagi hubungan emosi mereka. Jika "rekening" masing-masing sama besarnya, dijamin hubungan akan tetap berlangsung manis di masa datang. Entah sekadar memberi sekuntum bunga, mencium pipi, menggandeng tangan, saling memuji, atau berjalan-jalan menyusuri tempat-tempat romantis, akan kembali memercikkan rasa cinta kepada pasangan hidup.

4. Pandai mengatur keuangan keluarga.

Hampir sebagian besar waktu dalam keluarga dewasa ini, khususnya pasangan suami-istri muda perkotaan, adalah untuk mencari nafkah. Artinya, faktor ekonomi tak bisa dianggap remeh. Bayangkan, apa yang bakal terjadi seandainya rumah tangga tak ditopang oleh kondisi finansial yang memadai. Mengatur ekonomi keluarga secara benar juga akan memberi rasa aman dan bahagia.

5. Berbagi tugas rumah-tangga dan pengasuhan anak.

Kedua hal ini memberi kesempatan kepada pasangan untuk bekerja sebagai tim yang solid. Kegiatan membereskan rumah dan mengasuh anak dapat menjadi sarana mempererat tali perkawinan.

6. Komunikasi jujur dan terbuka.

Komunikasi merupakan salah satu pilar langgengnya hubungan suami-istri. Banyak suami-istri berkurang intensitas komunikasinya karena terlalu sibuk dengan urusan masing-masing. Padahal bagaimana komunikasi bisa terjalin mulus bila pasangan sudah tak saling menyapa. Jadi, cobalah untuk senantiasa menjaga komunikasi dengan pasangan. Luangkan waktu untuk duduk dan ngobrol bersama, sekalipun hanya 5 menit setiap hari. Sempatkan untuk meneleponnya atau mengirim SMS romantis. Sapaan "selamat pagi" atau "selamat malam" di tempat tidur juga dapat dijadikan ajang berkomunikasi. Intinya, ciptakan komunikasi sehingga masing-masing pribadi merasa dibutuhkan.

7. Jangan memendam masalah.

Sebenarnya ini merupakan bagian dari komunikasi. Namun pada intinya, seperti apa pun perasaan Anda dan pasangan, hendaknya selalu dikomunikasikan. Terutama rasa tidak suka atau yang menyinggung perasaan. Bila Anda malu atau sungkan karena khawatir mendatangkan masalah, sebenarnya Anda justru sedang menyimpan bom yang siap meledak sewaktu-waktu. Rasa marah yang terpendam juga membuat Anda berusaha menghindari satu sama lain tanpa sebab yang pasti. Jadi, serba enggak enak, kan? Makanya akan lebih baik bila setiap kali muncul perasaan marah atau kesal hendaknya dikemukakan saja agar tidak timbul kesalahpahaman yang berlarut-larut. Namun kemukakan kekesalan Anda secara santun dan objektif. Artinya, bila Anda kesal/marah, tunjukkan bahwa Anda hanya ingin dia mengoreksi kelakuannya dan sama sekali bukannya membenci dia sebagai pribadi.

8. Sadarilah Anda berdua adalah pribadi yang berbeda.

Ini bukan hanya dalam waktu singkat lo, tapi berlangsung untuk selamanya. Jadi wajar bila ikatan perkawinan akan selalu diwarnai perselisihan akibat perbedaan. Bukan saja perbedaan pendapat, tapi juga ketidaksetujuan akibat perbedaan-perbedaan yang lain. Pasangan yang gagal dalam perkawinan umumnya menaruh harapan terlalu tinggi bahwa pasangannya akan berubah sesuai keinginan dirinya. Sementara pasangan yang perkawinannya awet umumnya lantaran menyikapi perbedaan demi perbedaan dengan bijak. Perbedaan seyogianya tak harus menghancurkan perkawinan, melainkan justru memperkaya wawasan masing-masing sambil mencari solusi terbaik dengan selalu memprioritaskan kebahagiaan perkawinan.

9. Bersikap spontan.

Kebiasaan positif ini dapat diterapkan kapan saja. Misalnya, ingin menciptakan suasana romantis, mengatur jadwal makan malam di luar, bercinta, saling memuji, memerhatikan dan lain-lain yang sifatnya kejutan. Spontanitas ini bermanfaat untuk menghindari kebosanan dalam perkawinan. Lagi pula siapa sih yang tak suka mendapat kejutan menyenangkan? Yang penting, kejutan tersebut haruslah tulus dan penuh rasa cinta.

10. Selalu mengingat hal-hal terbaik dalam diri pasangan.

Apa saja hal-hal terbaik dalam diri pasangan yang membuat Anda mengambil keputusan untuk menikah dengannya? Selalu mengingat hal-hal terbaik yang dimiliki pasangan akan selalu menuntun Anda pada sejumlah kenangan manis yang tiada habisnya. Selain akan membuatnya merasa berharga di mata Anda. Ingat, hidup perkawinan tak luput dari dinamika hidup. Segalanya bisa saja berubah. Namun alasan mengapa Anda dulu begitu mencintainya akan selalu terpatri dalam lubuk hatinya. Begitu juga sebaliknya, sehingga kedua belah pihak akan selalu bertekad untuk menjaga hal-hal berharga tadi dan mempertahankan perkawinan.

Untuk menerapkan 10 tips tadi memang tak selalu mudah, tapi percayalah kunci-kunci ini yang dapat menyelamatkan perkawinan.

Thursday, January 20, 2011

12 Tanda Pasangan Sedang Selingkuh

Pakar hubungan dan beberapa penelitian menjadi acuan untuk membuat daftar 12 tanda mengapa pria cenderung selingkuh. Jika Anda mendapati seluruh tanda ini pada diri pasangan, waspadalah! Perhatikan sejauh mana pasangan Anda menampakkan gelagat ini, dan membuktikan apakah ada kecenderungan perselingkuhan yang dilakukannya.

1. Pendapatannya lebih kecil dari Anda
Kondisi finansial akan mengusik ego pria yang memiliki penghasilan lebih kecil dari pasangannya. Studi di Inggris pada 2010 lalu menunjukkan, pria yang bergantung pada pasangannya secara finansial cenderung berpotensi berselingkuh. Sedangkan pasangan yang memiliki penghasilan seimbang cenderung tak mengalami masalah dalam hubungannya dan aman dari perselingkuhan.

2. Pria sering lembur
Waktu bekerja yang panjang, karena lembur atau memang memiliki jam kerja yang panjang, mengurangi waktu bersama pasangan. Kurang dari 10 persen waktunya diberikan kepada pasangan, selebihnya untuk pekerjaan. Ini pertanda buruk bagi hubungan.

Menurut pusat statistik Inggris, pasangan menikah dengan anak hanya memiliki waktu 75 menit per hari untuk saling berinteraksi. Konsultan pasangan, Julia Cole, yang juga penulis After The Affair menyarankan pasangan suami istri dengan anak perlu saling berinteraksi dengan melakukan kegiatan sehari-hari bersama-sama untuk mengatasi minimnya waktu berduaan.

3. Hubungan tanpa ikatan
Survei menyebutkan, pasangan yang tinggal bersama atau telah berhubungan sejak lama, tetapi tidak terikat dalam penikahan, cenderung lebih mudah berselingkuh. Dikatakan, lebih dari 40 persen pasangan tanpa ikatan pernikahan cenderung tak setia. Memang survei ini tak menyebut spesifik laki-laki atau perempuan. Rasanya, keduanya memiliki potensi yang sama berselingkuh jika menjalani hubungan tanpa ikatan.

4. Ayah atau kakak lelaki pernah berselingkuh
Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Pepatah ini didukung oleh penelitian adanya pengaruh faktor genetik terhadap perilaku pengkhianatan. Dua tahun lalu, studi di Karolinska ­Institute, Stockholm, menunjukkan, pria yang mewarisi varian genetik yang memengaruhi hormon vasopressin (hormon yang membuat pasangan saling merasa terikat dan lengket), cenderung akan mengalami masalah dalam hubungan dan pernikahannya. Bahkan pria yang mengalami masalah genetik seperti ini cenderung tidak menikah.

5. Punya kembaran yang berselingkuh
Dr Lynn Cherkas, analis genetik dari Departemen Penelitian Saudara Kembar di St Thomas’ Hospital, ­London, mengatakan, sebuah penelitian menemukan, saudara kembar identik cenderung 200 persen lebih tak setia jika salah satu dari saudara kembar ini pernah berselingkuh.

6. Pernah menikah
Sebuah makalah yang diterbitkan dalam European Journal of Operational Research pada 2009 lalu mengobservasi 1.000 pasangan yang menikah atau memiliki hubungan serius dalam lima tahun. Peneliti menemukan, perceraian yang terjadi dengan pasangan sebelumnya mengurangi kemungkinan bertahannya hubungan yang baru. Perceraian tak lantas menjadi pelajaran bagi pasangan untuk saling bertahan dan setia.

7. Terobsesi dengan seks
Satu pertiga dari 1.468 pria yang disurvei mengaku menikmati pornografi online. Menurut Julia Cole, pria yang menggunakan internet untuk melihat pornografi cenderung tak setia. Karena, menurut Cole, kebiasaan ini bisa memengaruhi emosi yang berdampak tak sehat pada hubungan.

"Penggunaan internet pornografi yang berlebihan, juga sex texting, bisa menimbulkan gangguan emosional dan memengaruhi perasaan serta membuat suasana berbeda dibandingkan biasanya," kata Cole.

8. Tinggal di pedesaan
Survei yang digelar oleh situs jodoh dengan melibatkan 4.000 pasangan menikah menunjukkan, orang yang cenderung berselingkuh tinggal di pedesaan. Sebanyak 47 persen responden mengaku menjalani perselingkuhan.

9. Latar belakang pendidikan
Masih menurut survei yang sama, seperempat dari pengunjung situs yang berjumlah 500.000 orang berpendidikan dari sekolah swasta. Sedangkan 15 persen pernah belajar di sekolah keagamaan. Pendiri situs, Adam Scott, mengatakan, orang yang merasa dibatasi secara budaya dan nilai religi cenderung merasa diharuskan menikah muda. "Dampaknya, mereka merasa frustrasi terhadap pasangannya," kata Scott. Kondisi inilah yang kemudian memicu perselingkuhan.

10. Tak cocok dengan keluarga atau teman
Saat terlibat dalam perselingkuhan, pria cenderung tak bisa dekat atau bahkan tak merasa cocok dengan keluarga atau teman Anda.

11. Hati-hati dengan jejaring sosial
Menurut Cole, jumlah orang yang berselingkuh melalui jejaring sosial di dunia maya cenderung bertambah.

12. Punya IQ lebih rendah dari Anda
Awal tahun ini, studi yang dilakukan Dr Satoshi Kanazawa, psikolog dari London School of Economics and Political Science, mengungkapkan, perselingkuhan erat kaitannya dengan tingkat kecerdasan. Semakin cerdas pria, semakin kecil kecenderungannya berselingkuh dari pasangan.

Monday, January 10, 2011

Cara Minta Maaf Setelah Ketahuan Berselingkuh

Sangat penting untuk saling menjaga rasa percaya antara Anda dan pasangan. Tapi bagaimanapun juga, manusia kadang tak bisa luput dari kesalahan, dan kemungkinan Anda atau pasangan berselingkuh pun tetap ada.

Lalu, bagaimana jika pasangan mengetahui Anda menjalin cinta dengan orang lain? Jika Anda ingin mempertahankan hubungan dan menyadari kesalahan, ada 9 cara yang bisa dilakukan agar pasangan mau memaafkan dan menerima Anda kembali, seperti dilansir Your Romance Guide.

1. Katakan Alasan Kenapa Anda Selingkuh
Ini hal pertama yang paling penting saat pasangan mengetahui Anda berselingkuh. Anda harus mengatakan alasan sejujur-jujurnya kenapa berselingkuh. Apakah karena persoalan emosional atau fisik? Jika tidak jujur, jangan harap Anda bisa menerima pemberian maafnya.

2. Ubah Cara Pandang
Jika alasan Anda selingkuh hanya karena godaan fisik semata, segera perbaiki cara pandang Anda dalam berhubungan. Sebagian orang selingkuh karena hal-hal yang kurang mendasar, hanya ketertarikan seksual atau sekedar mencari tantangan.
Jika benar-benar ingin memperbaiki hubungan, berjanjilah dengan kesungguhan dan ketulusan hati kalau Anda tidak akan mengulanginya.

3. Ungkapkan dengan Tindakan
Ungkapkan kalau Anda benar-benar ingin dia kembali dengan tindakan. Misalnya memberi hadiah, kartu atau selalu berusaha menghubunginya untuk meminta maaf. Usaha yang gigih mungkin bisa meluluhkan hati dan membangun kepercayaannya kembali pada Anda.

4. Meminta Maaf dan Bertanggungjawab
Tatap matanya, dan katakan maaf dengan tulus. Tunjukkan kepada pasangan bahwa Anda sangat mengerti dengan konsekuensi yang telah Anda lakukan dan bisa mempertanggungjawabkannya. Katakan padanya bahwa Anda siap dengan komitmen baru dan jika mengulangi kesalahan yang sama, Anda rela kehilangan dia.

5. Bicarakan Masa Depan
Bicarakan masa depan Anda dan pasangan. Katakan bahwa Anda selalu membayangkan masa depan dan sudah punya banyak rencana untuk anak dan kalian berdua. Buatlah si dia pecaya bahwa Anda ingin menghabiskan masa tua bersama, dan perselingkuhan itu adalah sebuah 'kecelakaan' yang mengerikan.

6. Jangan Balikkan Kesalahan Padanya
Jangan bersikeras membenarkan tindakan Anda berselingkuh. Hindari menyampaikan alasan bahwa Anda berselingkuh karena dia kurang perhatian atau tidak bisa membahagiakan Anda.

7. Bersabar
Memergoki pasangan berselingkuh adalah pukulan terberat sekaligus penghinaan besar baginya. Mungkin akan butuh waktu lama untuk membuatnya memaafkan Anda. Bersabar adalah satu-satunya jalan. Jika pasangan belum mau bertemu atau menghubungi Anda, jangan terburu-buru bereaksi. Pemberian maaf memerlukan waktu yang tidak sebentar.

8. Tambah Momen Romantis
Banyak kasus perselingkuhan disebabkan hubungan yang kurang romantis. Saat pasangan sudah mulai menerima Anda kembali, coba sediakan waktu untuk lebih banyak habiskan waktu bersama.

9. Turuti Permintaannya
Dia setuju untuk menerima Anda kembali, tapi dengan beberapa syarat. Mungkin pasangan Anda akan lebih protektif dengan memonitor kemana dan dengan siapa Anda pergi untuk berjaga-jaga agar tidak 'kecolongan' lagi. Mungkin juga, dia akan
meminta nomor telepon keluarga atau teman Anda untuk menanyakan informasi tentang kegiatan Anda selama tidak bersamanya. Anda mungkin akan sedikit terganggu, tapi jika hal tersebut bisa membangun kembali kepercayaannya, ada baiknya jika Anda menurutinya.

Sunday, January 9, 2011

Trend Cincin Tunangan 2011

Sebelum diadakannya pernikahan, tunangan ditandai dengan tukar cincin dan silahtuhrami keluarga untuk menentukan langkah selanjutnya seperti penetapan tanggal pernikahan dan bagaimana persiapannya.

Namun, sebelum mengadakan acara tersebut apakah Anda sudah menentukan model cincin pertunangan? Bila belum, Anda perlu tahu trend model cincin pertunangan 2011 berikut ini, seperti dilansir she knows:

1. Emerald ring colored diamond

Cincin tunangan bukan hanya identik dengan berlian. Di 2011, pengamat trend perhiasan mengatakan bahwa semakin banyak wanita yang mengenakan cincin tunangan bertahtakan batu permata seperti ruby, safir, zamrud, topaz, dan peridot berwarna-warni.

2. Cincin dengan campuran logam

Meskipun platina dan emas putih masih menjadi pilihan utama oleh para pasangan, namun cincin dari logam campuran diprediksi akan menjadi trend 2011. Cincin platinum dengan kombinasi emas kuning akan menjadi favorit pilihan calon pasangan yang akan bertunangan.

3. Tunangan tanpa cincin

Jika hubungan Anda tidak ingin diikat dengan cincin tunangan, itu bukan menjadi suatu hambatan. Sekarang, banyak pasangan memilih menabungkan uang bersama untuk bulan madu ke suatu tempat impian atau membayar uang muka rumah masa depan. Melakukan tunangan tanpa cincin juga akan menjadi trend di 2011.

Waktu Yang Tepat Untuk Punya Anak

Kapan waktu yang tepat untuk punya anak? Empat hal berikut ini bisa jadi pertimbangan sebelum Anda memutuskan jawabannya.

Dilansir Ezine, tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan di atas kecuali Anda dan pasangan. Namun jika pasangan suami-istri memilih menunda memiliki anak dengan alasan menunggu waktu yang tepat dan semuanya ideal, sepertinya hal itu tidak akan pernah terjadi.

Berikut ini empat hal yang sebaiknya diperhatikan sebelum memiliki anak:

Santai Saja
Memutuskan untuk memiliki anak atau menundanya biasanya membutuhkan diskusi yang serius dengan pasangan. Biasanya dalam diskusi tersebut, ada banyak pertanyaan-pertanyaan yang muncul seperti: Apakah pernikahan itu sudah cukup lama untuk memiliki anak? Sudah siapkah secara mental, fisik dan finansial?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, beberapa pasangan membutuhkan waktu. Sampai kapankah waktu yang ideal untuk mendiskusikannya? Dua bulan dianggap waktu yang pas untuk mendapatkan keputusan itu. Dalam waktu dua bulan, selain saling memahami keinginan masing-masing, juga sudah banyak informasi yang didapat baik melalui mengobrol dengan teman atau membaca buku.

Dalam dua bulan tersebut, pasangan suami-istri juga bisa menghitung pendapatan mereka jika nantinya memiliki anak. Di kurun waktu tersebut pasangan suami-istri sudah dapat merencanakan keuangan mereka setelah dikaruniai bayi.

Apakah Anda dan pasangan memiliki hubungan yang sehat?
Ada beberapa orang yang percaya, memiliki anak bisa memperkuat ikatan pernikahan. Namun ternyata hal itu tidak sepenuhnya benar. Kehadiran anak memang bisa memperkuat ikatan antara pasangan suami-istri. Tapi ada juga yang justru membuat pasangan suami-istri itu semakin renggang.

Perlu dipahami, anak-anak sebaiknya berkembang dalam lingkungan yang nyaman. Jika pasangan suami-istri itu dari awalnya sudah tidak kuat hubungannya, kehadiran anak bisa memperkeruh suasana tersebut. Hal ini tentu tidak baik untuk anak-anak.

Pergantian Gaya Hidup
Setelah memiliki anak, biasanya suami meminta istri berhenti bekerja. Hal itu dilakukan agar si istri dapat mengasuh dan merawat anak sepenuhnya. Jika pilihan ini diambil, artinya akan ada perubahan pendapatan pada rumah tangga tersebut. Padahal setelah mempunyai anak, pasangan suami-istri harus menabung untuk buah hati mereka.

Dengan pilihan tersebut, harus ada perubahan gaya hidup. Jika biasanya para perempuan bisa belanja pakaian dengan sesuka hati, kali ini tentu tidak bisa lagi. Budget untuk hang out tentu juga harus dikurangi.

Anda dan pasangan harus menentukan bersama-sama, siapkah dengan pergantian gaya hidup ini. Kalau ternyata tidak, pilihan untuk menunda momongan bisa dilakukan.

Siap Menjadi Orangtua
Sudahkah Anda siap melungankan waktu untuk menjadi orangtua? Pertanyaan ini perlu dijawab ketika Anda mempertimbangkan untuk memiliki atau menunda kehadiran anak. Kehadiran anak akan menyita seluruh waktu dan perhatian Anda. Saat anak lahir, mereka benar-benar bersih. Tergantung dari orangtuanya akan membentuk mereka menjadi seperti apa. Tentu perlu waktu luang yang cukup banyak untuk merawat dan mengasuh anak Anda. Jadi, lihatlah jadwal Anda, dan jawab dengan jujur, adakah waktu tersebut?

Selain empat hal di atas, ada hal-hal lainnya yang juga jadi pertimbangan. Misalnya saja usia dan kesehatan Anda serta pasangan.

Sumber : wolipop

5 Hal yang Tidak Boleh Dirahasiakan Dalam Perkawinan

Tidak semua hal harus Anda beritahukan pada pasangan. Misalnya saja, ketika suami memberi hadiah baju. Walaupun baju tersebut kurang Anda sukai, jangan pernah mengatakan hal tersebut padanya. Simpan saja sendiri di hati dan biarkan suami tahu kalau Anda senang dengan hadiahnya. Topik sensitif soal seks dan uang, ada beberapa yang sebaiknya dirahasiakan.

5 hal ini, sebaiknya jangan pernah Anda rahasiakan dari suami:

1. Punya Masalah Keuangan

Suatu hari Anda memutuskan meminjam uang dari bank yang menawarkan Kredit Tanpa Agunan (KTA). Uang tersebut akan Anda gunakan untuk memulai bisnis baru. Namun ternyata bisnis tidak berjalan dengan lancar dan utang pun semakin banyak.

Merahasiakan masalah utang tersebut dari suami, bukan hal yang tepat. Memang saat Anda memberitahukannya, suami akan marah. Namun kemarahan itu akan berubah dan dia pasti siap membantu Anda melunasi utang tersebut.

"Masalah keuangan itu bukan hanya soal uang, tapi soal kepercayaan," ujar ahli keuangan Dayana Yochim yang juga pengarang buku 'The Motley Fool's Guide to Couples & Cash', seperti dilansir She Knows.

Ditambahkannya, salah satu alasan yang membuat pasangan tidak percaya karena Anda tidak pernah mau terbuka. Jadi sebaiknya komunikasikanlah masalah-masalah Anda dengan pasangan.

2. Merasa Hubungan Pernikahan Bermasalah

Setelah lima tahun menikah, Anda tiba-tiba merasa gelisah? Anda masih mencintai suami, namun karena hidup sebagai ibu rumah tangga hidup Anda menjadi membosankan? Anda pun mulai mencoba-coba mencari tantangan baru, misalnya berkenalan dengan pria lain.

Jika hal di atas terjadi, segeralah beritahu pasangan agar jangan sampai terlalu jauh. Perselingkuhan bisa berakibat fatal pada pernikahan Anda.

"Kuncinya adalah komunikasikan masalah kebosanan tersebut sebelum merusak pernikahan. Kalau Anda merasa ada suatu masalah di pernikahan atau pernikahan Anda dalam bahaya, bicarakan dengan segera, betapapun hal itu akan menyakitkan," jelas therapist pernikahan dan keluarga, Jennine Estes.

3. Tak Bahagia di Ranjang

Tidak sedikit wanita yang memalsukan orgasme saat bercinta dengan pasangan. Para wanita ini memilih merahasiakannya dari pasangan mereka saat memalsukan orgasme itu. Mereka merasa memberitahu pasangan kalau mereka tidak bisa orgasme akan menyakitinya.

Konsultan pernikahan Karen Gail Lewis yang juga penulis buku 'Why Don't You Understand?' menyarankan Anda stop memalsukan orgasme. "Tidak peduli pada kepuasaan seks diri sendiri bisa menyebabkan kehancuran dalam pernikahan," ujarnya.

Dengan memberitahukan pada pasangan, si dia bisa tahu apa yang membuat Anda tak bisa mencapai orgasme. Anda dan si dia juga bisa bersama-sama mempelajari tehnik-tehnik bercinta baru yang mungkin saja membuat anda puas.

4. Ada Masalah Kesehatan

Tubuh Anda memang miliki Anda sendiri. Namun ketika sudah menikah, kesehatan Anda mempengaruhi kehidupan suami dan anak juga. Keluarga kecil Anda tersebut berhak mengetahui apa yang terjadi pada tubuh Anda. Ketika Anda sakit, mereka bisa membantu dan ikut merawat.

5. Punya Trauma Masa Lalu

Biasanya seseorang menyembunyikan trauma masa lalunya karena takut. Mereka khawatir trauma masa lalu itu bisa mempengaruhi sikap pasangan.

"Namun merahasiakan informasi ini bisa membuat stres dan menghasilkan jarak antara Anda dan pasangan. Semenakutkan apapun trauma masa lalu itu, terbukalah," jelas Estes.

Sumber : wolipop

Sunday, November 21, 2010

Tips Menghindari Perceraian

Setiap keluarga pasti tidak ingin jalinan rumah tangga yang dengan susah payah dibangun berakhir dengan perceraian. Banyak faktor yang dijadikan alasan dari sebuah perceraian. Karenanya, meminimalisir faktor penyebabnya meruipakan salah satu hal yang harus dilakukan oleh setiap pasangan suami istri.

Apapun alasannya, perceraian akan selalu menyisakan kesedihan. Dampak perceraian tidak hanya dialami oleh suami-istri. Justru yang lebih parah adalah dampaknya terhadap psikologi anak-anak. Karena itu sebaiknya perceraian sebisa mungkin dihindari.

Ada beberapa tips yang dapat kita pertimbangkan, saat rumah tangga kita berada diambang perceraian. Berikut adalah beberapa diantaranya:

1. Cari Sumbernya. Ada asap pasti ada api. Demikian juga halnya dengan kehidupan rumah tangga. Keputusan untuk bercerai tentunya bukan tanpa sebab. Karena itu, carilah sumber dari hal ini. Jika sumber permasalahannya sudah dapat ditemukan, cobalah untuk menyelesaikan dengan baik-baik. Sebab setiap masalah tentu mempunyai jalan keluar. Apapun masalah yang menjadi sumber dari keputusan cerai yang akan diambil, sebaiknya pertimbangkan dengan matang. Sebab, jika kita sudah menemukan sumber permasalahannya, maka keputusan yang tepat akan dapat diambil, apakah akan meneruskan keputusan untuk bercerai, atau tidak.
2. Introspeksi. Bila Anda sudah mengetahui penyebab kenapa Anda atau suami ingin bercerai, cobalah untuk berintropeksi. Ini yang seringkali sulit dilakukan. Pasalnya, masing-masing pasangan pasti merasa dirinyalah yang benar. Mereka tak bakal bisa menerima kenyataan bahwa merekalah pangkal sebab munculnya niat cerai. Mungkin, Anda malu mengakui secara jujur kekurangan Anda, tapi cobalah menjawab dengan jujur pada diri sendiri bahwa yang dikatakan pasangan Anda ada benarnya. Mumpung masih ada waktu, kenapa tak Anda coba perbaiki dari sekarang? Tentu, suami pun harus melakukan hal serupa. Bisa jadi, ialah yang membuat perkawinan menjadi goyah dan tak harmonis lagi.
3. Jangan membesarkan masalah. Jika Anda dan suami sudah tahu sumber keributan dan konflik dalam rumahtangga, sebaiknya jangan memperbesar masalah. Juga, jangan mencari masalah baru. Pasalnya, ini justru akan memperkeruh suasana. Bila Anda menyadari kekurangan yang ada, tak ada salahnya meminta maaf. Tidak perlu malu dan berusaha menjadi istri yang baik seperti yang diharapkan suami. Cobalah untuk mencari solusi sebaik-baiknya.
4. Pisah sementara. Meski sepertinya sangat tak enak, cara ini bisa menjadi jalan terbaik untuk menghindari perceraian. Pisah untuk sementara waktu akan membantu suami-istri untuk menenteramkan diri sekaligus menilai, keputusan apa yang sebaiknya ditempuh. Kenapa harus pisah rumah? Pasalnya, dua hati yang sama-sama sedang panas, sebaiknya tak bertemu setiap hari. Jika setiap hari bertemu, yang terjadi bukan membaik, malah justru bakal semakin panas. Bisa-bisa ribut terus dan tidak ada titik temu. Yang dibahas setiap hari pasti akan balik ke masalah yang itu-itu saja. Anda bisa misalnya mengungsi dulu ke rumah orang tua, sementara suami pindah dulu sementara ke rumah orang tuanya. Pisah rumah akan membantu mendinginkan hati yang sedang memanas, sehingga Anda dan suami dapat berpikir jernih.
5. Komunikasi. Apapun,komunikasi merupakan fondasi sebuah hubungan, termasuk hubungan dalam perkawinan. Tanpa komunikasi, hubungan tak bakal bisa bertahan. Jadi, seberat apapun situasi yang tengah Anda hadapi, sebaiknya tetap lakukan komunikasi dengan pasangan. Bahkan setelah Anda dan suami sama-sama hidup terpisah, cobalah untuk tetap berkomunikasi. Coba diskusikan bersama, langkah terbaik apa yang bisa Anda berdua lakukan untuk menghindari perceraian, untuk mempertahankan mahligai rumahtangga. Tak mudah memang, tapi jika Anda berdua sudah berpisah untuk sementara waktu, situasi panas barangkali sudah lewat, sehingga Anda berdua sudah siap untuk berkomunikasi. Jangan merasa malu atau gengsi untuk saling menghubungi.
6. Libatkan keluarga. Jika kenyataannya, pasangan sudah tidak dapat diajak berkomunikasi atau selalu berusaha menghindar, cobalah libatkan anggota keluarga yang memang dekat dengannya. Orang tua, kakak atau pamannya misalnya. Pokoknya, siapa saja yang Anda rasa bisa Anda ajak berbicara. Tentu, Anda jangan pernah menutupi akar permasalahan yang ada kepada mereka, tetapi berterus teranglah. Katakan juga, apa sebetulnya kekurangan Anda maupun kekurangan suami. Siapa tahu, mediator ini dapat melunakkan hati Anda dan pasangan, sekaligus mencarikan solusi untuk kembali bersatu.
7. Cari teman curhat. Menghadapi perceraian tentu akan membuat pikiran runyam, pekerjaan terbengkalai dan bingung harus berbuat apa. Nah, kondisi tidak nyaman ini bisa Anda atasi bila Anda bisa berbagi dengan orang terdekat, sahabat misalnya. Dengan berbagi, beban pikiran Anda akan terasa lebih ringan. Yang harus dicermati, jangan mencari teman curhat yang lawan jenis. Carilah teman curhat sesama jenis. Pasalnya, bila Anda bercerita, mengungkapkan uneg-uneg Anda pada teman pria, belum tentu sepenuhnya ia akan mendukung Anda untuk kembali bersatu dengan suami. Bisa jadi ia malah menggoda Anda, dan jika Anda akhirnya benar-benar tergoda, yang muncul akhirnya malah masalah baru.
8. Ingat anak. Anak biasanya menjadi senjata terampuh untuk meredam konflik antara suami-istri. Jadi, bila ternyata antara Anda dan suami sama-sama menginginkan perceraian, cobalah ingat anak-anak Anda, buah cinta kasih Anda dan suami. Ingatlah bahwa mereka masih sangat membutuhkan Anda dan suami. Apakah mereka harus menjadi korban perceraian karena keegoisan orang tuanya? Lantas, setelah Anda bercerai, kemana dan kepada siapa mereka harus ikut, Anda atau suami? Jika Anda menyayangi mereka, pikirkan kembali keputusan tersebut.
9. Kesampingkan ego pribadi. Jika Anda memang masih menginginkan keutuhan rumahtangga, segera buang jauh-jauh ego yang ada dalam diri Anda. Jangan merasa diri selalu benar dan sealu menyudutkan pasangan, begitu pula sebaiknya. Sadarilah bahwa apa yang terajadi sekarang adalah kesalahan Anda dan suami. Kalaupun selama ini ada sakit hati yang terselip, cobalah untuk saling memberi maaf.
10. Jujur pada diri sendiri. Jujurlah pada diri sendiri, apakah Anda sudah siap mental untuk berpisah selamanya dengan suami? Perceraian tidaklah semudah yang dibayangkan. Berpisah lalu hidup tenang. Tidak selamanya perceraian membuat kehidupan menjadi bahagia. Bisa jadi justru sebaliknya, lebih hancur. Banyak masalah-masalah di kemudian hari yang berbuntut panjang. Mulai anak, harta gono-gini sampai hubungan antar-keluarga yang ikut tidak harmonis. Jadi, pikirkan kembali jika ingin mengambil keputusan ini. Selain jujur, Anda juga harus mengedepankan rasio. Perempuan biasanya memang lebih banyak menggunakan perasaan, namun untuk soal seberat ini jangan hanya perasaan. Pertimbangkan benar, apa dampaknya bagi Anda dan keluarga jika perceraian itu benar-benar terjadi.
11. Banyak berdoa. Banyak berdoa dan mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa dapat membantu permasalahan Anda. Mintalah petunjuk dari-Nya. Dengan semakin bertekun dan mendekat kan diri, insya Allah doa Anda akan terjawab
12. Buka lembaran baru. Jika Anda dan suami akhirnya bisa kembali rukun, maka Anda harus siap membuka lembaran baru bersama suami. Jangan pernah mengungkit-ungkit persoalan dan penyebab Anda berdua pernah berniat untuk bercerai. Sekali Anda mengungkit-ungkit, bisa jadi Anda akhirnya akan benar-benar bercerai. Yang paling penting adalah saling mengingatkan dan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada.

Jika memang keputusan cerai yang diambil, sebaiknya pertimbangkan masa depan anak-anak. Jangan sampai perceraian yang terjadi menjadi neraka bagi anak-anak.

Monday, November 15, 2010

Jurus agar Pria Menjadi Pasangan yang Baik

Pria juga termotivasi memperbaiki kualitas diri untuk menyenangkan pasangannya. Rupanya tak sulit bagi pria melakukan cara sederhana, demi mendapatkan pengakuan sebagai pasangan yang baik dan penuh pengertian.

1. Bersikap tak egois.
Rupanya pria menyadari sikap egois kerap kali memancing emosi pasangan. Mereka pun berusaha mengatasi kegoisan diri. Caranya, pria akan memberikan perhatian penuh terhadap pasangan dan menemani kegiatan yang disukai pasangannya tanpa pamrih. Pria yang melakukan hal ini hanya fokus pada satu tujuan, menyenangkan pasangan dan membuat wanitanya merasa spesial.

2. Mencari zona sensitif.
Gairah seks pasangan menikah tetap terjaga, dengan usaha si pria mencari zona sensitif wanitanya. Jadi, Anda tak perlu meminta pria yang baik untuk memberikan kepuasan seksual. Sebab, pria baik akan berinisiatif melakukan apa saja untuk memuaskan pasangan, tanpa diminta. Pria seperti ini tak berhenti pada area payudara atau kelamin untuk memuaskan pasangannya. Pria yang baik, bisa mengerti kebutuhan perempuan yang ingin juga diperhatikan pada bagian tubuh lainnya. Seperti telinga, bagian belakang lutut, paha bagian dalam, kaki, dan mulut.

3. Tak ragu memuji pasangannya.
Pria yang baik memahami perempuan senang dipuji. Jadi, pria tipe ini takkan ragu menyampaikan pujian untuk membangkitkan mood pasangannya. Bahkan, pria ini tak hanya menggunakan kata untuk mengekspresikan pujian. Jangan heran ketika tiba-tiba saja, pasangan Anda meluncurkan ciuman bergelora untuk mewakili pujiannya.

4. Mendahului seks dengan foreplay.
Seks menjadi fokus lain yang dilakukan pria untuk menyenangkan pasangannya. Melakukan foreplay, memanjakan pasangan, dan membuatnya nyaman lebih diutamakan daripada langsung penetrasi. Di sinilah pria ingin menunjukkan perhatian dan ketidakegoisannya.

5. Menciptakan intimasi.
Pria juga ingin memenangkan hati pasangannya. Salah satunya melalui seks. Meski kadang spontanitas membuat pasangan menikah lebih bergairah, tetapi pria juga punya cara membangun intimasi bersama pasangan. Caranya, pasangan akan membisikkan atau mengatakan bahwa ia ingin meluangkan waktu bersama dengan Anda pada pagi atau sore hari.

6. Tak pernah memaksa.
Untuk menjadi pria yang diinginkan wanitanya, ia takkan memaksa pasangan melakukan hal yang tak disukainya. Termasuk dalam urusan hubungan seks. Pria juga menyadari, memaksa pasangan melakukan pose seks tertentu, yang tidak nyaman baginya, hanya akan meruntuhkan mood. Jadi, ia takkan pernah melakukan itu.

7. Berkuasa namun juga tak sungkan bertanya.
Pria boleh saja mahir dalam seks. Namun, pria baik akan bertanya respons pasangan usai bercinta. Tak lantas hanya menunjukkan kekuatannya, pria baik juga akan meminta pendapat pasangan untuk menyenangkan hatinya.

8. Membantu pasangan meraih orgasme.
Bukti perhatian pria baik adalah memberikan waktu kepada pasangan menikmati hubungan seks. Tujuannya agar mood pasangan tetap terjaga dan membantunya meraih orgasme.

9. Mengajak bicara.
Cara lain yang juga digunakan pria menyenangkan hati pasangan adalah berkomunikasi. Pria baik akan selalu memerhatikan apa yang diinginkan pasangannya, serta bagaimana perasaannya.

10. Merawat fisik.
Bentuk paling sederhana yang dipilih pria untuk menunjukkan kepeduliannya adalah merawat diri. Dengan tubuh lebih segar dan bersih, pria berharap pasangannya selalu merasa nyaman berdekatan dengannya.