Showing posts with label kesuburan. Show all posts
Showing posts with label kesuburan. Show all posts

Tuesday, January 18, 2011

5 Cara Terbaik Agar Cepat Hamil

Saat menikah dan berharap hamil, ada beberapa wanita yang memerlukan sederet prasyarat demi keberhasilan pembuahan, dari menghitung masa subur, posisi hubungan seks tertentu, dan masih banyak lagi. Yang pasti, apakah Anda baru mulai merencanakan kehamilan atau sudah beberapa waktu berusaha, sebaiknya Anda mengikuti saran yang memiliki landasan ilmiah. Berikut beberapa di antaranya:

1. Berhubungan seks teratur

Bagi pasangan yang sama-sama sibuk, tips ini layak dicoba. Bila Anda tidak memiliki siklus haid yang teratur, para ahli menyarankan untuk melakukan hubungan seks setiap dua hari sekali.

2. Ketahui masa subur

Perempuan yang memiliki siklus haid 28 hari bisa menghitung 14 hari sejak hari pertama datangnya haid sebagai masa subur. Jika siklus Anda tidak teratur, Anda bisa mengetahuinya dengan alat penanda masa subur.

Masa subur juga bisa diketahui dengan mengamati perubahan kekentalan lendir yang keluar dari vagina. Lendir yang keluar pada masa subur biasanya lebih kental serta agak lengket seperti agar-agar. Agar akurat, pengamatan ini perlu dilakukan selama beberapa bulan untuk mengetahui polanya.

3. Berhubungan sebelum ovulasi

Kenalilah tanda-tanda terjadinya sentakan hormonal sebagai tanda datangnya ovulasi (sel telur matang dan siap dibuahi). Lakukan hubungan seks hari itu dan dua hari setelahnya. Peluang terjadinya kehamilan lebih tinggi dua hari sebelum ovulasi.

Pada masa ini cairan serviks sangat optimal dalam mengantarkan sel sperma menuju sel telur dan melakukan pembuahan. "Sperma bisa hidup di luar rahim 25-48 jam. Ini berarti sel sperma bisa menyambut sel telur ketika dimulainya ovulasi," kata Clarice Weinbergh, Ketua Biostatistic National Institute of Environmental Health Sciences.

4. Nikmati

"Hal yang tak boleh dilupakan pasangan yang menanti kehamilan adalah tetap menjadikan hubungan seks sebagai hal menyenangkan, bukan kewajiban," kata Felicia Stewart, penulis buku Understanding Your Body: Every Woman's Guide to Gynecology and Health.

5. Ubah gaya hidup

Tinggalkan gaya hidup tidak sehat yang bisa menghambat upaya kehamilan, seperti rokok, minuman beralkohol, polusi udara, dan stres.

Monday, November 8, 2010

Tips Lengkap Menghitung Masa Subur

Menghitung masa subur sangat penting untuk memperhitungkan saat yang tepat untuk hamil atau mencegah kehamilan. Anda tahu kapan waktu yang terbaik untuk melakukan hubungan seks dengan pasangan. Kemungkinan hamil pada masa subur sangatlah besar. Masa subur adalah waktu di mana sel telur dikeluarkan oleh ovarium sampai masa sel telur berada di saluran tuba fallopi (saluran yang menghubungkan ovarium dengan rahim). Kehamilan sebagian besar terjadi saat sperma bertemu dengan sel telur di saluran ini. Namun, cukup sulit menentukan masa subur ini, karena masa subur dipengaruhi oleh hormon. Sedangkan produksi hormon ditentukan oleh hormon pemicu yang dikeluarkan otak. jadi bila ada sesuatu yang menggangu otak, stres misalnya, maka produksi hormon akan ikut terganggu. Akibatnya, masa subur bisa terlambat atau bahkan terjadi lebih awal.

Beberapa Tips berikut ini dapat dipergunakan untuk menghitung masa subur Anda:

1. Suhu Badan Yang Meningkat. Suhu badan menjelang dan sesudah ovulasi cenderung meningkat. Hal ini disebabkan oleh pengaruh hormon progesteron. Kenaikan suhu badan ini sekurang-kurangnya sebesar 0,2 derajat celcius.

2. Lendir rahim Yang Menggenang. Saat menjelang ovulasi, hormon estrogen meningkat dan mencapai puncak pada saat ovulasi. Hal ini memberi pengaruh pada lendir rahim. Menjelang ovulasi lendir rahim menjadi agak encer dan bila diraba dengan 2 jari dapat membentuk jala (membenang). Mungkin sebagian besar perempuan mengira lendir ini berasal dari vagina, padahal sebenarnya berasal dari rahim. Kondisi ini sangat berguna untuk menangkap dan memudahkan sperma bergerak menuju sel telur.

3. Nyeri Pra-Haid. Umumnya perempuan akan mengalami rasa nyeri pada pertengahan siklus haid. Hal ini menjadi petunjuk bahwa dia sedang berada pada masa subur.

4. Sel-Sel Vagina Yang Berubah. Dengan mengambil sedikit cairan dari dinding vagina, dapat ditentukan bentuk sel-sel vagina yang mengarah pada ciri-ciri masa subur. Pemeriksaan ini dikenal dengan nama sitologi vagina hormonal. Bentuk sel, warna plasma sel, bentuk inti sel, dan jumlah leukosit tertentu menjadi indikator untuk menentukan masa subur.

5. Biopsi Endometrium. Endometrium merupakan lapisan terluar dari rahim. Dengan mengambil sedikit jaringan endometrium, dapat ditentukan apakah kondisi endometrium berada dalam masa subur atau tidak. Salah satu indikatornya adalah aktivitas sekresi. Jika endometrium mengeluarkan cairan (sekresi) maka perempuan tersebut berada dalam masa subur dan sebaliknya. Tetapi cara ini telah ditinggalkan setelah penemuan Ultrasonografi (USG).

6. Memeriksa Kadar Hormon. Kejadian ovulasi ditentukan oleh hormon- hormon. Hormon yang berperan penting adalah FSH (Follicle Stimulating Hormone), LH (Luteinizing Hormone), Prolaktin, Estrogen, dan Progesteron. Dengan mengambil darah dari vena tangan, kadar hormon didalam darah tersebut dapat dihitung lalu dibandingkan dengan ukuran standar. Sehingga dapat disimpulkan apakah kadarnya sudah berada didalam kadar masa subur atau belum.

7. Menghitung Tanggal. Perhitungan tanggal cukup mudah, namun perlu diperhatikan bahwa kadang-kadang siklus ovulasi setiap perempuan berubah-ubah. Akibatnya, lama waktu sejak menstruasi pertama ke menstruasi berikutnya turut berubah. Cara ini juga tidak cocokbagi perempuan yang mempunyai periode menstruasi yang tidak teratur. Bila perempuan mempunyai periode menstruasi yang teratur, cara ini cukup efektif. Misalnya seseorang yang periode menstruasinya 28 hari. Bila haid terakhir terjadi pada tanggal 1 januari, maka diperkirakan haid selanjutnya terjadi pada tanggal 28 Januari.Ovulasi merupakan masa ditengah-tengah periode menstruasi, sehingga perkiraan waktu ovulasi adalah tanggal 14 Januari. Masa subur adalah 2 hari sebelum dan sesudah ovulasi. Dengan demikian, masa subur berada pada kisaran 12-16 Januari.

8. Ultrasonografi (USG). USG dapat melihat gambaran indung telur atau ovarium. Bila perempuan berada pada masa ovulasi, akan dapat dilihat folikel yang akan pecah. Folikel adalah semacam kantung tempat sel telur berada. Bila folikel matang, ia akan pecah dan mengeluarkan sel telur. Cara ini cukup mudah untuk memperkirakan masa subur dengan tepat.

9. Laparoskopi Diagnostic. Cara ini memerlukan bius total. Dengan cara ini dapat dilihat folikel dan dinding rahim. Selain itu, cara ini dapat digunakan untuk melihat tuba fallopi atau kelainan-kelainan lain di ovarium. Biasanya cara ini digunakan bagi perempuan yang sulit mempunyai anak. Sehingga perlu dilakukan pengambilan atau penanaman sel telur didalam dinding rahim.

Sunday, November 7, 2010

Laptop Bisa Mengganggu Sperma

Ini adalah peringatan bagi para pria yang punya kebiasaan memangku laptop di atas paha. Penelitian para ahli yang dimuat jurnal Fertility and Sterility edisi November ini menyarankan agar para lelaki menghindari kebiasaan menempatkan laptop di dekat organ vitalnya. Karena hal itu dapat memicu risiko timbulnya gangguan kesuburan.

Peneliti menjelaskan, penggunaan laptop dapat menjadi ancaman bagi produksi sperma karena suhu panas yang ditimbulkan oleh komputer jinjing dapat memicu naiknya temperatur pada skrotum atau kantung testis penghasil sel sperma.

Dalam risetnya, para peneliti mengukur suhu skrotum 29 relawan pria dengan menggunakan termometer. Para relawan ini diukur saat mereka menempatkan laptop di atas lututnya. Meski para relawan menggunakan sejenis alas untuk meredam suhu laptop, peneliti menemukan testikel para relawan mengalami peningkatan suhu yang cepat.

"Dalam 10 atau 15 menit temperatur skrotum sudah naik di atas level yang kami anggap aman. Tetapi mereka tidak merasakannya," ungkap Dr. Yefim Sheynkin, pakar urologi dari State University of New York.

Sheynkin menekankan, hasil pengujian ini tidak membuktikan kalau penggunaan laptop dapat menurunkan kesuburan pria. Tetapi hasil beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan, peningkatan suhu pada skrotum dapat menimbulkan sedikit kerusakan pada sperma.

Dalam pengukuran suhu skrotum, ditemukan bahwa temperatur testis pria mengalami kenaikan hingga 2,5 derajat celsius setelah bekerja dengan menempatkan komputer di atas paha.

"Saya tidak akan mengatakan, apabila seseorang menggunakan laptop lalu mereka akan menjadi mandul," Sheynkin.

Namun, lanjutnya, dengan penggunaan yang cukup sering tentu dapat menimbulkan gangguan, sebab "Skrotum tidak memiliki waktu untuk melakukan pendinginan."

Jika memang terbukti memengaruhi kesuburan, laptop sebaiknya dimasukkan dalam faktor gaya hidup lain - seperti diet, penggunaan obat-obatan dan olahraga - yang harus dipelihara kaum pria untuk dapat mempertahankan sistem reproduksinya tetap sehat. Sheynkin menambahkan, penggunaan celana jeans atau pakaian dalam yang ketat tidak akan menimbulkan menurunnya jumlah sel sperma pria.

Tuesday, November 2, 2010

Sulit Mempunyai Keturunan

Pertanyaan :

Saya ibu rumah tangga. Suami saya lebih tua 20 tahun. Kami sudah menikah selama tiga setengah tahun tetapi belum juga dikaruniai anak. Kami terpisah jarak karena bekerja. Bertemu minimal dua minggu. Saya juga berbadan gemuk dengan kelebihan 20 kilogram. Kami pernah ke dokter kandungan bahkan inseminasi tapi tidak berhasil. Apakah faktor usia atau berat badan saya menjadi penyebab belum memiliki anak?

Jawab:

Sepasang suami istri dikatakan menderita infertilitas bila setelah menikah selama setahun dan rutin melakukan hubungan seksual namun belum juga terjadi kehamilan. Infertilitas ini merupakan hal yang cukup menjadi masalah dalam sebuah pernikahan. Bahkan tidak jarang ada pasangan yang sampai berpisah karena belum juga dikaruniai keturunan. Penyebab dari infertilitas ini sangat bervariasi, dan dapat disebabkan oleh pihak suami, pihak istri ataupun keduanya.

Setiap laki-laki normal yang secara biologis sudah matang akan memproduksi sperma setiap harinya. Hal ini berlangsung terus menerus dan bila tidak dikeluarkan melalui hubungan seksual akan keluar melalui mimpi basah ataupun akan diserap tubuh. Seorang laki-laki akan mencapai puncak kematangan seksual pada usia 25-40 tahun dimana saat itu sperma paling banyak diproduksi. Setelah usia di atas 40 tahun, maka sperma akan tetap diproduksi hanya saja jumlahnya semakin berkurang. Untuk pasangan yang mengalami infertilitas analisis sperma harus dilakukan, untuk menilai bagaimana kualitas dan kuantitas sperma suami anda, karena sangat mempengaruhi terjadinya pembuahan.

Infertilitas ini juga banyak disebabkan oleh kelainan di pihak istri, misalnya tuba yang tersumbat, adanya kista atau mioma yang dapat menghambat terjadinya kehamilan, timbulnya imunitas terhadap sperma sehingga tubuh menolak sperma, sampai polikistik ovarium yang biasanya disertai dengan berat badan yang berlebih. Pada kasus infertilitas harus diperiksakan kelainan apa yang menjadi penyebabnya, bagaimana fungsi organ-organ seperti indung telur, tuba, rahim, atau adakah tumor yang menghalangi terjadinya kehamilan. Biasanya perlu dilakukan pemeriksaan ultrasonografi melalui vagina untuk menilai kondisi alat-alat kandungan dan sekitarnya dan pemeriksaan histerosalpingografi yang dapat menilai fungsi tuba/saluran telur.

Bagi Anda dan pasangan, tentunya sebelum dilakukan inseminasi harus sudah dilakukan berbagai pemeriksaan terhadap Anda berdua, untuk mengetahui terlebih dahulu apa yang menjadi penyebab infertilitas ini. Jika belum pernah dilakukan maka Anda dan pasangan dapat mendatangi dokter kandungan Anda untuk meminta berbagai pemeriksaan di atas.