Seringkali pelamar pekerjaan mengeluhkan dirinya sendiri karena kegagalannya diterima di sebuah lapangan pekerjaan padahal mereka yakin dengan aplikasi yang mereka miliki seperti IPK yang tinggi, lulusan terbaik sebuah Universitas ternama dan IQ yang tinggi.
Sebenarnya untuk lulus diterima di sebuah lapangan pekerjaan tidak hanya mengandalkan hal-hal di atas, namun beberapa trik-trik diperlukan agar sukses dalam penerimaan, seperti:
1.What Do I Need To Know about myself to job hunt? (apa yang harus saya ketahui dari diri sendiri sebelum melamar pekerjaan)
Jawabannya adalah: Pengetahuan (knowledge), Keterampilan (skills), Abilities (kemampuan), interest dan Value.
Hal-hal ini dapat anda ketahui melalui pertanyaan-pertanyaan seperti :
• Prestasi terbaik apa yang pernah anda raih?
• Apakah anda lebih senang berurusan dengan pekerjaan yang membutuhkan deadline atau flexible schedule? Apakah anda lebih senang bekerja sendiri atau team work? Apa anda lebih suka instruksi spesifik dan sesuai standar atau instruksi yang bebas dan tidak baku? Seberapa besar tantangan yang anda inginkan?
• Apa anda suka membawa pekerjaan kantor ke rumah atau menyelesaikannya di kantor saja? seberapa pentingkah uang atau prestise bagi anda? Atau waktu kumpul bersama keluarga?
• Apakah budaya organiosasi dan standar etika kantor penting bagi anda?
2. What do i need to know about companies that might hire me? (mendapatkan informasi tentang perusahaan yang sesuai dengan skill, knowledge, interest saya)
• Cari deskripsi lowongan pekerjaan yang lengkap seperti di surat kabar,kantor pos,website,atau tanya teman anda yang telah berpengalaman dalam bidang pekerjaan yang sama seperti yang anda inginkan.
• Ketahui dengan lengkap nama dan alamat orang yang akan menerima surat lamaran kerja anda.
• Cari fakta-fakta tentang lapangan pekerjaan yang ingin anda masuki seperti budaya organisasi,tujuan organisasi, tantangan yang dihadapi oleh organisasi, dst
• Wawancarailah teman anda yang bekerja di tempat dimana anda ingin masuki agar anda mendapatkan kemantapan, pertanyaan-pertanyaan seperti ini mungkin anda perlukan:
- Apakah ada perubahan2 besar dalam tugas teman anda terhitung sejak awal masuk hingga sekarang?
- Apa bagian yang paling teman anda sukai dalam pekerjaannya
- Bagaimana cara teman anda mendapatkan pekerjaan itu?
- Mintalah rekomendasi dari teman anda apa sebaiknya yang harus dilakukan agar bisa memperbesar peluang sukses dalam penerimaan lowongan kerja.
Showing posts with label Tips Melamar kerja. Show all posts
Showing posts with label Tips Melamar kerja. Show all posts
Thursday, January 20, 2011
Sunday, November 7, 2010
Tips Cerdas Berbohong saat Melamar Kerja
Orang mungkin pernah melakukan kebohongan demi mendapatkan pekerjaan. Seperti Salindra (28) yang mengosongkan tahun kelahiran di lembar CV-nya karena kualifikasi yang diminta berusia maksimal 25 tahun. Ia ingin melewati tahapan wawancara dan setidaknya pewawancara mengetahui potensi apa yang ada pada Salindra tanpa memperhitungkan usia.
Daripada surat lamarannya terbuang di tempat sampah tanpa ia berjuang melalui seleksi. Nyatanya ia diterima bekerja di sebuah perusahaan sebagai staf hubungan masyarakat dan mampu bekerja dengan baik.
Berikut beberapa cara cerdas berbohong, meskipun Anda tidak perlu sepenuhnya berbohong, tetapi manfaatkanlah sesuatu yang bisa Anda tonjolkan sebagai nilai tambah Anda saat memenangkan sebuah pekerjaan.
1. Pengalaman terlalu banyak
Anda tidak perlu membuat resume yang sangat panjang dan memgisahkan sejarah Anda. Cantumkan pengalaman yang relevan dengan pekerjaan yang sedang Anda lamar. Jika Anda ingin menjadi seorang koreografer sebuah sanggar tari misalnya, Anda tidak perlu mencantumkan pengalaman Anda sebagai seorang sekretaris sebuah organisasi.
2. Usia yang melebihi kualifikasi
Tidak disarankan untuk berbohong tentang usia Anda. Cantumkan saja tahun kelulusan Anda. Jika Anda lolos tahapan administrasi surat lamaran, dan melewati tahapan berikutnya, biarkan calon atasan Anda menebak dan menanyakan langsung pada Anda. Tentu saja Anda tetap tidak boleh berbohong.
3. Keterampilan dan minat tidak sesuai
Kehebatan Anda memenangkan konter 17 Agustusan, juara sepak bola antar fakultas atau juara paduan suara mungkin tidak akan dianggap penting oleh calon atasan Anda. Cantumkan saja riwayat pekerjaan Anda sebelum-sebelumnya. Kemampuan manajerial Anda dalam mengatur anak buah di kantor sebelumnya bisa jadi dianggap penting dan menjadi kekuatan potensial bagi Anda untuk dapat dipertimbangkan bergabung di perusahaan yang baru.
4. Belajar keterampilan sesuai yang dibutuhkan
Sangat tidak disarankan Anda baru belajar mengetik jika Anda ingin melamar sebagai seorang sekretaris. Belajar selagi melamar mungkin akan memberikan sedikit pengalaman. Tetaplah belajar dan cobalah lebih peka dengan kemajuan zaman.
5. Nilai akhir
Nilai akhir seringkali menjadi batasan bagi sebuah perusahaan untuk menerima karyawan. Perusahaan mana pun tentu tidak ingin mempekerjakan karyawan yang bodoh. Jika nilai kumulatif Anda tidak mencapai nilai yang diinginkan, asalkan tidak terlalu jauh, cantumkan saja pengalaman kerja Anda dan prestasi Anda di tempat kerja sebelumnya.
6. Referensi
Tidak perlu menulis bawa referensi akan dikirim jika diminta. Semua perusahaan tahu bahwa Anda harus mengirimkan jika diminta. Mereka juga mengerti bahwa mereka harus mempekerjakan karyawan yang bersikap baik dan mengundurkan diri dari perusahaan bukan karena diberhentikan.
Jika calon perusahaan meminta referensi dari seseorang, mintalah izin pada orang tersebut apakah ia bersedia atau tidak. Salah memilih orang yang akan memberikan refernsi bisa berakibat fatal bagi Anda.
7. Sejarah yang buruk
Jangan pernah mengesankan bahwa Anda diberhentikan dengan tidak hormat. Ini akan jadi nilai buruk bagi Anda. Jika ini terjadi, kesankan bahwa Anda masih bekerja tetapi juga mampu menjalani rangkaian proses perekrutan, tanpa bermaksud berbohong.
Subscribe to:
Posts (Atom)