Showing posts with label Parenting. Show all posts
Showing posts with label Parenting. Show all posts

Sunday, February 27, 2011

7 Hal Yang Harus Diketahui Oleh Orang Tua Mengenai Video Game

Anak Bermain Video Game
Temukan bagaimana caranya menentukan apakah sebuah game itu sesuai atau tidak untuk dimainkan, kelakuan mana yang menunjukkan akan menimbulkan masalah dan masih banyak lagi.

Mungkin tidak masalah bagi anda jika anak-anak anda bermain game di gadget atau di komputer, tetapi anda mungkin ingin tahu apakah berbahaya jika membiarkan anak anda menghabiskan begitu banyak waktu dengan game itu.

Inilah cara bagaimana anda bisa membantu anak anda menikmati keuntungan dari video game dan mencegah kemungkinan buruk yang mungkin terjadi.

1. Game ada peringatan batasan umurnya dan game punya alat pengontrol khusus bagi para orang tua.

The Entertainment Software Rating Board (ESRB) provides information about computer and video games, including a rating system with categories ranging from EC (Early Childhood) to AO (Adult Only). Cheryl K. Olson, ScD , faculty member of Harvard Medical School and author of Grand Theft Childhood: The Surprising Truth About Violent Video Games and What Parents Can Do, recommends that parents bookmark the ESRB’s "Resources" page , which links to instructions for the parental controls built in to all game systems and computers. The page also has “links to sites for your kids to get game information, links to game review sites for parents and a ratings app so parents can get more information about games while shopping.”

The Entertainment Software Rating Board (ESRB) adalah organisasi yang memberikan informasi tentang berbagai game komputer dan console, termasuk sebuah sistem batasan umur dengan berbagai kategori dari EC (Early Childhood) sampai ke AO (Adult Only).

Cheryl K. Olson, ScD, seorang dosen dari Harvard Medical School dan penulis buku Grand Theft Childhood: The Surprising Truth About Violent Video Games and What Parents Can Do, menganjurkan agar para orang tua harus menyimpan halaman web “Resources” dari ESRB yaitu , yang akan menghubungkan anda ke bagian instruksi-instruksi cara menggunakan alat pengontrol khusus bagi orang tua untuk semua sistem game dan komputer. Halaman web ini juga menghubungkan anda dengan situs-situs tempat anak-anak anda mendapatkan informasi game, dan situs-situs ulas balik game bagi orang tua juga sebuah aplikasi batasan umur jadi para orang tua dapat memiliki informasi yang lebih banyak lagi ketika sedang berbelanja game.”


2. Gambar pemberitahuan batasan umur tidak dapat menjadi satu-satunya cara untuk mengawasi anak kita.

Info dari ESRB dapat menjadi hal yang sangat membantu pada awalnya, tetapi juga tergantung pada perbedaan karakter pada masing-masing anak. “Batasan yang berdasarkan pada umur saja tidak dapat memberikan informasi yang cukup kepada para orang tua apakah game itu sesuai atau tidak buat seorang anak remaja,” kata dr. Olson. Pastikan anda membaca rincian tipe game sebagai tambahan selain pembatasan usianya. Rincian tipe gamenya bisa termasuk hal-hal seperti “Blood and Gore”(terdapat adegan keras dan berdarah) dan “Drug Reference (terdapat nama-nama obat dan cara pemakaiannya) .”

Dr. Olson juga mengemukakan bahwa “Orang tua harus lebih sering menaruh perhatian pada rincian tipe game seperti violance and gore, lirik game dan bahasanya juga sangat penting karena anak-anak suka mencontoh kata-kata yang kasar daripada kata-kata fantasi seperti yang berhubungan dengan zombie atau alien.” Hal paling penting untuk diingat tentunya seberapa mungkin sebuah game dapat memberi efek terhadap hubungan sosial dan tingkah laku di sekolahnya. Ketika ragu, dr. Olson menyarankan agar para orang tua menyewa game tersebut terlebih dulu untuk melihat bagaimana reaksi si anak ketika memainkan game itu---atau main bersama mereka, jika dimungkinkan.

3. Pengawasan merupakan sebuah kunci utama.

“Hal paling sederhana yang bisa dilakukan oleh para orang tua adalah menempatkan semua alat-alat elektronik anak-anak anda seperti game playstation, tv dan komputer diluar kamar tidur mereka,” nasehat dr. Olson. Jika itu tidak dapat dipraktekkan, lalu aturlah pengatur waktu pada alat-alat elektronik tersebut sebelum tidur, gunakan alat pengatur khusus buat orang tua untuk membatasi waktu main dan jalur untuk terhubung ke game yang khusus dewasa.” Penelitian dr. Olson menunjukkan bahwa anak sekolah menengah main game lebih lama, dan memainkan lebih banyak game yang tidak sesuai dengan usia mereka, ketika mereka memiliki keleluasaan bermain tanpa diawasi di kamar tidur mereka. “ Tetapi alasan paling utama kenapa harus mengawasi mereka adalah barang-barang teknologi di kamar tidur bisa mengganggu tidur anak-anak, dan sangat besar pengaruhnya terhadap kesehatan anak dan proses pembelajaran di sekolah,” tambah dr. Olson.

4. Peraturan rumah tangga dapat diberlakukan untuk barang-barang teknologi juga.

Menurut keterangan dr. Olson,” Beberapa anak-anak perlu pengawasan yang khusus dari yang lain; jika anak anda secara konsisten mempunyai kendala dalam mengontrol dirinya untuk melepaskan game dan pergi mengerjakan PR dari sekolah, coba batasi atau larang mereka memainkan game pada hari-hari pulang sekolah, dan hanya membiarkan mereka main game bersama teman-teman mereka pada akhir minggu.” dr. Olson juga mengigatkan para orang tua untuk memikirkan kesulitan mereka sendiri dalam menangani barang-barang teknologi, seperti smartphone dan laptop, pada malam hari; jangan menaruh harapan pada anak-anak anda bahwa mereka bisa mengontrol diri mereka sendiri lebih baik dari anda.

5. Terlalu sering main game akan menimbulkan masalah perhatian.

Penelitian yang dimuat di tabloit Journal Pediatric edisi Agustus 2010 menemukan bahwa terdapat hubungan erat antara TV, video game dengan masalah menaruh perhatian dari anak-anak. Michael Wager, PHD, seorang psikolog di Thomasville, Georgia, mencatat bahwa anak-anak dan para remaja yang mengalami ADHD (Attention deficit hyperactivity disorder )( semacam kelainan perilaku pada anak-anak seperti hiperaktif dan kurang perhatian)” lebih sering mendapatkan pengalaman berhasil dan menyenangkan dalam bermain video game, dan mereka menjadi tidak memperhatikan segala sesuatu yang berada disekelilingnya, mereka menjadi kecanduan. Bagaimanapun juga,mereka terus melakukan sesuatu yang menyenangkan yang dapat memberikan mereka kesenangan dari pengalaman berhasilnya itu---daripada melakukan segala hal yang kadang membawa hasil negatif.” dr. Wager menekankan betapa pentingnya menjaga keseimbangan fungsi dari video game.

6. Bermain game bukanlah hal yang perlu dilakukan ketika sedang tidak mempunyai aktifitas.

Berbalikan dengan pendapat pada umumnya yang menyatakan bahwa anak-anak yang lebih sering memainkan video game dan peralatan teknologi yang lain mempunyai kecenderungan naik tingkat obesitasnya, sebuah studi baru dari Universitas di negara bagian Michigan yang dimuat dalam tabloit Computers in Human Behavior edisi Januari 2011 menemukan bahwa teknologi bukanlah sebuah alat peramal buat ukuran tubuh atau berat badan. Lebih tepatnya, tidak beraktifitas secara umum mempunyai hubungan dengan masalah kenaikan berat badan, jadi pastikan untuk membantu anak anda untuk menjaga keseimbangan antara waktu dan aktifitas fisiknya. Beruntungnya, anak-anak anda dapat melakukan dua hal itu secara bersamaan dengan memainkan game fitness pada Nintendo Wii atau Xbox Kinect. Faktanya, sebuah studi dari universitas di negara bagian Kent yang dimuat pada edisi Mei tahun 2010, menemukan bahwa anak- anak yang mempunyai berat badan lebih atau anak anak yang obesitas memang lebih senang memainkan game Wii daripada memainkan video game yang tidak memerlukan gerakan.

7. Beberapa anak-anak memainkan video game sebagai pengganti dari aktifitas interaksi sosialnya.

Sebuah studi di Amsterdam yang juga dimuat dalam tabloit Computers in Human Behavior edisi Januari 2011 menemukan bahwa beberapa permainan game mempunyai pengaruh terhadap harga diri dan kemampuan menjalin hubungan sosial, dan kesepian juga merupakan sebuah pemicu atau konsekuensi yang menimbulkan perilaku ingin main game itu. Anda harus berhati-hati akan masalah yang akan ditimbulkan dari perilaku ingin main game ini jika anak anda terus berada dalam kondisi seperti ini. Buatlah sebuah batasan yang wajar dan carilah bantuan buatnya jika dia perlu bantuan untuk memperbaiki hubungan sosial atau kemampuan mengendalikan emosinya (emotional intelligence). Felissa Goldstein, MD, seorang dokter penyakit jiwa anak dan remaja di Pusat Pengembangan Jaringan Saraf Anak dari Marcus Austism Center di Atlanta, menasehati agar para orang tua dapat ikut mendorong para anak-anak agar mau memainkan game yang membutuhkan dua pemain, karena “penutupan diri terhadap lingkungan sosial banyak terjadi akibat dari permainan game yang hanya melibatkan satu pemain saja,” katanya.

Sumber : erabaru

Sunday, February 20, 2011

4 Alasan Penting Membicarakan Seks dengan Anak

Berbicara masalah seks dengan anak-anak, memang bisa menjadi bagian paling sulit bagi sebagian besar orangtua. Namun terpenting di sini adalah mengajarkan buah hati Anda mengenai seks sebelum mulai mengeksplornya sendiri.

Bagaimanakah cara yang tepat mengajarkan pendidikan seks pada anak-anak? Simak penjelasan berikut, seperti dilansir dari Ehow.

Keamanan

Sangat penting mengajarkan pada anak-anak tentang bahaya memiliki hubungan seks yang tidak aman, seperti di luar pernikahan. Sehingga dengan demikian, mereka dapat mengambil tindakan pencegahan untuk menghindari penyakit menular seksual.

Mencegah kehamilan

Perlu buah hati Anda ketahui bahwa kehadiran seorang bayi merupakan beban besar bagi mereka yang belum mapan dalam urusan finansial. Selain itu, kehadiran bayi pun membutuhkan tanggung jawab yang besar dari kedua orangtua. Jika anak-anak Anda sadar akan konsekuensi dari tindakan mereka, pasti mereka akan berpikir dua kali untuk melakukan sebuah kesalahan besar.

Larangan agama

Jika Anda enggan berhubungan seks sampai menikah, ini akan memperkuat nilai-nilai dan praktik keagamaan di rumah. Sehingga, ini bisa menginspirasi anak untuk meniru cara Anda. Bicaralah dengan pemuka agama Anda apabila hal ini bertentangan dengan pola pemikiran anak Anda. Lagi pula, menjaga untuk tidak berhubungan intim sebelum menikah dapat menghindarkan anak Anda dari bahaya aborsi.

Meningkatkan pemeriksaan kesehatan

Masalah kesehatan bisa timbul ketika mereka mulai berhubungan intim. Untuk itu, penting bagi mereka untuk menyadari pentingnya pemeriksaan kesehatan fisik secara teratur. Mereka tidak seharusnya mengabaikan rasa sakit atau masalah lain yang menimpa area pribadi mereka.

Sumber : okezone

Tuesday, February 15, 2011

Tanda-tanda Bayi Sehat Karena Cukup ASI

Ibu menyusui mungkin bertanya-tanya apakah bayinya sudah mendapatkan ASI yang cukup atau belum. Untuk mengetahuinya hal tersebut ada beberapa hal yang bisa dievaluasi si ibu.

Apabila bayi mendapatkan ASI eksklusif dan tidak ada asupan lainnya maka sulit bagi ibu untuk mengetahui sudah berapa banyak susu yang diminum oleh si kecil, hal ini akan membuat ibu khawatir apakah bayinya mendapat nutrisi yang cukup atau tidak.

Dr Utami Roesli, SpA, MBA, IBCLC yang pernah ditemui detikHealth menuturkan dalam 6 bulan pertama kehidupan semua kebutuhan nutrisi dari protein, karbohidrat dan lainnya sudah tercukupi dari ASI eksklusif.

Dr utami juga menyarankan para ibu agar memberikan ASI hingga usia anak 2 tahun. Karena dari 500 cc ASI yang diterima anak usia 2 tahun telah memenuhi 31 persen karbohidrat, 38 persen protein, 45 persen vitamin A dan 95 persen kebutuhan vitamin C anak.

Meski demikian orangtua terutama ibu bisa melihat beberapa tanda yang dapat meyakinkannya bahwa si kecil mendapatkan ASI yang cukup, seperti dikutip dari Mayo Clinic yaitu:

Apakah bayi memiliki berat badan normal?
Berat badan seringkali bisa menjadi tanda yang paling diandalkan untuk mengetahui si kecil mendapatkan nutrisi yang cukup atau tidak. Meskipun bayi akan mengalami penurunan 10 persen berat badannya setelah lahir, tapi berat badannya akan naik kembali dalam waktu 10-14 hari. Dengan rajin menimbang, maka orangtua bisa mengetahui grafik berat badan si kecil.

Seberapa sering bayi menyusu?
Sebagaian besar bayi yang baru lahir akan menyusu sebanyak 8-12 kali dalam sehari, yaitu sekitar tiap 2-3 jam. Jika si kecil tidur dalam jangka waktu yang lama atau lebih dari 4 jam, maka cobalah membangunkannya untuk menyusu. Selain itu ibu tidak perlu khawatir ASI nya akan habis jika terus dihisap, karena semakin sering bayi menyusu maka payudara akan semakin banyak menghasilkan ASI.

Bisakah ibu mendengar bayi menelan?
Jika diperhatikan dengan seksama, maka ibu bisa mendengar suara bayi menelan susunya serta adanya gerakan yang kuat dan berirama dari rahang bawah bayi. Kondisi ini bisa meyakinkan ibu bahwa bayi menyusu dengan benar.

Apa yang dirasakan ibu pada payudaranya?
Ketika bayi menyusu ASI dengan benar, maka ibu akan merasakan sensasi seperti ada yang menarik lembut dan bukan sensasi seperti dicubit atau ditarik puting susunya. Umumnya payudara akan terasa penuh sebelum menyusui dan terasa lebih lembut serta kosong sesudahnya.

Bagaimana kondisi popok bayi?
Pada hari ke empat setelah kelahiran maka bayi akan memiliki 6-8 kali popok basah per harinya dan sudah mulai buang air besar setiap hari secara teratur. Selama beberapa hari pertama feses bayi akan gelap dan lengket, lalu berubah menjadi kuning.

Apakah bayi tampak sehat?
Umumnya jika bayi mendapatkan asupan ASI yang cukup ia akan tampak puas dan tenang setelah menyusu, menjadi aktif bergerak, matanya terlihat cerah dan 'awas', serta mulut dan bibir bayi yang tampak lembab.

Setiap bayi umumnya memiliki pola makan yang unik dan kadang berbeda satu dengan yang lain, tapi ibu bisa menggunakan insting untuk lebih meyakinkannya. Selama bayi tumbuh dan berkembang secara optimal dan memiliki berat badan normal, maka ibu bisa yakin bahwa bayinya mendapat kebutuhan gizi yang cukup.

Sumber : detik

Sunday, February 13, 2011

Enterobacter Sakazakii Yang Mengkontaminasi Susu Formula Picu Radang Otak dan Cara Menghindarinya

Bayi ternyata memiliki peluang paling berisiko terinfeksi bakteri enerobacter sakazakii yang dicurigai mengkontaminasi susu formula. Sejumlah penyakit dapat ditimbulkan mulai dari diare hingga radang otak yang berujung pada kematian.

Enterobacter sakazakii merupakan bakteri gram negatif anaerob fakultatif, berbentuk koliform (kokoid), dan tidak membentuk spora. Bakteri ini termasuk dalam family Enterobacteriaceae (menurut Wikipedia)

Enterobacter sakazakii bukanlah mikroorganisme normal pada saluran pencernaan hewan dan manusia. Diduga, tanah, air, sayuran, tikus, dan lalat merupakan sumber infeksi bakteri ini.

Bakteri ini dapat ditemukan di beberapa lingkungan industri makanan, lingkungan berair, dan sedimen tanah yang lembab.

Oleh karena itu, tak mengherankan bila kabar mengenai beredarnya susu yang tercemar bakteri ini sangat meresahkan warga. Karena infeksi E sakazakii menunjukkan bahwa bakteri ini dapat menyebabkan radang selaput otak dan radang usus pada bayi.

Adapun kelompok bayi yang memiliki risiko tertinggi terinfeksi E sakazakii yaitu neonatus (baru lahir hingga umur 28 hari), bayi dengan gangguan sistem tubuh, bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), bayi prematur, dan bayi yang lahir dari ibu yang mengidap human immunodeficiency virus (HIV).

Sementara itu, terkait dengan pengumuman merek susu formula berbakteri oleh Kementerian Kesehatan RI, isu ini kembali mengundang keingintahuan publik. Kabar tercemarnya sejumlah susu formula dengan bakteri E. Sakazakii tentunya meresahkan banyak orangtua.

Penyebaran bakteri

Dikutip dari situs Fakultas Pertanian IPB, Enterobacter sakazakii (dibaca: enterobakter sakazaki-ai) merupakan salah satu patogen gram negatif yang sangat mematikan pada bayi baru lahir, usia 0-6 bulan. Sementara bakteri E. Sakazakii merupakan ancaman bagi bayi berusia 6-12 bulan.

Angka kematian akibat infeksi E. Sakazakii pada bayi baru lahir sangat tinggi sekitar 40-80% terutama pada bayi prematur dan bayi dengan imunitas lebih rendah daripada bayi pada umumnya.

Bakteri ini berada di saluran pencernaan dan ditemukan dalam berbagai produk seperti susu formula, keju, daging, biji-bijian hingga bumbu-bumbuan. Bakteri E. sakazakii berkembang optimal pada kisaran suhu 30-40 derajat Celcius.

Kontaminasi E. Sakazakii pada susu formula diperkirakan terjadi pada saat proses produksi. Bila satu sel bakteri mengkontaminasi, dalam lima hari produk susu tersebut telah mengandung endotoxin yang sangat berbahaya bagi kesehatan bayi. Hal ini, menurut situs tersebut, dibuktikan dari penelitian di seluruh dunia, bukan hanya di IPB.

Hingga kini, berbagai studi terus mencari penyebab kontaminasi susu berbakteri. Diduga, E. Sakazakii mengontaminasi produk susu formula lewat udara. Sehingga, diperlukan mekanisme Hazard Analysis Critical Control Point atau analisis titik penanganan kritis pada bahaya di tingkat produksi susu formula.

Pada penggunaan di rumah, susu bayi pada umumnya disiapkan dengan proses yang minim pemanasan. Biasanya, susu formula hanya dicampur air hangat kuku dengan suhu kurang dari 70C, yang tidak cukup untuk mematikan bakteri ini.

Racun endotoxin bakteri akan menyebabkan diare, enteritis (radang usus), sepsis (keracunan yang disebabkan oleh hasil proses pembusukan), dan meningitis (peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang).

Seperti dilansir dari medicastore, Ketua Divisi Gastroenterologi Departemen Pediatrika Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita dr. Eva Jeumpa Soelaeman, Sp.A(K) menjelaskan penyakit akibat infeksi E. sakazakii bisa berakibat fatal jika si penderita terlambat diketahuin dan bisa menimbulkan efek samping seperti cerebral palsy. Kalau kena ke otak, anak bisa cacat seumur hidup.

"E. sakazakii cepat sekali masuk ke otak, karena barrier otaknya tidak bagus. Jadi, prognosisnya buruk kalau tidak cepat diobati dan kalau terlambat diketahui," jelas Eva.

Menurut Eva, antara darah ke otak ada barriernya (disebut sawar darah otak-red). Harusnya barrier ini kuat. Tapi pada bayi atau anak yang masih kecil, apalagi yang daya tahan tubuhnya rendah, barriernya longgar. Jadi kuman bisa langsung tembus ke otak. Beda dengan orang dewasa, sulit sekali kuman masuk ke otak karena barriernya sudah sangat kuat.

Disebutkan, infeksi bakteri akan menyebabkan gejala demam dan diare, yang bukan hanya disebabkan bukan hanya E. sakazakii tetapi juga bisa oleh mikroorganisme lainnya. Bila bayi dan balita mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter.

Berikut Tips yang harus dilakukan agar terhindar dari kontaminasi E. sakazakii, salah satunya pada pembuatan susu pembuatan susu formula:

1. Cucilah tangan sebelum membuat susu.
2. Baca instruksi pada kemasan susu. Cara membuat susu harus benar dan sesuai.
3. Air yang digunakan untuk membuat susu harus direbus terlebih dulu.
4. Jangan gunakan air dispenser karena air tersebut tidak direbus.
5. Setelah mendidih, dinginkan air selama 30 menit agar suhunya turun mendekati 70 C.
6. Bersihkan botol yang akan digunakan dengan cara mengocoknya dengan air mendidih.
7. Ke dalam air bersuhu 70 C tersebut tambahkan susu formula sesuai dengan takaran yang dianjurkan.
8. Kocok sampai larut.
9. Dinginkan sampai suam-suam kuku (sekitar 37 C) agar dapat diberikan ke bayi.
10.Susu harus dikonsumsi segera, tidak boleh dibiarkan lebih dari 4 jam.

Sumber : inilah

Thursday, February 10, 2011

Tips Agar Anak Cepat Dapat Berbicara Lancar

Orangtua memainkan peranan yang penting dalam mencontohkan cara berkomunikasi yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Orangtua juga dapat mengajarkan dan mengasah keterampilan anak berbicara. Berikut ini 11 tips untuk meningkatkan kemampuan anak berbicara dengan lancar:

1. Gunakan kontak mata. Kontak mata adalah alat percakapan terbaik karena berbagai alasan. Ketika Anda mencontohkan kontak mata sementara anak berbicara, Anda berkomunikasi bahwa Anda mendengarkan. Dengan menggunakan kontak mata saat berbicara, Anda menunjukkan anak Anda bahwa melihat wajah seseorang saat mereka berbicara dan itu sangat penting. Cara terbaik untuk memperoleh kontak mata dari anak Anda adalah dengan cara Anda mencontohkan sendiri dibandingkan dengan meminta anak untuk "melihat Anda."

2. Face-to-face. Cobalah untuk memposisikan diri Anda setingkat dengan mata anak Anda bila memungkinkan. Model ini bagus untuk kontak mata dan juga menunjukkan kedekatan spesial yang tepat ketika berbicara dengan seseorang. Selain itu, mungkin bermanfaat agar Anda mendengarkan. "Oke, sekarang aku siap untuk mendengarkan cerita mu Nak," sambil Anda berlutut untuk mendengarkan.

3. Bicaralah dengan cara yang alami, namun santai. Tidak perlu untuk memperlambat cara bicara Anda, tapi dengan menjadikan berbicara sangat santai dapat membantu. Hal ini menyampaikan bahwa Anda tidak terburu-buru.

4. Model "waktu berpikir". Mengizinkan periode waktu alami untuk berpikir adalah bagus untuk meningkatkan formulasi berbahasa. Contohnya: "Hmmmmm, Saya akan memilih salah satu nya".

5. Jadilah pendengar yang baik dan tidak menyelesaikan kalimat anak Anda jika mereka terjebak. Dengan menyelesaikan kalimat untuk anak Anda, Anda tidak mendorongnya untuk sehat dalam keterampilan berbicara bebas. Anak Anda mungkin mendapatkan pesan bahwa mereka harus membiarkan seseorang berbicara ketika mereka terjebak pada sebuah kata. Biarkan anak Anda menyelesaikan sebuah kata atau cerita setelah mereka benar-benar terjebak.

6. Biarkan anak Anda untuk menunggu hingga waktu tertentu untuk memberitahu Anda tentang sesuatu. Setelah sekolah atau di antara waktu kegiatannya, mungkin bukan waktu terbaik bagi anak Anda untuk memberitahukan tentang sesuatu. "Kau begitu bersemangat untuk memberitahu saya tentang permainan itu. Mari kita membersihkan ini terlebih dahulu dan kemudian Anda dapat memberitahu saya" .

7. Berbicara bergantian. Mencoba untuk terlibat dalam sebuah percakapan. Biasanya sulit bagi anak yang gagap. Ajari anak memahami bagaimana mengelola beberapa percakapan dengan teman. Gunakan percakapan dengan saudara (atau salah satu atau kedua orangtua) sebagai cara untuk memperkenalkan berbicara bergantian.

8. Gunakan pertanyaan yang lembut, seperti "Aku ingin tahu ..." Misalnya, sambil melihat buku, Anda mungkin berkata, "Wow. Lihatlah anak-anak ini bersenang-senang. Aku ingin tahu apa yang mereka cari ... ". Ini secara alami memunculkan bahasa dan percakapan, sementara pertanyaan berkali-kali dapat memiliki efek yang berbeda. "Molly, warna apa ini? Apa yang Anda sebut ini satu? Siapa ini? Kau tahu yang satu ini".

9. Membantu untuk mengatur cerita. Membantu anak Anda mengatur cerita mereka dengan pertanyaan (siapa, di mana, apa, dll). "Saya mendengar banyak bagian yang berbeda untuk kisah ini. Mari kita mulai dari awal. Siapa yang ada dalam cerita ini? ... Di maana cerita ini? ... Oke, sekarang aku siap untuk yang lebih. Apa yang terjadi dalam cerita ini? ... "Selain itu, struktur informasi yang berlanjut dengan pernyataan yang pertama. "Oke, bagian pertama dari cerita Anda adalah .... Dan kemudian ... "

10. Waktu khusus berbicara dengan ibu atau ayah. Ciptakan sebuah waktu di mana anak Anda mendapat waktu berbicara yang khusus. Misalnya, jika orangtua setelah kerja, gunakan waktu itu agar bisa bersantai.

11. Kalimat Isian. Jika waktu Anda sulit diatur, Anda mungkin ingin model struktur kalimat yang benar dan meminta anak Anda memulai sebuah kalimat dengan mengisi. Misalnya, jika anak Anda terjebak pada kata, Anda mungkin berkata, "Kau sedang bermain di ..." dan biarkan anak Anda mengisi kata terakhir.

Makanan Cepat Saji Turunkan Kecerdasan Anak

Hasil penelitian yang dilakukan para ahli di Universitas Bristol, Inggris, seperti dilansir Medic Magic, Rabu (9/2) menyebutkan, bahwa anak-anak yang gemar mengonsumsi makanan cepat saji seperti hamburger, keripik, biskuit, dan pizza cenderung memiliki tingkat kecerdasan intelektual atau IQ yang rendah.

Tidak hanya karena kandungan nutrisi yang rendah, makanan cepat saji juga dapat mempengaruhi tingkat kecerdasan seorang anak. Bahkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak-anak yang sering mengonsumsi makanan cepat saji sejak usia 3 tahun dapat menderita kerusakan otak permanen.

Dalam penelitian yang melibatkan 14 ribu anak ini juga ditemukan anak-anak yang memiliki asupan gizi baik memiliki tingkat kecerdasan 5 poin lebih besar jika dibandingkan dengan mereka yang gemar mengonsumsi makanan cepat saji. Karena itu, para ahli mengimbau para ibu untuk memperhatikan asupan gizi bagi si kecil sejak dalam kandungan sampai usianya menginjak 3 tahun. Pada masa-masa itulah otak tumbuh dengan kecepatan maksimal yang akan menentukan tingkat kecerdasan anak.

Tuesday, February 8, 2011

Tips Agar Anak Senang dan Gemar Membaca

Orangtua pasti ingin anaknya senang dan gemar membaca agar sang anak memiliki wawasan dan memperoleh informasi yang luas. Tetapi bagaimana caranya membuat anak agar senang dan gemar membaca?

"Sejak usia 6 bulan anak sudah bisa diperkenalkan membaca dengan cara duduk bersama dipangkuan ibunya lalu dibacakan buku cerita, setelah anak berusia 6-7 tahun ia sudah mulai bisa membaca sendiri," ujar psikolog anak Ike R Sugianto, Psi saat dihubungi detikHealth.

Ike menuturkan yang harus dipahami adalah seberapa penting orangtua mengganggap kegiatan membaca bersama ini adalah sesuatu yang penting. Karena kebanyakan kini peran orangtua mengajak membaca anak digantikan oleh pengasuhnya.

"Kegiatan ini bukan hanya sekedar membuat anak senang membaca, tapi juga bisa menjalin keakraban dan kebersamaan (emotional bonding) dengan anak yang nantinya akan berpengaruh terhadap perilakunya seperti menjadi patuh dengan orangtua. Karenanya efek dari membaca akan berbeda jika yang membacakan buku adalah pengasuhnya," ungkap psikolog yang menjadi pemilik dan berpraktek di Potentia Center Jakarta Barat.

Strategi lain adalah mendongengkan anak saat ia bermain karena akan memiliki efek yang lebih baik untuk anak berinteraksi.

Agar anak senang dan gemar membaca ada beberapa tips atau hal yang bisa dilakukan oleh orangtua yaitu:

1. Buatlah suasana kegiatan membaca yang menyenangkan dan mengasyikkan bagi anak, misalnya dengan memangku si kecil, membaca buku bersama-sama atau membaca sambil memeluk anak.

2. Pilihlah buku yang sesuai dengan usia anak, misalnya untuk anak-anak balita pilihlah buku dengan gambar yang besar, berwarna dan sedikit tulisan, sedangkan untuk bayi pilihlah buku yang terbuat dari kain.

3. Buku-buku yang dipilih sebaiknya melibatkan interaksi dengan anak sehingga anak lebih tertarik untuk membacanya dan tidak menjadi pasif atau hanya mendengarkan saja.

4. Waktu membacakan buku, orangtua sebaiknya membuat intonasi nada yang menarik, seru, heboh dan jangan yang datar-datar saja karena akan membuat anak menjadi cepat bosan.

5. Jangan memarahi anak jika ia memegang buku dan merusak atau merobeknya. Jika membelikan buku untuk balita atau bayi maka orangtua harus siap-siap bukunya menjadi robek, rusak atau diremas-remas. Tapi orangtua jangan memarahi si kecil karena akan membuat ia menjadi trauma dan tidak mau membaca lagi karena teringat peristiwa tersebut.

6. Orangtua juga harus senang membaca dan memberikan contoh pada anak-anaknya untuk membaca buku. Jika orangtua lebih senang menonton televisi maka anak-anak pun akan lebih memilih menonton televisi daripada membaca.

"Orangtua harus menjadi contoh yang baik bagi anak-anak, jika orangtua tidak senang membaca dan membiarkan televisi menyala 24 jam, maka jangan harap anaknya akan menjadi senang membaca," ungkap psikolog lulusan UI ini.

Sumber : detik

Monday, February 7, 2011

Tips Memblokir Konten Pornografi di Komputer

Bagaimana caranya agar komputer Anda tidak bisa digunakan untuk mengakses situs-situs vulgar? Berikut ini beberapa tipsnya :

Gunakan PicBlock
PicBlock bertugas mendeteksi warna kulit dalam gambar. Namun, berhubung software ini tidak berdasarkan daftar keyword, PicBlock tidak dapat digunakan untuk menggantikan software filtering konten.

Gunakan plugin untuk browser
Jika Anda menggunakan browser Mozilla Firefox, Anda bisa memanfaatkan plugin seperti Foxfilter atau ProCon Latte agar browser Anda punya kemampuan untuk memblokir situs-situs tertentu.

Tambahkan daftar situs terlarang di browser Opera
Kalau Anda menggunakan browser Opera, menambahkan situs-situs yang tidak bisa diakses saat pengguna menjelajah internet menggunakan browser itu. Caranya dengan memasukkan alamat situs yang ingin diblokir lewat menu Tools > Advanced > Blocked Content klik Add… lalu tuliskan alamat situs yang diinginkan.

Sayangnya, browser ini tidak menyediakan perlindungan agar setting ini tidak diutak-atik oleh pengguna yang tidak berkepentingan.

Ubah Setting di Internet Explorer
Untuk Anda yang menjelajah internet menggunakan browser buatan Microsoft, langkah-langkah untuk menutup sebagian situs mengandung konten berbahaya dapat Anda simak di sini.

Belajar di GetNetWise
Situs ini merupakan salah satu situs yang tepat jika Anda ingin mempelajari bagaimana cara memblokir konten berbahaya bagi mata anak-anak, misalnya. Berbagai tips sederhana sampai video tutorial seputar mengamankan komputer ada di sana.

Sumber : vivanews

Wednesday, January 26, 2011

Manfaat Utama Air Susu Ibu (ASI)

Air Susu Ibu (ASI) berfungsi untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi dan melindungi bayi dalam melawan serangan penyakit. Keseimbangan zat gizi dalam ASI berada pada tingkat terbaik.

ASI sangat kaya akan sari-sari makanan yang mempercepat pertumbuhan sel-sel otak dan perkembangan sistem saraf. Makanan-makanan tiruan untuk bayi yang diramu menggunakan teknologi masa kini tidak mampu menandingi keunggulan makanan ajaib ini.

"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepadaKu lah kembalimu." (QS. Luqman, 31 : 14).

Daftar manfaat ASI bagi bayi selalu bertambah setiap hari. Penelitian menunjukkan, bayi yang diberi ASI secara khusus terlindung dari serangan penyakit sistem pernapasan dan pencernaan. Hal itu disebabkan zat-zat kekebalan tubuh di dalam ASI memberikan perlindungan langsung melawan serangan penyakit.

Sifat lain dari ASI yang juga memberikan perlindungan terhadap penyakit adalah penyediaan lingkungan yang ramah bagi bakteri 'menguntungkan' yang disebut 'flora normal'. Keberadaan bakteri ini menghambat perkembangan bakteri, virus, dan parasit berbahaya.

Karena telah diramu secara istimewa, ASI merupakan makanan yang paling mudah dicerna sistem pencernaan bayi yang masih rentan. Karena itulah bayi mengeluarkan lebih sedikit energi dalam mencerna ASI, sehingga ia dapat menggunakan energi selebihnya untuk kegiatan tubuh lainnya, pertumbuhan dan perkembahan organ.

Air susu ibu yang memiliki bayi prematur mengandung lebih banyak zat lemak, protein, natrium, klorida, dan besi untuk memenuhi kebutuhan bayi. Bahkan telah dibuktikan bahwa fungsi mata bayi berkembang lebih baik pada bayi-bayi prematur yang diberi ASI dan mereka memperlihatkan kecakapan yang lebih baik dalam tes kecerdasan.

Hal yang menyebabkan ASI sangat dibutuhkan bagi perkembangan bayi yang baru lahir adalah kandungan minyak omega-3 asam linoleat alfa. Selain sebagai zat penting bagi otak dan retina manusia, minyak tersebut juga sangat penting bagi bayi yang baru lahir.

Omega-3 secara khusus sangat penting selama masa kehamilan dan pada tahap-tahap awal usia bayi yang dengannya otak dan sarafnya berkembang secara nomal. Para ilmuwan secara khusus menekankan pentingnya ASI sebagai penyedia alami dan sempurna dari omega-3.

Selanjutnya, penelitian yang dilakukan para ilmuwan Universitas Bristol mengungkap bahwa di antara manfaat ASI jangka panjang adalah dampak baiknya terhadap tekanan darah, yang dengannya tingkat bahaya serangan jantung dapat dikurangi. Kelompok peneliti tersebut menyimpulkan bahwa perlindungan yang diberikan ASI disebabkan oleh kandungan zat gizinya.

Disamping itu, penelitian oleh Dr. Lisa Martin dari Pusat Kedokteran Rumah Sakit Anak Cincinnati di Amerika Serikat, menemukan kandungan tinggi hormon protein yang dikenal sebagai adiponectin di dalam ASI. Kadar Adiponectin yang tinggi di dalam darah berhubungan dengan rendahnya resiko serangan jantung. Lebih dari itu, mereka juga menemukan keberadaan hormon lain yang disebut leptin di dalam ASI yang memiliki peran utama dalam metabolisme lemak.

Fakta tentang ASI tidak berhenti hanya sampai di sini. Peran penting yang dimainkannya terhadap kesehatan bayi berubah seiring dengan tahapan-tahapan yang dilalui bayi dan jenis zat-zat makanan yang dibutuhkan pada tahapan tertentu. Kandungan ASI berubah guna memenuhi kebutuhan yang sangat khusus ini.

ASI, yang selalu siap setiap saat dan selalu berada pada suhu yang paling sesuai, memainkan peran utama dalam perkembangan otak karena gula dan lemak yang dikandungnya. Disamping itu, unsur-unsur seperti kalsium yang dimilikinya berperan besar dalam perkembangan tulang-tulang bayi.

Meskipun disebut sebagai susu, cairan ajaib ini sebenarnya sebagian besarnya tersusun atas air. Ini adalah ciri terpenting. Sebab selain makanan, bayi juga membutuhkan cairan dalam bentuk air. Keadaan yang benar-benar bersih dan sehat mungkin tidak bisa dimunculkan pada air atau bahan makanan, selain pada ASI.

Penelitian ilmiah juga menunjukkan bahwa perkembangan kemampuan otak pada bayi yang diberi ASI lebih baik daripada bayi lain. Penelitian pembandingan terhadap bayi yang diberi ASI dengan bayi yang diberi susu buatan pabrik oleh James W. Anderson.

Seorang ahli dari Universitas Kentucky membuktikan bahwa IQ (tingkat kecerdasan) bayi yang diberi ASI lebih tinggi 5 angka daripada bayi lainnya. Berdasarkan hasil penelitian ini ditetapkan bahwa ASI yang diberikan hingga 6 bulan bermanfaat bagi kecerdasan bayi, dan anak yang disusui kurang dari 8 minggu tidak memberikan manfaat pada IQ.

Ciri menakjubkan lain dari ASI adalah fakta bahwa ASI sangat bermanfaat bagi bayi apabila disusui selama dua tahun. Pengetahuan penting ini, hanya baru ditemukan oleh ilmu pengetahuan, telah diwahyukan Allah empat belas abad silam di dalam ayatNya : "Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan..." (QS. Al-Baqarah, 2 : 233).

Sang ibu bukanlah yang memutuskan untuk membuat ASI, sumber zat makanan terbaik bagi bayi yang memerlukan makanan di dalam tubuhnya. Sang ibu bukan pula yang menentukan beragam kadar gizi yang dikandung ASI. Allah Yang Mahakuasa lah yang mengetahui kebutuhan setiap makhluk hidup dan memperlihatkan kasih sayang kepadanya, yang menciptakan ASI untuk bayi di dalam tubuh ibu.

Penulis : Harun Yahya

Tuesday, January 25, 2011

8 Tips Agar Anak Mandiri

Anak mandiri, berarti dia bisa melayani kebutuhan sendiri dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri.

Untuk membentuk anak menjadi mandiri, bukanlah hal sulit diwujudkan, asal Anda telaten dn konsisten. Berikut ini kiat membentuk anak mandiri:

1. Awali dengan keterampilan mengurus diri sendiri. Mulai dari makan, menggosok gigi, dan memakai baju sendiri.

2. Berilah waktu untuk bermain bebas di mana mereka bisa mengembangkan idenya sendiri, sekaligus belajar menghibur dan menyibukkan diri sendiri.

3. Bertambah besar, mereka bisa membantu tugas rumah tangga seperti menyiram tanaman atau membuang sampah.

4. Bila semua berlangsung dengan baik, mereka sebaiknya dibiarkan mengatur waktunya sendiri dalam urusan sekolah dan pergaulannya. Orangtua hanya ikut campur bila mereka merasa sang anak melen ceng dari jalurnya.

5. Anak-anak harus diberi tanggung jawab dan dimintai pertanggungjawabannya bila mereka tak memenuhi tugasnya. Ini akan memberi perasaan penting dan mereka akan merasa bahwa orang tua mereka memercayai mereka melakukan tugas itu.

6. Kondisi badan yang fit dan kuat adalah bagian penting dari perasaan kompeten dan mandiri. Anak harus didorong melakukan olahraga dan kegiatan di alam terbuka.

7. Izinkan anak menentukan tujuannya sendiri, kecuali bila Anda merasa mereka memilih jalan mudah sementara Anda tahu benar kemampuan mereka jauh lebih tinggi.

8. Ingatlah selalu, Anda tak akan selalu berada di samping mereka, melindungi mereka saat meng hadapi cobaan dalam hidup mereka. Yang terbaik bantulah mereka menjadi orang yang mandiri.

Sumber: Republika

10 Kesalahan Saat Menyusui Bayi

Menyusui adalah hal paling alami di dunia ini, seharusnya semua wanita bisa menyusui. Ann Grauer, CD(DONA), LCCE, FACCE, konsultan laktasi di Milwaukee, membeberkan 10 jenis kesalahan yang kerap dilakukan ibu baru saat menyusui, yaitu :

1. Berpisah dari bayi usai melahirkan
Anda tentu mengenal program inisiasi menyusu dini. Program ini sedang gencar dilakukan untuk meningkatkan ikatan batin antara ibu dan anak. Sayangnya, masih ada dokter atau perawat yang tidak begitu mempedulikan program ini. Mereka akan langsung membawa bayi ke kamar bayi, sehingga si ibu tidak mempunyai kesempatan untuk melakukan bonding dengan bayinya.

Nah, kecuali ada alasan medis sehingga bayi langsung dipisahkan dari ibunya, jagalah agar bayi tetap bersama Anda. Selain memfasilitasi kebiasaan menyusui, program inisiasi menyusui dini ini juga akan meningkatkan kekebalan tubuh bayi, lho.

"Begitu bayi lahir, letakkan di atas dada Anda," kata Grauer. "Hangatkan tubuhnya. Bayi baru melalui suatu proses yang menakjubkan, dan ia membutuhkan detak jantung dan suara Anda untuk merasa aman. Sebelum lahir, bayi kan merasa hangat selama 24 jam sehari. Jika Anda hanya mendekapnya selama 12 jam, berarti jatahnya berkurang separuh. Coba Anda lihat dari sudut pandang bayi."

2. Menempel pada sisi yang salah
Mulut bayi harus terbuka lebar supaya ia tidak hanya mengisap bagian puting, tetapi juga areola payudara Anda. Jika bayi tidak menempel dengan benar, ia tidak akan mendapatkan seluruh air susu yang diperlukannya, sementara Anda juga akan mengeluh puting Anda nyeri. "Gelitik area di antara hidup dan mulut bayi dengan puting Anda," saran Grauer. "Hal ini bisa membuat bayi membuka mulutnya lebih lebar. Kemudian pindahkan dia ke atas payudara dengan cepat. Anda pasti kaget betapa besar perbedaannya."

3. Jadi stres ketika sesi menyusui tidak berjalan lancar
Tidak semua ibu akan langsung mengeluarkan ASI. Sebagian perempuan harus mempelajarinya lebih dulu, begitu pula si bayi. Jika percobaan pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya, ini tidak langsung berhasil, jangan langsung stres.

"Bayi butuh Anda menjadi tenang," kata Grauer. "Ambillah nafas dalam dan perlahan. Ketika bayi menjadi gelisah, Andalah yang harus tenang. Bayi tidak menghadapi masalah, kok. Dia hanya frustrasi. Semakin Anda tenang, semakin mudah untuk menenangkannya juga."

4. Mencari posisi yang benar untuk menyusui
Tak perlu lagi lah, belajar dan mempraktikkan posisi ideal untuk menyusui. Beberapa posisi tertentu mungkin menguntungkan untuk si ibu, namun posisi menyusui sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan. "Itulah konsep yang selama ini disodorkan pada kita. Yang penting, Anda merasa nyaman, lalu letakkan bayi di atas dada Anda. Kepalanya di bawah dagu Anda, dan perutnya di atas perut Anda. Bayi akan bergerak sendiri ke arah payudara, kemudian Anda berdua akan menemukan posisi yang pas," ungkap Grauer.

5. Tidak mendapatkan dukungan
Anda mungkin kerap mendengar cerita "horor" mengenai persalinan dan menyusui. Jika Anda selalu dikelilingi oleh pengaruh negatif, carilah dukungan yang positif. Jika Anda tidak memiliki teman dekat atau keluarga yang memiliki pengalaman menyusui yang baik, carilah komunitas ibu baru. AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia, www.aimi-asi.org) salah satunya. Dukungan dari ibu ke ibu akan sangat berarti ketika Anda sudah membawa bayi pulang ke rumah.

6. Membuat bayi mengikuti jadwal menyusui
"Bayi punya kebutuhan, bukan keinginan," kata Grauer. Artinya, bayi akan ingin menyusu ketika lapar. Jadi, tawarkan dulu ASI Anda, karena menyusu bukan masalah makanannya. Memberlakukan jadwal menyusu pada bayi yang baru lahir itu seperti mencoba menggiring kucing. Tidak akan sukses, dan hanya akan membuat Anda dan si bayi frustrasi.

7. Memberikan susu botol atau dot terlalu cepat
Entah karena suami ingin merasakan memberikan susu untuk bayi, atau Anda butuh rileks bersama teman-teman Anda, sesekali bayi juga bisa mendapatkan alternatif pengganti payudara Anda. Namun pastikan memberikan ASI sudah berjalan baik sebelum memperkenalkan bayi pada puting buatan seperti dot.

"Jika Anda bisa memberikan tiga atau empat minggu pertama untuk mengenalkan sesi menyusui, Anda akan bisa menawarkan dot atau susu botol kapan saja, asalkan menyusui berjalan lancar," kata Grauer. Bila diperkenalkan terlalu cepat, bayi akan melupakan proses menyusui tadi.

8. Berhenti menyusui karena harus bekerja lagi
Semua ibu pasti berat meninggalkan bayinya, ketika cuti hamil sudah berakhir. Selain itu, Anda juga akan menemukan tantangan baru, seperit menemukan tempat yang bersih dan tenang untuk memompa ASI, dan mengkoordinasikan waktu sepanjang hari. Jangan lekas menyerah dengan tantangan ini.

"Berbicara dengan atasan akan sangat membantu," papar Grauer. "Ia mungkin memiliki solusi dimana Anda bisa memompa ASI. Atasan juga akan lebih mengerti ketika Anda harus meninggalkan rapat sebelum waktunya."

9. Tidak percaya diri
"Kesalahan terbesar saya adalah selalu meragukan diri saya mengenai keputusan menyusui," kata Jennifer M, seorang ibu di Chicago. Hal ini hanya akan menimbulkan pengalaman buruk, seperti ibu baru yang gelisah dan kelelahan, serta bayi yang menangis terus tanpa Anda tahu sebabnya.

10. Terlalu cepat menyapih
Ada ibu yang hanya bisa menyusui selama 2 bulan, ada pula yang menyusui hingga bayinya berusia 3 tahun. Semua itu tergantung pada Anda dan si bayi. Berapapun jumlah ASI, itu memberi manfaat untuk Anda dan bayi. Ketika sudah waktunya menyapih, Anda akan tahu sendiri. "Saya senang karena saya tidak mengacuhkan nasihat orang lain tentang menyapih, dan membiarkan hal itu terjadi secara alami," ujar Jenna G, seorang ibu di Boston, yang baru menyapih ketika anaknya berusia 3 tahun.

Sumber : Kompas

Thursday, January 20, 2011

8 Cara Membantu Anak Membuat PR

Bila Anda melihat soal-soal dalam pelajaran anak, Anda pasti dibikin kelabakan: mengapa anak harus menjawab masalah yang begitu sulit dan kadang-kadang membutuhkan logika. Maka, sebagai orangtua Anda dituntut untuk terus belajar, agar bisa membantu anak mengatasi masalahnya semaksimal mungkin.

Sebuah penelitian di Universitas Duke menemukan bahwa "waktu belajar yang lebih belum tentu lebih baik", terutama untuk anak-anak yang lebih kecil. Berdasarkan kajian studinya, para peneliti lalu mengangkat konsep "Aturan 10 Menit", yang menunjukkan bahwa 10 menit adalah jumlah optimum untuk mengerjakan PR setiap harinya. Untuk tiap angkatan selanjutnya, waktunya ditambah 10 menit. Jadi kalau siswa kelas satu SD belajar selama 10 menit tiap malam, siswa kelas lima mendapat jatah 50 menit, dan seterusnya.

Ide dari konsep ini adalah secara bertahap meningkatkan beban kerja anak-anak hingga dewasa, dan mengembangkan keterampilan untuk belajar secara mandiri. Sebelum memasuki SMP dan SMA, jumlah tersebut akan bervariasi, tergantung apa yang sedang mereka kerjakan.

Untuk Anda yang sedang menghadapi masa menemani anak membuat PR, simak 9 tips untuk membuat anak lebih mudah mengerjakan tugasnya:

1. Mengetahui harapan guru
Ketahuilah apa yang menjadi harapan dari guru anak. Cari tahu bagaimana pekerjaan rumah harus dikerjakan setiap malamnya. Jawaban itu akan membantu Anda menentukan apakah anak memiliki terlalu banyak tugas, suka menunda-nunda, kesulitan belajar, atau bahkan tidak memiliki kemampuan belajar. Kemudian berbicaralah dengan anak sehingga dia tahu Anda tidak hanya menuntutnya berprestasi, tetapi juga mendukung mereka.

2. Puji usaha mereka, bukan hasil akhirnya
Anak-anak perlu belajar pentingnya kerja keras dan usaha. Pekerjaan rumah menyediakan kesempatan besar bagi Anda untuk memperkuat ketekunan anak. Mungkin Anda dapat memotivasi anak untuk tidak lekas menyerah, tekun menjalani, dan tidak putus asa bila menemui kesulitan. Satu-satunya cara agar anak-anak belajar tentang nilai usaha adalah dengan menekankan kepada mereka tentang pekerjaan yang harus diselesaikan setelah dimulai. Penelitian di Columbia University oleh Carol Dweck menemukan bahwa ketika Anda menekankan upaya saat anak belajar, Anda benar-benar akan meningkatkan ketekunan pada anak anda.

3. Jadilah pengawas, bukan pelaku
Pekerjaan rumah menjadi tanggung jawab anak, bukan pekerjaan Anda. Anda hanya perlu untuk menawarkan bantuan sesekali, bukan selalu memberikan jawabannya. Jika anak mengalami kesulitan, Anda dapat mulai membantunya dengan menunjukkan langkah yang benar. Setelah itu, biarkan anak melanjutkan sendiri. Dengan cara itu Anda tidak akan melakukan semua pekerjaan untuknya. Tujuan Anda adalah hanya untuk memeriksa pekerjaan saat selesai.

4. Buat anak membutuhkan PR, bukan memilih
Sejak awal tahun ajaran, Anda dapat menegaskan kepada anak bahwa pekerjaan rumah bukanlah pilihan. Anda dapat menetapkan suatu peraturan "belajar sebelum bermain" untuk mendisiplinkan mereka.

5. Susun pengingat untuk membuat PR
Ajarkan anak membuat suatu pengingat sederhana untuk tugas harian atau mingguan, serta tugas yang butuh waktu lama untuk diselesaikan. Papan tulis dapat menjadi media yang baik untuk mencatat tugas-tugasnya. Buatlah daftar hari dalam seminggu dan kemudian tuliskan berbagai tugas yang harus dikerjakan. Tujuan utamanya adalah agar anak melacak tugasnya sendiri setiap hari tanpa harus Anda ingatkan. Pastikan untuk menggantung papan tersebut di tempat yang mudah terlihat.

6. Buat tempat khusus untuk mengerjakan PR
Libatkan anak Anda dalam pemilihan tempat dan perlengkapan sekolah yang diperlukan. Letakkan komputer di tempat di mana Anda dapat mengawasi anak-anak ketika mereka butuh mencari informasi di internet.

7. Atur rutinitas
Pilih waktu yang terbaik bagi anak Anda untuk melakukan pekerjaan rumahnya setelah sekolah, sebelum makan malam, setelah makan malam, kemudian usahakan agar anak selalu menepati jadwal yang sudah dibuat. Mintalah anak untuk memberikan masukan, dan cobalah untuk mempertimbangkan jadwal yang kurang pas. Menggambar tampilan jam yang menunjukkan waktu yang ditetapkan dapat sangat membantu anak-anak menaatinya.

8. Pertimbangkan untuk menggunakan guru privat
Anda dapat mulai mempertimbangkan untuk menggunakan guru les privat ketika Anda sulit mengajar anak-anak. Mintalah guru atau teman-teman sesama orangtua murid untuk merekomendasikan guru privat yang baik untuk anak. Tujuan dari pekerjaan rumah haruslah untuk meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri anak saat belajar. Pada saat yang sama, menemani anak membuat PR akan membuat Anda memelihara hubungan dengan anak.

Wednesday, January 19, 2011

10 Rahasia Remaja Yang Disembunyikan

Tanpa arahan dari orang tua, remaja akan cenderung melakukan hal-hal negatif. Tapi terkadang sikap orang tua yang terlalu mengekang dan menekan menjadikan sang anak cenderung menyembunyikan masalah yang dihadapinya. Berikut ini alasan dari para remaja mengapa mereka kurang bisa berbagi dengan ayah dan ibunya.

Butuh privasi
"Saya benci orang tua tidak menyediakan ruang pribadi. Sebagai remaja saya butuh privasi,"kata Eleanor, 14.

Jangan menggeledah ruang pribadinya, kecuali Anda memiliki alasan konkret bahwa anak Anda berbohong atau menyembunyikan sesuatu yang serius.

Butuh pendengar setia
"Aku ingin mengatakan segalanya pada ayah dan ibu. Tapi aku tidak mau dengar omelan mereka,"kata Keegan, 13.

Untuk memahami anak Anda, dengarkanlah dengan seksama apa masalah mereka. Terkadang anak tidak menyuruh orang tuanya memberikan solusi terbaik. Selain itu jangan memberi saran yang mengancam.

Diam-diam menjalin hubungan dengan lawan jenis
"Satu tahun ini saya menjalin hubungan dengan pria, tanpa sepengetahuan orang tua. Karena kalau saya bilang pasti mereka melarangnya,"kata Marla, 15.

Prestasi yang kurang
"Saya tidak akan memberitahu orang tua ketika mendapatkan nilai buruk," kata Sam, 16.

Terkadang anak Anda kurang konsentrasi dalam belajar yang mengakibatkan penurunan prestasi di sekolahnya.

Pembicaraan soal seks
"Ibuku tahu aku mencium anak laki-laki. Tapi aku tidak ingin mengatakan apa-apa padanya lagi," kata Sonia, 15.

Menurut survei pemerintah di tahun 2005, kurang dari setengah siswa SMA (47%) mengatakan mereka pernah berhubungan seks.

Persaudaraan yang erat
"Aku sebal dengan orang tua yang tidak peduli apa yang dilakukan saudaraku," kata Henry, 13.

Meskipun tingkah laku setiap anak berbeda-beda, perlakukan semua anak Anda dengan adil dan wajar.

Orang tua terlalu berlebihan merespon masalah
"Saya sedih ketika ibu berteriak, ketika saya bercerita tentang masalah saya,"kata Erin, 17.

Ketika Anda marah, ambil nafas dalam-dalam. Kemudian beri kesempatan mengevaluasi suasana hati anak Anda.

Cenderung menghindari masalah
"Kadang saya tidak pulang karena terlalu mabuk untuk mengemudi,"kata Aaron, 19.

Frustasi selalu menyalahkan umur
"Saya tidak tahan ketika orang tua berkata, kamu, 17 tahun. Bertindaklah dewasa. Kamu belum cukup umur melakukan itu,"k ata Izzy.

Beri aturan yang jelas dan tidak mengekang. Guna mendidiknya jangan tekan anak Anda dengan rincian pribadi. Gunakan contoh orang ketiga jika hal itu membantu.

Ingin dipercaya orang tua
"Orang tua saya tidak percaya kalau saya tidak memakai narkoba," kata Steven, 15.

Jika orang tua menuduh tanpa alasan yang mendasar, akhirnya anak akan melakukan sesuatui yang tidak jujur karena mereka sakit hati. Berikan kepercayaan sampai mereka memberikan alasan kuat untuk tidak melakukannya.

Cara Mendidik Anak Bersopan Santun

Bila si kecil mulai bertingkah, hati siapa yang tidak kesal dibuatnya?

Saat sedang kumat, anak mungkin menunjukkan perilaku atau kata-kata kasar, bersikap membangkang, atau merengek sebagai upaya memaksa Anda memenuhi keinginannya. Sebagai orang tua, sudah menjadi kewajiban Anda untuk mendidik anak agar mengenal sopan santun.

Ann Douglas, penulis 'The Mother of All Parenting Books,' menawarkan sejumlah strategi praktis untuk menghadapi berbagai masalah tingkah laku yang kerap dihadapi para orang tua berikut ini:

Kasar
Ketika Anda menyuruh si kecil tidur siang, ia memutar kedua bola matanya atau menyilangkan tangan di depan dada sambil menghentakkan kaki karena kesal. Sebagai bocah, buah hati barangkali masih belum dapat membedakan apa yang pantas dan tidak pantas dilakukan atau diucapkan. Tapi, kebiasaan buruknya juga tak boleh dibiarkan begitu saja.

Ada dua masalah yang sekaligus Anda hadapi, yakni bahasa tubuh serta bahasa verbal. Jelaskan pada anak bahwa kadang bahasa tubuh berbicara lebih lantang dibandingkan kata-kata. Ketika dia melakukan melakukan gerakan di atas, hal itu menunjukkan perasaan tidak senangnya.

Sementara itu, jika anak mulai sering melontarkan kata-kata kasar, batasi waktu menonton televisi serta tentukan acara yang boleh ditontonnya secara selektif. Jelaskan pada si kecil kata-kata yang tidak pantas untuk diucapkan, yang mungkin didengarnya saat menyaksikan acara di televisi.

Membangkang
Anda tidak bisa menyuruh anak melakukan sesuatu tanpa mendengarnya mengumpat. Jangan menolerir kebiasaan tidak hormat tersebut. Anda tentu tak ingin melihatnya tumbuh sebagai anak yang kurang ajar terhadap orang dewasa di sekelilingnya.

Agar buah hati menghargai dan menghormati Anda sebagai orang tua, pastikan bahwa Anda pun menunjukkan sikap yang sama terhadapnya.

Tidak mendengar
Apa pun yang Anda ucapkan kepada anak, kata-kata itu seolah masuk kuping kanan dan keluar lewat kuping kirinya. Sebelum menyampaikan informasi atau instruksi penting, pastikan anak memberikan perhatian penuh kepada Anda.

Itu artinya, Anda mungkin harus berdiri menghalangi pandangan buah hati dari televisi atau konsol video game yang sedang dimainkannya. Bahkan, jika bisa matikan saja sekalian perangkat elektronik tersebut sebelum berbicara. Anda mungkin juga ingin meminta anak mengulangi kembali instruksi yang baru diberikan, untuk memastikan pesan Anda ditangkap secara jelas dan benar.

Merengek
Anak-anak sering menggunakan rengekan sebagai senjata andalan untuk mendapatkan keinginan mereka. Para orang tua pun sering menyerah dan mengabulkan apa pun permintaan putra-putri mereka, asal rengekan tersebut berhenti.

Jangan mudah termakan gertakan si kecil. Jika kali lain ia merengek untuk memaksakan kemauannya, jangan menyerah. Meski pun Anda sebetulnya berniat membelikan anak es krim sebelum ia merengek, misalnya, batalkan niat tersebut ketika ia mulai merengek. Pastikan anak mengetahui akibat dari aksi kecilnya, agar lain kali tidak mengulangi perbuatannya.

Wednesday, January 12, 2011

Tips Agar Anak Tidak Takut Jarum Suntik

Pengalaman pertama disuntik tentu sangat tidak menyenangkan karena menimbulkan rasa sakit, kondisi ini membuat anak berpikir bahwa jarum identik dengan rasa sakit sehingga anak-anak akan selalu berpikir bahwa jarum suntik adalah alat yang menyakitkan.

Imunisasi dilakukan untuk membangun sistem kekebalan tubuh anak terhadap suatu penyakit. Hal ini karena saat imunisasi anak akan dimasukkan produk biologis tertentu ke dalam tubuh, sehingga jika anak terserang penyakit tersebut ia sudah mampu untuk melawannya.

Sebagian besar vaksin dalam bentuk suntik karena diharapkan bisa cepat masuk sistem sirkulasi darah, sehingga akan muncul reaksi dengan sel darah putih untuk membuat zat antibodi.

Saat ini sudah ada vaksin kombinasi yang terdiri dari beberapa vaksin, dengan begitu bisa mengurangi jumlah suntikan yang harus diterima oleh anak. Vaksinasi yang diberikan diantaranya BCG untuk penyakit TBC, vaksin polio, hepatitis, campak, DPT dan vaksin lainnya.

Seperti dikutip dari Babycenter, Rabu (12/1/2011) jika bayi masih menyusui, maka ibu bisa langsung menyusui sang bayi setelah disuntik untuk menenangkannya. Menyusui merupakan pereda nyeri yang kuat, karena merupakan kegiatan gabungan antara memeluk, kontak kulit, mengisap dan rasa manis dari ASI yang menjadi obat penawar menyenangkan dari rasa shock dan sakit akibat jarum.

Jika anak sudah besar atau sudah tidak menyusui, cobalah untuk mengalihkan perhatiannya segera setelah disuntik, misalnya dengan mengajaknya berbicara, bernyanyi atau memberinya mainan.

Untuk mencegah trauma jarum suntik pada anak, sebaiknya orangtua tidak perlu menakut-nakuti atau terus menerus membicarakan tentang imunisasi yang bisa membuat anak memikirkan hal-hal menyeramkan.

Orangtua bisa memberikan ketenangan menjelang disuntik dengan cara membuatnya merasa nyaman, senang, memegang tangannya dan mengajaknya berbicara tentang berbagai hal. Setelah anak disuntik berilah ia pujian bahwa ia telah menjadi anak yang pemberani dan ia sudah menjadi anak yang sehat. Karenanya orangtua memegang peranan penting untuk membantu si kecil agar tidak takut atau trauma dengan jarum suntik

Tuesday, November 9, 2010

Tips Mendidik Anak Cinta Lingkungan

Sejak kecil, anak perlu mendapat bimbingan yang baik tentang pentingnya menjaga lingkungan. Kebiasaan ramah lingkungan yang dibentuk sejak usia dini ini diharapkah bisa terus menjadi gaya hidup anak di usia dewasa.

Cara terbaik yang bisa Anda ajarkan pada buah hati adalah dengan mengikuti berbagai kegiatan ramah lingkungan dan membuat lingkungan mereka tetap hijau, seperti dikutip dari laman Modern Mom. Praktikkan caranya di rumah!

Matikan TV
Anak-anak gemar menggunakan gadget elektronik, mulai dari menonton TV sampai surfing di internet. Peralatan elektronik ini mengonsumsi energi listrik yang besar. Ajari anak-anak di rumah untuk mematikan dan mencabut gadget elektronik ketika tidak digunakan. Tujuannya untuk mengajari mereka bagaimana menghemat energi listrik.

Mengendarai sepeda, membuat kerajinan atau bermain di luar rumah merupakan aktivitas yang cocok untuk anak-anak. Tujuannya agar anak tetap aktif secara fisik dan melatih imajinasi mereka.

Bertanggung jawab memakai air
Menghindari kebiasaan membuang-buang air merupakan salah satu cara untuk menjaga ketersediaan air di planet bumi. Ajari si kecil untuk menutup air ketika mereka sedang menyikat gigi agar hemat. Begitu juga ketika mereka mandi, batasi air yang akan digunakan.

Boleh juga Anda membantu anak-anak untuk belajar menampung air hujan untuk mencuci mainan luar rumah mereka.

Ajak berkebun
Taman di lingkungan rumah dapat memberikan kesejukan dan kesegaran bagi keluarga Anda, terutama ketika datang musim panas. Jika Anda tidak memiliki ruang untuk membuat taman, coba siasati dengan membuat taman mungil di beranda atau teras. Lewat kegiatan berkebun, si kecil bisa lebih peduli dengan tanaman di sekitar mereka.

Daur ulang barang
Penanganan sampah dengan cara mendaur ulang sudah hal biasa diterapkan untuk sampah rumah tangga. Tapi, menangani sampah tanpa proses penghancuran (repurposing) akan bagus lagi. Hal ini sekaligus untuk mengurangi pembuangan sampah ke tempat pembuangan akhir sampah.

Caranya, misalnya, barang-barang bekas seperti buku dan mainan, yang kondisinya masih baik, bisa Anda sumbangkan untuk program amal. Buku-buku yang tidak dipakai lagi oleh anak Anda masih berguna bagi teman-temannya yang lebih kecil.

Tips Agar Anak Suka Makan Sayur


Sayuran mengandung banyak nutrisi penting, tetapi mengapa kebanyakan anak-anak tidak menyukainya? Dibutuhkan strategi yang tepat agar anak gemar dan terbiasa makan sayur, salah satunya dengan memperkenalkan Popeye sebagai tokoh idola.

Popeye sang pelaut merupakan tokoh kartun yang sudah populer sejak era 1930-an. Kemunculannya sering dikaitkan dengan propaganda makan sayur di kalangan anak-anak pada masa itu, sebab tokoh tersebut digambarkan senang makan bayam yang membuatnya menjadi sangat kuat hanya dalam sekejap.

Seorang peneliti dari Mahidol University di Bangkok membuktikan, propaganda dengan memanfaatkan multimedia semacam itu sangat efektif dalam meningkatkan konsumsi sayuran pada anak. Dalam sebuah eksperimen yang berlangsung selama 8 pekan, ia memutarkan serial Popeye di sela-sela jam makan siang para murid TK.

Akibat terpengaruh oleh perilaku tokoh idola, asupan sayur dan buah pada anak meningkat 2 kali lipat setelah mengikuti program tersebut. Selain itu para orang tua juga melaporkan bahwa murid-murid TK merasa bangga telah mengkonsumsi sayur saat makan siang di sekolah.

Prof Chutima Sirikulchayanonta yang memimpin penelitian tersebut mengakui, pemutaran film kartun memang bukan satu-satunya faktor yang menentukan. Sebab dalam eksperimen tersebut, ia memasukkan berbagai program interaktif seperti:

1. Mengajak para murid menanam sayur bersama
2. Mengadakan pesta kebun dengan menu sayur dan buah-buahan
3. Tutorial memasak sup bagi para murid.

Sementara bagi para orang tua di rumah, Prof Chutima memberi catatan tentang beberapa hal yang bisa membuat anak makin gemar makan sayur. Dikutip dari Sciencedaily,  beberapa catatan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Duduk di samping anak yang sedang makan sayur lalu ikut menyantap menu yang sama akan membuat anak merasa spesial
2. Mencicipi bermacam-macam rasa buah dan sayuran adalah cara yang menyenangkan bagi anak untuk mengenal berbagai jenis makanan
3. Melibatkan anak dalam tahap-tahap menyiapkan makanan, mulai dari emncuci dan memotong sayuran, hingga meracik bumbu akan menumbuhkan rasa menghargai makanan pada anak.