Showing posts with label Penis. Show all posts
Showing posts with label Penis. Show all posts

Tuesday, January 18, 2011

Daftar Ukuran Penis Pria Eropa

Suatu penelitian telah dilakukan Institut fuer Kondom-Beratung (Institut Konsultasi Kondom) di Jerman yang menyebutkan, bahwa ternyata pria Prancis mengungguli 24 negara uni Eropa lainnya dalam hal ukuran organ vital pria.

Dalam riset yang melibatkan 10.477 pria dewasa dari 25 negara Eropa ini, terungkap bahwa pria Prancis rata-rata memiliki ukuran panjang 15,48 cm dengan lingkarnya sekitar 13,63 cm.

Peringkat kedua ditempati para pria Swedia dengan rata-rata panjang 15,48 cm dengan lingkar 13,63 cm, disusul Estonia 15,17 cm dengan lingkar 12,54 cm.

Inggris yang diyakini sebelumnya akan menjadi pesaing Prancis justru mengenaskan. Kaum Adam di negara ini rata-rata memiliki panjang penis sekitar 13,32 cm dengan lingkar 11,32 cm atau menempati peringkat 23 dari 25 negara.

Sedangkan para pria Italia masih cukup bisa berbangga karena menempati peringkat 5 besar dengan panjang 14,95 cm dengan lingkar 11,95 cm.

Berikut hasil riset selengkapnya :
1. Prancis, panjang :15.48cm, lingkar : 13.63cm
2. Swedia, panjang : 15.36cm, lingkar : 12.78cm
3. Estonia, panjang: 15.17cm, lingkar : 12.54cm
4. Hongaria, panjang : 14.99cm, lingkar: 11.81cm
5. Italia, panjang: 14.95cm, lingkar: 11.95cm
6. Austria, panjang: 14.89cm, lingkar : 12.10cm
7. Denmark, panjang: 14.88cm, lingkar : 11.75cm
8. Belgia, panjang: 14.77cm, lingkar: 13.19cm
9. Jerman, panjang: 14.61cm, lingkar: 11.80cm
10. Latvia, panjang: 14.69cm, lingkar: 11.93cm
11. Lithuania, panjang: 14.55, lingkar: 11.27cm
12. Romania, panjang: 14.30cm, lingkar: 12.25cm
13. Belanda, panjang: 14.28cm, lingkar: 11.35cm
14. Polandia, panjang: 14.21cm, lingkar: 11.62cm
15. Slovakia, panjang: 14.19cm, lingkar : 11.54cm
16. Czech Republic, panjang: 14.17cm, lingkar : 11.65cm
17. Bulgaria, panjang: 14.09cm, lingkar: 11.69cm
18. Slovenia, panjang: 14.01cm, lingkar: 11.72cm
19. Portugal, panjang: 13.91cm, lingkar: 10.45cm
20. Luxemburg, panjang: 13.82cm, lingkar: 11.40cm
21. Spanyol, panjang: 13.58cm, lingkar : 10.43cm
22. Finlandia, panjang: 13.52cm, lingkar : 11.13cm
23. Inggris: panjang 13.32cm, lingkar: 11.32cm
24. Irlandia, panjang: 12.78cm, lingkar : 10.94cm
25. Yunani, panjang: 12.18cm, lingkar : 10.19cm

Wednesday, November 17, 2010

Tips Agar Pria Selalu Ereksi

Dalam hal tertentu, tubuh manusia tak berbeda dengan mesin. Keterampilan seksual tak hanya tergantung pada kebugaran fisik, tetapi juga pikiran dan sikap mentalnya yang dapat dilatih.

Menurut Graham Masterton dalam bukunya, Wild In Bed Together, kinerja puncak seks adalah 10 persen kemampuan fisik, 20 persen pengalaman dan pengetahuan, dan 60 persen kontrol mental. Pikiran sadar memang dibutuhkan agar dapat ereksi.

Namun, jika pria dapat melatih dirinya, maka yang didapatkan adalah pertahanan konsentrasinya agar dapat ereksi dengan baik. Untuk itu, Graham memberikan beberapa kiat yang dapat dicoba.

1. Jangan gugup
Apabila bercinta, jangan terlalu mengkhawatirkan diri apakah bisa ereksi atau tidak. Anda tak perlu memercayai apa pun untuk membuktikan kejantanan dengan tidak bisa ereksi. Ingatlah, wanita sebetulnya paham bahwa pria tak selalu bisa ereksi. Mereka hanya tidak enak dengan pria yang selalu tak bisa ereksi.

2. Jangan pikirkan ereksi saja
Lebih baik pikirkan saja bagaimana caranya memuaskan pasangan. Misalnya, mengetahui bagian mana dari pasangan yang paling suka disentuh.

3. Ajak pasangan untuk membantu
Kesulitan hendaknya dibagi dengan pasangan Anda. Jangan minta maaf dan cari alasan karena itu bukan semata kesalahan Anda. Hal ini sama dengan tugas pasangan merangsang Anda sebelum bersetubuh.

4. Jangan terburu-buru
Janganlah terburu-buru melakukan penetrasi karena berpikir mumpung selagi ereksi agar supaya jangan lemas lagi. Cara ini malah hanya menambah kecemasan dan meningkatkan peluang Anda untuk lemas lagi.

Bahkan yang paling gawat, dengan melakukan segalanya dengan terburu-buru, Anda dapat mengalami ejakulasi prematur. Akan lebih baik Anda melakukannya pelan-pelan saja dan teruskan berpikir bagaimana memberi kesenangan kepada pasangan sebaik mungkin.

Monday, November 15, 2010

Cara Ampuh Cegah Disfungsi Ereksi

Disfungsi ereksi (ED) adalah gangguan umum yang terjadi di kalangan pria usia lanjut. Tapi, gangguan ini sebenarnya bukanlah bagian dari proses penuaan yang normal. Lalu, bagaimana Anda dapat menghindarinya? Berikut adalah 11 tip untuk mencegah terjadinya DE:

1. Perhatikan apa yang Anda makan
Diet yang buruk mengakibatkan penurunan kemampuan pria untuk ereksi. Penelitian menunjukkan, pola makan yang buruk dapat menyebabkan serangan jantung dengan cara menghambat aliran darah pada pembuluh arteri. Minimnya asupan buah dan sayuran serta kegemaran menyantap makanan berlemak dan makanan olahan dapat menghambat aliran darah menuju penis.

"Segala sesuatu yang tidak baik untuk jantung seorang pria juga buruk bagi penisnya," kata Andrew McCullough, MD, Profesor Urologi Klinis dan Direktur Program Kesehatan Seksual Laki-laki di New York University Medical Center Langone.

Penelitian terbaru menunjukkan, ED relatif jarang terjadi pada mereka yang melakukan diet Mediterania yang mengutamakan buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan makanan sahabat jantung seperti kacang-kacangan, minyak zaitun, ikan, dan anggur.

"Hubungan antara diet Mediterania dan fungsi seksual sudah dibuktikan secara ilmiah," kata Irwin Goldstein, MD, direktur pengobatan seksual di Alvarado Hospital di San Diego.

2. Menjaga bobot ideal
Kelebihan berat badan membawa banyak masalah kesehatan, termasuk diabetes tipe 2, yang dapat menyebabkan kerusakan saraf di seluruh tubuh yang mempengaruhi penis.

3. Hindari kenaikan tensi dan kolesterol
Kolesterol tinggi atau tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah, termasuk pembuluh yang mengalirkan darah ke penis. Akhirnya, ini dapat menyebabkan DE.

Pastikan Anda mengecek koresterol dan tekanan darah secara rutin atau Anda dapat membeli monitor tekanan darah juga dijual untuk digunakan di rumah. Namun hati-hati, obat penurun tekanan darah dapat membuat sulit ereksi. Namun, dokter mengatakan banyak kasus ED yang berhubungan dengan obat sebenarnya disebabkan kerusakan arteri akibat hipertensi.

4. Minum alkohol secukupnya atau tidak sama sekali.
"Tidak ada bukti yang menyebutkan konsumsi alkohol secukupnya berakibat buruk bagi fungsi ereksi, "kata Sharlip Tapi mengkonsumsi alkohol dalam jumlah besar dapat menyebabkan kerusakan hati, kerusakan saraf, dan kondisi yang dapat menyebabkan DE.

5. Olahraga teratur.
Penelitian membuktikan, gaya hidup sehat dapat mencegah disfungsi ereksi. Olahraga seperti: lari, berenang, dan bentuk-bentuk latihan aerobik dapat membantu mencegah ED.

Namun, hati-hati terhadap olahraga yang memberikan tekanan berlebihan pada perineum, yang merupakan daerah antara skrotum dan anus. Goldstein berkata, "Bersepeda dapat menyebabkan DE."

Bersepeda jarak dekat mungkin tidak masalah. Tetapi orang-orang yang menghabiskan banyak waktu bersepeda harus memastikan sepeda yang mereka gunakan tepat, memakai celana bersepeda yang empuk, dan sering berdiri saat mengayuh.

6. Jangan mengandalkan Kegel
Salah satu bentuk latihan yang tampaknya tidak bermanfaat adalah latihan kegel, yang menyebabkan kontraksi dan relaksasi otot-otot di panggul berulang kali. Latihan Kegel dapat membantu pria dan wanita penderita inkontinensia (tidak dapat menahan berkemih). Tapi tidak ada bukti bahwa mereka mencegah disfungsi ereksi.

7. Pertahankan kadar testosteron
Bahkan pada pria sehat, kadar testosteron seringkali menurun tajam pada usia 50 tahun. Setiap tahun setelah usia 40 tahun, kadar testosteron pria biasanya jatuh sekitar 1,3%.

Wapadalah pada gejala seperti dorongan seks rendah, kemurungan, kurang stamina, atau kesulitan membuat keputusan karena bisa jadi anda kekurangan testosteron.

8. Hindari anabolic steroid.
Obat-obatan, yang sering disalahgunakan oleh atlet dan binaragawan, dapat mengecilkan testis dan menurunkan kemampuan memproduksi testosteron.

9. Stop merokok
Merokok dapat merusak pembuluh darah dan membatasi aliran darah ke penis. Nikotin akan memicu menyempitkan pembuluh darah, yang dapat menghambat aliran darah ke penis.

10. Hindari seks berisiko
Beberapa kasus disfungsi ereksi berasal dari cedera penis yang terjadi selama aktivitas seks. Untuk mencegah cedera penis, lakukan penetrasi setelah yakin vagina terlumasi dengan baik. Pastikan penis Anda tidak terpeleset keluar vagina sehingga Anda tidak akan menabrak bagian tubuh yang keras. Jika pasangan Anda bergerak sedemikian rupa sehingga menyakiti penis Anda, jangan membungkuk, tapi segera minta pasangan menghentikan aksinya. Jika pasangan sedang melakukan posisi "woman on top" dan bergerak ke bawah, sementara penis tidak masuk vagina, kelebihan beban akan "menyakiti" penis."

11. Kendalikan stres.
Stres akibat faktor psikologis dapat meningkatkan kadar hormon adrenalin, yang membuat pembuluh darah berkontraksi. Itu bisa menjadi kabar buruk bagi ereksi. Apapun yang dapat dilakukan pria untuk meredakan stresnya dan merasa hubungan emosional berjalan baik, maka hal itu dapat membantu kehidupan seksualnya.

Sunday, November 7, 2010

Dampak Ketagihan Onani

Onani merupakan salah satu perilaku seksual yang sering dilakukan bila seseorang tidak mampu menahan dorongan seksualnya. Karena kurangnya informasi, ada banyak mitos salah yang beredar mengenai onani dan masturbasi. Salah satunya menyebutkan bahwa perilaku seksual ini menyebabkan kemandulan.

Apabila onani menjadi kebiasaan dan dilakukan cukup sering, maka hal itu memang akan berakibat pada kemandulan sementara. Menurut dr Maya Trisiswati, agar dapat membuahi sel telur, sel sperma perlu dimatangkan terlebih dahulu.

"Butuh 72 jam bagi sel sperma untuk matang. Jika sering-sering dikeluarkan lewat onani, maka spermanya tidak bisa matang dan tidak bisa membuahi," kata dokter yang menjadi Kadiv Akses dan Layanan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia.

Karena itu, bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan, sebaiknya onani ataupun hubungan seksual sebaiknya tidak dilakukan setiap hari supaya sel sperma bisa matang.

Ia menambahkan, secara medis tidak ada dampak buruk dari melakukan onani. "Sepanjang dilakukan dengan tangan yang bersih dan tanpa alat, boleh-boleh saja melakukan onani atau masturbasi. Ini lebih sehat daripada berganti-ganti pasangan," urainya dalam sebuah acara lokakarya mengenai kesehatan seksual dan reproduksi, beberapa waktu lalu di Bandung.

Meski tidak berdampak secara medis, dr Maya mengingatkan dampak psikologis dari kebiasaan melakukan onani. Bila menjadi kebiasaan dan kemudian ketergantungan, perilaku ini bisa memengaruhi perkembangan otak. "Yang akan berkembang pesat adalah otak yang mengarah pada kesenangan sehingga bisa mengarah pada perilaku obsesif kompulsif," katanya.

Terlalu sering melakukan onani atau masturbasi juga menunjukkan ketidakmampuan kita mengendalikan dorongan seksual, yang berarti pikiran kita lebih banyak dipenuhi oleh hal-hal yang bersifat erotis.

Wednesday, November 3, 2010

Does Circumcision Impact Sexual Behavior?

If you take a complicated approach to sexuality, it’s impossible to say whether something like circumcision impacts the sexual behaviors of individuals in specific ways. Our sexual behaviors and the sexual choices we make are almost never the result of a single cause or motivation (even though sometimes we like to blame our bad choices on one moment of weakness, it’s usually a bit more complicated). This means that tying circumcision directly to a change in sexual behavior is to oversimplify the situation.

Of course, social scientists are never ones to shy away from oversimplifications, and one study has considered the question of circumcision and sexuality behavior. Not surprisingly, following the report of that study, another paper was published taking the same data and interpreting them quite differently.

The initial study, which took data from the large 1992 National Health and Social Life Survey (NHSLS), found differences in sexual behaviors reported by circumcised and uncircumcised men:

* Circumcised men engaged more frequently in oral sex and anal sex than uncircumcised men.
* 47% of circumcised men engaged in masturbation at least once a month, but only 34% of uncircumcised men reported engaging in masturbation at least once a month (both numbers seem very low to me).

This pattern was not true for all circumcised men and because there were differences tied to ethnicity and race, the researchers propose that the difference is not related to a physical difference, but a psychological one.

Following the analysis from the NHSLS study, another research paper, written by anti-circumcision advocates, offer a different interpretation. Here the authors propose that circumcised men have much less sensitivity, and as a result, they require more stimulation, which is what drives them to having more oral and anal sex.

Needless to say, given the exploratory nature of the first report, and the theoretical nature of the second, both of these theories need to be treated with serious skepticism

It’s probably reasonable to think that mechanical considerations of how a circumcised penis works might impact sexual behavior. The foreskin provides not only a protective sheath, but also an extra layer of skin during penetration that changes the way friction is felt. Some men who are circumcised may find that the skin on the penis is very tight when they have a full erection, and this could be painful.

This is one of the reasons many men (and their partners) like using a lubricant to increase the slipperiness and decrease some of the raw friction. Of course, other people enjoy intense friction, and wouldn’t be as happy if they had the more protected experience of penetration with a foreskin.

In the end, your choice of sexual behaviors and your experience of sexual pleasure are more limited by your imagination than by whether you are circumcised or not. It’s true that some partners express a preference for circumcised or uncircumcised men, but it’s equally true that the penis is but one of many things that can give and experience sexual pleasure. And there simply is no one “optimal” penis for ever person or every occasion.