Saturday, July 31, 2010

Memerah ASI, Membantu Ibu dan Bayi

Selamat bagi ibu bekerja yang memilih menyusui meski sering kali terkendala fasilitas. Meski terpisah jarak dan waktu dengan bayi, ibu yang berkomitmen menyusui bisa mengakali kondisi dengan memerah ASI.

Dukungan suami dan keluarga sangat diperlukan agar penyaluran ASI tetap lancar karena ibu harus tetap tenang dan rileks saat memerah ASI, tak hanya saat menyusui. Akan lebih menenangkan jika ibu memahami manfaat memerah ASI. Tak sekadar memenuhi kebutuhan bayi, memerah ASI juga bisa mengurangi bengkak dan perih pada payudara.

"Pabrik ASI akan terus berproduksi, bahkan sejak masa kehamilan usia 13 minggu. Saluran ASI pada payudara juga bukan untuk menyimpan ASI, melainkan untuk disalurkan. Jadi, payudara harus dikosongkan dengan menyusui atau memerah ASI," papar Farahdiba Tenrilemba Jafar, Sekretaris Jendral Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), saat workshop bertema "Breastfeeding Tips for Working Moms" di Jakarta beberapa waktu lalu.

Memerah ASI membantu ibu
Dengan kondisi tertentu, karena bekerja atau bayi lahir prematur, ibu tak bisa menyusui. Memerah ASI menjadi solusinya karena bagaimanapun ASI tetap diproduksi dan tersedia di pabrik ASI, yakni payudara. Jika ASI tidak disalurkan, maka payudara bisa bengkak. Adapun puting dan areola menjadi kering, lalu menimbulkan rasa perih.

"Puting perih karena luka dan lecet. Teteskan ASI dan oleskan pada area puting dan areola untuk mengatasi perih," kata Diba.

Selain itu, dengan memerah ASI, ibu bisa mengurangi sumbatan atau stasis ASI. Ibu juga akan lebih tenang meninggalkan bayi untuk bekerja, jika sudah mempersiapkan pasokan ASI dengan memerahnya. Bahkan, pasokan ASI perah ini sangat berguna ketika ibu atau bayi sakit.

Problem paling umum bagi ibu pasca-melahirkan di antaranya ASI yang menetes. Jadi, sebaiknya sempatkan waktu sesuai kebiasaan dan kebutuhan untuk memerah ASI agar ASI tidak menetes terus-menerus.

Memerah ASI membantu bayi
ASI menjadi asupan gizi paling alami dari ibu. Bekerja tak lantas menjadi kendala untuk memberikan ASI. Dengan memerah ASI, ibu bisa memenuhi kebutuhan bayi.

Di sisi lain, ASI perah dibutuhkan untuk beberapa kondisi bayi, seperti bayi lahir prematur atau bayi berat lahir rendah (BBLR) yang tidak bisa menyusu atau bayi yang kesulitan menghisap payudara.

Selalu ada cara memberi ASI pada bayi dengan kebutuhan khusus ini bukan? Misalnya dengan memerah ASI dan memberikannya menggunakan teknik yang tepat dan bukan dengan dot.

http://dede-health.blogspot.com

No comments:

Post a Comment