Showing posts with label Kehamilan. Show all posts
Showing posts with label Kehamilan. Show all posts

Monday, February 28, 2011

Ini Dia 7 Keajaiban Pada Janin


Proses pembelajaran janin sudah dimulai sejak dalam kandungan, janin ikut belajar pada trimester kedua dan ketiga, seperti di dalam ruang Amphitheater yang lebih canggih dari kelas mana pun di dunia.

Berikut keahlian-keahlian bayi yang sudah dimiliki sejak dalam kandungan, menurut Fred J. Schwartz, MD, ahli anestesi dari Piedmont Hospital in Atlanta, Georgia dikutip, Sabtu (26/2/2011).

1. Menghisap Jempol
Wajar jika kebanyakan bayi suka mengisap jempol, karena ternyata kebiasaan ini sudah dimulai sejak dalam kandungan. Refleks isap ini membantu bayi saat akan menyusu, maka ibu tidak perlu lagi memaksakan untuk menyodorkan puting. Keahlian mengisap jempol ini sudah mulai sejak minggu ke-19 karena otak bayi telah mencapai jutaan saraf motorik sehingga ia mampu membuat gerakan sadar seperti menghisap jempol.

2. Berenang
Sejak bayi di dalam kandungan ia sudah terbiasa berada di dalam air selama 9 bulan, yaitu cairan ketuban. Bayi sedang senang-senangnya berenang di usia kehamilan 20 minggu. Saat ini bayi sedang membuat gerakan-gerakan aktif yang dapat dirasakan ibu, mungkin karena panjangnya baru separuh dari panjang lahir dan beratnya baru sekitar 340 gram sehingga ia masih punya banyak ruang untuk berenang.#mypotik

3. Cegukan
Saat hamil, terkadang ibu merasakan gerakan continu di satu bagian perutnya. Bisa jadi saat itu janin sedang cegukan. Hal ini biasanya dirasakan sejak kandungan menginjak minggu ke-25. Hal ini menandakan bahwa janin sedang berlatih pernapasan. Saat ini janin menghirup dan mengeluarkan air ketuban, ketika air ketuban yang tertelan terlalu banyak maka ia akan cegukan. Hal ini sesuatu yang wajar.

4. Mendengar
Banyak yang menyarankan ibu hamil sering-sering berkomunikasi dengan janin dalam kandungannya. Hal ini benar, karena meski masih di dalam kandungan, janin sudah dapat mendengar suara ibunya sendiri dan suara orang lain di sekitarnya. Saat melakukan USG 4 dimensi, selain memeriksa kelengkapan organ tubuh, dokter juga akan meminta janin melakukan sesuatu dan melihat respon si janin. Misalnya, ketika janin sedang menunduk, ketika dokter meminta ia menegakkan kepala, ternyata janin bisa mengikuti perintah. Jadi sebaiknya ibu hamil berhati-hati dalam berkata-kata karena janin juga bisa mendengar jika ibunya sedang marah-marah. Hal ini terbukti dengan reaksi perut yang langsung mengencang.

5. Membedakan Terang dan Gelap
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bayi sejak dalam kandungan 27-28 minggu sudah bisa membuka matanya, sehingga sudah bisa membedakan antara gelap dan terang. Bisa terlihat ketika dokter menempelkan senter di perut, ia bisa melihat cahaya yang masuk melalui dinding rahim. Bahkan janin bisa mengedipkan mata jika menurutnya terlalu silau.

6. Mengekspresikan Diri
Sejak dalam kandungan janin ternyata sudah bisa mengekspresikan diri sesuai dengan yang sedang dirasakan ibunya. Jika ibu dalam keadaan bahagia, duduk santai sambil mendengarkan musik, maka janin juga akan merasakan kebahagiaan tersebut sehingga ia akan tersenyum. Sebaliknya, jika ibu sedang stres, maka janin akan menyengitkan dahi. Lihat saja pada potret USG 4 dimensi bayi Anda.

7. Belajar Dua Bahasa
Ternyata, bayi di dalam kandungan bisa belajar memahami bahasa yang sering ia dengar, bahkan hingga dua bahasa sekaligus. Dan kemampuan ini terbawa hingga mereka lahir. Dalam sebuah penelitian yang dimuat diPsychological Science, bayi yang terbiasa mendengar dua bahasa selama dalam rahim ibunya kelak akan lebih mudah belajar dua bahasa. Hal ini juga sesuai dengan hasil penelitian psikolog dari Universitas of British Columbia dan Organization for Economic Cooperation and Development di Perancis.

detikhealth

Kiat Antisipasi Infeksi Penyebab Janin Cacat


Infeksi TORCH merupakan gangguan pada kehamilan yang bisa membahayakan janin. Jika infeksi ini diketahui di awal masa kehamilan, risiko penularan dari ibu pada janin bisa dikurangi sehingga cacat bawaan bisa dicegah.

TORCH (toksoplasma, rubela, cytomegalovirus/ CMV, dan herpes simplex) merujuk pada sekolompok infeksi yang dapat ditularkan dari ibu hamil kepada bayinya. Infeksi ini biasanya tidak bergejala, satu-satunya cara untuk mengetahuinya adalah dengan melakukan tes serum darah.

Pakar imunologi Dr.Liliane Grangeot-Keros dari Paris menyebutkan, infeksi TORCH dapat menyebabkan 5-10 persen keguguran dan cacat bawaan pada janin yang meliputi gangguan pendengaran, retardasi mental serta kebutaan.

"Sebagian besar cacat itu bisa dicegah dengan melakukan skrining TORCH di trimester pertama kehamilan. Jika hasilnya negatif, para ibu bisa diberi edukasi pentingnya menjaga kebersihan diri. Namun jika hasilnya positif, dokter bisa memberikan pengobatan untuk menurunkan risiko transmisi dari ibu ke janin," katanya dalam acara media edukasi 'Mewaspadai TORCH pada Kehamilan' di Jakarta (24/2/2011) kemarin.

Di Indonesia, dari 54.000 kehamilan yang terinfeksi toksoplasma 70 persennya memiliki antibodi. Sementara itu, 60 persen wanita memiliki antibodi terhadap virus herpes simplex. Kendati demikian, 50-85 persen ibu hamil yang terinfeksi rubela di trimester pertama kehamilan janinnya beresiko tinggi mengalami cacat organ.

Namun menurut dr.Yuditia Purwosunu Sp.OG (K), skrining TORCH belum menjadi rekomendasi bagi ibu hamil.

"Statistik menunjukkan, dari 10.000 ibu hamil yang hasil skriningnya positif TORCH, hanya 10 saja yang hasil diagnostiknya juga positif. Karena itu, skrining TORCH masih diperdebatkan keakuratannya," katanya dalam kesempatan yang sama.

Ia menambahkan, skrining prenatal hanya disarankan untuk mereka yang termasuk dalam kelompok berisiko tinggi, misalnya ibu yang terinfeksi HIV. "Untuk memberikan pengobatan pun standarnya adalah hasil diagnostiknya positif," papar dokter dari divisi fetomaternal departemen Obgyn FKUI/RSCM Jakarta ini.

Pemeriksaan diagnostik dilakukan dengan cara pengambilan sedikit air ketuban untuk diperiksa di laboratorium. Hasilnya jauh lebih akurat dibanding dengan skrining berupa pengambilan darah. "Jika hasil skrining positif baru disarankan untuk melakukan diagnostik tes sebelum diberikan pengobatan," tuturnya.

Saat ini, pemeriksaan TORCH masih tergolong mahal untuk kebanyakan masyarakat. Akan tetapi, menurut Keros tindakan preventif jauh lebih murah daripada kuratif.

"Mungkin biaya tes terasa mahal, tapi ongkos yang harus ditanggung jika bayi menderita cacat sangat mahal, bukan cuma dari sisi ekonomi tapi juga psikologis," katanya.

Infeksi TORCH pada kehamilan memang bisa menyebabkan cacat janin atau keguguran, meski prosentasenya kecil. Kendati demikian, pemeriksaan TORCH belum disarankan menjadi prosedur wajib dalam kehamilan.

"Di beberapa negara, termasuk Indonesia, pemeriksaan TORCH belum disarankan," kata dr.Yuditia Purwosunu, Sp.OG (K) dari divisi fetomaternal departemen Obgyn Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rumah Sakit CiptoMangunkusumo (FKUI/RSCM).

Yuditia merujuk pada statistik yang menyebutkan dari 10.000 ibu hamil yang hasil skriningnya positif terinfeksi TORCH ternyata hanya 10 orang saja yang hasil tes diagnostiknya positif TORCH.

"Bahkan dari semua yang positif infeksi akut hanya 30 persen saja yang positif terinfeksi," paparnya dalam acara media edukasi mengenai skrining TORCH yang diadakan oleh Roche di Jakarta (24/2).@mypotik

Angka-angka pada hasil skrining TORCH memang masih harus dibuktikan dengan pemeriksaan lanjutan, misalnya pemeriksaan cairan ketuban. "Di Indonesia pemeriksaan ini belum bisa dilakukan," katanya. Ia menambahkan, seringkali hasil pemeriksaan TORCH di laboratorium yang berbeda akan memberikan hasil yang berbeda pula karena tergantung pada mesin laboratoriumnya.

Yang harus diwaspadai oleh ibu hamil adalah jika hasil IgM (antibodi) yang semula negatif, setelah diperiksa ternyata positif. "Itu berarti dalam tubuh ibu itu sedang terjadi infeksi," katanya.

Kendati begitu pengobatan tidak serta merta langsung diberikan. "Parasit toksoplasma misalnya, disebarkan dalam bentuk spora atau inaktif sehingga antibiotik pun sering tidak bisa mencapainya," katanya.

Pengobatan infeksi toksoplasma terdiri dari empat jenis antibiotik yang harus terus diberikan selama kehamilan. "Obat juga tidak 100 persen mengurangi risiko penularan atau kecacatan pada janin," katanya.

Mahalnya harga pemeriksaan TORCH juga membuat pemeriksaan ini masih kontroversial di kalangan kedokteran. Untuk itu Yudistia lebih menyarankan agar wanita yang sedang merencanakan kehamilan untuk lebih menjaga kebersihkan dirinya.

"Biasakan mencuci tangan sebelum makan karena penularan utama toksoplasma adalah lewat makanan yang masuk ke mulut," katanya. Cara lain untuk mengurangi risiko infeksi TORCH adalah vaksinasi rubela. (fn/k2m)

www.suaramedia.com

Depresi Selama Kehamilan Dapat Mempengaruhi Bayi yang Dilahirkan

Depresi Selama Kehamilan
depresi kehamilan
Kehamilan seharusnya menjadi masa yang paling bahagia bagi seorang wanita, tetapi ada sebagian wanita yang malah menganggap kehamilan sebagai masa kebingungan, sengsara, sedih, stres dan depresi. Sekitar 10 – 20% wanita berusaha untuk melawan gejala depresi dan seperempat sampai setengahnya terkena depresi yang berat. Pada suatu studi terhadap 360 ibu hamil, maka 10% dari mereka mengalami depresi saat kehamilan dan hanya 6,8% yang mengalami depresi pasca kehamilan.

Depresi merupakan gangguan mood yang muncul pada 1 dari 4 wanita yang sedang hamil dan hal ini bukan sesuatu yang istimewa. Penyakit ini selalu melanda mereka yang sedang hamil, tetapi sering dari mereka tidak pernah menyadari depresi ini karena mereka menganggap kejadian ini merupakan hal yang lumrah terjadi pada mereka, padahal jika tidak ditangani dengan baik dapat mempengaruhi bayi yang dikandungnya.


Penyebab & Gejala Depresi Selama Kehamilan
Depresi selama kehamilan merupakan gangguan mood yang sama seperti halnya pada depresi yang terjadi pada orang awam secara umum, dimana pada kejadian depresi akan terjadi perubahan kimiawi pada otak. Dalam hal ini perubahan hormonal pada saat kehamilan akan mempengaruhi kimiawi otak itu sendiri, yang nantinya akan sangat berhubungan erat dengan kejadian depresi dan kecemasan selama kehamilan.

Pada sebagaian dari mereka yang mempunyai riwayat depresi, hal ini dapat muncul kembali akibat dipicu oleh kesulitan hidup yang melanda Selama kehamilan dan nantinya akan menyebabkan timbulnya gejala depresi selama kehamilan.

Wanita yang mengalami depresi akan mengalami beberapa gejala berikut ini selama kurang lebih 2 minggu:

  • Adanya perasaan sedih
  • Kesulitan dalam berkonsentrasi
  • Tidur yang terlalu lama atau terlalu sedikit
  • Hilangnya minat dalam melakukan aktivitas yang biasanya digemari
  • Putus asa, terkadang beberapa ada yang merasa cemas
  • Timbul perasaan bersalah dan tidak berharga
  • Adanya perubahan dalam kebiasaan makan
  • Bahkan tidak jarang dari mereka memiliki perasaan ingin bunuh diri.
Tetapi kejadian depresi ini tidak semata-mata kejadian yang muncul begitu saja. Pada beberapa kasus, depresi selama hamil tersebut dipicu oleh faktor pencetus seperti adanya masalah dengan suami mereka atau ibu hamil memang mempunyai riwayat depresi pada keluarganya. Beberapa kepustakaan banyak menyebutkan adanya riwayat kegagalan dalam kehamilan juga dapat memicu untuk timbulnya depresi selama masa kehamilan. Selain itu kejadian hidup yang berat, adanya komplikasi selama kehamilan juga dapat menjadi salah satu pemicu terjadinya depresi selama kehamilan.


Dampak dari Depresi Selama Kehamilan
Depresi yang tidak ditangani akan memiliki dampak yang buruk bagi ibu dan bayi yang dikandungnya. Ada 2 hal penting yang mungkin berdampak pada bayi yang dikandungnya, yaitu :
  • Pertama adalah timbulnya gangguan pada janin yang masih didalam kandungan
  • Kedua munculnya gangguan kesehatan pada mental si anak nantinya
Depresi yang dialami, jika tidak disadari dan ditangani dengan sebaik-baiknya akan mengalihkan perilaku ibu kepada hal-hal yang negatif seperti minum-minuman keras, merokok dan tidak jarang sampai mencoba untuk bunuh diri. Hal inilah yang akan memicu terjadinya kelahiran prematur, bayi lahir dengan berat badan yang rendah dan gangguan perkembangan janin. Ibu yang mengalami depresi ini tidak akan mempunyai keinginan untuk memikirkan perkembangan kandungannya dan bahkan kesehatannya sendiri.

Sebagai contoh nyata pada suatu studi kasus yang dilakukan pada 300 ibu hamil yang menjadi korban 11 september (WTC), dimana semua dari mereka yang dijadikan sampel penelitian berada dekat dengan lokasi tragedi. Dari hasil penelusuran yang dilakukan terhadap anak-anak yang mereka lahirkan, maka didapatkan kelahiran anak mereka jauh lebih kecil dalam hal berat badan dibandingkan mereka yang berada jauh dari lokasi tragedi. Selain itu kejadian lahir prematur juga lebih banyak terjadi pada mereka yang berada di dekat lokasi tragedi tersebut ketimbang mereka yang jauh dari lokasi tragedi. Hal ini membuktikan depresi yang berdampak pada ibu akan sangat mempengaruhi perkembangan janin mereka kelak.

Selain itu pada suatu studi yang dilakukan pada ibu yang mengalami depresi saat kehamilan akan menyebabkan timbulnya gangguan tingkah laku dan emosional si anak pada saat menginjak usia 4 tahun nantinya. Hal ini membuktikan bahwa pada beberapa minggu terakhir dalam kehamilan sangat berperan penting dalam perkembangan dan maturitas otak si bayi, sehingga jika ibu mengalami depresi akan memperbesar kejadian prematur dan akhirnya akan mempengaruhi tingkat perkembangan otak si bayi.

Pada studi yang lain pada ibu-ibu di UK yang mengalami depresi selama kehamilan, kemudian anak mereka diikuti sampai usia 16 tahun, didapatkan bahwa anak – anak ini rentan untuk mengalami gangguan depresi ketimbang mereka yang ibunya tidak mengalami depresi selama kehamilan.


Menangani Depresi Selama Kehamilan
konsultasi kehamilan
Jika seorang ibu mengalami depresi selama kehamilan maka hal yang harus dilakukan adalah mencari pertolongan. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan, antara lain dengan berkonsultasi pada dokter kandungan atau pada psikolog/psikiater anda mengenai gejala yang dialami. Saat ini mereka adalah tempat yang paling tepat untuk berkonsultasi, mereka nanti akan memberikan solusi yang terbaik untuk ibu dan janin yang ada di dalam kandungan.

Ada beberapa cara dalam melakukan terapi dan konsultasi dengan dokter kandungan anda seperti dengan metode support group atau psikoterapi yang dapat dilakukan secara rutin dan berkala atau dengan obat–obatan. Jika gejala depresi yang ditunjukkan sangat berat maka dokter kandungan mungkin akan meresepkan beberapa obat untuk mengatasinya dan tentunya aman untuk mereka yang sedang mengandung. Jika karena sesuatu hal sang ibu tidak merasa nyaman untuk mendiskusikannya dengan dokter atau terapis maka teman dekatnya dapat diajak berbicara untuk bertukar pendapat. Yang terpenting adalah bahwa orang yang diajak berbicara tersebut sangat bisa mengerti apa yang sang ibu hamil rasakan. Jangan pernah untuk melawan depresi ini seorang diri, karena pada saat-saat tersebut sang ibu hamil sangat membutuhkan seseorang untuk diajak berbagi untuk mengatasi depresi yang dirasakan.


Mencegah Depresi Selama Kehamilan
Bagi mereka yang saat ini sedang hamil, maka jadikan masa hamil ini sebagai pengalaman yang menyenangkan dalam hidup anda. Untuk para suami serta keluarga, dukungan dari anda semua akan besar manfaatnya untuk menciptakan mood yang baik bagi ibu dan janinnya. Sehingga pada saatnya nanti sang ibu hamil dapat melahirkan anak – anak dengan kualitas mental dan fisik yang baik serta berkualitas.


Tentang Penulis
Dr. Ryan Saktika Mulyana , S Ked
Penulis merupakan dokter muda kelahiran Bali lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Bali. Penulis merupakan praktisi di Rumah Sakit Prima Medika.

Tuesday, February 22, 2011

Cara Menghitung Usia Kehamilan



Bagi para sebagian ibu muda yang baru pertama kali mengalami kehamilan tentu tidak mengetahui secara pasti usia kehamilannya, hal ini dikarenakan si ibu tidak mengetahui secara pasti kapan pembuahan itu terjadi. Untuk itulah kali ini saya akan menulis artikel tentang cara mengetahui umur kandungan.
Sebenarnya ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menghitung usia kehamilan. Anda bisa memilih yang paling mudah dan nyaman untuk dilakukan.

1. Hari pertama menstruasi terakhir

Metode ini membutuhkan pengetahuan Anda tentang siklus menstruasi. Berdasarkan siklus, dokter bisa memperkirakan usia kehamilan dan tanggal kelahiran si kecil yang dihitung berdasarkan rumus Naegele, yakni hari ditambahkan 7, bulan dikurangi 3, tahun ditambahkan 1. Contohnya, bila menstruasi terakhir tanggal 1 Mei 2005, diperkirakan persalinan akan terjadi pada 8 Februari 2006. Sebagai catatan, untuk bulan yang tidak bisa dikurangi 3, misalnya Januari, Februari, dan Maret, maka bulannya ditambah 9, tapi tahunnya tetap.

Namun sayangnya rumus ini hanya bisa bisa diterapkan pada perempuan yang memiliki siklus menstruasi teratur, yakni antara 28-30 hari. Tak hanya itu, hanya sekitar sekitar 5% bayi yang akan lahir sesuai perhitungan ini. Sebab perkiraan tanggal persalinan seringkali meleset antara tujuh hari sebelum atau setelah tanggal yang dihitung.

2. Gerakan janin

Perlu untuk diketahui bahwa pada kehamilan pertama gerakan janin mulai terasa setelah kehamilan memasuki usia 18-20 minggu. Sedangkan pada kehamilan kedua dan seterusnya, gerakan janin sudah terasa pada usia kehamilan 16-18 minggu.

3. Tinggi puncak rahim

Biasanya, dokter akan meraba puncak rahim (Fundus uteri) yang menonjol di dinding perut dan penghitungan dimulai dari tulang kemaluan. Jika jarak dari tulang kemaluan sampai puncak rahim sekitar 28 cm, ini berarti usia kehamilan sudah mencapai 28 minggu. Tinggi maksimal puncak rahim adalah 36 cm, ini menunjukkan usia kehamilan sudah mencapai 36 minggu.

Perlu diketahui, ukuran maksimal adalah 36 cm dan tidak kan bertambah lagi meskipun usia kehamilan mencapai 40 minggu. Kalaupun tingginya bertambah, kemungkinan yang akan dialami adalah janin Anda besar, kembar, atau cairan tubuh Anda berlebih.

4. Menggunakan 2 jari tangan

Pengukuran dengan menggunakan 2 jari tangan ini hanya bisa dilakukan jika ibu hamil tidak memiliki berat badan yang berlebih. Caranya; letakkan dua jari Anda diantara tulang kemaluan dan perut. Jika jarak antara tulang kemaluan dengan puncak rahim masih di bawah pusar, maka setiap penambahan 2 jari berarti penambahan usia kehamilan sebanyak 2 minggu.

5. Menggunakan ultrasonografi (USG)

Cara ini paling mudah dan paling sering dilakukan oleh dokter. Tingkat akurasinya cukup tinggi, yakni sekitar 95%. Dengan USG maka usia kehamilan dan perkiraan waktu kelahiran si kecil bisa dilihat dengan jelas melalui “gambar” janin yang muncul pada layar monitor

Tuesday, February 15, 2011

Melahirkan Tanpa Rasa Sakit dengan Hypno-Birthing

img

Proses melahirkan alami bisa jadi suatu hal yang mengerikan bagi ibu hamil, terlebih ibu yang baru pertama kali hamil. Tapi kini proses melahirkan alami bisa dilakukan tanpa rasa sakit dengan hypno-birthing.

Hypno-birthing adalah upaya alami menanamkan niat atau swasugesti kepikiran bawah sadar untuk menghadapi persalinan dengan tenang dan sadar.

Hypno-birthing menggunakan teknik relaksasi yang dalam sehingga ibu hamil mampu memprogram ulang bahwa sesungguhnya melahirkan adalah pengalaman yang penuh dengan kebahagiaan, nyaman dan lancar.

"Prinsip hypno-birthing sama dengan hypnotherapy, yaitu dengan memperdaya energi jiwa bawah sadar dengan mengistirahat energi jiwa sadar," jelas Lanny Kuswandi, penulis dan pengembang Hypno-Birthing di Indonesia, dalam acara Seminar Interaktif Hypno-Birthing di Apartemen Casa Grande Residende, Jakarta, Sabtu (5/2/2011).

Menurut Lanny, hipnotis atau dalam hal ini hypno-birthing bukanlah hal yang magic, tetapi logis dan dapat dijelaskan secara ilmiah.

Pada saat melakukan hypno-birthing, lanjut Lanny, ibu hamil diajak untuk relaksasi, baik otot, napas dan pikiran, serta diberikan sugesti-sugesti positif tentang proses persalinan alami yang tidak sakit.

"Pikiran bawah sadar berperan 82 persen terhadap fungsi diri. Rekaman di pikiran bawah sadar inilah yang mempengaruhi sakit tidaknya proses melahirkan," jelas Lanny.

Lanny menjelaskan biasanya hypno-birthing harus didamping oleh trainer yang terlatih. Cara-cara melakukan relaksasi saat hypno-birthing, yaitu sebagai berikut:
  1. Ibu hamil di tempatkan pada ruangan dan suasana yang tenang
  2. Ditunjang dengan menggunakan musik untuk mempercepat dan menunjang relaksasi
  3. Ditambah dengan aromaterapi
  4. Dipandu dengan trainer untuk melakukan relaksasi otot, napas dan pikiran.
  5. Setelah si ibu terlihat tenang dan rileks, maka trainer bisa memberikan sugesti-sugesti atau niat positif tentang persalinan.

"Hypno-birthing bisa dilakukan sedini mungkin sejak awal kehamilan. Jadi ibu tidak hanya mempersiapkan nutrisi saja, tetapi juga mental dan spiritual," lanjut Lanny.

Pada trimester pertama, hypno-birthing memiliki manfaat sebagai berikut:
  1. Meningkatkan ketenangan diri yang bermanfaat untuk kesehatan sel-sel pada tubuh ibu dan janin.
  2. Mengurangi rasa mual, muntah, pusing dan lainnya.
  3. Mencegah depresi pasca persalinan

Sedangkan manfaat hypno-birthing pada tahap trimester selanjutnya adalah:
  1. Mengajarkan relaksasi untuk meminimalkan stres serta ketakutan, panik selama persalinan sehingga tidak menyebabkan trauma untuk ibu dan bayinya.
  2. Dapat menghilangkan dan meminimalkan keinginan untuk menggunakan obat-obatan penghilang rasa sakit saat persalinan
  3. Membantu untuk mengatasi pada pasien dengan hipertensi
  4. Membantu letak janin dengan teknik komunikasi
  5. Menghilangkan keletihan yang berlebihan setelah proses persalinan
  6. Mempercepat masa pemulihan pasca persalinan
  7. Mengurangi risiko terjadi komplikasi dalam persalinan

Hypno-birthing juga bermanfaat untuk janin, yaitu:
  1. Membantu menjaga suplai oksigen kepada bayi selama proses persalinan
  2. Meningkatkan ikatan batin ibu terhadap bayi dan suami
  3. Pada saat lahir biasanya bayi lebih tenang (tidak mudah rewel)
  4. Mencegah persalinan prematur

Sunday, February 13, 2011

8 Tanda-tanda Wanita Akan Melahirkan Bayi Kembar

Meskipun tidak mengharapkan bayi kembar, Anda pasti tetap akan surprise jika mendadak dokter mengabarkan bahwa ada dua janin di dalam rahim Anda. Bayangan akan kelahiran anak yang sehat dan lucu-lucu, langsung dua orang, akan membuat para ibu begitu excited.


Jika Anda memang mengharapkan bayi kembar, karena ada keturunan kembar dalam keluarga Anda, tentu berita ini akan lebih membahagiakan. Anda bahkan tidak perlu mendapat konfirmasi dari dokter, bila Anda menemukan ciri-cirinya sebagai berikut:

1. Intuisi wanita seringkali begitu kuat. Anda hanya merasakan begitu saja bahwa Anda mungkin membawa dua janin dalam tubuh Anda. Beberapa ibu dari bayi kembar (dua atau lebih) mengatakan bahwa mereka tahu sejak awal bahwa mereka sedang menantikan kehadiran dua orang bayi.

2. Anda mengalami mual-muntah atau morning sickness yang lebih parah. Jika memang sedang hamil bayi kembar, kadar hormon hCG (human Chorionic Gonadotropin) pada air kemih Anda mungkin juga meningkat. Hormon hCG diperlukan untuk menjaga kehamilan sampai plasenta berkembang. Hormon ini bisa dideteksi melalui darah atau melalui urine (saat Anda ingin mengetahui kehamilan lewat test pack) bahkan sebelum menstruasi Anda berhenti. Dalam kehamilan tunggal, biasanya konsentrasi hCG meningkat cepat selama minggu pertama, dan menjadi ganda setiap dua atau tiga hari. Nah, kadar hCG ini bisa meningkat bila terjadi kehamilan kembar, dan membuat Anda mengalami morning sickness (atau all day sickness) lebih parah.

3. Gejala-gejala kehamilan normal lainnya kemungkinan juga lebih besar. Kebanyakan wanita (tidak semua) yang hamil bayi kembar memiliki gejala kehamilan yang lebih intens, disebabkan oleh hormon ekstra yang bersirkulasi melalui sistem mereka. Mungkin payudara Anda terasa lebih bengkak, lebih sering buang air kecil, lapar sepanjang waktu, dan cepat lelah. Dalam trimester kedua, Anda mungkin juga kesulitan menangkap nafas, kaki dan tangan membengkak (edema), penambahan berat badan dan pembesaran rahim yang tidak normal, serta gerakan janin yang kuat. Masalah anemia atau kekurangan zat besi (yang menurunkan hemoglobin) juga biasa terjadi pada kehamilan kembar.

4. Pertambahan berat badan meningkat cepat pada trimester pertama, dan ini bisa menjadi petunjuk pertama bahwa Anda membawa lebih dari satu janin. Jika Anda menerapkan pola makan dengan baik, Anda tak perlu khawatir. Sebuah studi yang diterbitkan dalam American Journal of Obstetrics and Gynecology menekankan pentingnya penambahan berat badan di masa awal kehamilan kembar, karena penambahan di dua trimester pertama terbukti memiliki pengaruh yang lebih besar pada berat bayi lahir.

5. Ukuran Anda cukup besar untuk usia kehamilan. Pada pemeriksaan pertama mungkin Anda akan diberitahu bahwa rahim Anda akan terus membesar. Jika periode menstruasi Anda yang terakhir mengindikasikan kehamilan 8 minggu, rahim Anda mungkin terasa seperti sudah 10-12 minggu. Hal ini tentu harus dibuktikan dengan pemeriksaan USG. Begitu kehamilan berlanjut, jika Anda memang mengandung dua janin, ukuran rahim akan membesar mengikuti usia kehamilan secara konsisten. Rahim yang menyimpan satu janin mungkin akan mencapai 38 x 40 cm tingginya, diukur dari tulang pubik. Sedangkan kehamilan kembar mungkin akan mencapai 48 cm.

6. Anda akan mendapat informasi bahwa kadar AFP (alpha fetoprotein) Anda meningkat.alpha fetoprotein Kadar AFP, protein yang dilepaskan oleh bayi ketika ia tumbuh dan ditemukan dalam darah ibu, dapat meningkat ketika ada lebih dari satu bayi. Normalnya tes darah secara sederhana akan diberikan 16-18 minggu sejak menstruasi Anda yang terakhir. Pemeriksaan mendeteksi lebih dari separuh kehamilan kembar.

7. Dokter Anda dapat mendengarkan dua detak jantung. Dua detak jantung yang terpisah dapat dibuktikan sampai usia kehamilan 12 minggu. Pada sekitar usia 28 minggu, sangat mungkin untuk membedakan dua kepala janin dan beberapa bagian kecil ketika melakukan pemeriksaan USG.

8. Hasil pemeriksaan USG Anda positif. Jika Anda percaya bahwa Anda memang sedang hamil bayi kembar, USG dapat dilakukan sejak awal kehamilan. Dengan dokter yang ahli USG, dua embryo dan dua detak jantung janin yang kuat bahkan dapat dilihat 6 minggu sejak hari pertama menstruasi terakhir Anda. Banyak pula janin kembar yang sudah dapat didiagnosa sejak usia 5 minggu, ketika Anda baru terlambat mens satu minggu saja.

Sunday, February 6, 2011

Cara Menghindari Caesar

Tindakan caesar walau tanpa indikasi medis, kini makin meningkat. Banyak perempuan mengira bahwa melahirkan secara caesar dapat menghindarkan mereka dari rasa sakit dan kesulitan bersalin. Padahal, tindakan caesar mengandung risiko lebih tinggi dibandingkan melahirkan secara alami.

Sebuah studi 5 tahun di Perancis yang dipublikasikan dalam jurnal Obstetrics & Gynecology belum lama ini mengungkapkan bahwa tingkat kematian ibu yang melahirkan secara caesar tiga kali lebih besar daripada ibu yang melahirkan normal. Kematian itu diakibatkan komplikasi pembedahan berupa penggumpalan darah (trombosis), infeksi, dan komplikasi anestesi.

Untuk menghindari melahirkan secara caesar, para ahli dari American College of Obstetricians and Gynecologsts (ACOG), seperti dikutip dad CNN Health menyarankan:

1. Mengonsumsi cukup nutrisi selama hamil.
Selama ibu dan bayi sehat, kemungkinan mengalami kehamilan berisiko tinggi akan berkurang, dan indikasi medis untuk melahirkan caesar pun menurun. Artinya, ibu berpeluang besar untuk melahirkan secara alami. Perbanyak konsumsi karbohidrat yang sehat terutama selama dua minggu sebelum melahirkan untuk mendapatkan energi yang cukup.

2. Tetap aktif.
Jangan berbaring terus di tempat tidur tanpa alasan karena Anda hanya hamil, bukan sakit. Tetap aktif selama hamil justru akan mempermudah proses persalinan, lebih baik dalam menghadapi atau kontrol diri lebih baik saat melahirkan.

3. Tetap di rumah setidaknya sampai mencapai pembukaan ketiga.
Masa awal melahirkan akan terasa sangat lama, terutama bagi perempuan yang baru pertama melahirkan. Ibu akan merasa lebih nyaman, stres lebih sedikit, dan nyeri lebih ringan ketika masih tinggal di rumah sendiri, daripada bila buru-buru ke rumah sakit. Hal ini juga akan menghindarkan Anda dari intervensi, seperti induksi, yang bisa meningkatkan peluang caesar.

4. Hindari tindakan induksi untuk mempercepat persalinan.
Jika tidak perlu jangan mau menjalani induksi. Dr. Michael Klein dari University of British Columbia menyatakan bahwa 44 persen perempuan yang diinduksi berakhir dengan bedah caesar. Kebanyakan tindakan induksi gagal karena rangsangan itu dilakukan saat leher rahim belum siap. Dan lagi sebuah riset mengungkapkan bahwa usia kehamilan hingga 42 minggu pun tergolong normal, jadi tak perlu bayi diburu-buru lahir.

5. Tetap makan dan minum sesuai selera.
Studi terbaru memperlihatkan bahwa perempuan yang diizinkan tetap makan dan minum menjelang waktu melahirkan, akan lebih cepat menjalani persalinan, melahirkan bayi dengan nilai Apgar yang tinggi, mengalami masalah gula darah dan metabolik lebih sedikit, dan memerlukan lebih sedikit obat pereda nyeri.

6. Gunakan pereda nyeri alami.
Terapi hangat, pijat, musik, visualisasi, hipnosis, cukup efektif untuk mengurangi rasa nyeri menjelang persalinan. Obat-obatan, termasuk epidural, justru dapat meningkatkan peluang tindakan caesar.

7. Gunakan rangsangan alami jika mungkin.
Jika kontraksi tidak terlalu kuat, kebanyakan dokter menggunakan obat tertentu, misalnya bentuk sintetis dari oksitosin yang mengandung risiko nyeri lebih hebat, kontraksi lebih kuat, dan lebih lama, sehingga perlu obat pereda nyeri, hingga risiko caesar. Coba pilih jalan kaki atau merangsang puting payudara yang dapat melepas oksitosin alami di dalam tubuh dan juga pereda nyeri alami, endorfin.

8. Cermat memilih dokter dan rumah sakit.
Carilah dokter dan rumah sakit yang tingkat operasi caesarnya rendah. Ada dokter yang gigih mendukung pasiennya untuk dapat melahirkan secara normal, sementara yang lain dengan cepat menyarankan operasi caesar. Karena itu, carilah informasi dari berbagai pihak tentang dokter atau rumah sakit yang tidak fanatik terhadap caesar.

9. Jika dokter memutuskan tindakan caesar, mohon penjelasan.
Ada berbagai kondisi yang membuat dokter akhirnya menyarankan tindakan caesar kepada pasiennya, saat sudah berada di ruang bersalin. Tanyakan seberapa perlu tindakan itu untuk menyelamatkan bayi dan ibunya.

Sumber : kompas

Thursday, January 27, 2011

Seputar Mitos dan Fakta dari Menebak Jenis Kelamin Bayi

Ultrasonografi (USG) adalah cara yang terbaik untuk mendeteksi jenis kelamin bayi dalam kandungan, walau sebetulnya ada banyak macam cara untuk menebaknya berdasarkan beberapa tanda alamiah. Ada yang hanya sekedar mitos saja, namun tak sedikit yang terbukti akurat.

Dikutip dari TheSun, berikut ini mitos dan fakta seputar tebak-menebak jenis kelamin bayi dalam kandungan.

1. Berat badan ayah
Mitos: Jika berat badan suami bertambah selama kehamilan maka anaknya perempuan, sebaliknya jika berkurang atau sama saja maka anaknya laki-laki.

Fakta: Sebuah penelitian di Denmark membuktikan sebagian besar pria memang tidak mengalami kenaikan berat badan saat istrinya mengandung anak laki-laki. Tidak diketahui penyebabnya, yang jelas hanya 5 di antara 100 pria yang menjadi lebih gemuk saat istrinya mengandung anak laki-laki.

2. Pilihan rasa saat ngidam
Mitos: Wanita yang menandung anak perempuan lebih sering ngidam makanan yang manis-manis termasuk cokelat, sementara jika mengandung anak laki-laki maka lebih sering ngidam makanan asin.

Fakta: Tidak ada data yang membuktikan kebenaran mitos ini, kebanyakan teori lebih mengaitkan pilihan makanan saat ngidam dengan kebutuhan nutrisi. Misalnya saat tubuh butuh lebih banyak garam, maka calon ibu akan ngidam makanan asin.

3. Bentuk wajah calon ibu
Mitos: Jika bentuk wajah menjadi lebih bulat maka kemungkinan besar anaknya perempuan.

Fakta: Hampir semua wanita mengalami kenaikan berat badan selama kehamilan sehingga wajahnya menjadi lebih bulat, tidak peduli anaknya laki-laki atau perempuan.

Penelitian di Prancis membuktikan jerawat justru lebih berhubungan dengan jenis kelamin bayi. Dalam penelitian tersebut, 90 persen ibu hamil yang jerawat di wajahnya tambah banyak cenderung melahirkan anak perempuan.

4. Denyut jantung
Mitos: Wanita yang mengandung bayi laki-laki memiliki denyut jantung rata-rata di bawah 140/menit, sementara jika mengandung bayi perempuan denyut jantungnya di atas 140/menit.

Fakta: Penelitian membuktikan bayi perempuan memang cenderung memiliki denyut jantung lebih tinggi, namun perbedaan itu hanya bisa diukur setelah bayi lahir.

5. Perbedaan ukuran payudara
Mitos: Jika payudara kanan lebih besar maka bayi yang dikandung berjenis kelamin laki-laki, jika payudara kiri yang lebih besar maka bayinya perempuan.

Fakta: Perubahan hormonal dan produksi air susu membuat ukuran payudara membesar selama kehamilan. Namun tidak ada bukti bahwa perbedaan ukuran payudara kiri dan kanan berhubungan dengan jenis kelamin bayi.

6. Morning sickness
Mitos: Jika morning sicknes yang dialami ibu hamil sangat parah, kemungkinan besar anaknya perempuan. Sebaliknya jika tidak mengalami morning sickness atau tidak terlalu berat, kemungkinan bayinya laki-laki.

Fakta: Perbedaan hormon yang dihasilkan janin perempuan dan laki-laki diduga memicu perbedaan pada derajat morning sickness yang dirasakan. Penelitian di Swedia antara tahun 1987-1995 membuktikan bahwa mitos tersebut benar.

7. Suhu di telapak kaki
Mitos: Jika kaki ibu hamil sering terasa dingin seperti es, kemungkinan besar anaknya laki-laki.

Fakta: Peneliti dari Jerman, Dr Alexander Nachnamen membenarkan mitos tersebut. Wanita yang mengandung bayi laki-laki lebih sering mengalami gangguan peredaran darah sehingga telapak kakinya terasa dingin saat diraba.

8. Insting calon ibu
Mitos: Tebakan calon ibu tentang jenis kelamin bayi biasanya lebih akurat dibandingkan suami atau kerabat yang lain.

Fakta: Tebakan paling jitu tentu saja diperoleh berdasarkan hasil ultrasonografi (USG). Namun jika mengandalkan insting, 71 persen tebakan seorang calon ibu tentang jenis kelamin bayi yang dikandungnya selalu benar.

Sumber : detik

Wednesday, January 26, 2011

Tips Kandungan Sehat dan Kuat

Memiliki anak yang sehat sudah pasti menjadi idaman bagi semua pasangan. Agar bisa memiliki keturunan yang sehat, ada baiknya Anda dan pasangan menyiapkan kehamilan sejak jauh-jauh hari.

Salah satu persiapan penting adalah menjamin asupan gizi yang baik dan cukup agar ibu dan kandungannya kelak sehat dan kuat. "Ibu yang kurang gizi bisa menimbulkan berbagai risiko bagi si anak," kata Tutik Ariyani, dokter ahli gizi dari Rumah Sakit Mediros, Jakarta. Risiko yang bisa timbul, misalnya, kelahiran prematur atau cacat pada bayi.

Tutik mengatakan, kecukupan gizi ini sebaiknya ditingkatkan sebelum si ibu hamil, saat mengandung, dan pasca melahirkan. "Asupan sudah harus ditingkatkan kurang lebih empat sampai enam bulan sebelum hamil," kata dia.

M. Lutfi Alkaff, dokter kandungan dari Rumah Sakit Sardjito, Yogyakarta, menjelaskan bahwa keharusan gelontoran gizi yang cukup sebelum kehamilan ini bukan tanpa alasan. Asupan gizi yang baik ikut menentukan kualitas sel telur yang bakal dibuahi sperma. Jika kualitas sel telur baik, kemungkinan bayi lahir dan tumbuh sehat pun lebih besar.

Saat kehamilan, pasokan gizi bagi ibu juga harus mencukupi. Sebab saat mengandung, ibu harus memberi makan dua orang, dia sendiri dan si jabang bayi yang masih di dalam perut. Tak ketinggalan, pasca melahirkan atau saat menyusui, seorang ibu juga harus mendapat asupan gizi yang cukup agar air susu ibu yang diproduksi juga bisa memberikan asupan gizi bagi si buah hati

Lalu asupan apa saja yang harus dicukupi oleh seorang ibu hamil? Tutik memberikan contoh, jika dalam kondisi biasa seseorang membutuhkan 1.700 kalori setiap hari, maka ketika hamil kebutuhan kalori bisa mencapai 2000.

"Ketika menyusui kebutuhan kalori ini bisa naik lagi sampai 2.200 per hari," kata dia.

Selain kalori, protein juga penting. Kalau biasanya ibu membutuhkan 10 gram per hari maka ketika hamil kebutuhan dia bisa naik menjadi 12 gram sampai 15 gram per hari. Kandungan gizi lain yang penting bagi ibu hamil adalah asam folat.

Kekurangan asam folat akan mengurangi kemampuan darah mengangkut oksigen. Alhasil, tubuh ibu mudah merasa letih dan lesu. Bagi janin, kekurangan folat bisa berakibat lebih buruk. Kekurangan turunan vitamin B ini bisa membuat bayi mengalami bibir sumbing, bobot rendah, dan cacat bawaan yang dikenal dengan istilah neural tubee defects (NTD).

Tambahkan susu

Nah, menurut Lutfi, asam folat sebaiknya diberikan sejak trisemester pertama kehamilan. Asam folat ini mudah ditemukan pada kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran hijau. Untuk memperbesar asupan folat, ibu boleh saja mengonsumsi susu yang mengandung folat atau suplemen.

Ketika hamil, ibu juga bisa mengalami kekurangan darah atau anemia. Dus, ibu perlu kecukupan zat besi. Tapi, tambahan zat besi ini tidak diberikan pada masa trisemester pertama kehamilan. "Zat besi bisa membuat ibu semakin merasa mual dan muntah," kata Lutfi.

Suplemen zat besi bisa diberikan pada ibu ketika memasuki masa trisemester kedua kehamilan. Agar tubuh semakin siap mengandung, ibu bisa melengkapi kecukupan gizi dengan mengonsumsi susu atau minyak ikan. Susu baik untuk mengurangi risiko osteoporosis atau keropos tulang pada ibu hamil.

Namun, menurut Tutik, susu hanyalah pelengkap. "Dengan mengonsumsi susu, bukan berarti ibu boleh tak makan sumber gizi alarm," kata dia. Para ibu yang tengah hamil tak boleh alpa makan berbagai sayuran dan buah untuk memenuhi kebutuhan gizi.

Sumber : DechaCare

Sunday, January 9, 2011

Tips Gaya Bercinta untuk Menentukan Jenis Kelamin Anak

(MENDAPATKAN ANAK LAKI-LAKI)
* Membilas Vagina dengan Air + Soda
Larutan untuk membilas dibuat dari campuran 1 gelas air + 2 sendok makan garam soda (natrium bikarbonat soda). Mengapa harus dibilas seperti itu? Seperti sudah disebutkan, kromosom X bersifat lebih tahan asam sedangan kromosom Y bersifat kurang tahan asam serta jalannya lebih cepat. Nah, pembilasan vagina dengan larutan garam soda (bersifat basa) bertujuan menurunkan kadar keasaman vagina, sehingga sperma Y lebih terjamin hidupnya dan bisa melewati liang vagina menuju rahim untuk membuahi sel telur.

* Istri Orgasme Lebih Dulu
Biarkan istri mencapai orgasme lebih dahulu baru disusul suami. Cairan yang dihasilkan saat wanita mengalami orgasme akan lebih mendukung pergerakan sperma Y untuk lebih cepat sampai ke sel telur. Semakin cepat sampai akan semakin baik, karena usia sperma Y lebih pendek.

* Posisi Knee-Chest
Ada posisi yang diduga bisa membuat sperma Y meluncur cepat melalui liang vagina, rahim, dan sampai ke sel telur, yaitu posisi knee-chest. Posisi dimana suami bersetubuh dengan istri dari belakang ini disebut juga doggie style. * Penetrasi Dalam

Semakin dalam penetrasi, maka semakin dekat jarak yang ditempuh sperma menuju sel telur. Bila suami bisa menekan sedalam-dalamnya saat ejakulasi berlangsung, hal ini bisa meningkatkan kemungkinan mendapat anak laki-laki.

* “Puasa” Sementara
Untuk meningkatkan kuantitas volume spermanya, suami dianjurkan menabung spermanya atau tidak melakukan ejakulasi sekitar 7-8 hari. Dengan jumlah sperma yang lebih banyak per mililiternya, kemungkinan mendapatkan anak laki-laki juga meningkat.

Puasa seks juga bertujuan menghindari kemungkinan tertinggalnya sperma X dari hubungan intim yang dilakukan beberapa hari sebelum masa ovulasi. Bila ada sperma X tertinggal dalam organ reproduksi wanita, begitu tiba masa ovulasi, ia dapat langsung membuahi sel telur. Berarti anak perempuanlah yang akan didapat. Sedangkan jika dalam seminggu sebelumnya puasa seks dijalankan, maka sperma Y memiliki kesempatan yang besar untuk membuahi sel telur.

Thursday, November 4, 2010

Dampak Radiasi Ponsel Terhadap Kandungan

Bagi Anda yang tengah mengandung, sebaiknya kurangi pemakaian ponsel. Hal tersebut dapat menyebabkan anak menjadi emosional.

Sebuah penelitian dilakukan oleh peneliti di Universitas California, Amerika Serikat (UCLA) terhadap 13.000 anak di usia sekolah. Dalam penelitian tersebut terbukti bahwa anak yang lahir dari ibu yang sering memakai ponsel saat kehamilannya memiliki gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit mengontrol emosinya. Selain itu anak-anak tersebut juga memiliki kesulitan dalam bersosialisasi dengan temannya.

Dari penelitian itu ditemukan 54 persen dari anak-anak tersebut lahir dari ibu yang sering menggunakan ponsel saat kehamilannya.

Dikutip detikhot dari The Independent, 80 persen dari anak-anak tadi menderita gangguan perilaku. 25 persen dari mereka memiliki kesulitan dalam mengontrol emosinya. 34 persen dari mereka memiliki kesulitan bersosialisasi. 35 persen dari anak-anak itu hiperaktif.

Hal tadi disebabkan oleh radiasi dari ponsel yang menyebabkan gangguan dalam pertumbuhan biologis janin saat di dalam kandungan. Untuk itu disarankan untuk para ibu hamil untuk mengurangi frekuensinya memakai ponsel.

Sunday, October 3, 2010

DITEMUKAN GEN YANG MENYEBABKAN PRIA MANDUL


Para ilmuwan berhasil mengungkap gen yang menjadi penyebab infertilitas yang tak bisa dijelaskan (unexplained) pada pria. Meski baru pada tahap awal, temuan ini diharapkan membantu dokter dalam menangani pria dengan kondisi tersebut.

Pada banyak kasus ketidaksuburan, para dokter sering gagal menemukan penyebab kemandulan pada pria. Namun, ketidaksuburan ini seringkali terjadi dalam sebuah keluarga sehingga para ahli menduga mungkin ada faktor genetik yang bertanggung jawab.

Dalam riset terbaru, para ahli meneliti gen NR5A1 yang memang terlibat dalam perkembangan seksual pada pria dan wanita. Ternyata ditemukan mutasi gen ini pada perkembangan testikel atau ovarium. Para ahli yakin, gangguan pada gen ini akan memengaruhi kemampuan seorang pria dalam memproduksi sperma.

"Kami menyimpulkan sekitar 4 persen pria yang mengalami unexplained infertilitas akibat gagal memproduksi sperma memiliki gen NR5A1 yang sudah bermutasi," kata para peneliti dalam laporannya.

Kriteria kesuburan pria berdasarkan keadaan spermanya menurut WHO antara lain memiliki 2-5 milimeter semen yang keluar dalam sekali ejakulasi. Dalam setiap milimeternya terdapat lebih dari 15 juta sel sperma. Sperma yang dibutuhkan untuk pembuahan adalah yang memiliki gerak lurus. Sperma yang tidak punya gerakan bagus akan keluar lagi bersama cairan mani.

KONTRASEPSI SPIRAL TUNDA KANKER RAHIM

Kontrasepsi spiral atau intrauterine device (IUD) memberikan harapan cerah bagi wanita. Berdasarkan hasil penelitian awal, IUD dapat mengantarkan sejumlah hormon ke rahim dan memperlambat atau menghambat perkembangan kanker rahim.

Salah seorang peneliti, Lucas Minig dari European Institute of Oncology di Milan, mengatakan, penemuan itu dapat dikembangkan dalam skala internasional. Dengan demikian, perempuan muda yang terkena penyakit tersebut memperoleh waktu untuk mendapatkan keturunan sebelum menjalani histerektomi sebagai langkah penyembuhan total.

Histerektomi menghilangkan kesempatan perempuan mendapatkan keturunan. Pemberian terapi hormon secara oral memang memperlambat perkembangan kanker, tetapi menimbulkan efek samping, seperti masalah kulit, mual, dan muntah-muntah.

Pengantaran hormon langsung ke area masalah dengan menggunakan spiral menghilangkan efek samping itu. Percobaan klinis pertama melibatkan 39 perempuan berusia 20-40 tahun dengan kanker rahim stadium awal. Tiap-tiap perempuan dipasangi IUD yang secara stabil mengalirkan hormon menyerupai progesteron guna menghentikan pertumbuhan kanker.

Mereka juga mendapatkan injeksi gonadotropin-releasing hormone (GnRH) sekali sebulan selama enam bulan. Terapi itu dilakukan satu tahun. Jika kanker tidak bertumbuh lagi, dilakukan histerektomi.

Bagi yang masih menginginkan keturunan, mereka diberikan kesempatan terlebih dahulu sebelum dilakukan pembedahan. Hasilnya, semua pasien itu hidup dan sehat. Sembilan di antaranya sukses mempunyai keturunan

Tuesday, September 28, 2010

UNTUK MEMBUAT WANITA MENGANDUNG PRIA HANYA BUTUH 1 SEL SPERMA


Sel sperma yang normal dan sehat merupakan faktor penentu terjadinya kehamilan. Dalam setiap ejakulasi terkandung 100 juta sperma. Dari jumlah itu, hanya dibutuhkan satu sel sperma untuk membuahi sel telur.

Menurut badan kesehatan dunia (WHO), pria yang hanya memiliki sperma kurang dari 20 juta sperma per milimeter air mani (semen), akan sulit melakukan pembuahan. Mengapa dibutuhkan jutaan sperma jika yang bisa membuahi hanya satu sel saja? Hal ini karena perjalanan dari vagina menuju ke tuba falopi untuk bertemu sel telur sangatlah sulit.

Bahkan, sel telur yang mampu bertahan dan mencapai tuba falopi, mereka masih harus berjuang lagi untuk membuahi sel telur karena sel telur dilapisi dengan lapisan tebal yang membuat proses pembuahan menjadi lebih sulit. Para ahli yakin, tahapan yang sulit itu merupakan seleksi alam sehingga hanya sel sperma yang sehat saja yang mampu membuahi. Dengan demikian kelak akan dilahirkan bayi-bayi yang sehat.

Wednesday, September 15, 2010

METODE BARU TENTANG PEMBEKUAN SPERMA


Para ilmuwan dari Cile mengumumkan keberhasilan melakukan teknik terbaru membekukan sperma secara cepat yang disebut dengan metode vitrifikasi. Hal ini membuka peluang bagi pria dengan jumlah sperma sedikit atau pengidap HIV positif untuk memiliki keturunan.

Karena dibekukan secara cepat, kemampuan sperma untuk berenang menuju sel telur menjadi lebih efisien dibandingkan dengan teknik pembekuan sperma konvensional. Dengan teknik pembekuan sperma yang saat ini banyak dipakai, kemampuan aktivitas sperma hanya bisa dipertahankan 30-40 persen. Dengan metode vitrifikasi, aktivitasnya meningkat menjadi 80 persen.

Sebenarnya vitrifikasi bukanlah hal baru dalam dunia kedokteran. Metode ini sudah dipakai untuk membekukan sel telur dan embrio sehingga bisa dipakai kemudian dalam teknik bayi tabung. Ketika dicairkan, ternyata kebanyakan sel telur dan embrio lebih bertahan dengan vitrifikasi dibandingkan teknik pembekuan lambat.

Ternyata ketika metode ini dipakai untuk membekukan sperma, angka keberhasilannya cukup tinggi. "Hasil riset menunjukkan, aktivitas sperma bisa dijaga lewat vitrifikasi sehingga kemungkinan pria yang memiliki jumlah sperma sedikit untuk punya anak lebih besar," kata Profesor Raul Sanches dari La Frontera University, Cile.

Walaupun metode ini berpeluang dipakai untuk pria pengidap HIV positif untuk memiliki anak yang sehat tanpa khawatir akan tertular virus, tetapi para ilmuwan masih akan melakukan penelitian lebih dalam untuk memastikan apakah residu virus HIV tidak akan tertinggal dalam sperma.



KOMPAS.COM