* Setelah menyadari anak Anda memiliki kutu rambut, periksa anggota keluarga lainnya dan pastikan tidak ada satu pun anggota keluarga lain yang juga bermasalah kutu rambut. Lakukan penanganan yang sama bila ada anggota keluarga yang terkena.* Usahakan untuk tidak berbagi peralatan yang dapat menjadi sumber penularan kutu seperti sisir, topi, handuk, bantal, dll.* Jangan menggantung handuk, topi, jilbab dan lain-lain di tempat gantungan yang sama sehingga kutu rambut bisa melompat dari satu barang ke barang lain.* Untuk sementara sampai anak dipastikan bebas kutu, pisahkan tempat tidurnya. Kutu dapat melompat dari kepala anak yang satu ke yang lain sewaktu mereka tidur dengan kepala berdekatan.
Monday, February 28, 2011
Inilah Makhluk Yang Mendiami Kepala Kita
Ini Dia 7 Keajaiban Pada Janin

10 Alasan Mengapa Kita Harus Menjauhi Alkohol
Apa Penyebab Utama Kanker di Sekitar Mulut?
Israel Papillon/stock.xchng
Menyeramkan, Parasit Malaria Hancurkan Sel Darah Manusia
Para ilmuwan telah merekam dengan sempurna saat-saat parasit malaria menyerang sel darah merah manusia. (WEHI)Sebuah parasit malaria untuk pertama kalinya terekam kamera saat memasuki dan merusak sel darah merah menusia sebelum secara kejam menghancurkan dari dalam.
Parasit plasmodium malaria masuk menginfeksi melalui gigitan nyamuk. Penyakit menular ini telah membunuh satu juta orang setiap tahun dan menginfeksi sekitar 400 juta lainnya.
Para peneliti Australia dengan menggunakan mikroskop beresolusi-super untuk menyaksikan bagaimana dinding sel manusia digerogoti.
Tekhnologi ini menyajikan gambar pada skala yang besarnya lebih kecil dibandingkan dengan mikroskop cahaya normal, sehingga dapat menangkap gambar parasit tersebut yang besarnya hanya sepersatujuta meter.
Dr. Jake Baum, dari Walter and Eliza Hall Institute, Melbourne, mengatakan, “Terobosan nyata dari mikroskop dengan resolusi super, pada dasarnya memungkinkan anda untuk menciptakan gambar tiga dimensi dari proses seluler (pembelahan sel) pada resolusi sangat tinggi.”
“Ini seperti saat kita mengambil ribuan snapshot CCTV perampokan bank.”
Sajian yang telah diterbitkan dalam jurnal Cell Host & Microbe ini, dapat memberikan wawasan baru dalam peristiwa molekuler dan seluler yang memandu invasi sel.
“Ini merupakan pertama kalinya kami dapat benar-benar menggambarkan proses molekuler secara sempurna,” ujar Dr. Baum.
Meskipun para ilmuwan telah berhasil mengobservasi pergerakkan parasit tersebut ke dalam sel sebelumnya, tekhnologi baru ini menyajikan lompatan besar dalam pengamatannya yang lebih detail yang dapat kita lihat.
“Salah satu hal paling mendebarkan yang kita lihat, tatkala parasit tersebut menyisipkan protein berbentuk cincin ke dalam dinding sel untuk membuka jendela sambil menggerogotinya.”
“Anda benar-benar dapat menyaksikan bagaimana parasit tersebut menggerogoti,” ujar Dr. Baum.
Rekaman ini juga mengungkap bahwa sekali parasit tersebut menempel pada sel darah merah serta mengikat erat sel, sebuah master penghubung selama invasi dimulai dan akan terus berlanjut tanpa ada pos pemeriksaan lebih lanjut.
Dr. Baum mengatakan bahwa ia telah bekerja untuk melacak parasit ini selama tujuh tahun. Ia berharap pengetahuan baru ini akan memungkinkan para ilmuwan baru membuka peluang untuk memutus mata rantai cara kerja parasit ini.
Ia mengatakan, “Jika, misalnya, anda menguji obat tertentu atau vaksin, atau meneliti bagaimana antibodi manusia bekerja untuk melindungi anda dari malaria; pendekatan pencitraan gambar ini, kini telah memberi kita jendela untuk melihat efek yang sebenarnya bahwa setiap bahan reaksi atau antibodi telah berada pada langkah-langkah invasi.” (Erabaru/DM/sua)
Mengenal Infeksi Mata Konjungtivitis

- Konjungtiva merah dan bengkak. Pada konjungtivitis infeksi atau alergi, kedua mata biasanya terkena.
- Fotofobia (aversi terhadap cahaya).
- Rabas purulen adalah karakteristik konjungtivitis bakterial. Infeksi dan rabas sering dimulai di satu mata dan menyebar ke mata yang lain. Mata mungkin tertutup oleh selaput kehijauan.
- Rabas encer dan jernih adalah karakteristik konjungtivitis viral. Konjungtivitis viral sering menyertai infeksi saluran napas atas.
- Rasa panas dan gatal pada mata adalah karakteristik konjungtivitis alergi.
- Konjungtivitis akibat benda asing dikaitkan dengan ketidaknyamanan dan perasaan seperti ada pasir atau kerikil halus pada mata. Biasanya dengan benda asing, hanya satu mata yang terkena.
- Diagnosis ditegakkan setelah riwayat dan pemeriksaan fisik. Kultur dapat diperlukan pada beberapa keadaan.
- Benda asing pada mata harus divisualisasi dengan menggunakan lampu khusus, yang disebut lampu Wood.
- Infeksi bakteri tertentu (gonore, beberapa jenis konjungtivitas klamidia) dan infeksi virus dapat menyebabkan kerusakan permanen pada mata jika tidak diobati.
- Benda asing di mata dapat menyebabkan abrasi kornea dan pem-bentukan jaringan parut.
- Konjungtivitas dapat menjadi gejala awal penyakit sistemik berat, yaitu penyakit Kawasaki. Penyakit ini adalah salah satu vaskulitis yang tersebar luas yang memengaruhi banyak organ tubuh, termasuk jantung, otak, sendi, Kati, dan rnata. Penyakit ini dimulai secara akut dengan demam tinggi, yang diikuti secara singkat dengan konjungtivitis bilateral yang signifikan karena tidak adanya rabas dan prosesnya yang lama. Ruam dan pembengkakan tangan dan kaki menyertai gejala awal ini. Diagnosis dini penting untuk mencegah kerusakan pada arteri koroner. Terapi untuk penyakit Kawasaki mencakup penggunaan aspirin dan globulin gama.
- Konjungtivitis bakterial biasanya diobati dengan tetes mata atau krim antibiotik, tetapi sering sembuh dalam waktu sekitar dua minggu walaupun tanpa pengobatan. Karena konjungtivitis bakterial sangat menular di antara anggota keluarga dan teman sekolah, diperlukan teknik mencuci tangan yang baik dan pemisahan handuk bagi individu yang terinfeksi. Anggota keluarga tidak boleh bertukar bantal atau seprai.
- Konjungtivitas yang juga berhubungan dengan otitis media diobati dengan antibiotik sistemik. Kompres hangat pada mata dapat mengeluarkan rabas.
- Konjungtivitis viral biasanya diobati dengan kompres hangat. Teknik mencuci tangan yang baik diperlukan untuk mencegah penularan.
- Konjungtivitis alergi diobati dengan menghindari alergen apabila mungkin. Antihistamin atau tetes mata yang mengandung steroid dapat digunakan untuk mengurangi gatal dan inflamasi.
- Konjungtivitis yang disebabkan iritan diobati dengan mengeluarkan benda asing, diikuti dengan penggunaan obat antibakteri.
Cara Agar Manfaat Minum Obat Lebih Manjur

Cara Penanganan Luka Bekas Jerawat


Perlukah Kepala Bayi Digunduli sampai Plontos


Sunday, February 27, 2011
Suntik Botoks Bisa Obati Miss V yang Bermasalah

Cara Terbaik Pria Menghadapi Stres
STRES

- Psoriasis.
- Eksim.
- Gangguan pencernaan.
- Diabetes.
- Asma.
- Penyakit jantung.
- Tekanan darah tinggi.
- Rambut rontok.
- Masalah seksual, termasuk diantaranya disfungsi ereksi (impoten).

Benarkah Manusia Lebih Bau Dari Pada Hewan ?

Bunyi Dengkul untuk Mendeteksi Sakit Sendi

Mengenal Berbagai Penyakit Paru-Paru

Tuberkulosis (TBC)
- Penyebab: Penyakit TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini dapat menular melalui percikan ludah saat penderita batuk.
- Gejala: Batuk berdahak lebih dari tiga minggu. Dapat juga disertai batuk yang mengeluarkan darah. Penderita akan mengalami demam khususnya pada siang atau sore, berkeringat pada malam hari. Nafsu makan menurun sehingga mengakibatkan badan menjadi kurus.
- Pencegahan dan solusi: Bila ada teman, tetangga atau anggota keluarga yang mengalami gejala tersebut, ada baiknya Anda menyarankan untuk memeriksakan ke dokter untuk mengetahui apakah batuknya merupakan penyakit TBC atau tidak. Karena kadangkala penyakit batuk sering dianggap sepele, padahal penyakit ini dapat membunuh seseorang bila tidak segera ditangani dan dapat menular kepada orang lain.
- Pengobatan: Pengobatan untuk TBC bila sudah diketahui sejak dini sebenarnya tidak terlalu mahal dan mudah untuk disembuhkan karena sudah ada obat yang disediakan pemerintah. Bila diperlukan, penderita TBC dapat juga dikarantina di tempat khusus agar tidak menularkan penyakitnya.
Asma
- Penyebab: Penyebab asma adalah penyempitan sementara pada saluran pernapasan yang dapat menyebabkan penderitanya merasakan sesak napas. Penyempitan terjadi pada pembuluh tenggorokan. Faktor keturunan sangat berperan pada penyakit ini, bila ada orangtua atau kakek nenek yang menderita penyakit ini dapat menurun kepada anak atau cucunya.Alergi terhadap sesuatu seperti debu, perubahan suhu, kelembaban, gerak badan yang berlebihan atau ketegangan emosi dapat meyebabkan alergi sehingga selaput yang melapisi pembuluh akan membengkak dan mengeluarkan lendir yang berlebihan sehingga pembuluh menjadi sempit dan penderita sulit bernapas. Walau serangan sesak napas dapat hilang sendiri, tetapi serangan berat bila tidak ditangani dapat menyebabkan kematian karena penderita tidak dapat bernapas.
- Gejala: Sesak napas disertai suara mengi (wheezing) Pencegahan dan solusi: Hindari hal-hal yang dapat menyebabkan alergi pada penderita sehingga terjadi serangan asma. Misalnya dengan membersihkan debu pada kasur, bantal atau selimut. Hindari suhu dan kelembaban yang ekstrim, binatang piaran atau makanan yang dapat menimbulkan alergi.
- Pengobatan: Untuk mengatasi serangan asma adalah dengan menggunakan obat pelega (bronchodilator) dengan cara dihirup. Cara lainnya adalah dengan melakukan terapi yang akan mengajarkan bagaimana caranya rileks dan mengatur napas apabila terjadi serangan asma. Bila penyakit asma sudah berat, dapat menggunakan obat pelega setiap hari sampai serangan asma dapat dikontrol. Maka, dianjurkan bagi penderitanya untuk selalu membawa obat pelega ke manapun dia pergi agar dapat segera digunakan apabila terjadi serangan.
Bronkitis
- Penyebab: Penyakit bronkitis karena peradangan pada bronkus (saluran yang membawa udara menuju paru-paru). Penyebabnya bisa karena infeksi kuman, bakteri atau virus. Penyebab lainnya adalah asap rokok, debu, atau polutan udara.
- Gejala: Batuk disertai demam atau dahak berwarna kuning bila disebabkan oleh infeksi kuman. Sedangkan bila bersifat kronik, batuk berdahak serta sesak napas selama beberapa bulan sampai beberapa tahun.
- Pencegahan dan solusi: Meningkatkan daya tahan tubuh merupakan salah satu pencegahan yang dapat dilakukan. Sedangkan untuk mencegah bronkitis kronik adalah dengan menghentikan kebiasaan merokok juga menghindari asap rokok agar tidak menjadi perokok pasif yang sangat berbahaya.
- Pengobatan: Untuk pengobatan bila disebabkan oleh bakteri atau kuman dapat diatasi dengan meminum antibiotik sesuai anjuran dokter. Bila disebabkan oleh virus, biasanya digunakan obat-obatan untuk meringankan gejala.
Pneumonia
- Penyebab: Pneumonia merupakan infeksi yang terjadi pada jaringan paru (parenkim) yang disebabkan oleh bakteri, virus atau jamur. Umumnya disebabkan oleh bakteri streptokokus (Streptococcus) dan bakteri Mycoplasma pneumoniae.
- Gejala: Batuk berdahak dengan dahak kental dan berwarna kuning, sakit pada dada, dan sesak napas juga disertai demam tinggi.
- Pencegahan dan solusi: Selalu memelihara kebersihan dan menjaga daya tahan tubuh tetap kuat dapat mencegah agar bakteri tidak mampu menembus pertahanan kesehatan tubuh. Biasakan untuk mencuci tangan, makan makanan bergizi atau berolahraga secara teratur.
- Pengobatan: Apabila telah menderita pneumonia, biasanya disembuhkan dengan meminum antibiotik.
Emfisema
- Penyebab: Emfisema disebabkan karena hilangnya elastisitas alveolus. Alveolus sendiri adalah gelembung-gelembung yang terdapat dalam paru-paru. Pada penderita emfisema, volume paru-paru lebih besar dibandingkan dengan orang yang sehat karena karbondioksida yang seharusnya dikeluarkan dari paru-paru terperangkap didalamnya. Asap rokok dan kekurangan enzim alfa-1-antitripsin adalah penyebab kehilangan elastisitas pada paru-paru ini.
- Gejala: Sesak napas dalam waktu lama dan tidak dapat disembuhkan dengan obat pelega yang biasa digunakan penderita sesak napas. Nafsu makan yang menurun dan berat badan yang menurun juga biasa dialami penderita emfisema.
- Pencegahan dan solusi: Menghindari asap rokok adalah langkah terbaik untuk mencegah penyakit ini. Berhenti merokok juga sangat penting.
Kanker Paru-paru
- Penyebab: Kanker telah menjadi penyakit yang mematikan, bahkan kanker paru-paru merupakan pembunuh pertama dibandingkan kanker lainnya. Sel tumor atau kanker yang tumbuh di paru-paru dialami oleh penderita kanker paru-paru. Kanker dapat tumbuh di jaringan ini dan dapat menyebar ke bagian lain.Penyebab utamanya adalah asap rokok yang mengandung banyak zat beracun dan dihisap masuk ke paru-paru dan telah terakumulasi selama puluhan tahun menyebabkan mutasi pada sel saluran napas dan menyebabkan terjadinya sel kanker.Penyebab lain adalah radiasi radio aktif, bahan kimia beracun, stres atau faktor keturunan.
- Gejala: Batuk, sakit pada dada, sesak napas, batuk berdarah, mudah lelah dan berat badan menurun. Tetapi seperti pada jenis kanker lainnya, gejala umumnya baru terlihat apabila kanker ini sudah tumbuh besar atau telah menyebar.
- Pencegahan dan solusi: Menghindari rokok dan asap rokok juga banyak mengkonsumsi makanan bergizi yang banyak mengandung antioksidan untuk mencegah timbulnya sel kanker.
