Showing posts with label Menghadapi Persaingan Kerja. Show all posts
Showing posts with label Menghadapi Persaingan Kerja. Show all posts

Tuesday, February 22, 2011

Tips Agar Siap Menghadapi Perubahan Dunia Kerja

Perubahan dunia kerja semakin tak terbendung. Tuntutan produktivitas yang tinggi dan gaya hidup dalam bekerja yang terus berubah menuntut siapa pun untuk siap berubah.

Jaman dulu, bekerja di kantor adalah sebuah keharusan. Tetapi seiring majunya teknologi komunikasi, bekerja bisa dilakukan di manapun. Karyawan bisa bekerja di rumah, rapat di sebuah kafe yang nyaman, sampai melakukan teleconference dengan klien dari luar negeri. Artinya, dengan perubahan gaya bekerja seperti ini, siapa pun dituntut untuk bisa berimprovisasi agar tetap menghasilkan produktivitas yang tinggi.

Perubahan semacam inilah yang akan terus mengemuka di seluruh dunia. Tentu saja, masih ada perubahan-perubahan lain yang akan terjadi, namun sudah bisa “dibaca” arah perubahan tersebut. Nah, untuk bisa memenangkan persaingan di dunia kerja masa depan, ada hal yang harus Anda ketahui dan pelajari agar siap menghadapi tantangan tersebut. Berikut ini beberapa faktor tersebut.

Teknologi jaringan sosial

Teknologi internet dan social media seperti Twitter, Vlogging, intranet chat rooms, sampai skyping akan semakin menggejala. Yang harus disiapkan: Karyawan harus siap dengan respons yang cepat dan mungkin tanggapan yang tidak terduga. Perusahaan dan karyawan juga harus terbiasa dengan komunikasi informal dan komunikasi
langsung serta pembelajaran lewat social media.

Tempat kerja yang berpindah-pindah (mobile)

Smartphone atau komputer tablet akan semakin menunjukkan kekuatannya, menyingkirkan laptop atau meja kerja di kantor. Karyawan dituntut untuk bekerja cepat dan lebih produktif karena semua pekerjaan bisa dilakukan di manapun, kapan pun. Yang harus disiapkan: Karyawan harus memiliki telepon yang sekaligus menjadi “meja kerja” Anda. Jika kantor adalah tempat kerja pertama Anda, rumah adalah tempat kerja kedua, maka telepon seluler atau smartphone Anda adalah tempat kerja ketiga Anda.

Demografi

Kondisi dunia kerja 10–20 tahun ke depan akan lebih beragam, terutama dilihat dari para pekerja. Tak hanya pekerja dari berbagai suku, pekerja asing juga akan bertambah banyak. Yang harus disiapkan: Perusahaan harus mampu mengakomodasi dan memahami latar belakang dan pengalaman para karyawan yang berasal dari berbagai tempat dan negara. Sementara bagi karyawan, dia harus siap bergabung dalam sebuah tim yang berbeda latar belakang, pengalaman, gender, generasi, dan bahkan berbeda negara dengan segala perbedaan tradisi dan budayanya.

Perhatikan etika bisnis

Sekarang ini perusahaan mungkin hanya memikirkan keuntungan atau profit semata. Tapi di masa depan, perusahaan harus memperhatikan karyawan dan kondisi lingkungannya. Intinya, hanya perusahaan yang memikirkan keuntungan, karyawan, dan lingkungan (bumi) yang akan meraih sukses. Yang harus disiapkan: Perusahaan harus lebih ramah lingkungan. Sementara karyawan harus lebih memiliki keahlian dalam menjaga hubungan baik dengan karyawan yang lain.

Integrasi kerja dan kehidupan pribadi

Generasi sekarang selalu menuntut keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi atau pergaulan. Namun generasi mendatang, mereka ingin agar selagi bekerja. Mereka juga bisa sekaligus menikmati kehidupan pergaulan mereka. Bekerja menggunakan smartphone selagi nongkrong di kafe favorit adalah salah satu contohnya. Yang harus disiapkan: web commuting sangat diperlukan sebagai “kantor ketiga”. Kefleksibelan tempat kerja juga akan menjadi salah satu kepuasan dan menjadi faktor penting karyawan dalam memilih perusahaan.

Permainan simulasi

Sims atau Simulated Games adalah tempat terbaik untuk belajar berbisnis dengan risiko minim. Tak hanya bisa belajar, “training” ini menjadi sangat menyenangkan karena dikemas dalam bentuk permainan. Yang harus dipersiapkan: Lakukan “training” ini sesering mungkin untuk melatih kepekaan bekerja dan berbisnis. Permainan ini juga bisa melatih kompetensi pemainnya.

Pembimbing

Bimbingan secara one-on-one di masa depan akan tetap berpengaruh besar. Namun perusahaan akan memodifikasinya dengan pembimbingan skala kecil atau secara grup. Yang harus disiapkan: Setiap opini dan keahlian yang dimiliki karyawan akan sangat bermanfaat baginya untuk melakukan pembimbingan pada karyawan yang lain. Keahlian ini akan meningkatkan daya saing Anda di dunia kerja.

Kebebasan informasi

Informasi akan semakin mudah disebar dan semakin mudah didapatkan. Yang harus disiapkan: Hierarki akan semakin kehilangan tempat. Siapa pun, termasuk karyawan terendah, bisa mengungkapkan pendapat dan terlibat dalam pemecahan masalah. Ini artinya, karyawan juga bisa menciptakan opini, bukan sekadar mengikuti pemimpin.

Citra pribadi (personal branding)

Kecanggihan teknologi akan membuat jejak rekam Anda mudah terlacak. Oleh karena itu, jangan main-main dalam membangun reputasi dan citra Anda, terutama di dunia maya. Yang harus disiapkan: Sama seperti masa sekarang, reputasi tetap memegang peranan penting terhadap kredibilitas dan daya jual Anda.

Zamannya kaum muda

Karyawan dari generasi X atau yang kini masih berusia remaja atau muda akan memegang peranan penting dalam sebuah perusahaan karena talenta dan keahlian mereka yang melebihi generasi sebelumnya. Yang harus disiapkan: Bagi generasi X, perbanyaklah keahlian dan pengalaman serta jejak rekan yang baik. Jika memenuhi ini, maka jabatan dan promosi tinggi secepatnya akan didapatkan. Intinya adalah, bagi siapa pun yang ingin sukses di dunia kerja pada dekade mendatang, milikilah cara berpikir yang mengglobal, bergabunglah dalam berbagai jaringan sosial (social networks), dan bangunlah citra diri yang baik.

Sumber : okezone

Sunday, November 7, 2010

13 Strategi Menghadapi Senior di Kantor

Memasuki dunia kerja kerap kali membuat para pekerja baru merasa deg-degan dan was-was. Salah satu yang kadang bikin senewen adalah menghadapi senior. Langkah-langkah berikut bisa membantu Anda mencairkan rasa kekakuan yang terjadi di antara Anda dan para senior.

1. Rajin menyapa
Di mana pun Anda berada, berlaku hukum alam: yang junior menghormati senior. Ini pun berlaku saat Anda memasuki dunia kerja. Hargailah para senior di kantor Anda, karena mereka sudah ada di sana sebelum Anda datang. Rajin menyapa dengan hangat tanpa pura-pura, akan menjadi cara membuka komunikasi yang baik. Tetapi jangan terlalu rajin, ya, nanti mereka malah ilfil.

2. Jaga sikap
Perlakukan para senior dengan kesopanan yang memadai, tidak berlebihan. Pintar-pintarlah menyesuaikan diri dengan lingkungan kantor. Kalau rekan-rekan di sana menyukai ketenangan, hindarilah bersuara dengan melengking tinggi atau menelepon dengan suara keras.

3. Banyak tanya
Bertanya sebanyak mungkin tentang tugas-tugas yang akan Anda kerjakan. Bila belum jelas, jangan sungkan bertanya lagi. Lebih baik banyak bertanya hingga pekerjaan Anda tuntas, daripada Anda dianggap tak mampu melakukan pekerjaan baru. Tanyakan pula tentang pengalaman para senior itu selama bekerja. Bila mereka senang bekerja di perusahaan tersebut, Anda akan banyak menyerap informasi yang baik untuk memuluskan Anda melakukan pekerjaan. Tetapi, jangan terlalu banyak bertanya juga sehingga mengganggu pekerjaan si senior.

4. Ajak diskusi
Bila Anda ditugaskan melakukan hal yang baru, ajak mereka untuk diskusi. Mereka akan senang jika keberadaan mereka Anda hargai. Meski Anda punya pendapat sendiri, jangan halangi keinginan mereka untuk mengeluarkan pendapat. Mereka akan merasa dihargai, dan Anda akan mudah untuk mensosialisasikan program baru.

5. Keputusan bersama
Ajak para senior menjadi bagian mengambil keputusan dari program atau proyek Anda. Dengan demikian, Anda akan mendapat dukungan dari hal yang sedang dikerjakan. Bukan tidak mungkin dengan pengalaman yang mereka miliki, Anda akan banyak terbantu.

6. Beri pujian
Jangan pelit memberikan pujian yang layak bagi kaum senior atas apa yang mereka lakukan. Hal ini bukan berarti menjadi penjilat. Ini mendatangkan hal baik bagi senior dan diri Anda.

7. Dress code
Perhatikan penampilan Anda. Bila memungkinkan, kenakan busana dan gaya pakaian yang hampir mirip dengan mereka. Hal ini bukan membuat Anda menjadi sama dengan mereka. Walaupun hampir sama, Anda tetap dapat menunjukkan pesona diri Anda. Tetaplah menjadi diri Anda. Misalnya saja, kalau mereka berpakaian rapi dan sopan, upayakan Anda pun demikian. Ini menjadi salah satu upaya mudah beradaptasi untuk diterima di suatu lingkungan. Di sisi lain, Anda tidak melakukan hal yang merugikan, kok. Perhatikan juga kebersihan sepatu, rambut, makeup, dan kuku. Pokoknya, jadikan diri Anda nyaman dilihat.

8. Ngopi bareng
Bila sedang santai, tidak ada salahnya ikut nimbrung dengan mereka untuk minum kopi, makan siang, atau beberapa acara kantor.

9. Sediakan telinga Anda
Upayakan berkomunikasi dengan ramah. Menjadi pendengar yang baik pun akan membantu Anda. Namun begitu, jangan biarkan Anda terlibat dalam gosip yang tidak penting.

10. Jaga privasi
Jaga informasi hal pribadi dengan baik. Menjadi pribadi terbuka memang baik, tetapi jangan terlalu terbuka tentang pribadi Anda. Ingat tempat ini merupakan tempat bekerja, jadi rekan sekerja hanya merupakan rekan kerja. Berbeda kalau dengan sahabat Anda. Ada hal yang Anda buka, namun tetap sisakan beberapa detail privasi Anda.

11. Hadiah kecil
Tak ada salahnya, bila proyek Anda ada yang berhasil, Anda memberikan sedikit hadiah bagi rekan-rekan senior. Misalnya saja, memesan pizza dan atau makanan kecil lainnya dan menyantapnya beramai-ramai. Tindakan ini memang terlihat seperti menyogok, tapi kalau membuat orang lain senang, why not?

12. Serius santai
Ada kalanya Anda tidak perlu terlalu serius bila bicara dengan para senior. Sesekali ada baiknya Anda selingi dengan mengobrol santai yang topiknya ringan, yang tak harus mengerutkan kening. Beri selingan humor yang lucu dan menarik. Coba cari humor menarik di internet, buku, atau majalah. Perlu diingat, pilihlah humor yang tidak berbau vulgar atau SARA.

13. Easy going
Jangan menganggap senior adalah serigala yang akan memakan Anda di kantor. Anggap saja mereka teman baru Anda. Kalau dipikir-pikir, mereka juga sama salting-nya seperti Anda ketika mereka baru pertama kali bekerja. Bersikap bijaksana, sabar, dan sopan, adalah kunci terbukanya pintu bagi senior untuk menerima Anda sebagai tim kerja. Terpenting, pastikan Anda hadir bukan sebagai musuh mereka. Justru adanya Anda untuk membantu kerja mereka.